Rabu, 02 Desember 2015

Pedoman Pelaporan Cadangan Bijih di Indonesia

Cadangan Bijih adalah bagian dari Sumberdaya Mineral Terukur dan atau Tertunjuk yang dapat ditambang secara ekonomis. Hal ini termasuk tambahan material dilusi ataupun "material hilang", yang kemungkinan terjadi ketikamaterial tersebut ditambang. Pada klasifikasi ini pengkajian dan studi yang tepat sudah dilakukan, dan termasuk pertimbangan dan modifikasi dari asumsi yang realistis atas faktor-faktor penambangan, metalurgi, ekonomi, pemasaran, hukum, lingkungan, sosial dan pemerintahan. Pada saat laporan dibuat, pengkajian ini menunjukkan bahwa ekstraksi telah dapat dibenarkan dan masuk akal. Cadangan Bijih dipisahkan berdasar naiknya tingkat keyakinan menjadi Cadangan Bijih Terkira dan Cadangan Bijih Terbukti.


Ilustrasi pedoman pelaporan cadangan bijih
Gambar ilustrasi Pedoman  (img sumber : galihsetyanta1711 dotwordpress dotcom).

Dalam Pedoman pelaporan Cadangan Bijih di Indonesia, seorang Pelapor (competen person) harus selalu memasukan informasi tentang estimasi faktor recovery pemrosesan mineral, dan harus selalu dimasukkan dalam Laporan Publik. Cadangan Bijih adalah bagian dari Sumberdaya Mineral, dimana setelah penerapan semua faktor-faktor penambangan, menghasilkan estimasi tonase dan kadar yang menurut opini pembuat estimasi, dapat menjadi dasar untuk menentukan kelayakan proyek, setelah mempertimbangkan semua "Faktor Pengubah" yang relevan. Cadangan Bijih dilaporkan termasuk di dalamnya material bernilai ekonomis marginal dan material dilusi yang dikirimkan dari tambang baik yang masih perlu "perlakuantertentu" maupun tanpa "perlakuan tertentu".


Istilah "dapat ditambang secara ekonomis" berarti bahwa ekstraksi dari Cadangan Bijih telah menunjukkan layak ditambang didasarkan pada asumsi finansial yang beralasan. Istilah "asumsi yang realistik" dapat diartikan beragam, tergantung pada jenis endapan/cebakan, tingkatan studi yang telah dilakukan dan kriteria finansial dari masing-masing perusahaan. Dengan alasan ini, dapat saja tidak ada definisi yang baku untuk istilah "dapat ditambang secara ekonomis".

Untuk mendapatkan tingkat kepercayaan yang dibutuhkan dalam Faktor Pengubah, studi yang tepat harus sudah dilakukan sebelum Cadangan Bijih ditentukan. Studi ini harus sudah menentukan suatu perencanaan tambang yang secara teknis dapat dikerjakan dan layak secara ekonomis, sehingga berdasar hal tersebut Cadangan Bijih dapat ditentukan. Studi ini bisa saja tidak perlu setara/selevel dengan tingkatan studi kelayakan akhir.

Istilah "Cadangan Bijih" tidak perlu mengindikasikan bahwa fasilitas ekstraksi sudah terpasang atau beroperasi, atau semua ijin yang diperlukan atau kontrak penjualan telah didapatkan. Tetapi istilah ini mengindikasikan bahwa ijin atau kontrak semacam itu diharapkan akan didapatkan. Orang yang melakukan pelaporan (Competent Person) harus mempertimbangkan arti pentingnya hal-hal yang belum terselesaikan yang bergantung pada pihak ketiga dimana proses ekstraksi juga bergantung. Jika ada keragu-raguan tentang apa yang harus dilaporkan, lebih baik bersalah karena menyediakan informasi yang berlebih daripada kekurangan informasi.


Semua penyesuaian yang dibuat atas data dalam rangka mengestimasi Cadangan Bijih, misalnya pembatasan atau pemfaktoran kadar, harus dinyatakan dan dideskripsikan secara jelas dalam Laporan Publik. Jika perusahaan lebih menginginkan penggunaan istilah "Cadangan Mineral" dalam laporan publiknya, misalnya untuk pelaporan mineral industri, hal ini harus dinyatakan secara jelas bahwa ini digunakan dan memiliki arti yang sama dengan "Cadangan Bijih", yang didefinisikan dalam pedoman ini. Jika diinginkan oleh perusahaan yang membuat laporan, estimasi "Cadangan Bijih" dan "Sumberdaya Mineral" untuk batubara dapat dilaporkan sebagai estimasi "Cadangan Batubara" dan "Sumberdaya Batubara". Akan sangat penting menggunakan istilah "Cadangan Bijih" karena hal ini menunjukkan dan memperjelas perbedaan antara "Sumberdaya Mineral" dan "Cadangan Bijih". (Sumber : Kode Pelaporan Hasil Eksplorasi, Sumberdaya Mineral dan Cadangan Bijih indonesia, by Komite Cadangan Mineral Indonesia).