Pembentukan Bumi dari Tenaga Endogen dan Eksogen

Tenaga endogen dan eksogen adalah dua jenis tenaga yang mengakibatkan pembentukan bumi. Bumi yang merupakan tempat tinggal terbaik bagi makhluk hidup terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Bumi yang biasa disebut dengan planet biru ini termasuk planet urutan ketiga dalam tata surya. Kedua tenaga pembentuk bumi tersebut dikenal dengan istilah tenaga geologi. Kedua tenaga geologi ini membentuk keragaman permukaan bumi menjadi berubah dari waktu ke waktu. Adapun penjelasan mengenai kedua tenaga pembentuk permukaan bumi ini, antara lain:

1. Tenaga endogen

Tenaga ini merupakan tenaga pembentuk bumi yang berasal dari dalam bumi dan bersifat membangun. Tenaga tersebut mengakibatkan perubahan pada kulit bumi dan menjadikannya tidak rata. Adapun sumber tenaga endogen yaitu berupa magma. Meskipun tenaga endogen dan eksogen sama-sama merupakan tenaga pembentuk permukaan bumi, tetapi keduanya berbeda dari segi sifatnya. Berdasarkan sifatnya yang membangun, tenaga endogen dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

a. Vulkanisme

Vulkanisme adalah suatu aktivitas dari dalam perut bumi yaitu naiknya magma ke permukaan bumi dan menjadi lahar. Magma biasa disebut dengan campuran batu-batuan yang sangat panas dan berbentuk cair. Aktivitas magma terdorong dari tingginya suhu dan banyaknya jumlah gas yang terkandung di dalamnya. Adapun hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa vulkanisme, antara lain yaitu batholit, kaldera, kawah, lahar, lakolit, lava, dan sill.

Batholit biasa disebut dengan dapur magma atau tempat terjadinya aktivitas magma. Selanjutnya ada kaldera yang merupakan lubang yang luas yang diakibatkan dari letusan gunung berapi. Kemudian ada kawah yaitu sebuah lubang yang menjadi tempat keluarnya lava. Lalu ada lahar yang merupakan lava yang tercampur dengan elemen-elemen lain yang keluar dari dalam bumi. Setelah itu ada lakolit yaitu jenis magma yang menerobos kulit bumi yang membentuk dasar rata dan atas yang cembung. Untuk lava dan sill masing-masing termasuk jenis magma. Adapun lava yaitu magma yang keluar dan mencapai permukaan bumi. Sedangkan sill yaitu magma yang menerobos kulit bumi tetapi tidak keluar ke permukaan bumi. Semua unsur-unsur ini termasuk dalam bagian tenaga endogen dan eksogen.

b. Tektonisme

Tektonisme ialah suatu aktivitas dari dalam bumi yang mengakibatkan terjadinya perubahan pada bentuk kulit bumi. Tenaga ini juga merupakan salah satu dari beberapa proses adanya tenaga endogen dan eksogen. Tektonisme atau yang biasa disebut dengan tektonik terbagi menjadi 2 macam gerak yaitu gerak epirogenetik dan gerak orogenetik. Gerak epirogenetik merupakan gerak atau pergeseran kulit yang terjadi pada wilayah yang luas.

Proses terjadinya gerak epirogenetik ini membutuhkan waktu yang sangat lama dan menimbulkan fenomena naik turunnya daratan. Gerak orogenetik merupakan gerak yang terjadi lebih cepat dibandingkan dengan gerak epirogenetik. Gerak ini menyebabkan terjadinya tekanan pada kulit bumi secara vertikal dan juga horizontal sehingga terjadi dislokasi. Dislokasi adalah berpindahnya letak lapisan kulit bumi sehingga membentuk lipatan-lipatan.

c. Gempa bumi

Gempa bumi ialah getaran yang berasal dari pergerakan lempeng bumi atau kerak bumi. Gempa bumi juga biasa diartikan dengan adanya getaran-getaran yang kuat dari dalam bumi sampai ke permukaan bumi. Gempa bumi dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan penyebab terjadinya. Adapun jenis-jenis tersebut adalah gempa bumi tektonik, vulkanis, dan runtuhan.

2. Tenaga eksogen

Tenaga eksogen adalah tenaga dari luar bumi yang bersifat merusak. Tenaga ini menimbulkan kerusakan atau kehancuran pada perubahan kulit bumi yang berasal dari tenaga endogen. Tenaga endogen dan eksogen merupakan tenaga yang saling berkaitan dalam proses terbentuknya. Hal ini karena perubahan pada kulit bumi yang ditimbulkan dari tenaga endogen mendapat reaksi dari tenaga eksogen.

Tenaga eksogen terdiri dari 4 macam, diantaranya adalah pelapukan, pengikisan, pengendapan, dan amblesan. Pelapukan merupakan terjadinya kerusakan pada batuan sehingga menjadi tanah. Hal ini terjadi karena faktor cuaca seperti misalnya suhu udara. Sedangkan pengikisan yaitu hancurnya batuan secara perlahan-lahan yang disebabkan oleh angin, air, es, dan gelombang laut. Selanjutnya, pengendapan yaitu perubahan massa batuan yang berasal dari proses pengikisan oleh aliran air sungai, salju, dan juga angin. Lalu jenis tenaga eksogen yang terakhir adalah amblesan. Jenis tenaga ini merupakan proses perpindahan puing-puing batuan dari atas gunung.

Berdasarkan proses terjadinya, terdapat dampak positif dari tenaga endogen dan eksogen. Dampak tersebut yaitu tenaga endogen dapat membentuk pusat tenaga listrik di bumi dan dapat membuka wilayah tangkapan air hujan. Sedangkan dampak tenaga eksogen yaitu dapat membuat permukaan bumi menjadi lebih luas dan dapat membawa bahan tambang ke permukaan bumi secara alami.

Ada pula kehancuran berbagai elemen bumi seperti gedung, rumah, jembatan, menjadikan tanah tidak subur, serta sungai menjadi dangkal yang merupakan dampak negatif dari tenaga endogen dan eksogen.

Pembentukan Bumi dari Tenaga Endogen dan Eksogen