thumbnail

Peta Geologi Obi Halmahera : Download dan Resume

Dibawah ini merupakan resume dari Geologi Regional Lembar Obi, Halmahera yang terdiri atas stratigrafi, struktur geologi, serta tektoniknya. Peta lengkapnya beserta atribut geologi resolusi tinggi bisa anda download pada link yang disediakan dibawah gambar peta.

Pergunakan Peta Geologi Obi Halmahera ini secara bijak, khususnya untuk kepentingan kemajuan pendidikan geologi di Indonesia. Perlu diperhatikan bahwa GeologinesiaCom tidak bertanggung jawab terhadap penyalahgunaan peta peta yang di publish dalam website ini.


Berkaitan dengan ringkasan/resume geologi regional dalam artikel ini, akan lebih baik jika anda download peta geologinya secara langsung serta melihat sendiri keterangan lengkapnya pada bagian atribut peta. Sesuaikan juga dengan posisi geografis lokasi yang ingin anda "compile" atau sandingkan dengan Peta Geologi Obi, Halmahera ini.

Gambar Peta Geologi Obi Halmahera.



Stratigrafi Lembar Obi

Dibawah ini adalah rangkuman tatanan stratigrafi untuk lembar Obi, Halmahera:
1. ALUVIUM (Qa) : lumpur, lempung, pasir, kerikil, kerakal. Merupakan endapan pantai juga sungai.

2. BATUGAMPING TERUMBU (Ql) : batugamping terumbu maupun breksi batugamping.

3. FORMASI KAYASA (Qpk) : breksi, lava. Breksi berfragmen basal, andesit, sortasi buruk, pejal.

4. FORMASI WOI (Tmpw) : batupasir, konglomerat, napal. Batupasir kelabu, sortasi sedang, tufaan.

5. FORMASI OBI (Tmpo) : breksi, lava bersisipan tufa pasiran serta batulempung tufaan. Breksi berfragmen kerakal andesit maupun basal, kelabu muda sampai kehitaman, tufaan.

6. BATUAN TEROBOSAN (Tmd,Tmg) : diorit dan gabro. Berupa stok serta dyke. Diorite abu-abu kehijauan; mineral penyusun plagioklas, ortoklas, klorit, kuarsa, bijih, sedikit zircon.

7. FORMASI BACAN (Tomb) : breksi, lava dengan sisipan batupasir tufaan maupun batulempung. Breksi abu-abu kehijauan, fragmen berupa andesit, basal sedikit rijang merah.

8. FORMASI FLUK (Tomf) : terdiri atas perselingan batupasir, batulempung juga serpih, bersisipan konglomerat dan batugamping.

9. FORMASI LOLEOBASSO (Js) : perselingan batupasir malih, batulempung malih, slate, serpih serta tufa. Secara umum berwarna kelabu sampai hijau, pejal, berlapis baik, struktur parallel laminasi, setempat foliasi.

10. BATUAN MALIHAN (pTs) : terdiri atas sekis muskovit dan sekis klorit. Umumnya berwarna kelabu, hijau dan coklat, tekstur foliasi, pejal.

11. BATUAN ULTRAMAFIK (pTum) : serpentinit, piroksenit dan harzburgit. Serpentinit warna abu-abu kehijauan, komposisi mineral serpentin, olivine, piroksin, kromit, magnetit, oksida besi.

Struktur Geologi dan Tektonik

Dua lajur sesar besar yang membatasi kepulauan Obi yaitu sesar Sorong – Sula Utara di selatan dan sesar Sorong Maluku di utara. Danau Karu di barat pulau Obi diduga berupa terban yang dibatasi oleh dua sesar yang berarah utara – selatan. Kegiatan tektonik diduga dimulai pada sebelum Jura ditandai dengan munculnya batuan Ultramafik maupun malihan. Tektonik berikutnya terjadi pada Jura, merupakan penenggelaman diikuti oleh pengendapan sedimen formasi Loleobasso. Pada Oligosen – Miosen terjadi lagi penenggelaman diikuti pengendapan formasi Fluk dan Bacan.


