Struktur Bumi - Hai sobat geologinesia, artikel yang kamu baca saat ini adalah tentang Struktur Bumi Menurut Perspektif Geologi. Tujuan kam...
Peta Negara Mesir Lengkap dengan Kota, Sumber Daya Alam, Batas Wilayah dan Keterangan Gambar Lainnya

Peta Negara Mesir Lengkap dengan Kota, Sumber Daya Alam, Batas Wilayah dan Keterangan Gambar Lainnya

Dalam peta dunia, negara Mesir terletak di benua Afrika atau lebih khususnya di Afrika Utara dengan ibukota Kairo. Luas Wilayah Mesir sekitar 1,001,450.00 km2 dimana 0.60% (6,000.00 km2) terdiri atas perairan dan 995,450.00 km2 merupakan daratan.

Gambar peta negara Mesir lengkap yang diberikan dibawah ini dalam resolusi kecil, untuk melihat tampilan peta Mesir dengan jelas maka anda dapat mengklik gambar tersebut.

Peta Mesir

Peta Mesir
Gambar Peta Mesir.

Berdasarkan peta Mesir diatas maka secara umum dapat diketahui batas wilayah negara Mesir yaitu sebagai berikut:

  1. Sebelah Utara: Berbatasan dengan Laut Mediterania dan Laut Merah
  2. Sebelah Timur: Berbatasan dengan Israel
  3. Sebelah Selatan: Dibatasi oleh Negara Sudan
  4. Sebelah Barat: Dibatasi oleh Negara Libya

Kota Penting di Mesir

Beberapa kota penting dan besar di Mesir diantaranya adalah El Qahira (Kairo), Abu Sunbul, Al Arish, Al Bawiti, El Mahalla el Kubra, El Minya, Al Fayyum, Suhaj, Tanta, Zagazig, Damanhur, Dumyat (Damietta), Al Ghardaqah, Al Jizah, Baranis, Baris, Benha, Al Kharijah, Mut, Sharm ash Shaykh, Al Minya, Al Qusayr, Al Tur, Qina, Ra's Gharib, Asyut, Elat, Helwan, Idfu, Baltim, Bani Suwayf, Beni Suef, Bur Safajah, Bur Said (Port Said), Cairo, El Giza, El Iskandariya (Alexandria), El Suweis (Suez), Isma'ilia, Luxor, Marsa al 'Alam, As Sallum, Aswan, Marsa Matruh, Shibin el Kom, Siwah, Sudr, Suez dan Zifta.

Sumber Daya Alam Mesir

Sumber daya alam unggulan di Mesir yang dapat dieksploitasi meliputi bijih besi, mangan, timbal dan seng. Sumber daya mineral meliputi talk, gypsum serta asbes. Beberapa sumber daya komersial yang sangat penting bagi negara ini adalah minyak bumi, gas alam, fosfat juga batu kapur.
Baca selengkapnya »
Tata Nama Senyawa dalam Ilmu Kimia

Tata Nama Senyawa dalam Ilmu Kimia

Tata nama senyawa dalam ilmu kimia adalah beberapa rangkaian aturan persenyawaan kimia yang dibuat dengan cara sistematis. Tata nama senyawa ini dibuat berdasarkan aturan International Union of Pure and Apllied Chemistry atau biasa disebut dengan IUPAC. Semua hal di muka bumi akan sulit untuk dikenal jika tidak memiliki nama, begitu juga halnya dengan senyawa kimia. Oleh karena itu, penamaan senyawa kimia akhirnya dibuat dengan tujuan agar dapat lebih mudah dikategorikan ataupun dikenali. Berdasarkan aturan dari IUPAC, penamaan senyawa tersebut dibedakan menjadi 2, yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik.

Tata nama senyawa jenis senyawa organik yaitu senyawa kimia seperti protein, lemak, dan karbohidrat dimana molekulnya mengandung karbon. Adapun beberapa golongan senyawa organik, diantaranya adalah senyawa alifatik, hidrokarbon aromatik, senyawa heterosiklik, dan polimer. Senyawa alifatik merupakan rantai karbon yang gugus fungsinya bisa diubah. Senyawa hidrokarbon aromatik merupakan senyawa yang memiliki minimal satu cincin benzena. Kemudian senyawa heterosiklik termasuk jenis atom nonkarbon yang terdapat di dalam struktur cincinnya. Selanjutnya, golongan senyawa organik yang terakhir adalah polimer yang merupakan molekul rantai panjang gugus yang berulang.

