Struktur Bumi - Hai sobat geologinesia, artikel yang kamu baca saat ini adalah tentang Struktur Bumi Menurut Perspektif Geologi. Tujuan kam...
Ciri-Ciri Hutan Hujan Tropis yang Wajib Diketahui

Ciri-Ciri Hutan Hujan Tropis yang Wajib Diketahui

Hutan Hujan Tropis

Di seluruh dunia, hutan ada dimana-mana. Hutan adalah sekumpulan tanaman yang kemudian membentuk sebuah bioma. Agar tanaman bisa tumbuh dengan baik, maka dibutuhkan sinar matahari yang mencukupi untuk perkembangannya.

Setiap hutan memiliki ciri-ciri dan karakteristik yang berbeda-beda, salah satunya adalah hutan hujan tropis. Oleh karena itulah kenapa mereka yang tertarik dengan dunia alam, akan mencari tahu tentang ciri ciri hutan hujan tropis. Di Indonesia sendiri, hutan hujan tropis umumnya tersebar di daerah Papua dan Kalimantan.

Ciri-ciri Hutan Hujan Tropis

Sebelum membahas tentang ciri ciri hutan hujan tropis, perlu Ada ketahui bahwa hutan ini dibedakan menjadi dua berdasarkan klasifikasi iklimnya yakni hutan dengan iklim tipe B dan A. Hutan ini selalu ada pada kawasan yang basah.

Jenis tanah yang dimiliki hutan tropis biasanya didominasi oleh Aluvial, Podsol, Latosol dan Regosol. Sejak 350 tahun lamanya, hujan hutan tropis sudah ada dan memiliki salah satu vegetasi paling tua di dunia.

1. Kelembaban
Hutan hujan tropis merupakan tipe hutan kawasan tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi. Hutan ini juga identik dengan kelembaban yang tinggi. Dimana curah hujan di hutan tersebut sangatlah tinggi sehingga jarang terserang kemarau. Tanah yang ada di hutan hujan tropis mampu menyimpan cadangan air dengan baik. Kelembaban yang ada berasal dari uap air akan keluar menuju atmosfer.

2. Mempunyai Pohon Tinggi dengan Daun Lebat
Ciri ciri hutan hujan tropis selanjutnya adalah mempunyai pohon yang tinggi dan daun lebat. Penyinaran matahari sangat mempengaruhi pertumbuhan pepohonan. Hutan hujan tropis biasanya dipenuhi oleh pohon tinggi yang daunnya membentuk kanopi saking lebatnya.

Di hutan hujan tropis, Anda bisa menemukan pohon dengan tinggi sampai dengan 50 meter. Hutan ini ditumbuhi berbagai jenis pohon yang dapat membentuk lapisan tajuk. Bentuk daun yang lebar seperti itu, dapat meningkatkan kelembaban suatu kawasan.

3. Sinar Matahari
Hutan hujan tropis sangat jarang melihat sinar matahari. Hal tersebut sangatlah wajar, mengingat hutan ini dilapisi dengan beberapa susun vegetasi kemudian membentuk tajuk dan kanopi yang rapat sehingga sinar matahari sangat sulit untuk menjangkau tanah di dalam hutan. Tanah yang ada di dalam hutan hujan tropis memang memiliki kondisi yang lembab serta ditumbuhi oleh jamur dan lumut.

4. Genangan Air di dalam Dasar Hutan
Tidak hanya lembab, hutan hujan tropis biasanya juga memiliki genangan air di dalam bagian dasar hutan. Hal tersebut sangatlah wajar, mengingat hutan ini selalu diguyur hujan setiap harinya. Sehingga tanah sudah tidak bisa menyerap air dengan maksimal lalu menciptakan genangan yang di dalamnya terdapat biota.

Ciri ciri dari hutan hujan tropis ini memang yang paling menakjubkan. Karena ada berbagai macam biota yang bisa hidup dan tumbuh di genangan air tersebut.

