Struktur Bumi - Hai sobat geologinesia, artikel yang kamu baca saat ini adalah tentang Struktur Bumi Menurut Perspektif Geologi. Tujuan kam...
Ciri-Ciri Zaman Megalitikum | Mulai dari Kehidupan Manusia Pendukungnya hingga Peninggalan Budayanya

Ciri-Ciri Zaman Megalitikum | Mulai dari Kehidupan Manusia Pendukungnya hingga Peninggalan Budayanya

Zaman Megalitikum - Seperti yang dipelajari saat di bangku sekolah, zaman dahulu manusia belum mengenal peralatan canggih. Peralatan dan segala perabotan rumah yang dimiliki semua terbuat dari batu. Oleh karena itulah kenapa zaman tersebut dikenal dengan sebutan zaman batu. Sekedar informasi, zaman batu dibedakan menjadi beberapa periode. Salah satunya adalah zaman megalitikum.

Megalitikum adalah zaman batu besar. Dikatakan sebagai zaman batu besar karena pada masa tersebut, manusia hanya bisa membuat peralatan dari baru dan berukuran besar. Ciri ciri zaman megalitikum dianalisis oleh para peneliti berdasarkan fosil peninggalannya. Dimana di masa ini, terdapat peninggalan berupa kapak batu, rumah batu dan perlengkapan lain yang terbuat dari batu.

Apa Saja Ciri-ciri Zaman Megalitikum?
Zaman megalitikum merupakan zaman batu besar. Ukuran peralatan yang dibuat masih sangat kasar dan besar. Pada masa megalitikum, penghuni sudah memiliki kepercayaan. Walaupun memang belum mengenal adanya Tuhan. Kepercayaan yang dimiliki penghuni di masa megalitikum adalah percaya terhadap roh-roh nenek moyang.

Sampai dengan saat ini, kebudayaan masyarakat di zaman batu ini masih bisa ditemukan di Indonesia. Suku yang masih aktif membuat peralatan dari material batu besar adalah Nias. Sekedar informasi, istilah megalitikum diambil dari dua kata yakni Mega yang artinya adalah besar. Sedangkan litikum berasal dari istilah lithos yang artinya adalah batu. Bagi Anda yang penasaran dengan apa saja ciri ciri zaman megalitikum, di bawah ini adalah ulasan lengkapnya.

1. Kebudayaan
Megalitikum meninggalkan kebudayaan yang cukup unik dan menarik. Bahkan kebudayaannya tersebut masih bisa Anda jumpai sampai dengan sekarang ini. Hal tersebut dikarenakan adanya suku di tanah air yang masih melestarikan kebudayaan yang ada di zaman megalitikum. Salah satu kebudayaan yang ditinggalkan adalah bangunan batu berundak-undak yang dikenal dengan sebutan punden berundak.

Ciri ciri zaman megalitikum selanjutnya adalah bangunan berbentuk tugu batu bernama menhir yang biasanya dipakai oleh masyarakat megalitikum untuk mengadakan upacara penghormatan kepada roh-roh nenek moyang. Selain itu, adapula dolmen yakni meja besar yang terbuat dari batu. Meja ini dipakai untuk menaruh sesaji dalam kegiatan pemujaan. Terkadang, di bawah dolmen juga diletakkan jenazah. Pada masa tersebut, kebudayaan yang cukup unik adalah adanya waruga yang dijadikan sebagai peti kubur. Waruga adalah karya yang dihasilkan oleh orang-orang Minahasa.

2. Manusia Pendukung
Megalitikum dikenal sebagai zaman batu besar karena pada zaman tersebut, masyarakatnya bisa membentuk monumen dengan ukuran besar yang terbuat dari bebatuan. Memang, kebudayaan ini sudah mulai muncul pada zaman neolitikum akhir. Hanya saja kebudayaan manusia ini berkembang pada zaman megalitikum. Hal inilah yang membuat ciri ciri zaman megalitikum sekilas seperti zaman neolitikum pada periode akhir.

