Struktur Bumi - Hai sobat geologinesia, artikel yang kamu baca saat ini adalah tentang Struktur Bumi Menurut Perspektif Geologi. Tujuan kam...
Angin Bahorok | Pengertian, Proses Terjadinya serta Dampak Negatifnya

Angin Bahorok | Pengertian, Proses Terjadinya serta Dampak Negatifnya

Angin bahorok adalah salah satu jenis angin yang sering dibahas dalam ilmu pengetahuan. Apalagi di Indonesia, angin ini pernah melanda salah satu daerah yakni Deli di Sumatera Barat. Banyak orang yang menyebut bahorok sebagai nama lain dari jenis angin Fohn. Untuk Anda yang ingin mengenal lebih dalam tentang salah angin ini, berikut adalah ulasan lengkapnya.

Angin bahorok akan terjadi ketika angin yang mempunyai massa kemudian bergerak ke arah pegunungan dengan ketinggian 200 meter lebih. Bahorok yang memiliki massa udara tersebut selanjutnya akan menunjukkan perubahan yang signifikan.

Salah satu dampak yang ditimbulkan angin bahorok adalah terjadinya hujan di sekitar sisi lereng gunung. Hal tersebut bisa terjadi karena massa angin ada di sekitar puncak gunung tertinggi. Namun tidak semua bagian sisi lereng mengalami hujan. Salah satu sisinya saja lah yang akan hujan karena angin ini.

Bagian sisi lereng yang tidak hujan disebut dengan istilah daerah bayangan hujan. Di daerah bayangan hujan, angin yang berasal dari bagian atas pegunungan dengan cepat akan menuruni lereng pegunungan. Hal tersebutlah yang pada akhirnya mengakibatkan suhu udara naik. Karena pada dasarnya, suhu udara akan naik sebesar 1 °C setiap turun sekitar 100 meter.  Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui terkait dengan angin fohn atau bahorok.

1. Proses Terjadinya Angin Bahorok
Angin bahorok terjadi akibat keberadaan angin mosun. Saat terjadi angin fohn di wilayah Sumatera, angin mosun di tenggara mengalami perubahan menjadi angin mosun dari barat daya. Transformasi tersebut menyebabkan massa udara dalam angin mengalami penguapan secara langsung di atas pegunungan. Hal tersebutlah yang membuat angi jatuh dengan kecepatan tinggi dari atas pegunungan. Angin jatuh tersebut terasa sangat kering dan panas.

2. Proses Kondensasi
Pergerakan massa udara angin mosun yang terjadi di atas pegunungan menyebabkan proses kondensasi. Sekedar informasi, kondensasi tersebutlah yang membuat temperatur udara basah mempunyai suhu yang lebih kecil daripada temperatur di udara yang kering. Dalam proses kondensasi, udara basah selanjutnya akan melepaskan uap panas. Uap ini akan diterima oleh angin secara langsung. Dampaknya, angin akan mengalami pendinginan dan pemanasan dalam waktu yang sama. Keadaan inilah yang membuat angin fohn mengalami adanya perubahan temperatur.

3. Dampak Negatif Angin Bahorok terhadap Tanaman
Angin fohn memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap tanaman. Penambahan suhu udara yang terjadi akibat angin ini dapat membuat daun tembakau dan daun teh layu secara tiba-tiba ketika angin melewatinya. Hal ini dikarenakan suhu udara panas yang terdapat di dalam angin. Angin Fohn yang terjadi di Sumatera Utara ini terjadi tepat di daerah Bahorok, Langkat. Atas dasar itulah kenapa masyarakat Indonesia mengenalnya dengan sebutan angin bahorok.

4. Setiap Daerah Menyebut Bahorok dengan Nama Berbeda
Selain di Sumatera, angin Fohn juga pernah dialami di berbagai wilayah Indonesia. Di Pasuruan, angin ini dikenal dengan sebutan angin Gending. Di Cirebon disebut Angin Kumbang, di Irian Jaya diberi nama Angin Wambraw dan di Makassar disebut dengan nama Angin Brubu.