5. Daya Regenerasi Tinggi
Ciri ciri hutan hujan tropis selanjutnya adalah memiliki daya regenerasi yang tinggi. Hutan hujan tropis pada dasarnya memiliki kemampuan untuk melakukan regenerasi atau perbaikan atas kerusakan yang terjadi.

Ketika ada terjangan angin yang membuat pohon tumbang, tajuk di dalam hutan akan terbuka sehingga sinar matahari bisa menyinari tumbuhan terna, semak atau anakan pohon agar bisa semakin tinggi lagi. Perbaikan bisa dilakukan apabila kerusakan yang terjadi berasal dari alam dan berskala kecil. Regenerasi tidak akan bisa dilakukan apabila kerusakan berasal dari manusia.

Demikianlah beberapa ciri ciri hutan hujan tropis. Kini, Anda sudah memahami bagaimana karakteristik hutan hujan tropis bukan?
Baca selengkapnya »
Ekosistem Darat | Komponen dan Macam-Macam Jenisnya

Ekosistem Darat | Komponen dan Macam-Macam Jenisnya

Apa itu Ekosistem Darat ?

Seperti yang diketahui bahwa bumi memiliki komponen-komponen dan lingkungan di dalamnya. Selama kehidupan masih ada, interaksi antara lingkungan dengan setiap makhluk hidup akan selalu ada sampai kapanpun. Interaksi yang dilakukan oleh makhluk hidup dengan sekitarnya dikenal dengan sebutan ekosistem.

Pada dasarnya, ada banyak jenis ekosistem di bumi. Namun secara keseluruhan, ekosistem dibagi menjadi dua tipe yakni ekosistem perairan dan ekosistem darat. Manusia lebih dekat dengan ekosistem yang ada di daratan. Hal ini tentu saja karena manusia lebih banyak menghabiskan waktunya di daratan.

Macam-macam Ekosistem Darat

Ekosistem darat adalah interaksi yang wilayah cakupannya sangat luas. Biasanya, ilmuwan mengenalnya dengan sebutan bioma. Bioma atau ekosistem darat sangat dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satunya alah perubahan iklim. Letak astronomis dan letak geografis, juga mempengaruhi kondisi bioma di bumi. Ekosistem yang ada di daratan dibedakan menjadi dua komponen yakni abiotik dan biotik.

Komponen biotik adalah makhluk hidup seperti manusia, hewan, tumbuhan dan organisme hidup lainnya. Sementara komponen abiotik adalah komponen berupa benda mati atau yang tidak hidup seperti iklim, cahaya matahari, tanah, suhu, dan sebagainya.

Ekosistem yang ada di daratan membuat seluruh manusia, tumbuhan dan juga hewan harus bisa beradaptasi dengan daratan sebagai wilayah tempat tinggalnya. Di bawah ini adalah beberapa jenis ekosistem yang ada di darat.

1. Bioma Sabana
Salah satu jenis ekosistem yang ada di darat adalah bioma sabana. Bioma ini biasanya ada di wilayah beriklim tropis. Ekosistem ini pada dasarnya adalah padang rumput yang diselingi dengan beberapa jenis pohon. Bioma sabana dibagi menjadi dua yakni sabana campuran dan sabana murni.

Hewan yang umumnya hidup dalam bioma sabana adalah gajah, macan tutul, zebra, kuda, singa dan lain sebagainya. Jenis pohon yang biasanya hidup dengan baik pada bioma ini adalah Aucalyptus, rumput, Acacia dan tumbuhan gerbang.

2. Bioma Hutan Gugur
Ekosistem darat selanjutnya adalah bioma hutan gugur. Bioma ini mempunyai empat musim yaitu musim gugur, musim panas, musim semi dan musim dingin. Ekosistem yang satu ini biasanya ada di negara Chili, Amerika Serikat, Eropa Barat dan Asia Timur. Tumbuhan yang hidup dalam ekosistem ini biasanya mempunyai daun yang lebar.

