Sebab dan Akibat Perbedaan Massa Jenis Minyak dan Air

Setiap partikel yang ada di bumi ini bisa dihitung baik berat atau massanya, maupun massa jenisnya. Massa jenis adalah hasil pengukuran yang didapatkan dari setiap satuan volume dari setiap benda. Dengan begitu setiap benda juga bisa diukur atau dihitung massa jenisnya, termasuk minyak. Menghitung massa jenis minyak juga sama dengan menghitung massa jenis benda lain.

Massa jenis setiap benda berbeda karena volume dan massanya juga berbeda. Massa jenis yang didapatkan dari pembagian antara massa total dan juga volume total akan membuat hasil massa jenis setiap benda berbeda berdasarkan besar volume dan massa totalnya. Cara yang sama juga berlaku jika ingin menghitung massa jenis minyak. Meskipun sama-sama berbentuk larutan atau berbentuk cair, namun massa jenis dari minyak akan sangat berbeda dengan massa jenis air. Nah, ada sebab akibat yang bisa ditimbulkan dari teori ini, yakni seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Massa Jenis Minyak Lebih Kecil dari Air karena Massanya

Hal pertama yang menjadi poin dalam mempelajari massa jenis minyak adalah jumlah massa jenisnya yang lebih kecil dari massa jenis air. Seperti yang sudah disebutkan di atas, massa jenis adalah hasil pembagian antara massa total dengan volume total.

Nah, yang membuat kedua zat cair ini memiliki massa jenis yang berbeda adalah massanya juga berbeda. Berat total (massa) dari minyak lebih kecil jika dibandingkan dengan massa dari air. Maka dari itulah ketika dihitung, maka hasilnya, massa jenis air lebih besar dibanding massa jenis dari minyak.

2. Ruang Antar Partikel dan gerak Pertikel

Hal selanjutnya yang membuat massa jenis minyak dan air berbeda meskipun kedua zat tersebut termasuk dalam jenis zat yang sama adalah kerapatannya. Kerapatan dan gerak pertikel adalah ciri khas dari setiap benda. Dalam hal ini, bisa dikatakan jika minyak memiliki partikel dengan gerak yang lebih banyak jika dibandingkan dengan gerak partikel pada air.

Karena geraknya yang relatif lebih banyak inilah maka jumlah ruang kosong antar partikel juga semakin banyak sehingga kerapatannya semakin kecil. Inilah yang kemudian membuat massa jenis pada minyak menjadi lebih kecil dibandingkan massa jenis air.

3. Massa Jenis Minyak Lebih Kecil Menyebabkan Minyak tidak Bisa Bersatu dengan Air

Pernahkah Anda mencoba mencampurkan air dan minyak dalam satu wadah? Jika iya, Anda pasti tahu jika minyak tidak akan bisa bercampur dengan air meskipun diaduk sekalipun. Hal ini adalah akibat yang ditimbulkan dari perbedaan massa jenis dari minyak dan massa jenis air.

Dengan memanfaatkan prinsip massa jenis air yang mana menyebutkan jika massa jenis benda memiliki jumlah yang lebih kecil jika dibandingkan dengan massa jenis airnya, maka benda tersebut akan mengapung di permukaan air. Begitu pula yang terjadi pada minyak. Karena massa jenisnya lebih kecil, maka minyak akan terapung jika disatukan dengan air.

Dalam mempelajari ilmu pengetahuan, akan selalu ada sebab dan akibat yang bisa menghasilkan sebuah fenomena ataupun teori. Begitupun ketika mempelajari massa jenis pada setiap benda. Massa jenis setiap benda yang merupakan hasil pembagian dari massa dan volume bisa berbeda tergantung pada massa dari benda tersebut. Hal tersebutlah yang terjadi jika menghitung massa jenis minyak. Massa jenisnya akan berbeda dengan massa jenis air disebabkan karena beberapa faktor yang disebutkan di atas. Perbedaan massa jenis ini juga akan membawa akibat yakni membuat minyak jadi terapung ketika dicampur dengan air.

Sebab dan Akibat Perbedaan Massa Jenis Minyak dan Air