Seperti yang sempat disinggung bahwa angin Fohn pernah menyerang beberapa wilayah di Indonesia. Mulai dari Sumatera Utara, Makassar, Irian Jaya, Pasuruan, dan Cirebon. Masing-masing daerah terkena dampak yang berbeda-beda. Tergantung dari kondisi angin muson yang bertransformasi dan lokasi terjadinya angin Fohn tersebut. Sekian ulasan mengenai pemahaman angin bahorok dan contoh kasusnya di Indonesia, semoga dapat menambah wawasan Anda.
Baca selengkapnya »
Contoh Lengkap Rantai Makanan di Sungai serta Interaksi Didalamnya

Contoh Lengkap Rantai Makanan di Sungai serta Interaksi Didalamnya

Rantai Makanan di Sungai - Seperti yang diketahui bahwa ekosistem adalah bagian dari siklus bumi yang harus dijaga keseimbangannya. Rantai makanan di sungai adalah salah satu ekosistem alami dengan karakteristik yang khas. Ekosistem sungai terdiri dari hewan dan tumbuhan yang beradaptasi pada setiap kondisi air.

Ekosistem memang berkaitan langsung dengan proses dimakan dan memakan antar setiap komponen. Istilah ini dikenal dengan sebutan rantai makanan. Secara umum, rantai makanan adalah proses perpindahan energi yang diperoleh dari makanan. Dimana prosesnya berawal dari tumbuhan sebagai produsen makanan lalu ke organisme lain yang masuk dalam jenjang makanan pada tingkat trofik yang bertambah tinggi.

Contoh Interaksi dalam Rantai Makanan di Sungai
Rantai makanan di sungai mencakup interaksi memakan dan dimakan yang dilakukan oleh komponen biotik pada satu rantai makanan. Ekosistem di sungai mempunyai karakteristik yang unik. Dimana air pada ekosistem ini mengalir dari hulu menuju hilir. Kondisi kimia dan fisik yang terjadi pada tingkatan aliran air sungai sangatlah tinggi. Sehingga wajar saja jika seringkali terjadi perubahan pada kondisi kimia dan fisik ekosistem sungai.

Secara alamiah, hewan dan tumbuhan yang hidup di dalam sungai akan menyesuaikan dirinya dengan keadaan aliran sungai. Di bawah ini adalah komponen-komponen yang berperan dalam ekosistem sungai.

1. Produsen atau Autrotofik
Autrofik adalah penyedia makanan pada rantai makanan yang ada di sungai. Banyak orang mengenalnya dengan istilah produsen. Eutrofik adalah makhluk hidup yang harus dilihat menggunakan mikroskop atau kaca pembesar karena bersel satu dan sangat kecil. Hidupnya di dalam aliran sungai dan melayang-layang secara bebas.

Fitoplankton dikenal sebagai produsen. Sebab makhluk hidup ini mempunyai klorofil. Sehingga bisa memproduksi makanan sendiri menggunakan sinar matahari. Selain fitoplankton, berbagai jenis gangga juga berperan sebagai autrotofik yang dapat membuat makanan sendiri.

2. Dekomposer
Di setiap rantai makanan pasti selalu ada dekomposer, tak terkecuali rantai makanan di sungai. Dekomposer merupakan pengurai jasad setiap makhluk hidup yang sudah mati. Dekomposer akan mengurai sisa-sisa makhluk hidup atau bangkai agar ukurannya lebih kecil sehingga bisa dimanfaatkan oleh fitoplankton untuk menambah nutrisi.

3. Pemangsa atau Predator
Dalam rantai makanan di sungai, tentu saja ada pemangsa yang memakan komponen lain. Pemangsa dalam sungai adalah ikan, burung, penyu, buaya dan lain sebagainya. Urutan atau tingkat pemangsa disesuaikan dengan kekuatannya dalam mencari makanan. Misal buaya memakan ikan besar, lalu ikan besar memakan ikan kecil dan seterusnya.