3. Bioma Gurun
Gurun adalah padang yang sifatnya tandus dan berukuran luas. Curah hujan di wilayah daratan ini sangat kecil. Bahkan, banyak daerah yang jarang mendapatkan hujan. Wilayah dengan Ekosistem di darat ini, memiliki tanah tidak bisa menyimpan air. Kondisi tanahnya memang sangat tandus sehingga sangat jarang ada tanaman yang bisa hidup dengan baik pada bioma ini.

4. Bioma Tundra
Bioma yang memiliki suhu paling dingin adalah bioma tundra. Ekosistem jenis ini dibedakan menjadi dua yaitu Tundra Alpin dan tundra Arktik. Bioma tundra seringkali dijumpai di Kanada, Rusia, dan Kutub Utara. Pada daratan yang masuk dalam kategori bioma Tundra, lingkungan sekitarnya terlihat gelap. Hal tersebut dikarenakan sangat minimnya sinar matahari yang masuk ke dalam hutan.

5. Hutan Hujan Tropis
Ekosistem darat yang satu ini dimiliki oleh daerah yang beriklim tropis. Biasanya, wilayah yang masuk dalam hutan hujan tropis dilalui oleh khatulistiwa. Hutan hujan tropis yang paling terkenal di dunia adalah lembah Sungai Amazon.

Selain beberapa jenis di atas, masih ada banyak ekosistem darat yang bisa dipelajari. Beberapa diantaranya adalah Bioma Taiga, Padang Rumput, bioma karst dan lain sebagainya.
Baca selengkapnya »
Teori Atom Thomson | Percobaan, Pembuktian, dan Kelemahannya

Teori Atom Thomson | Percobaan, Pembuktian, dan Kelemahannya

Dasar Teori Atom Thomson

Dunia pengetahuan tentunya sudah tidak asing lagi dengan teori atom thomson. Karena teori ini memiliki pengaruh yang sangat besar. Terutama di bidang fisika dan kimia. Teori tentang atom tersebut diciptakan oleh Joseph John Thomson. Dia merupakan seorang ilmuwan terkemuka yang dikenal oleh dunia. Profesor fisika eksperimental ini melakukan penelitian yang pada akhirnya membuatnya menemukan elektron.

Teori yang dikemukakan oleh Thomson ini pada dasarnya menjelaskan bagaimana bentuk atom. Thomson mendeskripsikan bahwa bentuk atom terlihat mirip dengan roti kismis. Pada saat itu, ia berpikir bahwa pada intinya atom bermuatan positif. Sementara di sekelilingnya terdapat elektron negatif. Atom sendiri merupakan partikel yang sifatnya netral. Mengingat bahwa elektron bermuatan negatif, maka dibutuhkan partikel lain dengan muatan positif yang dapat menetralkan muatan negatif pada elektron tersebut.

Hal-hal Lain yang Perlu DiKetahui Mengenai Teori Atom Thomson

Thomson tertarik dengan sinar katode setelah adanya penemuan tabung katode pada tahun 1897 oleh William Crookes. Sinar katode adalah partikel. Setelah melakukan penelitian, JJ. Thomson memberikan suatu pernyataan bahwa sinar katode adalah partikel penyusun atom atau partikel sub-atom dengan muatan yang negatif.

Teori atom thomson menjelaskan bahwa muatan negatif dan positif pada atom memiliki muatan yang sama. Atom adalah bola dengan muatan positif sementara elektron yang berada di sekelilingnya bermuatan negatif.

Dalam bidang pengetahuan, atom adalah aspek yang seringkali dibahas. Terutama dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Untuk Anda yang belum begitu mengenal teori atom ini, berikut adalah beberapa informasi yang bisa diketahui.

1. Pembuktian
Teori atom thomson memang sangat menarik. Karena melalui teori dan penelitian yang dilakukan oleh Thomson tersebut, dapat dibuktikan bahwa ada partikel lain dalam atom yang memiliki muatan negatif. Dengan kata lain, bisa diartikan bahwa atom bukan bagian terkecil suatu unsur seperti yang sudah diteliti dan dijelaskan pada teori sebelumnya.