Tata nama senyawa organik dikenal lebih kompleks dibandingkan dengan penamaan senyawa anorganik. Hal yang penting dalam penamaan senyawa organik adalah penamaan ini tidak hanya bergantung pada rumus kimia, tetapi juga bergantung pada struktur kimianya. Senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama tapi tidak sama dalam struktur kimia biasa ditemukan dalam penamaan senyawa organik. Hal ini biasa disebut dengan isomer.

Senyawa anorganik merupakan senyawa yang didalamnya tidak terkandung atom karbon dimana berasal dari material alam atau benda mati. Tata nama senyawa jenis ini terdiri dari senyawa biner ionik, biner kovalen, poliatomik, dan hidrat. Adapun penjelasan dari ketujuh jenis senyawa ini, antara lain :

1. Biner ionik

Penamaan senyawa ion biner adalah hasil penggabungan kation (senyawa logam) dan anion (senyawa nonlogam). Meskipun senyawa ion biner terdiri dari muatan positif dan negatif, tetapi senyawa ini memiliki senyawa total nol. Satuan rumusnya harus terdiri dari ion positif dan ion negatif agar jumlah muatan bersihnya sama dengan nol. Hal ini dimulai dari nama senyawa logam lalu nama senyawa nonlogam dengan ditambah akhiran –ida.

Senyawa logam, diantaranya yaitu :
natrium (Na+) kalium (K+) perak (Ag+)
Sesium (Cs+) seng (Zn2+) kalsium (Ca2+)
stronsium (Sr2+) barium (Ba2+) aluminium (Al3+)
magnesium(Mg2+) litium (Rb+)

Senyawa nonlogam, diantaranya adalah :
hidrida (H-) arsenida (As3-) sulfida (S2-)
Oksida (O2-) flourida (F-) klorida (Cl-)
bromida (Br-) iodida (I-) selenida (Se2-)
fosfida (P3-) nitrida (N3-)

Adapun contoh tata nama senyawa ion biner, yaitu:
NaCl = Natrium klorida
KF = Kalium fluorida
Li2O = Litium oksida
Csl = Cesium iodida
KI = Kalium iodida
NaBr = Natrium bromida

2. Biner kovalen

Tata nama senyawa ini dibuat dari 2 unsur nonlogam dan melalui ikatan kovalen. Penamaannya dengan cara jumlah unsur pertama, nama unsur pertama, jumlah unsur kedua, dan nama unsur kedua ditambahkan akhiran –ida. Adapun contoh penyusunan penamaannya adalah sebagai berikut :

Rumus senyawa Nama senyawa
CO       Karbon monoksida
CO2 Karbon dioksida
SO3       Belerang trioksida
CCl4      Karbon tetraklorida
B2Br4    Dibromo tetrabromida

3. Senyawa poliatomik

Senyawa ini pada umumnya terbentuk atas unsur-unsur nonlogam. Senyawa ini berasal dari 2 atom atau lebih yang terikat dengan cara bersama-sama. Biasanya jumlah anion poliatomik lebih banyak dari pada kation poliatomik. Anion dari senyawa poliatomik terdiri dari atom oksigen. Atom oksigen tersebut memiliki ikatan dengan atom nonlogam yang biasa disebut dengan oksoanion. Ada beberapa jenis penamaan senyawa poliatomik, yaitu :

NaOH = Natrium hidroksida
CaCo3 = Kalsium Karbonat
KmnO4 = Kalium permanganat
NH4Cl = Amonium klorida
NH4OH = Amonium hidroksida
Na2CrO4 = Natrium Kromat
FePO4 = Besi (III) Fosfat
HgCO3 = Merkuri (II) Karbonat
FeSO4 = Besi (II) Sulfat
SnSO4 = Timah (II) Sulfat