Contoh rantai makanan yang terjadi di sungai bisa dimulai dari alga yang mendapatkan makanan melalui proses fotosintesis. Selanjutnya, alga dimakan ikan kecil seperti ikan sepat. Kemudian ikan sepat dimangsa oleh burung bangau.

Ketika burung bangau tengah lengah, mereka akan dimangsa oleh buaya sebagai predator tertinggi pada rantai makanan ini. Buaya memang tidak dimangsa oleh hewan lain. Namun ketika mati, buaya akan diuraikan atau dimakan oleh dekomposer atau organisme detritivor.

Contoh lainnya adalah fitoplankton yang dimakan oleh kepiting darat atau yuyu. Kemudian kepiting darat dimakan oleh bangau. Tentu saja, burung bangau akan dimakan oleh predator seperti buaya.

Memahami komponen dalam rantai makanan dan prosesnya cukup mudah bukan? Manusia sendiri bisa menjadi bagian dari rantai makanan di sungai. Karena manusia mengonsumsi ikan yang ada di sungai untuk memenuhi kebutuhan energi. Setelah meninggal, manusia juga akan didekomposisi oleh pengurai.
Baca selengkapnya »
Pengertian Massa Jenis Udara dan Contohnya

Pengertian Massa Jenis Udara dan Contohnya

Massa Jenis Udara - Dalam dunia fisika, massa jenis udara adalah salah satu pengukuran massa jenis yang sangat erat dengan kehidupan manusia. Masa jenis sendiri merupakan pengukuran massa pada setiap satuan volume dari suatu benda.

Perlu diketahui bahwa massa jenis rata-rata yang dimiliki setiap benda adalah total massa yang kemudian dibagi total volumenya. Massa jenis digunakan untuk menentukan zat. Karena pada dasarnya, masing-masing zat mempunyai besaran massa jenis yang tidak sama.

Massa Jenis Udara dan Pemahamannya
Massa jenis suatu zat dibedakan berdasarkan tekanan dan suhunya masing-masing. Tekanan yang besarannya lebih tinggi dapat membuat molekul zat menjadi lebih padat meskipun berada pada volume yang sama. Hal inilah yang kemudian meningkatkan massa jenis.

Massa jenis juga bisa berkurang apabila terjadi peningkatan suhu. Tapi sifat ini tidak berlaku pada semua massa jenis. Massa jenis udara termasuk dalam massa jenis fluida. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa hal penting yang harus Anda ketahui mengenai massa jenis dari udara.

1. Berbeda dengan Zat Padat
Perlu diketahui bahwa massa jenis yang dimiliki udara sangatlah berbeda dengan zat padat. Kayu atau besi mempunyai kerapatan yang pada dasarnya sama. Tapi udara tidak bisa disamakan dengan zat apapun. Semakin tinggi udara yang ada di permukaan laut, maka semakin kecil pula massa jenis yang dimiliki udara.

Hal tersebut dikarenakan adanya gaya gravitasi yang semakin berkurang pada ketinggian. Gaya gravitasi akan semakin kecil ketika ketinggiannya semakin ke atas. Oleh sebab itu, jumlah udara yang mengalami penarikan juga akan berkurang.

2. Udara di Puncak Gunung dan Permukaan laut
Dibandingkan puncak gunung, jumlah udara yang ada di sekitar permukaan laut memang lebih banyak. Pada suatu ruangan yang memiliki volume sama, massa udara yang ada di sekitar laut lebih besar. Jadi massa jenis udara yang dimiliki juga lebih besar.

Lain halnya udara yang ada di sekitar puncak gunung. Dimana massanya lebih kecil. Oleh karena itulah kenapa massa jenis pada udara di sekitar puncak gunung juga lebih kecil. Pada intinya, semakin jauh dengan permukaan laut maka massa jenis fluida atau udara juga semakin kecil.