Teori Thomson ini cukup menggemparkan dunia. Karena dulu, atom dianggap sebagai partikel paling kecil yang ada di bumi. Tapi setelah adanya penelitian ini, semua tanggapan tersebut hilang.

2. Percobaan
Percobaan teori atom dari thomson dilakukan melalui tabung sinar katoda. Ketika itu, ia mengetahui bahwa saat arus listrik berjalan melewati tabung vakum, terlihat suatu aliran berkilau yang dibelokkan pada arah plat kutub yang positif.

Thomson kemudian membuktikan bahwa partikel kecil yang ada di atom lah yang menciptakan aliran tersebut. Dalam penelitiannya itu, diketahui bahwa partikel yang  terbentuk tersebut memiliki muatan Thomson. Selanjutnya Thomson menamai penemuan fenomenalnya tersebut dengan elektron. Elektron ditemukan pada tahun 1897.

3. Kelemahan dari teori Atom Thomson
Sama seperti teori sebelumnya, teori atom thomson ternyata juga memiliki kelemahan. Dalam model atom Thomson, penjelasan mengenai susunan muatan baik negatif maupun positif pada bola atom yang dimaksud tidak ada.

Kelemahan atom Thomson yang satu ini kemudian melahirkan teori tentang atom yang baru. Teori atom ini dijelaskan oleh Rutherford. Ia membuktikan bahwa atom memiliki muatan positif yang tidak tersebar pada seluruh bagian atom secara merata. Meskipun begitu, tetap saja konsentrasi ada pada pusat atom. Bagian tengah atom atau pusat atom ini dikenal dengan istilah inti atom.

Demikianlah ulasan terkait dengan hal-hal yang harus Anda ketahui mengenai teori atom thomson. Semoga informasi kali ini bisa memberikan referensi dan pengetahuan terbaru untuk Anda.
Baca selengkapnya »
Mengenal Ciri-Ciri Iklim Tropis Lengkap dengan Penjelasannya

Mengenal Ciri-Ciri Iklim Tropis Lengkap dengan Penjelasannya

Apa itu Iklim Tropis ?

Secara umum iklim adalah kondisi rata-rata cuaca suatu wilayah secara tahunan. Setiap negara dan wilayah memiliki iklim yang berbeda. Hal ini dikarenakan perbedaan pola angin, udara, curah hujan dan suhu setiap daerah berbeda. Iklim suatu wilayah bisanya dipengaruhi oleh lingkungan fisik, lintang geografis, revolusi dan rotasi bumi.

Lalu, apa yang dimaksud dengan iklim tropis dan bagaimana ciri ciri iklim tropis? Tropis adalah suatu daerah atau wilayah yang dibedakan menjadi dua yakni daerah tropis kering dan daerah tropis basah. Daerah yang masuk dalam iklim tropis basah biasanya memiliki curah hujan dan kelembaban udara yang tinggi. Sedangkan iklim tropis kering meliputi memiliki curah hujan dan kelembaban udara yang rendah.

Ada banyak negara yang memiliki iklim tropis. Di bagian barat, negara yang beriklim tropis diantaranya adalah Nassau (Kepulauan Bahama), Amerika Tengah, Kepulauan Karibia dan lainnya. Sedangkan di Asia, semua Asia Tenggara masuk dalam kategori iklim tropis.

Di Timur Tengah, negara yang termasuk iklim tropis diantaranya adalah Oman, Yaman, sebagian Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Indonesia berada pada wilayah beriklim tropis basah. Pasalnya, Indonesia secara keseluruhan dikelilingi oleh Samudra dan Lautan.

Ciri-Ciri Iklim Tropis yang Perlu Diketahui

Sebelum membahas mengenai ciri ciri iklim tropis, perlu Anda ketahui bahwa iklim tropis baik yang panas maupun basah sangat baik untuk kegiatan perkebunan dan pertanian. Hal inilah yang membuat Indonesia terkenal dengan aktivitas agrarisnya. Selain itu, masyarakat yang tinggal di iklim tropis juga bisa memanfaatkan kondisi iklim wilayahnya untuk berbagai sektor mulai dari perindustrian, pertambangan dan lain sebagainya.