4. Senyawa hidrat

Senyawa hidrat adalah senyawa yang molekulnya memiliki ikatan dengan molekul air. Penamaan senyawa ini diawali dengan awalan Yunani yaitu Mono, Penta, Di, dan Tri. Selanjutnya diakhiri dengan akhiran –hidrat. Penamaan ini biasa juga dijelaskan dengan menulis nama kation, lalu anion, ditambah jumlah molekul bahasa Yunani, dan ditambah hidrat. Adapun rumus dan contohnya adalah sebagai berikut :

Kation + Anion + Jumlah air + Hidrat
CaSO4.2H2O = Kalsium Sulfat Dihidrat
Na2CO3.10H2O = Natrium Karbonat Dekahidrat
CaCl2.2H2O = Kalsium Klorida Dihidrat

Penamaan senyawa ke-3 berasal dari jumlah molekul airnya yaitu 2, maka menggunakan awalan “Di” lalu diakhiri dengan akhiran “hidrat”. Jadi, tata nama senyawa tersebut adalah kalsium klorida dihidrat.
Baca selengkapnya »
Peta Negara Indonesia Lengkap dengan Kota, Sumber Daya Alam, Batas Wilayah dan Keterangan Gambar Lainnya

Peta Negara Indonesia Lengkap dengan Kota, Sumber Daya Alam, Batas Wilayah dan Keterangan Gambar Lainnya

Dalam peta dunia, negara Indonesia terletak di benua asia atau lebih khususnya di asia tenggara dengan ibukota Jakarta. Luas Wilayah Indonesia sekitar 1,904,569.00 km2 dimana 4.88% (93,000.00 km2) terdiri atas perairan dan 1,811,569.00 km2 merupakan daratan.

Gambar peta negara Indonesia lengkap yang diberikan dibawah ini dalam resolusi kecil, untuk melihat tampilan peta Indonesia dengan jelas maka anda dapat mengklik gambar tersebut.

Peta Indonesia

Peta Indonesia
Gambar Peta Indonesia.

Berdasarkan peta Indonesia diatas maka secara umum dapat diketahui batas wilayah negara Indonesia yaitu sebagai berikut:

  1. Sebelah Utara: Berbatasan dengan negara Malaysia, Filipina, Samudera Pasifik
  2. Sebelah Timur: Berbatasan dengan negara Papua New Guinea dan Timor Leste
  3. Sebelah Selatan: Dibatasi dengan Samudera Hindia dan Negara Australia
  4. Sebelah Barat: Dibatasi oleh Samudera Hindia

Kota Penting di Indonesia

Beberapa kota penting dan besar di Indonesia diantaranya adalah Jakarta, Jayapura, Balikpapan, Medan, Padang, Pakanbaru, Palembang, Banda Aceh, Bandung, Rantauprapa, Rengal, Sintang, Banjarmasin, Tandjungredeb, Manokwari, Pati, Pekalongan, Tandjungselor, Tegal, Bengkulu, Bogor, Samarinda, Singkawang, Dumai, Garut, Kebumen, Kediri, Kendawangan, Kupang, Langsa, Lhokseumawe, Lunjuk-Besar, Cirebon, Denpasar, Djambi, Malang, Manado, Pontian, Probolinggo, Sukabumi, Surabaya dan Makassar.

Sumber Daya Alam Indonesia

Sumber daya alam unggulan di Indonesia yang dapat dieksploitasi meliputi bauksit, timah, nikel, tembaga, perak dan emas. Minyak bumi, batubara dan gas alam merupakan sumber bahan bakar penting bagi negara ini. Sumber daya lainnya juga termasuk kayu dan tanah yang subur.
Baca selengkapnya »
#5 Contoh Senyawa Polutan yang Mencemari Udara

#5 Contoh Senyawa Polutan yang Mencemari Udara

Polutan merupakan zat-zat yang dapat mencemari lingkungan, sehingga turut serta dalam mengancam kesehatan organisme yang ada di lingkungan tersebut. Zat-zat polutan itu dapat berupa kumpulan dari senyawa-senyawa kimia berbahaya yang berakumulasi di suatu tempat, contohnya di udara. Sehingga udara yang semulanya bersih, dapat menjadi kotor dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Polutan sendiri dapat berasal dari berbagai aktivitas manusia, misalnya dari perindustrian, aktivitas kendaraan bermotor, dan aktivitas bakar-membakar lainnya. Lalu apa saja contoh senyawa polutan tersebut ?