3. Udara terdiri dari Molekul atau Atom Terpisah
Udara pada dasarnya terdiri dari molekul atau atom yang terpisah. Sehingga dapat dengan mudah bergerak. Hal inilah yang secara langsung membuat gaya gravitasi mempengaruhi jumlah udara pada suatu wilayah.

4. Balon Udara dan Massa Jenis
Pernah melihat balon udara? Kenapa balon udara bisa terbang sampai tinggi? Balon udara bisa mengembang ke udara karena memiliki massa jenis dengan jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan massa jenis udara yang ada di sekitarnya. Prinsipnya sama dengan meniup balon.

Saat meniup dengan menggunakan mulut, balon tidak akan bisa terbang. Tapi ketika ditiup dengan gas helium, maka balon bisa terbang. Hal tersebut dikarenakan udara yang berasal dari mulut adalah karbondioksida yang memiliki massa jenis sebesar 1,98 kg/m3. Dimana beratnya lebih besar dari massa jenis yang ada di udara. Sedangkan helium hanya memiliki massa jenis 0,18 kg/m3. Udara sendiri memiliki massa jenis sebesar 1,2 kg/m3.

Dari ulasan di atas, kini Anda sudah memahami apa yang dimaksud dengan massa jenis udara secara jelas bukan? Massa jenis memang sangat mempengaruhi segala hal di alam semesta. Hal inilah yang membuat materi tentang massa jenis ini selalu dimasukkan ke dalam materi pembelajaran di bangku sekolah.
Baca selengkapnya »
Manfaat Atmosfer Bumi Berdasarkan Lapisan Penyusunnya

Manfaat Atmosfer Bumi Berdasarkan Lapisan Penyusunnya

Manfaat Atmosfer - Setiap planet memiliki lapisan gas yang berfungsi sebagai pelindung. Lapisan yang menyelimuti bumi dikenal dengan sebutan atmosfer. Banyak orang yang belum memahami manfaat atmosfer itu sendiri. Meskipun sebenarnya, manfaat dari atmosfer selalu dirasakan oleh makhluk hidup di bumi setiap saat.

Lapisan atmosfer merupakan lapisan-lapisan gas yang berkumpul dan menyusun atmosfer secara berurutan mulai dari bagian permukaan bumi hingga keluar angkasa. Lapisan tersebut terdiri dari stratosfer, troposfer, termosfer, eksosfer dan mesosfer.

Perlu Anda ketahui bahwa atmosfer memiliki gas yang terbentuk dari kumpulan-kumpulan unsur dalam jumlah yang banyak. Manusia memang tidak bisa melihatnya secara langsung, tapi peranan gas dan lapisan atmosfer ini sangat luar biasa untuk kehidupan makhluk hidup di bumi.

Manfaat Atmosfer Berdasarkan Lapisannya
Atmosfer bisa dianalogikan sebagai pelindung atau payung raksasa bumi. Dimana lapisan terluarnya berfungsi untuk melindungi dari berbagai jatuhnya komet dan meteor di angkasa. Seperti yang diketahui bahwa pemanasan global saat ini sangat berpotensi mengganggu dan merusak lapisan atmosfer. Hal ini terbukti dari banyaknya fenomena-fenomena alam yang begitu mengkhawatirkan.

Jadi disini dapat terlihat jelas bahwa lapisan atmosfer memang memiliki peranan yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Di bawah ini adalah manfaat atmosfer berdasarkan lapisan penyusunnya.

1. Eksosfer
Lapisan terakhir ini bermanfaat untuk melindungi bumi agar tidak berbenturan dengan komet, meteor atau benda langit lain di angkasa karena tertarik gravitasi bumi. Setiap benda langit yang mendatangi bumi akan lenyap terbakar. Dengan cepat, benda langit tersebut akan terkikis di lapisan atmosfer sehingga tidak akan membuat kerusakan di bumi.