3. Corak Kehidupan
Ciri-ciri dari zaman megalitikum selanjutnya yang bisa Anda lihat dari zaman megalitikum adalah corak kehidupannya yang unik dan menarik. Bahkan corak kehidupan tersebut masih diterapkan oleh beberapa suku di tanah air.

Pada zaman megalitikum, masyarakat sudah bisa beraktivitas dengan baik. Aktivitas yang dilakukan biasanya adalah bercocok tanam dan mengumpulkan dari hasil memburu. Untuk mencari makanan, Manusi di zaman tersebut menggunakan peralatan yang terbuat dari batu besar.

 Masing-masing zaman batu memang memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda-beda. Masing-masing zaman juga mempunyai keunikannya sendiri. Seperti megalitikum yang memilik ciri khas berupa bangunan batu besar yang megah dan kuat. Demikianlah ciri ciri zaman megalitikum yang bisa dijadikan sebagai referensi, semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Apa itu Teori Awan Debu ? | Ini Pengertian dan Kelemahannya

Apa itu Teori Awan Debu ? | Ini Pengertian dan Kelemahannya

Teori Awan Debu - Sejak sekolah dulu, Anda tentunya pernah mendengar tentang tata Surya bukan? Tata Surya merupakan sekumpulan benda yang terdapat di angkasa. Benda tersebut terdiri dari matahari yang berukuran besar dan dikelilingi oleh objek lain yang mengalami penarikan akibat dari adanya gaya gravitasi. Objek atau benda langit yang berada di angkasa dan mengelilingi matahari dikenal dengan sebutan planet.

Sekedar informasi, planet yang ada saat ini berjumlah 8 dan masing-masing planet memiliki satelit yang berbeda untuk orbitnya. Tak hanya planet, benda angkasa lainnya adalah komet, asteroid, meteor dan sebagainya.

Ada banyak teori yang dikemukakan oleh para ahli terkait dengan tata Surya. Beberapa diantaranya adalah teori nebula, teori pasang surut, teori planetesimal, bintang kembar dan sebagainya. Salah satu teori yang terkenal dan banyak menarik perhatian masyarakat dan para peneliti adalah awan debu.

Pengertian Teori Awan Debu serta Kelemahannya
Teori yang terkenal ini diciptakan oleh Carl Von Weizsaeker pada tahun 1940. Kemudian di tahun 1959,  Gerard P Kuiper menyempurnakan teori ini. Bagi Anda yang belum tahu, Teori awan debu pada dasarnya menjelaskan tentang tata Surya yang berasal dari gas dan gumpalan debu yang ada di luar  angkasa.

Dalam teori tersebut, dijelaskan bahwa gumpalan di angkasa tersebut mengalami pemaparan sehingga partikelnya tertarik ke pusat lalu membentuk suatu gumpalan yang besar. Selanjutnya, boleh angkasa tersebut membentuk cakram di bagian tebal di tengah serta tipis di sisi tepinya.

Dalam Teori  awan debu tersebut, partikel yang ada di bagian tengah saling menekan sampai akhirnya berpijar dan menimbulkan panas. Bagian tengah inilah yang dikenal sekarang ini dengan sebutan matahari. Sedangkan partikel yang ada diluar terpecah dengan cepat berpilin kemudian membeku dan membentuk olabet yang ada di angkasa.

Gerard menyebut teori ini dengan istilah awan debu akibat pemikiran dan pendapatnya yang menyebutkan bahwa tata surya berasal dari awan serta debu yang terpilin. Gerard juga berpendapat bahwa debu adalah awal galaksi terbentuk.

Para peneliti menganggap bahwa alam semesta terbentuk pertama kali akibat dari adanya ledakan besar pada 13,7 milyar tahun yang lalu. Ledakan ini dikenal dengan sebutan big bang. Dukhan atau awan debu dalam ledakan tersebut mengandung hidrogen yang berasal dari proses kondensasi dukhan. Saat suhu Dukhan sudah mencapai angka 20 derajat, reaksi inti membentuk helium. Helium adalah reaksi inti dari sebagian atom hidrogen.