Demikian Resume dari Peta Geologi Obi Halmahera beserta link download peta yang bisa saya berikan. Besar harapan saya, semua peta geologi yang di publish disini dapat dipergunakan sebaik-baiknya. Apabila link download Peta Geologi Obi ini rusak ataupun tidak bisa di download, mohon di infokan melalui kolom komentar. GeologinesiaCom akan berusaha untuk memperbaikinya. Salam.
thumbnail

Pengertian dan Cabang-cabang Ilmu Bumi

Pengertian Ilmu Bumi

Ilmu Bumi adalah ilmu yang mempelajari planet bumi serta luar angkasa. Ilmu bumi merupakan ilmu yang sangat menarik karena disini banyak diterapkan metode praktis hasil dari perhitungan secara sistematis. Saat ini cabang-cabang ilmu kebumian sangatlah banyak, dimana kesemuanya mempunyai kesamaan tujuan yaitu untuk mengamankan populasi makhluk hidup di planet bumi.

Beberapa ilmuwan bumi (ahli kebumian) menggunakan pengetahuan mereka untuk menemukan serta mengembangkan sumber energi dan mineral. Beberapa lainnya mempelajari dampak aktivitas manusia di lingkungan bumi dan metode perencanaan untuk melindungi planet ini. Sedangkan sebagiannya lagi menggunakan pengetahuan mereka untuk mempelajari proses-proses yang terjadi seperti gunung berapi, gempabumi, iklim, angin topan, dan lain-lain.


Cabang Ilmu Bumi

Banyak ilmu yang berbeda-beda digunakan untuk mempelajari bumi maupun luar angkasa (antariksa/alam semesta/tata surya). Namun, secara umum terdapat 4 Cabang Utama Ilmu Kebumian, yaitu:
1. Geologi
2. Meteorologi
3. Oseanografi
4. Astronomi

Penjelasan singkat tentang 4 cabang utama ilmu bumi tersebut dapat dilihat di bawah ini:

Geologi (Ilmu Bumi)

Geologi sering disebut juga dengan istilah "science of the earth" yang berarti "mempelajari bumi". Geologi merupakan cabang ilmu bumi yang mempelajari komposisi bahan penyusun bumi, struktur bumi, serta proses-proses di dalam Bumi, baik itu di permukaan ataupun di bawah permukaan bumi.


Ilmu Geologi juga sangat berkaitan dengan organisme di planet ini serta bagaimana perubahan planet kita dari waktu ke waktu. Ahli geologi banyak mengetahui bagaimana mencari sumber energi dan mineral serta mempelajari proses bencana alam dengan tujuan untuk melindungi lingkungan bumi nantinya.

geologi sebagai cabang ilmu bumi
Ruang lingkup ilmu geologi.

Meteorologi (Ilmu Atmosfer)

Meteorologi adalah ilmu tentang atmosfer dan bagaimana proses yang terjadi di atmosfer dapat berpengaruh terhadap cuaca maupun iklim. Meteorologi adalah ilmu yang sangat praktis karena setiap hari orang pasti berhubungan dengan cuaca. Saat ini perubahan drastis iklim dari waktu ke waktu merupakan sebuah permasalahan mendesak untuk dicermati. Studi tentang meteorologi sangat penting dalam hal melindungi lingkungan bumi.

Oseanografi (Ilmu Kelautan)

Oseanografi adalah ilmu tentang lautan atau samudera yang ada di bumi, menyangkut komposisi, pergerakan, organisme, serta proses-proses di dalamnya. Lautan menutupi sebagian besar planet kita serta merupakan sumber penting untuk makanan maupun komoditas lainnya.

Lautan juga memiliki pengaruh besar terhadap cuaca. Proses yang terjadi di lautan dapat menjadi faktor utama terjadinya perubahan iklim. Ahli kelautan berupaya mengembangkan laut sebagai sumberdaya dan melindunginya dari aktivitas negatif manusia. Pengetahuan tentang kelautan bertujuan untuk memanfaatkan sumberdaya yang ada di dalam lautan (samudera) serta meminimalkan dampak akibat tindakan negatif manusia yang dapat merugikan lingkungan bumi.

Astronomi (Ilmu Alam Semesta)

Astronomi adalah ilmu tentang alam semesta ataupun tatasurya. Dibawah ini adalah beberapa contoh mengapa sangat penting mempelajari ruang di luar Bumi (ruang angkasa) :
1. Bulan dapat menggerakkan sistem pasang surut laut
2. Impact asteroid telah berulang kali menghancurkan bumi
3. Energi dari matahari sangat berpengaruh terhadap cuaca dan iklim.


Pengetahuan tentang astronomi sangat penting dipelajari demi memahami planet ini. Para astronom juga dapat menggunakan pengetahuan tentang materi, proses, maupun sejarah bumi untuk memahami planet lain, sekalipun itu di luar tata surya kita sendiri.

astronomi sebagai cabang ilmu bumi
Ruang lingkup ilmu astronomi.

