Inilah Jenis-Jenis Air yang Ada di Bumi

Seperti yang telah diketahui sebagian orang, ada beragam jenis air yang ada di bumi meskipun pada umumnya secara fisik air tersebut tampak sama saja. Dari keseluruhan air yang menutupi 70% bumi, ada 3 pengelompokan air yang bisa diketahui. Ketiganya adalah air tanah, air permukaan, dan air angkasa. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menyimak uraian dari jenis-jenis air tersebut berikut ini.

1. Air Tanah 

Dari jenis-jenis air yang terdapat di bumi, salah satu yang termasuk di dalamnya adalah air tanah. Sesuai namanya, jenis air yang menyumbangkan sekitar 0,6% dari total air yang ada di bumi ini dapat ditemukan di bawah lapisan tanah. Air yang memiliki jumlah lebih banyak dibandingkan dengan air yang berada di danau atau sungai ini bisa dikelompokkan menjadi 2 sesuai dengan penggunaannya, yaitu air tanah dangkal dan air tanah dalam. Dari keduanya, air tanah dangkal-lah yang biasa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari manusia pada umumnya.

Apabila mempertimbangkan asal atau letaknya, air tanah bisa dikelompokkan menjadi 5 jenis, yaitu freatik, artesis, vados, magma, dan konat. Masing-masing jenis tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Contohnya seperti air tanah juvenil. Jenis air tanah ini berasal dari dapur magma di sekitar gunung berapi sehingga saat tersembul ke permukaan memiliki suhu yang panas. Terkadang, jenis ini juga bisa mengandung sulfur atau belerang tinggi apabila dalam proses keluarnya melewati batuan belerang. Berbeda lagi dengan jenis air konat yang cenderung memiliki karakteristik kandungan mineral atau garam tinggi di dalamnya. Hal tersebut dikarenakan air konat berasal dari air yang terjebak dalam batuan sedimen selama ribuan atau berjuta-juta tahun lamanya.

Baca juga: Pengertian Air Menurut Beberapa Ahli

jenis-jenis air

2. Air Permukaan

Bagaimana dengan jenis-jenis air yang lain seperti air permukaan? Sesuai namanya, jenis air ini merupakan jenis untuk air-air yang terdapat di permukaan bumi akibat tidak mampu terserap ke dalam lapisan tanah. Jenis yang kedua ini memiliki kecenderungan untuk tergenang di permukaan tanah dan bisa mengalir ke tempat yang lebih rendah apabila ia berasal dari permukaan yang lebih tinggi. Karena aktivitas ini, kondisi air permukaan terkadang kotor oleh benda-benda yang ada di permukaan seperti lumpur, batang kayu, sisa daun, atau bahkan bahan kimia dari aktivitas manusia seperti industri.

Baca juga: Dampak Pencemaran Air

Ada beberapa contoh dari air permukaan yang bisa Anda ketahui seperti air laut, air danau, air sungai, dan sebagainya. Masing-masing contoh tersebut juga memiliki ciri-ciri tersendiri. Air sungai memiliki tingkat kekotoran yang tinggi apabila lingkungan di sekitarnya juga kotor atau banyak limbah. Karena itu, air sungai jarang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan lebih sering dimanfaatkan untuk kebutuhan lain seperti irigasi. Walau begitu, ada pula air sungai yang dimanfaatkan untuk kebutuhan minum. Hal tersebut memungkinkan jika air sungai memiliki kualitas yang lebih baik seperti lokasinya yang ada di hulu sungai. Jenis-jenis air di permukaan seperti air laut dan air danau juga demikian. Air laut memiliki kandungan garam tinggi sehingga terasa  asin sedangkan air danau bisa memiliki kandungan besi dan mangan tinggi apabila terdapat pembusukan bahan organik tingkat tinggi di dalamnya.

3. Air Angkasa

Jenis yang terakhir adalah air angkasa. Seperti yang bisa Anda tebak dari namanya, air angkasa merupakan air hasil aktivitas yang terjadi di angkasa. Jenis air yang kemudian jatuh ke permukaan bumi setelah melalui rangkaian proses di angkasa ini menyumbang 0.001% dari total jumlah air di planet ini. Lalu, apa saja contoh dari air yang termasuk dalam kelompok-kelompok air di bumi ini?

Air angkasa memiliki banyak jenis apabila memperhatikan aspek bentuknya. Contohnya seperti air es, air salju dan air hujan. Dari jenis-jenis air tersebut, air hujanlah yang paling umum kita dengar. Air hujan mempunyai tingkat pH rendah serta bertekstur lunak. Apabila air hujan turun ke kawasan non polutan seperti pegunungan, tingkat pH dari contoh air angkasa ini bisa mendekati normal. Sebaliknya, jika terjadi di kawasan industri atau perkotaan, tingkat pH bisa sangat rendah dan menjadi apa yang kita kenal dengan hujan asam.

Untuk contoh lainnya seperti air salju dan air es, karakteristik ini bisa dipahami dari proses kondensasi yang berlangsung. Terjadinya air salju hampir sama seperti air hujan hanya saja memiliki suhu udara rendah sehingga titik air berubah ke es lalu berbentuk kepingan es lembut yang dikenal dengan salju.

Itulah jenis-jenis air yang terdapat di bumi secara umum. Seperti yang telah Anda baca pada uraian di atas, ketiga jenis utama air yang terdapat di bumi memiliki contohnya masing-masing dan beberapa diantaranya sering kita jumpai. Semoga informasi ini bermanfaat.

Inilah Jenis-Jenis Air yang Ada di Bumi