Selanjutnya, hidrogen mengalami perubahan menjadi pancaran sinar infra red. Sama halnya dengan teori tentang tata Surya lain, Teori  awan debu juga memiliki kelemahan atau kekurangan. Di bawah ini adalah beberapa kelemahan dari teori mengenai awan debu dalam tata surya.

  1. Kelemahan yang pertama dari teori tentang awan debu adalah tidak adanya penjelasan terkait dengan alasan kenapa satelit berukuran lebih kecil pada akhirnya tidak tersedot planet lain ketika pilinan terjadi di luar cakram.
  2. Kelemahan selanjutnya adalah tidak dijelaskannya asal muasal dari debu awan yang dimaksud dalam teori.
  3. Dalam teori ini, tidak dijelaskan pula terkait dengan perbedaan arah putaran orbit dalam tata Surya yang dilalui beberapa planet.

Setiap teori memang akan selalu ada kekurangan. Atas dasar kekurangan tersebutlah kenapa banyak peneliti kemudian melakukan penyempurnaan terhadap setiap teori yang dicetuskan oleh peneliti terdahulu. Demikianlah informasi terkait dengan Teori  awan debu beserta kekurangannya, semoga dapat menambah pengetahuan Anda mengenai tata surya.
Baca selengkapnya »
Ekosistem Danau | Lengkap dengan Komponen Biotik, Abiotik dan Ciri-Cirinya

Ekosistem Danau | Lengkap dengan Komponen Biotik, Abiotik dan Ciri-Cirinya

Ekosistem Danau - Di dalam bumi, terdapat berbagai macam makhluk hidup. Tidak hanya itu, bumi juga meliputi lingkungan dan segala komponennya. Makhluk hidup dan lingkungan melakukan hubungan timbal balik dan interaksi. Hubungan ini dikenal dengan sebutan ekosistem.

Pada dasarnya, ekosistem dibedakan menjadi 2 yakni ekosistem air dan daratan. Ekosistem air atau perairan sendiri dibagi menjadi beberapa macam. Beberapa diantaranya adalah ekosistem sungai, air laut, rawa dan ekosistem danau.

Ciri-Ciri Ekosistem Danau
Danau adalah bentukan alam berupa cekungan yang terisi oleh air. Cekungan ini berada di tengah-tengah daratan. Menariknya, air danau tidak selalu tawar. Karena ada beberapa daerah yang terisi dengan air asin. Setiap danau memiliki asal muasal yang berbeda-beda. Oleh karena itulah kenapa danau memiliki beberapa macam ekosistem.

Ekosistem danau jika dilihat dari jenis airnya dibagi menjadi beberapa macam. Jenis yang pertama adalah danau air asin. Danau ini tidak mempunyai aliran air sebagai pelepasan. Pasalnya, danau air asin merupakan tujuan akhir setiap sungai di sekitarnya. Pelepasan yang dilakukan pada danau ini adalah penguapan.

Jenis selanjutnya adalah danau air tawar yang pelepasannya adalah sungai. Selanjutnya, ada danau air asam yang airnya memiliki keasaman tingkat tinggi. Danau ini terisi oleh air belerang. Biasanya danau air asam merupakan kawah gunung berapi. Selain itu, danau juga dibedakan berdasarkan kapasitas air, produksi kandungan organik, dan sebagainya.

Ekosistem danau terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik meliputi cahaya matahari, batu, angin, suhu, dan sebagainya yang tidak hidup tapi berperan penting dalam ekosistem. Sedangkan komponen biotik meliputi alga, enceng gondok, ikan, fitoplankton dan lain-lain. Ekosistem yang terjadi di danau memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda dengan ekosistem lain. Di bawah ini adalah beberapa ciri ekosistem yang terjadi di danau.

1. Penetrasi cahaya yang terbilang kurang
Sekedar informasi, ekosistem danau mempunyai penetrasi cahaya matahari yang kurang. Hal tersebut dikarenakan sinar  matahai yang tidak menembus  permukaan danau secara maksimal. Sinar matahari hanya bisa menembus permukaan danau sampai dengan beberapa meter saja.