2. Stratosfer
Manfaat atmosfer selanjutnya bisa dilihat pada lapisan stratosfer. Fungsinya adalah sebagai jalur lalu lintas alat transportasi udara yakni pesawat terbang. Sifat lapisan ini tidak menunjukkan pla perubahan cuaca dengan kondisi yang ekstrim. Sehingga aman untuk lapisan lalu lintas pesawat.

3. Troposfer
Manfaat lapisan troposfer adalah melindungi makhluk hidup dari radiasi negatif yang berasal dari benda-benda langit. Semesta mempunyai banyak benda langit. Benda langit tersebut mengandung radiasi negatif yang mampu mengganggu dan merusak organ tubuh makhluk hidup, tidak terkecuali manusia. Tanpa adanya lapisan troposfer, maka efek radiasi tersebut akan mampu masuk ke bumi.

4. Ionosfer
Ionosfer adalah lapisan yang mempunyai muatan listrik. Lapisan ini memang sangat berfungsi untuk memantulkan gelombang radio dan kegiatan telekomunikasi. Di lapisan Ionosfer, kenaikan temperatur yang sangat signifikan sering terjadi. Hal ini dikarenakan adanya proses penyerapan radiasi yang berasal dari sinar UV.

5. Mesosfer
Manfaat atmosfer pada lapisan mesosfer adalah mengikis semua benda langit yang akan jatuh ke bumi. Sebelum menyentuh permukaan bumi, benda langit tersebut akan habis terbakar pada lapisan mesosfer.

Suhu di lapisan ini sangat panas. Hal tersebut dikarenakan adanya pergeseran udara di lapisan mesosfer. Apabila ada serpihan meteor yang jatuh, maka artinya meteor tersebut memang berukuran sangat besar serta mempunyai kecepatan yang tinggi.

Selain lapisan di atas, atmosfer juga memiliki manfaat lain jika dilihat dari kandungan gas yang ada di dalamnya. Salah satu gas yang ada di atmosfer adalah oksigen. Dimana fungsinya tentu saja untuk makhluk hidup agar bisa bernafas.

Selain itu, adapula Nitrogen yang berperan untuk proses pertumbuhan tanaman, karbondioksida untuk kegiatan fotosintesis, Ozon untuk menyerap radiasi matahari dan lain sebagainya. Demikianlah ulasan tentang manfaat atmosfer, semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Komponen Rantai Makanan di Hutan Lengkap dengan Contohnya

Komponen Rantai Makanan di Hutan Lengkap dengan Contohnya

Rantai Makanan di Hutan - Di dunia ini terjadi interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan yang sering disebut dengan ekosistem. Pola tersebut bisa terjadi di beberapa tempat termasuk hutan. Sebagai ekosistem alami, banyak komponen yang ada didalamnya yang membentuk jaring-jaring makanan. Rantai makanan di hutan melibatkan beberapa organisme mulai dari trofik terendah sampai tertinggi.

Komponen yang berada di posisi terakhir pada jaring makanan di hutan adalah pengurai sementara yang berperan diawal yaitu energi matahari. Jika terjadi ketidakseimbangan ekosistem, maka beberapa organisme tidak dapat bertahan hidup karena makanan yang mereka butuhkan jumlahnya mulai menipis. Sebab itulah perlu dilakukan pelestarian supaya kondisi tempat tersebut bisa terjaga.

Komponen Rantai Makanan di Hutan dan Contohnya
Peristiwa rantai makanan di hutan melibatkan banyak komponen yang semuanya saling bergantung. Proses ini akan berlangsung secara terus menerus membentuk sebuah jaring yang terjadi secara alami.