1. Suhu Udara
Iklim tropis memiliki suhu rata-rata yang tergolong tinggi. Pasalnya, matahari berada dalam posisi vertikal. Tapi biasanya, suhu udara di wilayah beriklim tropis cenderung normal. Pergantian suhunya tidak begitu ekstrem. Suhu udara rata-rata iklim tropis adalah 20 sampai dengan 30°C. Amplitudo suhu rata-rata setiap tahunannya relatif kecil. Di wilayah yang masuk khatulistiwa amplitudonya mencapai 1 sampai 5°C.

2. Tekanan Udara
Wilayah yang memiliki iklim tropis memiliki tekanan udara yang cenderung rendah. Kalaupun ada perubahan, perbedaan perubahannya cukup beraturan.

3. Curah Hujan
Iklim tropis mempunyai data curah hujan yang lebih lama dan tinggi dibandingkan dengan iklim lain per tahunnya. Tingginya angka curah hujan tersebut membuat tanah yang berada di wilayah beriklim tropis tergolong subur. Sehingga sangat pas untuk dijadikan sebagai lahan pertanian.

4. Peredaran Matahari
Ciri ciri iklim tropis adalah peredaran mataharinya yang vertikal. Iklim tropis membuat suatu wilayah mendapatkan sinar matahari yang cukup sepanjang tahunnya. Akibat dari adanya pergerakan peredaran matahari, wilayah beriklim tropis mempunyai dua musim yakni musim kemarau dan musim hujan. Berbeda dengan iklim lain yang biasanya memiliki musim dingin. Penguapan air laut di wilayah iklim tropis juga tinggi. Jadi wajar saja jika wilayah tersebut memiliki banyak awan.

5. Tanaman
Wilayah beriklim tropis kering biasanya mempunyai banyak savana. Iklim tropis basah membuat suatu wilayah ditumbuhi banyak tanaman hijau yang lebat. Wilayah ini mampu mempengaruhi perubahan iklim yang sangat signifikan.

Kini, Anda sudah memahami apa saja karakteristik dan ciri ciri iklim tropis bukan? Sebagai negara yang memiliki iklim tropis basah, Indonesia memiliki peranan yang sangat penting untuk menjaga kondisi iklim dan lingkungan di dunia. Pasalnya, ada banyak hutan di Indonesia yang berperan sebagai paru-paru dunia untuk mencegah fenomena global warming.
Baca selengkapnya »
Apa itu Tanjung ? Ini Pengertian dan Pemanfaatannya

Apa itu Tanjung ? Ini Pengertian dan Pemanfaatannya

Pengertian Tanjung

Untuk Anda yang suka travelling tentunya sudah tidak asing dengan tanjung yang dijadikan sebagai obyek wisata. Memang, apa sebenarnya pengertian tanjung? Bagi Anda yang belum tahu, tanjung adalah suatu daratan yang dikelilingi laut pada ketiga sisinya. Daratan ini juga menjorok ke arah laut. Pada dasarnya, tanjung juga merupakan kebalikan dari pengertian teluk. Tapi untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah pengertian tentang tanjung dan manfaatnya.

Pengertian tentang tanjung juga banyak diulas dalam bidang ilmu geografi. Dimana tanjung merupakan salah satu daratan yang letaknya ada di bibir pantai dan terbentuk secara alami. Tanjung juga sering dikenal dengan sebuah semenanjung. Semenanjung sendiri adalah jenis tanjung yang memiliki wilayah cukup luas.

Jika dilihat dalam peta, posisi tanjung terkesan seperti menjadi bagian dari garis pantai dan pulau. Ciri-ciri tanjung adalah terkesan seperti tonjolan ketika dilihat di dalam peta, menjorok ke laut, dan sisi-sisinya dikelilingi laut.