2. Variasi suhu tidak mencolok
Rata-rata, ekosistem air danau yang tawar memiliki variasi suhu yang tidak begitu mencolok perbedaannya. Meskipun demikian, suhu di danau air asam dan asin pun tidak jauh berbeda antara suhu malam dan siangnya. Hal tersebut dikarenakan sinar matahari yang tidak bisa menembus air hingga dalam. Sehingga suhu di malam hari dan siang hari tidak jauh berbeda.

3. Jenis tumbuhan
Dalam ekosistem, tumbuhan adalah komponen yang tidak bisa  terlepaskan. Sama halnya dengan ekosistem yang terjadi di danau. Dimana tumbuhan adalah salah satu komponen yang berkaitan. Flora yang identik dengan ekosistem air danau adalah tumbuhan biji dan ganggang.

4. Dipengaruhi cuaca dan iklim
Cakupan danau memang tidak begitu  luas sehingga wajar saja  jika ekosistem di danau sangat dipengaruhi oleh  cuaca dan juga iklim. Air di danau memang tidak pernah habis jumlahnya. Tapi ketika musim hujan, jumlah air danau bertambah dalam jumlah yang banyak.

Di negara yang memiliki musim dingin, danau bisa membeli karena udara yang dingin disana. Atas dasar itulah kenapa ekosistem di perairan danau sangat dipengaruhi cuaca serta iklim.

Ekosistem memang begitu dipengaruhi oleh lingkungan sebagai salah satu komponennya. Jadi wajar saja jika setiap danau dengan komponen berbeda memiliki ciri yang berbeda pula. Demikianlah ulasan mengenai ekosistem danau, semoga dapat menambah wawasan pengetahuan Anda.
Baca selengkapnya »
Pembagian Zaman Batu Lengkap dengan Ciri-Ciri dan Peninggalan Budayanya

Pembagian Zaman Batu Lengkap dengan Ciri-Ciri dan Peninggalan Budayanya

Zaman batu merupakan zaman yang menunjukkan bahwa manusia sudah mulai bisa berpikir untuk meringankan pekerjaannya. Karena pada zaman ini, manusia membuat segala sesuatunya dengan batu. Hal inilah yang membuat zaman ini dikenal dengan nama zaman batu.

Di zaman batu, manusia belum mengenal logam. Alat batu yang dibuat dipakai untuk bertahan hidup. Sebab pada dasarnya, mereka masih bergantung pada alam. Pada dasarnya, pembagian zaman batu tidak begitu jelas batas waktunya. Karena zaman tersebut berlangsung secara bersamaan.

Pembagian Zaman Batu Berdasarkan Perkembangannya
Berdasarkan perkembangannya, zaman batu dibagi menjadi 4 yakni zaman batu besar, muda, tengah dan tua. Keempat zaman tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Di bawah ini adalah pembagian zaman batu sekaligus dengan karakteristiknya yang perlu Anda ketahui.

1. Zaman Batu Tengah
Zaman Batu Tengah disebut para peneliti dengan nama lain yaitu Mesoitikum. Di zaman ini, manusia purba membuat alat dengan bentuk yang tidak dihaluskan, tidak diasah dan masih kasar. Alat tersebut meliputi kapak genggam atau peble. Alat-alat ini berasal dari pecahan batu kali.

Di zaman batu tengah atau Mesolitikum, masyarakat sudah tidak berpindah-pindah atau menetap. Masyarakat kebanyakan tinggal di gua. Tapi ada pula masyarakat yang telah bisa membuat rumah dengan sangat sederhana. Mereka mulai belajar bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di zaman mesolitikum, ditemukan bukit-bukit karang yang dihasilkan dari sampah dapur masyarakat dulu. Manusia di zaman tersebut juga sudah bisa mengenal seni. Hal ini terlihat dari adanya beberapa lukisan di dalam dinding gua.

2. Zaman Batu Tua
Pembagian zaman batu selanjutnya adalah zaman batu tua. Zaman ini dikenal dengan istilah Palaeolitikum. Palaeolitikum berlangsung kurang lebih 600.000 tahun lalu. Alat yang digunakan masyarakat masih kasar dan belum diasah.