Polutan sendiri dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu Polutan Kimiawi, Polutan Biologi, dan Polutan Fisik.  Polutan kimiawi ialah polutan yang berupa zat-zat radioaktif seperti logam, pupuk kimia, pestisida, dan zat-zat lainnya. Kemudian polutan biologi sendiri dapat berupa mikroorganisme yang berjumlah banyak dalam suatu tempat dan waktu. Misalnya bakteri Escherichia coli, bakteri satu ini dapat berubah menjadi pencemar lingkungan jika berada dalam kondisi yang banyak. Sementara polutan fisik ialah polutan yang terdiri atas sampah kaleng dan juga plastik.

Idealnya suatu senyawa dapat dikategorikan sebagai polutan apabila memiliki jumlah yang melebihi batas normal. Jika sudah demikian maka senyawa tersebut dapat berubah menjadi Senyawa berbahaya yang dapat mengancam kesehatan. Untuk mengenal lebih jauh tentang senyawa-senyawa tersebut, berikut ini beberapa contoh senyawa polutan yang ada di Udara.

1. Carbon Monoksida

Contoh senyawa polutan yang pertama adalah Carbon monoksida (CO).  Senyawa satu ini merupakan senyawa polutan yang berbentuk gaz. CO memiliki karakteristik tidak berwarna dan tidak memiliki bau. Gas karbon monoksida ini dapat ditimbulkan dari proses pembakaran yang kurang sempurna. Proses pembakaran tersebut dapat bersumber dari mesin mobil, sepeda motor, maupun mesin perindustrian.

Gas satu ini dapat terikat dalam aliran darah oleh Hemoglobin, sehingga mengakibatkan tubuh tidak dapat menerima suplai Oksigen yang sempurna. Sehingga seseorang yang mengalami keracunan oleh gas ini, akan ditandai dengan kondisi badan yang lemas. Bahkan jika tidak dapat ditangani dengan tepat, maka keracunan tersebut akan berujung pada kematian.

2. Timbal (PB)

Timbal (PB) merupakan salah satu bentuk senyawa polutan yang dapat membahayakan bagi kesehatan. Senyawa ini juga termasuk ke dalam golongan senyawa logam berat. Umumnya timbal dapat terbentuk dari sisa pembakaran mesin kendaraan yang berbahan bakar bensin. Sehingga dapat dipastikan, wilayah yang memiliki jalur dengan lalu-lintas kendaraan bermotor yang ramai akan memiliki kadar Timbal (PB) yang besar pula. Sehingga wilayah tersebut juga memiliki kondisi udara yang tidak baik bagi kesehatan, sebab telah tercemar oleh logam berat.

3. SO2

SO2 atau dikenal dengan Belerang dioksida merupakan salah satu senyawa polutan yang berbahaya bagi sistem pernapasan. Senyawa satu ini jika terakumulasi dalam jumlah besar, maka akan menimbulkan bau yang khas dan menyengat. Senyawa belerang ini dapat bersumber dari aktivitas gunung api. Selain itu, gas ini juga dapat berasa dari sisa pembakaran perindustrian, terutama industri yang menggunakan bahan bakar batu bara. Bahkan jika gas belerang ini bereaksi dengan senyawa Nitrogen di udara, maka akan memungkinkan terjadinya hujan asam.

4. CO2

CO2 (Carbon dioksida) merupakan senyawa polutan yang dapat berasal dari sisa aktivitas pembakaran. Misalnya pembakaran hutan, perindustrian, bahan bakar pesawat, maupun mesin-mesin bermotor lainnya. Jika kadar CO2 mengalami peningkatan secara terus menerus, maka dapat menimbulkan fenomena pemanasan global. Sementara itu, pemanasan global sendiri diyakini dapat memberikan dampak buruk bagi manusia dan lingkungannya. Misalnya bencana kekeringan yang dapat mengancam nyawa dari manusia dan juga organisme lainnya.