Manfaat Tanjung

Tanjung merupakan sebuah objek dengan segudang manfaat. Fungsi Tanjung sangat menunjang kehidupan manusia. Lalu, apa saja manfaat tanjung? Di bawah ini adalah manfaat tanjung yang perlu Anda ketahui.

1. Lokasi Tambak Ikan
Manfaat tanjung adalah sebagai lokasi tambak ikan. Faktanya, banyak pengusaha ikan atau warga sekitar yang membuat tambak ikan di sekitar area tanjung. Tanjung banyak dipilih karena sangat dekat dengan tempat hidup atau habitat berbagai jenis ikan yang dibudidayakan di tambak. Tidak hanya itu, kegiatan pemeliharaan juga akan lebih mudah jika berada di area tanjung.

2. Sebagai Tempat Tinggal
Manfaat selanjutnya adalah sebagai tempat tinggal penduduk sekitar atau para nelayan yang berada di sekitar pantai. Lokasi tanjung yang dipakai untuk bermukim warga biasanya adalah tanjung dengan luar daerah yang luas.

3. Pintu Masuk Lalu Lintas Perdagangan
Sejak dulu tanjung digunakan sebagai pintu masuknya perdagangan internasional. Tanjung memiliki peranan yang sangat besar dalam proses perputaran dan sirkulasi bisnis impor dan ekspor di berbagai negara.  Hal ini dikarenakan pelabuhan dibuat di dalam tanjung, sehingga kapal-kapal yang membawa barang-barang perdagangan harus mendarat di tanjung untuk proses bisnis selanjutnya. Sebut saja semenanjung malaka yang dari dulu sampai sekarang masih digunakan sebagai pintu utama kegiatan perdagangan ekspor dan impor dari seluruh dunia.

4. Sumber Mata Pencaharian
Manfaat selanjutnya dari tanjung adalah menjadi sumber mata pencaharian. Terutama bagi penduduk yang ada di sekitarnya. Laut yang berbatasan dengan daratan tanjung secara langsung umumnya mempunyai jumlah biota laut dan ikan yang lebih banyak daripada garis pantai atau teluk. Kondisi ini tentunya menjadi peluang tersendiri bagi masyarakat setempat. Dimana mereka bisa menangkap ikan kemudian dikonsumsi atau dijual.

5. Mengurangi Kemungkinan Banjir
Manfaat lainnya adalah mengurangi kemungkinan adanya banjir karena pasang surut air laut. Fenomena bencana alam ini dikenal dengan sebutan banjir rob. Perlu diketahui bahwa banjir rob adalah naiknya air laut ke daratan hingga menggenang dan menyebabkan banjir.

6. Lokasi Wisata
Manfaat lainnya adalah sebagai lokasi wisata yang dikelola oleh pemerintah ataupun swasta. Tanjung memiliki keindahan yang sangat memukau. Tidak hanya itu, para wisatawan juga bisa melakukan aktivitas snorkeling di sekitar laut dekat tanjung. Potensi wisatanya sangat tinggi sehingga wajar saja jika pemerintah menaruh perhatian banyak pada obyek wisata tanjung yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Demikianlah beberapa manfaat tanjung. Disini dapat terlihat bahwa tanjung adalah daratan dengan banyak sekali manfaat. Bahkan Anda bisa menjadikannya sebagai obyek wisata laut seru yang wajib untuk dikunjungi.
Baca selengkapnya »
Daftar Daerah Penghasil Batu Bara di Indonesia yang Sangat Terkenal

Daftar Daerah Penghasil Batu Bara di Indonesia yang Sangat Terkenal

Batubara dan Pemanfaatannya

Tahukah Anda bahwa Indonesia memiliki pengaruh yang cukup besar di pasar batu bara internasional. Daerah penghasil batu bara di indonesia tersebar di berbagai pulau. Batu bara adalah salah satu jenis batu tambang yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Sekedar informasi, batu bara berasal dari endapan sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati. Batuan ini mengandung sulfur, nitrogen, oksigen dan hidrogen. Warnanya hitam dan mudah terbakar. Batu bara memiliki peranan yang sangat penting, terutama bagi para penggiat industri di dunia.