Kehidupan masyarakat di zaman ini masih sederhana dan sangat bergantung dengan alam. Tempat tinggalnya masih berpindah-pindah. Lokasi yang dipilih untuk ditinggali masyarakat adalah wilayah yang subur.

3. Zaman Batu Besar
Megalitikum atau zaman batu besar menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dalam kehidupan manusia. Dimana pada zaman ini, sudah banyak bangunan yang terbuat dari batu besar. Dalam pembuatan bangunan, masyarakat hanya meratakan batu-batu besar hingga bangunannya terbentuk. Bangunan yang dibuat meliputi dolmen, peti kubur, arca-arca, kubur batu, menhir dan punden berundak-undak.

Sekedar informasi, dolmen adalah bangunan yang bentuknya seperti meja. Menhir adalah tugu, arca-arca adalah patung yang dianggap sebagai nenek moyang, dan punden berundak adalah tempat pemujaan arwah nenek moyang.

4. Zaman Batu Muda
Neolitikum atau zaman batu muda adalah zaman dimana masyarakatnya sudah bisa membuat alat yang sudah dihaluskan dan diasah. Alat-alat yang dibuat juga sudah memiliki nilai seni. Pada zaman ini, alat yang dibuat adalah kapak lonjong dan kapak persegi. Kapak persegi dibuat dengan bentuk trapesium. Tangkai yang digunakan untuk memegang kampak tersebut dibuat dari rotan yang melengkung.

Masyarakat pada zaman ini sudah menempati rumahnya masing-masing. Rumah masyarakat dibuat dari bahan bambu, dedaunan dan kayu. Pada pembagian zaman batu ini, masyarakat sudah membentuk kelompok. Bercocok tanam adalah salah satu cara yang dilakukan untuk bisa bertahan hidup. Masyarakat bercocok tanam memakai kapak lonjong dan kapak persegi. Selain dipakai untuk mencangkul, alat ini juga digunakan untuk memukul atau memotong.

Jika dilihat dari karakteristiknya, tidak mengherankan jika kebanyakan peneliti tidak begitu bisa membedakan batas waktu antar setiap zaman batu. Sekian informasi terkait pembagian zaman batu kali ini, semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Ciri-Ciri Zaman Paleozoikum | Mulai Dari Evolusi Tektonik Hingga Kepunahan Makhluk Hidup

Ciri-Ciri Zaman Paleozoikum | Mulai Dari Evolusi Tektonik Hingga Kepunahan Makhluk Hidup

Zaman Paleozoikum - Mempelajari tentang zaman pra sejarah adalah hal yang sangat menyenangkan. Masing-masing zaman mempunyai ciri yang berbeda-beda. Paleozoikum sendiri adalah zaman yang paling tua. Zaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun, mulai dari 542 juta tahun lalu sampai dengan 251 juta tahun lalu.

Jika dilihat dari segi bahasanya, Paleozoikum diambil dari bahasa Yunani. Palaio artinya adalah tua sedangkan zoion adalah hewan. Perlu diketahui bahwa Paleozoikum merupakan era pertama pada zaman Eon Fanerozoikum.

Paleozoikum dibagi menjadi 6 periode yakni Ordovisium, Kambrium, Devon, Silur, Perm dan Karbon. Masing-masing periode memiliki ciri-ciri yang berbeda. Ciri ciri zaman paleozoikum banyak ditunjukkan oleh kondisi bumi zaman dulu.

Ketika zaman Paleozoikum, kondisi bumi masih labil. Dimana hujan lebat terjadi dimana-mana, iklim sering berubah-ubah dan lain sebagainya. Di zaman ini, tanda-tanda kehidupan terlihat jelas. Proses ini dimulai ketika mikroorganisme bersel satu mulai muncul.

Ciri-ciri Zaman Paleozoikum Berdasarkan Masa Periodenya
Seperti yang sempat disinggung bahwa ciri ciri zaman paleozoikum dibedakan berdasarkan periodenya. Karena masing-masing periode memiliki ciri yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah ciri-ciri dari zaman paleozoikum berdasarkan beberapa periodenya.