Pentingkah Ilmu Bumi ?

Hari ini kita hidup saat bumi dan penghuninya menghadapi banyak permasalahan. Iklim kita berubah, dan perubahan itu disebabkan oleh aktivitas manusia. Ilmuwan bumi menyadari masalah ini dan akan memainkan peran kunci dalam upaya mengatasinya. Ilmuwan bumi juga ditantang untuk mengembangkan sumber energi baru ramah lingkungan, mencari deposit baru logam ataupun mineral lainnya, serta menentukan bagaimana populasi di bumi ini dapat terus hidup serta terhindar dari ancaman serius akibat aktivitas vulkanik, gempa bumi, tanah longsor, maupun banjir. Ini hanyalah beberapa masalah yang ada di bumi, dimana solusi terhadap semua ini bergantung pada pemahaman mendalam tentang ilmu bumi.
thumbnail

Perangkat Keras dan Perangkat Lunak SIG (Software SIG)

Sistem Informasi Geografis (SIG) mempunyai beberapa komponen utama salah satunya adalah perangkat keras serta perangkat lunak. Kita ketahui bersama bahwa kombinasi yang baik antar beberapa komponen utama SIG akan sangat menentukan kesuksesan suatu proyek pengembangan Sistem Informasi Geografis. Pada kesempatan kali ini geologinesia akan khusus membahas mengenai komponen utama berupa perangkat keras dan perangkat lunak SIG.

Baca juga: Pengertian SIG menurut para ahli

Perangkat Keras SIG

Perangkat Keras SIG adalah perangkat komputer beserta asesori lainnya yang berfungsi mendukung operasional perangkat lunaknya (software SIG dan software pendukung lainnya). Semakin tinggi spesifikasi teknis sebuah perangkat keras maka semakin bagus performance sistem yang dibangun. Biasanya ada standar minimal untuk spesifikasi teknis perangkat keras agar software bisa running dengan baik.

Pengaruh spesifikasi perangkat keras SIG sangat menentukan kecepatan pengolahan data, akses data, kecepatan tampilan data, resolusi gambar, serta kemampuan penyimpanan data. Tiga (3) kelompok perangkat keras SIG yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:
1. Alat masukan data (digitizer, scanner, keyboard komputer, CD reader, diskette reader).
2. Alat penyimpan dan pengolah data (komputer dengan hard disk-nya, tapes or catridge unit, CD writer).
3. Alat penampil serta penyaji keluaran/informasi (monitor komputer, printer, plotter).

Baca juga: Perencanaan atau Perancangan SIG

Perangkat Lunak SIG

Perangkat Lunak SIG adalah software SIG (GIS) maupun software pendukung lainnya yang dibutuhkan dalam membangun sebuah Sistem Informasi Geografis. Software SIG biasanya mempunyai kesamaan tujuan untuk proyek-proyek SIG, perbedaannya hanya pada bentuk tampilan, bahasa pemrograman, aturan main, juga fasilitas purna jualnya. Pada perangkat lunak sistem informasi geografis, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Software SIG yang dibeli harus bisa memenuhi kebutuhan dan harus disesuikan dengan kebutuhan.
2. Software SIG harus cukup popular serta banyak dipakai user.
3. Ada jaminan perawatan terhadap Software SIG tersebut.
4. Bisa berkomunikasi dengan software-software umum lainnya.

perangkat keras SIG dan Software SIG
Gambar macam-macam perangkat keras dan perangkat lunak SIG.

Inti dari sebuah perangkat lunak SIG, dalam hal ini software SIG adalah harus mampu menyediakan fungsi-fungsi untuk penyimpanan, pengaturan, link, query, maupun analisa data geografis. Beberapa contoh software GIS yang sering digunakan adalah sebagai berikut:
1. ArcGIS, ArcView, MapInfo, ArcInfo untuk SIG.
2. CAD system untuk entry graphic data.
3. ERDAS serta ER-MAP untuk proses remote sensing data atau penginderaan jauh.
4. Modul dasar perangkat lunak seperti modul pemasukan, pembetulan data, modul penyimpanan, peng-organisasian data, modul pemrosesan, penyajian data, modul transformasi data, juga modul interaksi dengan pengguna (input query).