4 Daerah Penghasil Batu Bara di Indonesia yang Sangat Terkenal 

Di berbagai negara, batu bara dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu energi. Mengingat jumlah minyak dalam bumi yang semakin menipis, energi dari batu bara tentunya bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif pilihan terbaik. Dalam dunia perindustrian, batu bara dipakai untuk bahan bakar.

Tak hanya itu, masih ada banyak manfaat batu bara lainnya. Beberapa diantaranya adalah sebagai bahan industri kimia, sumber pembangkit listrik, menghasilkan produk gas, dan masih banyak yang lainnya.

Daerah penghasil batu bara di indonesia terbilang cukup banyak. Hal tersebut dikarenakan adanya proses yang cukup lama dalam pembentukannya pada zaman dahulu kala. Lantas, daerah mana saja yang terkenal sebagai penghasil batu bara? Inilah beberapa diantaranya.

1. Aceh Barat
Aceh Barat terkenal sebagai salah satu daerah yang memasok batu bara di dunia. Tepatnya, lokasi di Aceh yang menghasilkan banyak batu bara adalah Meulaboh. Tapi sayangnya, beredar kabar bahwa pertambangan batu bara yang ada di wilayah ini akan ditutup.

2. Sawahlunto, Sumatera Barat
Daerah penghasil batu bara di indonesia selanjutnya adalah Sawahlunto, Sumatera Selatan. Pertambangan yang dikenal dengan nama tambang Ombilin ini memulai aktivitas pengambilan batu bara sejak tahun 1868. Dimana kala itu, masih ada koloial Belanda yang di tanah air. Namun sejak tahun 2016, kegiatan produksi sudah dihentikan.

Perlu diketahui bahwa tambang batubara di Sawahlunto adalah tambang batubara yang paling tua di Indonesia. Sebagai pertambangan batu bara yang tertua, tentunya kualitas batu bara yang dihasilkan tidak perlu diragukan lagi.

3. Tanjungenim, Sumatera Selatan
Tidak hanya Sumatera Barat, wilayah Sumatera Selatan juga terkenal dengan pertambangan batu baranya. Pertambangan ini terdapat di bukit Asam. Per jamnya, pertambangan ini bisa memproduksi 1.500 sampai dengan 1.700 ton batu. Kapasitasnya yang besar tersebut tentu saja dikarenakan adanya bantuan dari kereta loader yang bisa menampung 2.000 sampai 2.800 kubik meter setiap jamnya.

Pertambangan batu bara di Sumsel ini sudah ada sejak tahun 1919 ketika zaman kolonial Belanda. Setelah penjajahan Belanda berakhir, pemerintah di tahun 1950 meresmikan pembentukan sebuah perusahaan pertambangan negara yang dikenal dengan nama PN TABA.

4. Sorong Papua
Daerah penghasil batu bara di indonesia selanjutnya adalah Sorong Papua. Tak hanya terkenal dengan tambang emasnya, ternyata Papua juga memiliki banyak pengeboran minyak dan tambang batubara. Untuk bisa menghasilkan kualitas batu bara yang baik, biasanya pertambangan batu bara di Papua menggunakan teknik Blanding. Dengan begitu, batu bara bisa dipakai untuk kegiatan PLTU. Batu bara yang dihasilkan di Papua cukup terkenal di dunia.

Daerah pertambangan di atas sudah banyak memenuhi kebutuhan batu bara di Indonesia dan internasional. Jadi sudah selayaknya, masyarakat bangga dengan Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya. Demikianlah ulasan terkait dengan daerah penghasil batu bara di indonesia, semoga menambah pengetahuan Anda.
Baca selengkapnya »
Teori Nebula Sebagai Salah Satu Teori Pembentukan Bumi dan Tata Surya

Teori Nebula Sebagai Salah Satu Teori Pembentukan Bumi dan Tata Surya

Dalam ilmu astronomi, ada banyak sekali teori yang membahas tentang proses pembentukan bumi dan sistem tata surya, salah satunya adalah teori nebula. Teori tersebut dapat dikatakan juga sebagai teori kabut. Adapun pencetus dari teori kabut itu sendiri adalah Piere Simon dan Immanuel Kant. Diantaranya keduanya, Immanuel Kant yang terlebih dahulu mencetuskan teori kabut pada tahun 1724.