1. Kambrium
Periode ini dimulai sekitar 1 juta tahun sampai dengan 1,7 juta tahun lalu. Di masa tersebut, terdapat kelimpahan makhluk hidup. Para peneliti menduga bahwa hal tersebut berkaitan dengan evolusi skeleton. Pasalnya, terdapat fosil hewan yang memiliki skleton pelindung pada bagian luar di zaman tersebut. Pada periode ini, makhluk hidup mulai menguasai daratan.

2. Devon
Ciri ciri zaman paleozoikum selanjutnya bisa diketahui dari periode Devon. Pada periode ini, binatang seperti vertebrata dan antropoda melakukan kolonisasi di wilayah daratan. Pertama kali melakukan kolonisasi, hewan ini mengalami berbagai masalah. Dimana penghirupan oksigen dan air di bumi masih sangat terbatas.

Seiring dengan berjalannya waktu, terdapat kemajuan evolusioner yang sangat luar biasa. Dimana binatang-binatang tersebut tidak hanya bisa hidup di daratan namun bisa menyebar sampai ke penjuru dunia. Periode ini terjadi sekitar 2,8 juta tahun lalu.

3. Perm
Perm adalah periode terakhir di zaman Paleozoikum. Pada periode ini, ciri-ciri yang nampak adalah bergeraknya benua-benua dan mulai menyatu. Superbenua yang menyatu adalah Gondwana dan Laurasia. Kedua benua yang bersatu tersebut dikenal dengan sebutan Pangaea.

Periode perm dibedakan menjadi tiga kala yakni Guadalupian, Cisuralian dan Lopongian. Di periode Perm, reptilia yang serupa dengan mamalia mulai berkembang dan meningkat jumlahnya.

4. Silur
Silur adalah periode yang dimulai dari terjadinya kepunahan besar-besaran. Dimana pada masa tersebut, 60% spesies yang ada di laut mengalami kemusnahan. Masa ini dimulai pada akhir Ordovisium yakni 1,5 juta tahun yang lampau sampai dengan awal periode Devon yakni 2,8 juta tahun lalu.

5. Karbon
Pada periode ini, terdapat lapisan kapur di Eropa Barat. Benua-benua bergabung lalu membentuk daratan luas yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil yang memiliki "jembatan" darat mulai dari daratan Eropa ke Amerika. Lalu "jembatan" Afrika ke daratan Antartika, Australia dan Amerika Selatan.

Terjadinya tumbukan antar benua tersebut akhirnya membentuk sabuk Pegunungan Appalachian yang terletak di bagian timur Amerika Utara serta Pegunungan Hercynian yang ada di Inggris. Pada masa karbon, pohon-pohon konifer mulai bermunculan. Tumbuhan hutan dan amfibi juga mulai berkembang. Muncul pohon pertama yaitu tumbuhan fern paku dan jamur klab di rawa-rawa.

Demikianlah ciri ciri zaman paleozoikum berdasarkan periode masanya. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda.
Baca selengkapnya »
Ciri-Ciri Zaman Neolitikum | Lengkap dengan Peninggalan Budaya dan Peralatan Manusia Prasejarah

Ciri-Ciri Zaman Neolitikum | Lengkap dengan Peninggalan Budaya dan Peralatan Manusia Prasejarah

Banyak peneliti yang menjelaskan bahwa neolitikum adalah zaman yang membawa banyak sekali perubahan dalam kehidupan manusia. Ciri-ciri zaman neolitikum yang sangat terlihat jelas adalah adanya peradaban yang sudah tertata rapi. Hal ini terlihat dari fosil-fosil yang menjadi peninggalan di zaman neolitikum. Dimana peralatan yang dipakai sudah sangat modern. Bahkan, ada beberapa peralatan yang masih dipakai manusia di zaman sekarang ini.

Inilah Ciri-ciri Zaman Neolitikum yang Perlu Anda Pahami
Cara hidup masyarakat di zaman neolithikum banyak membawa berbagai perubahan besar di masa sekarang. Di zaman itu, masyarakatnya sudah bisa hidup secara berkelompok. Mereka tinggal dan menetap bersama sekaligus membuat perkampungan. Hal tersebut tentunya menunjukan bahwa masyarakat di zaman tersebut sudah mengerti akan peraturan dan bekerjasama.