5. CFC

Contoh senyawa polutan yang terakhir adalah CFC (Cloro Fluoro Carbon).  Senyawa satu ini dapat berasal dari aktivitas pemakaian parfum, AC (Air Conditioner), dan juga lemari pendingin (Freezer). Senyawa satu ini diyakini dapat mengakibatkan menipisnya lapisan Ozon di udara. Sehingga sinar ultraviolet dari matahari akan langsung dipaparkan ke permukaan bumi. Sebagaimana diketahui bahwa sinar tersebut memiliki kadar radiasi yang dapat mengakibatkan kanker kulit. Selain itu, sinar ultraviolet ini juga dapat menyebabkan tumbuhan menjadi kerdil, serta matinya beberapa jenis mikroorganisme.

Itulah tadi beberapa contoh senyawa polutan yang ada di udara. Mengingat besarnya dampak negatif yang diakibatkan senyawa tersebut, maka perlu kiranya Kita mulai menjaga kelestarian lingkungan. Upaya menjaga kelestarian lingkungan tersebut dapat diwujudkan dengan menanam beberapa jenis pohon yang bisa menyerap senyawa-senyawa polutan tersebut. Misalnya pohon Angsana yang diketahui mampu menyerap senyawa berupa logam berat seperti Timbal (PB). Dengan demikian lingkungan akan tetap asri dan kesehatan organismenya juga ikut terjaga. Akhirnya semoga beberapa informasi tadi dapat menambah wawasan Anda seputar senyawa-senyawa polutan yang dapat mencemari lingkungan. Ingatlah selalu untuk terus menjaga kelestarian lingkungan Anda.
Baca selengkapnya »
Peta Negara Filipina Lengkap dengan Kota, Sumber Daya Alam, Batas Wilayah dan Keterangan Gambar Lainnya

Peta Negara Filipina Lengkap dengan Kota, Sumber Daya Alam, Batas Wilayah dan Keterangan Gambar Lainnya

Dalam peta dunia, negara Filipina terletak di benua asia atau lebih khususnya di asia tenggara dengan ibukota Manila. Luas Wilayah Filipina sekitar 3300,000.00 km2 dimana 0.61% (1,830.00 km2) terdiri atas perairan dan 298,170.00 km2 merupakan daratan.

Gambar peta negara Filipina lengkap yang diberikan dibawah ini dalam resolusi kecil, untuk melihat tampilan peta Filipina dengan jelas maka anda dapat mengklik gambar tersebut.

Peta Filipina

Peta Filipina
Gambar Peta Filipina.

Berdasarkan peta Filipina diatas maka secara umum dapat diketahui batas wilayah negara Filipina yaitu sebagai berikut:

  1. Sebelah Utara: Berbatasan dengan Laut Filipina, Taiwan, dan China
  2. Sebelah Timur-Selatan-Barat: Berbatasan dengan negara Indonesia, Laut China Selatan, Laut Sulawesi, dan Laut Sulu


Kota Penting di Filipina

Beberapa kota penting dan besar di Filipina diantaranya adalah Manila, Angeles, Aparri, Roxas, San Carlos, San Narciso, Bontoc, Borongan, Butuan, Baguio, Baler, Balimbing, Bangued, Laoag, Larap, Legazpi, Batangas, Bislig, Boac, Bolinao, Bongabong, Cabanatuan, Calbayog, Casiguran, Cavite, Cebu, Claberia, Cortes, Digos, Gingoog, Tabuk, Tarlac, Toledo, La Carlota, Lagawe, Lipa, Lucena, Maganoy, Mamburao,  Masbate, Mati, Naga, Olongapo, Ormoc, Ozamis, Pagadian, Dagupan, Danao, Davao, Pilar, Planan, Puerto Princesa, Quezon City, San Pablo, San Pascual, Isabella, Jolo, Jose Abad Santos, Sorsogon dan Virac.

