Sabtu, 23 Januari 2016

Cina Akan Menutup 4.300 Perusahaan Tambang Batubara

China sebagai konsumen batubara terbesar di dunia, saat ini sedang berusaha untuk mengurangi kelebihan kapasitas batubaranya sebagai upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Negara ini akan mengalokasikan dana sekitar $4,6 milyar (30 miliar yuan) untuk menutup operasi perusahaan kecil yang tidak efisien di seluruh negeri. Menurut kantor berita negara Xinhua, dalam tiga tahun mendatang (setidaknya sampai 2019), Beijing berencana untuk menutup sekitar 4.300 perusahaan tambang batubara, menghapus kapasitas produksi lama dari 700 juta ton, dan merelokasi sekitar 1 juta pekerja selama tiga tahun ke depan.

China tutup 4300 perusahaan tambang batubara
Gambar ilustrasi pekerja tambang batubara China.

Mengutip Asosiasi Batubara Nasional China yang menyebutkan bahwa China telah memotong sekitar 560 juta ton kapasitas produksi batu bara dan menutup 7.250 tambang batubara selama 5 tahun terakhir. Namun, negara ini masih memiliki sekitar 11.000 tambang batubara yang beroperasi pada akhir 2015, dengan total kapasitas 5,7 miliar ton. sekitar 1.000 perusahaan diantaranya memiliki kapasitas produksi tahunan diatas 1,2 juta ton.

Langkah-langkah drastis ini diambil untuk mengurangi kelebihan pasokan batubara dan mengurangi krisis polusi yang semakin memburuk. Departemen terkait china telah meminta saran sebelum secara resmi memperkenalkan langkah-langkah drastis ini dengan alasan mengurangi kelebihan kapasitas batubara dan menjaga lingkungan. Langkah-langkah ini juga termasuk jeda dalam proyek tambang batubara baru, menutup fasilitas produksi lama, mengarahkan perusahaan untuk menutup dan mempercepat integrasi batubara-listrik.

Berdasarkan laporan Asosiasi Batubara China, permintaan batubara domestik China menyusut 2,9 persen pada 2014 dan telah turun 4 persen pada akhir tahun 2015. Penurunan ini lebih banyak disebabkan karena kurangnya permintaan akibat perlambatan ekonomi, restrukturisasi, dan perlindungan lingkungan. (Sumber: shanghaidaily dotcom dan mining dotcom).