Banyak yang berpendapat bahwa binatang karnivoralah yang menduduki trofik tertinggi. Anggapan ini tentu saja salah karena pengurai yang memiliki tugas paling akhir dalam proses ini. Adapun komponen-komponen yang berperan dalam jaring makanan di hutan antara lain:

1. Energi Matahari
Salah satu komponen dalam rantai makanan di hutan yang paling penting fungsinya adalah energi matahari. Tanpa adanya cahaya ini maka organisme autotrof tidak dapat membuat makanan sendiri. Jadi meskipun termasuk dalam faktor abiotik, posisinya sangat penting sebagai awal terciptnya jaring-jaring makanan di ekosistem hutan.

2. Produsen
Sama seperti namanya, komponen ini ditempati oleh organisme autotrof yang bisa membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis menggunakan bantuan cahaya matahari. Contoh makhluk hidup yang ada diposisi ini adalah tumbuhan perdu, rumput, dan jenis pepohonan lainnya.

Fungsi dari produsen sangat penting bagi binatang herbivora yang hanya bisa mengkonsumsi tanaman hijau. Bila jumlahnya berkurang, maka proses rantai makanan di hutan tidak bisa berjalan dengan lancar.

3. Konsumen tingkat 1
Komponen ini diisi oleh binatang herbivora yang memakan organisme autotrof yang trofiknya rendah. Karena termasuk dalam kelas heterotrof, maka konsumen 1 tidak bisa membuat makanan sendiri dan bergantung pada produsen. Contoh binatang herbivora yang ada di hutan adalah rusa, kambing, kelinci, dan sebagainya.

Dalam rantai makanan di hutan, makhluk hidup ini akan dimakan oleh konsumen tingkat 2 yang termasuk dalam hewan karnivora. Jadi proses jaring makanan bermula dari trofik bawah hingga trofik atas yang semuanya saling menggantungkan.

4. Konsumen tingkat 2 dan 3
Dalam contoh rantai makanan di hutan, komponen ini akan memakan binatang herbivora yang kedudukan trofiknya lebih rendah. Contoh dari organisme ini adalah serigala, harimau, ular, elang, dan lain-lain. Posisi dari konsumen tingkat 2, 3, dan seterusnya bukanlah akhir dari jaring makanan, sebab ketika mati tubuhnya akan terurai menjadi mikroorganisme yang akhirnya akan diserap oleh tanah.

5. Pengurai
Organisme ini bertugas menguraikan tubuh hewan yang sudah mati menjadi zat yang dibutuhkan oleh tanah. Contoh dari pengurai adalah jamur dan bakteri. Fungsi dari komponen ini sangat berharga bagi kesuburan tanah. Proses rantai makanan akan berulang dimana unsur yang telah diuraikan tersebut akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk membuat makanan melalui proses fotosintesis yang juga akan dibantu oleh cahaya matahari.

Jumlah komponen yang terlibat dalam rantai makanan di hutan kadang berbeda, konsumen ada yang hanya mencapai tingkat 2 bahkan 4 tergantung pada jenis binatang karnivora yang terlibat. Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat kepada Anda mengenai pentingnya pelestarian hutan agar organisme didalamnya bisa hidup dengan baik.
Baca selengkapnya »
Ekosistem Air Tawar Berdasarkan Macam-Macam Zona dan Ciri-Cirinya

Ekosistem Air Tawar Berdasarkan Macam-Macam Zona dan Ciri-Cirinya

Ekosistem Air Tawar - Air adalah komponen yang paling penting dalam kehidupan. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa kurang lebih 80% wilayah bumi terdiri dari wilayah perairan. Banyaknya wilayah perairan yang ada di bumi, memungkinkan bervariasinya interaksi yang bisa timbul di dalamnya. Inilah yang kemudian melatarbelakangi timbulnya variasi ekosistem akuatik. Ada ekosistem akuatik air tawar dan ekosistem akuatik air laut. Nah, berikut ini adalah sedikit penjelasan tentang ekosistem air tawar.

Zona Tempat Terjadinya Ekosistem Air Tawar
Serupa dengan keberagaman ekosistem akuatik yang ada di bumi, ekosistem perairan tawar juga tidak kalah beragam. Ekosistem air tawar sendiri merupakan interaksi yang terjadi antara komponen biotik dan abiotik yang terjadi di perairan dengan tingkat salinitas atau kandungan garam yang rendah dan biasanya terdapat di daratan.