Dasar-dasar penghidupan manusia yang didapatkan seperti sekarang ini memang berawal dari zaman neolitikum. Pada 2000 tahun SM, datang bangsa baru dengan derajat yang lebih tinggi dan kebudayaan yang lebih maju. Bangsa tersebut dikenal dengan sebutan bangsa Purba. Nah, untuk Anda yang penasaran dengan Ciri-ciri zaman neolitikum, di bawah ini adalah beberapa diantaranya.

1. Peralatan
Ciri-ciri zaman neolitikum bisa dilihat pada peralatannya yang sudah diberi tangkai dan dihaluskan. Peralatan yang dipakai sampai dengan zaman sekarang adalah kapak. Perlu Anda ketahui bahwa kapak pada dasarnya adalah hasil peradaban zaman neolitikum.

2. Tempat Tinggal
Seperti yang sempat disinggung bahwa pada zaman neolitikum, manusia sudah hidup dengan cara menetap di suatu tempat. Manusia sudah bisa menemukan dan membangun tempat tinggal yang nyaman. Terbentuk pula perkampungan sederhana yang menunjukkan bahwa manusia zaman neolitikum sudah memahami cara bersosialisasi dan bekerjasama. Perkampungan yang dibuat masih belum teratur. Rata-rata rumahnya terbuat dari dedaunan dan berbentuk bulat.

3. Mencari Makanan
Pada zaman neolitikum, manusia sudah belajar bagaimana caranya bercocok tanam. Jika dulu masyarakat hanya berburu untuk memenuhi makannya setiap hari, di zaman ini mereka sudah bisa mengolah tanah dan bercocok tanam secara sederhana. Karena kegiatan inilah kenapa peralatan yang ada pada zaman ini memiliki bentuk yang lebih halus. Sebab tujuan pembuatannya adalah agar bisa dipakai untuk mencangkul tanah.

4. Gotong Royong
Ciri-ciri zaman neolitikum selanjutnya adalah masyarakatnya yang sudah mengenal makna dari gotong royong. Mereka sudah bisa hidup bersama-sama dan berdampingan. Kegiatan gotong royong diterapkan untuk bercocok tanam. Gotong royong yang dilakukan meliputi pembukaan lahan, penebar benih, dan sebagainya.

5. Pakaian dan Perhiasan
Masyarakat yang hidup di zaman neolitikum menggunakan pakaian yang terbuat dari bahan kulit binatang dan kulit kayu. Kulit binatang lebih banyak disukai karena bahannya yang hangat ketika cuaca sedang dingin. Dan terasa adem ketika cuaca panas. Perhiasan yang digunakan masyarakat di zaman ini terbuat dari terrakota, batu dan kulit kerang.

6. Kepercayaan
Pada zaman neolitikum, masyarakatnya sudah menganut kepercayaan Dinamisme dan juga Animisme. Sekedar informasi, dinamisme adalah suatu kepercayaan terhadap kekuatan gaib yang ada di dalam suatu benda. Sedangkan animisme merupakan kepercayaan pada roh.

Zaman neolitikum memang berperan besar dalam kehidupan manusia saat ini. Peralatan-peralatannya pun masih banyak yang bisa dimanfaatkan di zaman modern seperti sekarang ini. Berikut tadi merupakan beberapa Ciri-ciri zaman neolitikum. Semoga informasi yang diulas di atas dapat menambah wawasan Anda yang penasaran terhadap zaman prasejarah, khususnya zaman neolitikum.
Baca selengkapnya »
Ciri-Ciri Zaman Neozoikum | Lengkap dengan Pembagian dan Kehidupan Didalamnya

Ciri-Ciri Zaman Neozoikum | Lengkap dengan Pembagian dan Kehidupan Didalamnya

Zaman Neozoikum - Sebelum kehidupan bumi yang modern seperti sekarang ini, ada masa neozoikum yang pernah dilalui. Neozoikum adalah zaman yang mempunyai corak kehidupan dan karakteristik yang berbeda dengan zaman lainnya. Ciri ciri zaman neozoikum terlihat dari munculnya kehidupan manusia.