Mengenal Teori Nebula Lebih Jauh

Teori nebula tidak hanya sebatas teori kabut yang menerangkan bahwa sistem jagat raya terbentuk dari sebuah bola gas padat yang sangat panas yaitu matahari. Kemudian dari kabut panas itulah tercipta planet-planet, lebih dari itu ternyata masih banyak hal lain yang harus Anda ketahui tentang teori ini, berikut adalah penjelasannya.

1. Menurut Immanuel Kant
Teori nebula yang dikemukakan oleh Immanuel Kant lebih berfokus pada kabut gas panas dengan tingkat ketebalan yang rendah serta memiliki diameter yang sangat luas. Kabut tipis tersebut berputar sentripetal dan massa nya akan semakin meningkat sehingga menghasilkan inti massa.

Inti massa pada kabut tersebut memiliki suhu yang sangat panas sehingga menjadi pijar atau matahari. Kemudian bagian inti massa yang ada di sekitarnya atau tepi memiliki suhu yang dingin dan lama kelamaan berubah menjadi planet-planet.

2. Menurut Simon Piere De Laplace
Sedikit berbeda dengan teori yang dikemukakan oleh Immanuel Kant, menurut Piere Simon jagat raya terbentuk dari sebuah bola kabut gas yang berukuran besar dan panas. Jika menurut Immanuel Kant kabut tersebut berputar sentripetal, maka menurut Simon Piere bola gas yang besar dan panas itu berputar sentrifugal. Karena perputaran yang dialami adalah sentrifugal sehingga menyebabkan terlepasnya beberapa materi bola gas ke sekitar bola pusat.

Materi-materi yang sudah terlepas dari bola pusat akan semakin mendingin dan strukturnya pun akan semakin padat lama kelamaan materi yang sudah mendingin menjadi sebuah planet. Sementara itu, bola gas pusat yang masih berukuran besar dan panas menjadi matahari.

Hakikat Teori Nebula

Kedua pendapat teori Immanuel Kant dan Simon Piere sebetulnya tidak jauh berbeda, yakni sama-sama menyatakan bahwa sistem tata surya terbentuk dari bola gas. Bahkan hakikat teori nebula seperti yang disampaikan oleh Simon Piere yaitu pada mulanya matahari dan planet-planet masih berupa kabut yang tebal dan berukuran sangat besar.

Kemudian adanya gravitasi menyebabkan kabut-kabut tersebut saling berbenturan dengan frekuensi yang sangat kuat. Karena benturan yang sangat kuat itulah sehingga terbentuk pemadatan yang letaknya berada di pusat lingkaran dan akhirnya menjadi matahari seperti sampai sekarang.

Setelah membentuk matahari partikel-partikel tadi terlepas atau yang berada di pinggiran pusat gas perlahan-lahan akan mulai mendingin. Dalam teori nebula ukuran materi yang terlepas tidaklah sebesar ukuran kabut inti sehingga berubah menjadi planet-planet, termasuk bumi.

Berdasarkan pembahasan di atas, secara garis besar dapat diketahui bahwa teori kabut menyatakan bahwa jagat raya dan seisinya ini terbuat atau terbentuk dari sebuah kabut. Kabut yang dimaksudkan adalah kabut panas yang kemudian memadat di bagian tengah lalu terciptalah matahari.

Tidak berhenti hanya disitu, teori ini juga melanjutkan bahwa kabut-kabut tersebut kemudian memipih dan pada bagian pinggirnya semakin menyebar. Bagian pinggir yang memipih itulah yang akhirnya membentuk sebuah planet-planet, sekian informasi tentang teori nebula dalam pembentukan bumi dan sistem jagat raya semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Beranda