Sumber Daya Alam Filipina

Sumber daya alam unggulan di Filipina yang dapat dieksploitasi meliputi kobalt, perak, emas, nikel, dan tembaga. Variasi sumber daya alam lainnya sudah termasuk garam, kayu, dan minyak bumi.
Baca selengkapnya »
Teori Big Bang : Sang Teori Pembentukan Alam Semesta

Teori Big Bang : Sang Teori Pembentukan Alam Semesta

Teori big bang menjadi salah satu teori yang sangat luar biasa karena membahas tentang terbentuknya alam semesta. Meskipun banyak sekali teori-teori lain yang membahas hal yang sama, namun teori satu ini menjadi teori yang paling terkenal dan banyak dibicarakan oleh para pakar. Big bang dalam bahasa Indonesia sendiri dapat diartikan dengan kata “Ledakan Dahsyat” atau juga “Dentuman Besar”. Teori ini juga dikenal dengan nama “Teori Ledakan Dahsyat” atau “Model Ledakan Dahsyat”.

Mengapa teori ini disebut dengan “Teori Ledakan Dahsyat” karena teori ini berkaitan dengan ledakan yang membuat fenomena terjadinya alam semesta. Secara teoritis, teori big bang adalah sebuah  peristiwa yang menyebabkan sebuah pembentukan alam semesta berdasarkan sistem kajian kosmologi tentang pembentukan awal dan perkembangan alam semesta raya. Model teori ini menyebutkan bahwa alam semesta awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat. Lalu kemudian bentuknya selalu mengembang secara terus menerus sampai hari ini.

1. Sejarah Teori Big Bang

Sekitar tahun 1912, Vesto Slipher menjadi orang pertama yang mengukur efek Doppler pada sebuah nebula spiral. Nebula spiral sendiri adalah istilah lama untuk galaksi spiral. Dari sinilah sejarah teori big bang ini berkembang. Mulai banyak bermunculan para ilmuwan yang mengadakan pengamatan dan pertimbangan teoritis kepada struktur alam. Setelah sepuluh tahun berselang sejak Vesto Slipher meneliti nebula, muncul seorang kosmologis dan matematikawan dari Rusia bernama Alexander Friedman. Alexander menunjukkan bahwa alam semesta ini mungkin akan mengembang dan berlawanan dengan model alam semesta statis yang sebelumnya diutarakan oleh Einstein.

Sejak saat itu mulai bermunculan ilmuwan seperti Edwin Hubble yang meneruskan model nebula pada tahun 1924. Kemudian pada tahun 1927 Georges Lemaitre secara independen menurunkan persamaan milik Alexander Friedman dan mengajukan bahwa resensi nebula dalam persamaan tersebut diakibatkan oleh semesta alam yang selalu berkembang.

Berlanjut dengan Lemaitre pada tahun 1931 yang memberikan pernyataan bahwa perkembangan alam ini akan sampai pada suatu titik yang dinamakan atom purba dimana ruang dan waktu bermula. Kemudian pada akhirnya beberap bukti pengamatan mengarah pada ledakan dahsyat sebagai awal terjadinya alam semesta ini. Berbagai penemuan dan persetujuan atas radiasi latar belakang gelombang mikto kosmis pada sekitar tahun 1964.

2. Bukti Pengamatan Hukum Humble

Ada beberapa bukti pengamatan yang menjadi pendukung dari teori big bang. Salah satunya adalah sebuah pengamatan pada galaksi yang menunjukkan bahwa objek tersebut bergeser dan mengeluarkan warna merah. Pergeseran ini merata secara isotropis. Pergeseran ini juga terdistribusi merata pada semua objek dan terpantau di seluruh arah pantauan. Pergeseran merah hubble bisa juga dianggap sebagai pergeseran Doppler yang sesuai dengan kecepatan mundur V. Namun, sebenarnya kedua pergeseran ini tidaklah sama melainkan sebagai akibat dari pengembangan alam semesta antara waktu cahaya dipancarkan dan waktu cahaya itu sendiri. Pada beberapa galaksi, perkiraan jarak menggunakan tangga jarak juga dimungkinkan.

Secara singkat, Hukum hubble memiliki dua penjelasan. Pertama adalah kita berada pada sebuah pusat pengembangan galaksi dimana galaksi ini tidak mungkin sesuai dengan prinsip kopernikus. Yang kedua adalah alam semesta ini mengembang merata ke segala arah.