Hadirnya manusia purba inilah yang membuat neozoikum juga dikenal sebagai zaman kehidupan baru. Pada zaman tersebut, bumi sudah bisa dijadikan sebagai tempat kehidupan manusia. Nenek moyang dari manusia modern di zaman tersebut dikenal dengan nama homo sapiens.

Ciri-ciri Zaman Neozoikum Jika Dilihat dari Pembagiannya
Pada zaman neozoikum tersebut, bumi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal tersebut tentu saja karena cikal bakal manusia sudah mulai muncul. Jika dilihat dari segi ilmu geologi, neozoikum adalah masa terakhir dari masa klasik geologi.

Neozoikum dimulai sejak zaman Mesozoikum berakhir. Dimana terjadi kepunahan massal yang terjadi pada dinosaurus 54,5 juta tahun atau akhir periode kapur lalu. Para ahli geologi membagi zaman neozoikum menjadi 2 zaman yakni zaman kuarter dan zaman tersier. Masing-masing zaman, memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda. Oleh karena itu, di bawah ini akan diulas terkait dengan ciri-ciri zaman neozoikum berdasarkan pembagiannya tersebut.

1. Zaman Kwarter
Ciri ciri zaman neozoikum bisa diketahui sejak 600.000 tahun lalu. Zaman ini dikenal dengan sebutan zaman kwarter. Zaman kwarter dibedakan menjadi 2 kala yakni kala holosen atau alluvium dan kala Pleistosen atau Diluvium. Pada Kala Holosen, wilayah es di Kutub Utara mengalami penipisan. Hal inilah yang membuat permukaan air laut meningkat. Daratan rendah mulai dari Paparan Suhul dan Paparan Sunda tergenang dan menjadi laut dangkal.

Ciri selanjutnya adalah dataran yang lama kelamaan semakin tinggi dan menjadi pulau besar yang ada di wilayah Nusantara. Diperkirakan Homo Sapiens atau manusia yang telah memakai otaknya mulai hidup di muka bumi. Pada masa kolosen, manusia purba mempertahankan hidupnya dan mencari makan dengan memakai peralatan bantu seperti tanduk, kayu, tulang, batu, dan sebagainya.

Pada masa Kala Plistosen, keadaan alam masih sangat labil. Dimana terdapat dua zaman yang saling bergantian yakni zaman Interglasial dan zaman Glasial. Kala ini diperkirakan terjadi pada 600.000 tahun lalu.

Sekedar informasi, zaman Glasial merupakan suatu zaman dimana lapisan es yang ada di kutub utara meluas sehingga mengakibatkan daratan Amerika Utara dan Eropa tertutup es. Sementara wilayah lain yang jauh dari bagian kutub mengalami fenomena hujan lebat dalam waktu yang lama.

Pada kala tersebut, terjadi penurunan permukaan air laut dan daratan yang semakin naik. Kondisi ini terjadi akibat adanya aktivitas gunung-gunung berapi dan pergeseran bumi yang kemudian membuat Suhul Plat dan Sunda Plat muncul. Pada masa ini, manusia purba pindah dari Asia ke Nusantara atau Indonesia.

2. Zaman Tersier
Ciri ciri zaman neozoikum selanjutnya bisa dilihat di zaman tersier. Zaman Tersier dibedakan menjadi beberapa masa yakni Eosen, Paleosen, Miosen, Pliosen dan Oligosen. Di zaman tersebut, reptil raksasa semakin punah. Sedangkan binatang menyusui semakin banyak jumlahnya. Mulai bermunculan makhluk primata pada zaman Paleosen. Di zaman ini, hidup hewan bernama Gigantrophus yang ukurannya lebih besar dibandingkan dengan gorila.

Bisa dilihat bahwa masing-masing masa atau kala memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Banyak sisa-sisa manusia dan hewan purba dari zaman neozoikum yang ditemukan oleh manusia modern sekarang ini. Atas dasar peninggalan purba tersebutlah para peneliti mulai menganalisis ciri ciri zaman neozoikum dan perkembangannya.
Baca selengkapnya »
Beranda