Baca juga: Komponen dan Manfaat Penginderaan Jauh

Untuk software pendukung lain seperti OS, Dbase, maupun Network pada dasarnya merupakan software yang umum dipakai di pasaran seperti Windows Xp, Windows 2000, Access, SQL server, Oracle, Windows Server 2003 serta software pendukung lainnya.
thumbnail

Peta Geologi Sumbawa Nusa Tenggara : Download dan Resume

Dibawah ini merupakan resume dari Geologi Regional Lembar Sumbawa, Nusa Tenggara yang terdri atas fisiografi, stratigrafi, struktur geologi, serta vulkanismenya. Peta lengkapnya beserta atribut geologi resolusi tinggi bisa anda download pada link yang disediakan dibawah gambar peta.


Pergunakan Peta Geologi ini secara bijak, khususnya untuk kepentingan kemajuan pendidikan geologi di Indonesia. Perlu diperhatikan bahwa GeologinesiaCom tidak bertanggung jawab terhadap penyalahgunaan peta-peta yang di publish dalam website ini.

Berkaitan dengan ringkasan/resume regional dalam artikel ini, akan lebih baik jika anda download peta geologinya secara langsung serta melihat sendiri keterangan lengkapnya pada bagian atribut peta. Sesuaikan juga dengan posisi geografis lokasi yang ingin anda "compile" atau sandingkan dengan Peta Geologi Sumbawa, Nusa Tenggara ini.

Gambar Peta Geologi Sumbawa Nusa Tenggara (Indeks: 1907).



Fisiografi Pulau Sumbawa

Pulau Sumbawa memanjang pada arah barat – timur, tersayat oleh beberapa lembah berarah terutama timurlaut – baratdaya serta baratlaut – tenggara.

Stratigrafi
Dibawah ini adalah rangkuman tatanan stratigrafi untuk lembar Sumbawa, Nusa Tenggara,:
1. Aluvium & Endapan Pantai (Qal) ; Batugamping tersusun dari terumbu karang pada pecahan btugamping koral.

2. Terumbu Koral Terangkat (Ql); Batugamping tersusun dari terumbu karang pada pecahan batugamping koral.

3. Batulempung Tufaan (Tpc) ; Batulempung tufaan dengan sisipan lapisan batupasir juga kerikil hasil rombakan batuan gunungapi.

4. Batugamping Koral (Tmcl) ; Batugamping koral, batugamping mengandung koral, berlapis baik; pada bagian bawah mengandung rijang.

5. Batugamping (Tml) ; Batugamping, batupasir gampingan serta rombakan batuan gunungapi gampingan.

6. Batupasir Tufaan (Tms) ; Batupasir tufaan, batulempung, tufa, breksi. Satuan batuan berlapis baik mengandung lensa batugamping.

7. Satuan Lava - Breksi (Qhv); Lava breksi, lahar, tufa, abu gunungapi bersusun andesit.

8. Satuan Breksi Andesit - Basal (Qv) ; breksi gunungapi, lahar, tufa, abu maupun lava bersusunan andesit-basal.

9. Satuan Breksi Tanahmerah (Qot) ; Breksi gunungapi bersusunan andesit. Merupakan hasil letusan gunungapi Tanahmerah.

10. Satuan Breksi - Tufa (Tmv) ; Breksi bersifat andesit dengan sisipan tufa pasiran, tufa batuapung, batupasir tufaan; setempat mengandung lahar, lava andesit, basal.

11. Batuan Terobosan (Tmi); Andesit, basal, dasit, batuan beku tak teruraikan, sebagian besar merupakan batuan beku lelehan.

Struktur Geologi

Struktur geologi pulau Sumbawa terutama terdiri dari sistem retakan berarah baratlaut – tenggara hingga timurlaut – baratdaya. Berdasarkan pergerakan pergeseran sentuhan batuan, sistem pensesarannya merupakan sesar jurus akan tetapi diantara Pulau Moyo - teluk Saleh sesarnya berupa sesar normal.

Vulkanisme

Gunungapi yang masih aktif di lembar Sumbawa yaitu Gunungapi Tambora. Letusan pada tahun 1815 menghasilkan sekitar 105 km3 material gunungapi terutama dari abu dan tufa lapilli. Dilihat dari muntahan materialnya, ini merupakan letusan terbesar yang pernah tercatat.


Demikian Resume dari Peta Geologi Sumbawa beserta link download peta yang bisa saya berikan. Besar harapan saya, semua peta geologi yang di publish disini dapat dipergunakan sebaik-baiknya. Apabila link download Peta Geologi Sumbawa ini rusak ataupun tidak bisa di download, mohon di infokan melalui kolom komentar. GeologinesiaCom akan berusaha untuk memperbaikinya. Salam.

Copyright © Geologinesia. Powered by Blogger