Ekosistem air tawar muncul dari sumber yang berasal dari air tanah. Interaksi yang ada kemudian dibagi lagi berdasarkan pergerakan airnya, yakni ekosistem air tenang dan ekosistem air mengalir. Ekosistem air mengalir juga masih dibagi lagi menjadi tiga jenis berdasarkan zona atau daerahnya, yaitu:

1. Zona Litoral
Yang dimaksud dengan zona litoral ini adalah daerah-daerah yang berada di dekat tepi. Zona litoral ini adalah salah satu zona ekosistem air tawar yang mendapatkan cahaya matahari paling banyak diantara zona-zona lainnya. Karena itulah zona perairan mengalir ini juga sering disebut sebagai zona foton atau zona cahaya.

Karena banyaknya cahaya yang didapatkan, maka organisme yang hidup di zona ini juga semakin beragam. Semakin beragamnya organisme yang hidup maka interaksi yang terjadi juga semakin bervariasi.

2. Zona Limnetik
Zona selanjutnya yang menjadi bagian dari ekosistem air tawar perairan mengalir adalah zona limnetik. Yang dimaksud dengan zona limnetik disini adalah wilayah akuatik yang terletak di bagian bawah dari zona litoral. Jika digambarkan maka zona limnetik ini berada cukup dalam dari permukaan air.

Jika dibandingkan dengan zona litoral, jumlah atau intensitas cahaya matahari yang didapatkan di daerah limnetik ini tidak sebanyak pada zona litoral, namun masih bisa tertembus oleh sinar matahari. Organisme yang bisa hidup pada zona ini misalnya kelompok-kelompok alga (fitoplankton) dan jenis udang-udangan (zooplankton).

3. Zona Profundal
Zona terakhir yang masuk dalam bagian ekosistem wilayah air tawar yang mengalir adalah zona Profundal. Zona ini terletak lebih dalam dari zona limnestik dan bisa dibilang merupakan zona terdalam dari zona ekosistem perairan mengalir. Karena letaknya yang sangat dalam, maka cahaya matahari pun sangat sulit menembus zona ini. Maka dari itulah zona ini juga disebut sebagai zona afotik.

Zona profundal menjadi tempat berkumpulnya bangkai dari organisme dari dua zona di atasnya yang sudah mati. Akibat keterbatasan cahaya matahari yang masuk, maka jenis organisme yang bisa hidup di zona ini juga hanya berupa mikroba dekomposer atau pengurai. Mikroba-mikroba ini bertugas menguraikan bangkai-bangkai tersebut dengan bantuan oksigen terlarut yang ada di dalam air.

Ekosistem akuatik yang ada di bumi sangat beragam karena luasnya wilayah akuatik yang ada. Sebut saja ekosistem air tawar yang bervariasi tergantung pada gerak airnya, yakni ekosistem air tenang dan ekosistem air mengalir. Pada ekosistem air mengalir bahkan dibagi lagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan daerah (zona) nya. Zona-zona di atas adalah beberapa zona yang menjadi habitat atau tempat suatu interaksi air tawar terjadi.
Baca selengkapnya »
Ekosistem Sungai serta Unsur-Unsur Penting Didalamnya

Ekosistem Sungai serta Unsur-Unsur Penting Didalamnya

Ekosistem Sungai - Setiap makhluk hidup yang ada di bumi ini pasti melakukan interaksi yang nantinya bisa membuat keseimbangan di alam. Interaksi atau hubungan yang saling timbal balik antar komponen di alam inilah yang disebut sebagai ekosistem.

Jenis-jenis ekosistem ini pun terbagi menjadi beberapa macam ekosistem berdasarkan tempat terjadinya, misalnya ekosistem air atau aquatic. Ekosistem air juga masih dibagi lagi menjadi ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. Nah, berikut ini adalah penjelasan dari salah satu ekosistem air tawar, yakni ekosistem sungai.