3. Radiasi Sebagai Latar Belakang Gelombang Mikro Krosmis

Pada masa-masa awal terlahirnya alam semesta, alam semesta berada pada keadaan keseimbangan yang termal. Keseimbangan ini secara membuat foton berkesinambungan dipancarkan dan juga diserap. Inilah yang selanjutnya menghasilkan radiasi spectrum benda hitam. Setelah terjadinya ledakan sebagai teori big bang, temperature alam semesta menurun sehingga foton menjadi tidak bisa diciptakan ataupun dihancurkan. Karena tidak dapat diciptakan dan dihancurkan, foton terus saja dipantulkan dari elektron-elektron bebas. Hal ini membuat pada masa awal terbentuknya alam semesta, alam semesta Nampak buram oleh cahaya.

4. Kelimpahan unsur-unsur primordial

Berdasarkan teori big bang, kita bisa memperkirakan konsentrasi-konsentrasi yang ada di alam semesta berbanding dengan jumlah hydrogen pada umumnya. Konsentrasi tersebut adalah helium-3, helium-4 dan litium-7. Rasio prediksi perbandingan ini adalah 0.25 untuk 4He/H, 10-3 untuk 2H/H, 10-4 untuk 3He/H dan 10-9 untuk 7Li/H. Hasil prediksi ini sudah sesuai dengan hasil pengukuran. Sesuainya antara prediksi dengan hasil pengukuran ini cukup baik untuk deuterium. Namun, sebenarnya masih ada perbedaan kecil yang terlihat yaitu 4He dan 7Li. Meskipun tidak semuanya 100 persen benar namun konsistensi prediksi ini secara umum dapat menjadi salah satu bukti yang kuat akan terjadinya sebuah ledakan dahsyat yang membentuk alam semesta.

Itulah beberapa bukti yang dapat dijadikan sebagai pendukung dari teori big bang. Ledakan Dahsyat yang membentuk alam semesta ini masih menjadi misteri karena hanya dapat dibuktikan dengan penelitian. Sedangkan tidak akan pernah ada saksi khusus.
Baca selengkapnya »
Peta Brunei Darussalam Lengkap dengan Kota, Sumber Daya Alam, Batas Wilayah dan Keterangan Gambar Lainnya

Peta Brunei Darussalam Lengkap dengan Kota, Sumber Daya Alam, Batas Wilayah dan Keterangan Gambar Lainnya

Dalam peta dunia, negara Brunei Darussalam terletak di benua asia atau lebih khususnya di asia tenggara dengan ibukota Bandar Seri Begawan. Luas Wilayah Brunei Darussalam sekitar 5,765.00 km2 dimana 8.67% (500.00 km2) terdiri atas perairan dan 5,265.00 km2 merupakan daratan.

Gambar peta negara Brunei Darussalam lengkap yang diberikan dibawah ini dalam resolusi kecil, untuk melihat tampilan peta Brunei Darussalam dengan jelas maka anda dapat mengklik gambar tersebut.

Peta Brunei Darussalam

Peta Brunei Darussalam
Gambar Peta Brunei Darussalam.

Berdasarkan peta Brunei Darussalam diatas maka secara umum dapat diketahui batas wilayah negara Brunei Darussalam yaitu sebagai berikut:

  1. Sebelah Utara: Berbatasan dengan Laut China Selatan
  2. Sebelah Timur-Selatan-Barat: Berbatasan dengan negara Malaysia


Kota Penting di Brunei Darussalam

Beberapa kota penting dan besar di Brunei Darussalam diantaranya adalah Bandar Seri Begawan, Lumut, Medit, Muara, Bangar, Badas, Kuala Belait, Labi, Labu, Lamunin, Penanjong, Telingan, Telisai, Seria, Kerangan Nyatan, Kuala Abang, Sukang dan Tutong.

Sumber Daya Alam Brunei Darussalam

Sumber daya alam unggulan di Brunei Darussalam yang dapat dieksploitasi meliputi kayu, gas alam, dan minyak bumi.
Baca selengkapnya »
Beranda