Unsur-unsur Penting Pembentuk Ekosistem Sungai
Ekosistem air tawar terbagi menjadi beberapa ekosistem lagi, termasuk salah satunya adalah ekosistem sungai. Seperti namanya, ekosistem ini merupakan interaksi yang terjadi melibatkan segala komponen pembentuk, baik biotik maupun abiotik yang ada di wilayah sekitar sungai, termasuk di wilayah hilir, hulu, badan hingga muara sungai.

Seperti jenis ekosistem yang lainnya, ekosistem yang ada di kawasan sungai juga tersusun dari beberapa unsur penting pembentuk ekosistem ini. Unsur-unsur pembentuk itu antara lain adalah sebagai berikut.

1. Aliran Air
Unsur pembentuk ekosistem sungai yang memiliki peran penting serta pembeda dengan ekosistem akuatik yang lain adalah aliran airnya. Perbedaan kecepatan aliran sungai yang disebabkan oleh banyak faktor ini tentu juga akan menjadi pembeda dalam bentuk interaksi antar komponennya. Kecepatan aliran air akan mempengaruhi erosi dan pengendapan sebagai akibatnya maka komponen biotik, abiotik dan interaksi yang ditimbulkan pun akan semakin beragam dan bervariasi.

2. Cahaya
Unsur pembentuk selanjutnya adalah komponen yang juga penting dalam interaksi di ekosistem sungai. Cahaya yang merupakan salah satu komponen abiotik akan memberikan dampak pada variasi komponen biotik serta bentuk interaksi yang terjadi di dalamnya.

Semakin banyak cahaya yang didapatkan oleh komponen biotik, maka tingkat produktivitas pun akan semakin tinggi. Semakin tinggi tingkat produktivitas maka interaksi yang dihasilkan antar komponen pun semakin bervariasi. Hal ini juga berlaku pada interaksi yang terjadi pada ekosistem akuatik lain seperti ekosistem laut.

3. Temperatur
Unsur pembentuk lain yang juga memiliki peran penting dalam interaksi dalam ekosistem akuatik termasuk ekosistem lingkungan sungai adalah temperatur. Sama seperti komponen abiotik cahaya, temperatur juga menentukan variasi komponen biotik dan interaksi yang terjadi di dalamnya.

Temperatur ini sebenarnya juga berhubungan dengan cahaya, karena semakin banyak cahaya yang didapatkan maka semakin stabil temperaturnya. Temperatur yang semakin stabil maka variasi interaksi juga semakin banyak.

4. Komponen Biotik
Tiga unsur pembentuk ekosistem sebelumnya didominasi oleh unsur abiotik. Unsur lain yang tak kalah penting dalam membentuk ekosistem sungai adalah komponen biotiknya. Jika unsur-unsur abiotiknya sudah terpenuhi dengan baik, maka unsur biotik di dalamnya juga bisa bertumbuh dengan baik. Semua jenis komponen biotik yang hidup di lingkungan sungai inilah yang akan membantu dalam pembentukan interaksi yang baik dalam komposisi ekosistem di wilayah sungai ini.

Setiap ekosistem pasti terbentuk dari unsur-unsur baik biotik maupun abiotik yang akan saling melengkapi guna membentuk interaksi di dalamnya. Begitu juga yang terjadi pada ekosistem sungai.

Beberapa unsur pembentuk yang sudah disebutkan di atas adalah unsur-unsur penting yang akan membentuk terjadinya interaksi di dalam ekosistem wilayah sungai. Keberadaan unsur-unsur tersebut tidak bisa dihilangkan atau digantikan. Tanpa adanya unsur-unsur yang disebutkan di atas, maka interaksi di wilayah sungai tidak akan bisa terjadi dengan baik.
Baca selengkapnya »
Beranda