Rabu, 11 Oktober 2017

Pencemaran Sungai Terhadap Komponen Kehidupan

Sungai merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan. Manusia memanfaatkan sungai untuk melakukan irigasi dan sebagainya. Hewan membutuhkan air sungai sebagai tempat hidup maupun tempat mendapatkan suplai minum. Tanaman membutuhkan air sungai untuk tumbuh dan berkembang. Namun, semua hal tersebut akan terganggu atau bermasalah jika terjadi pencemaran sungai.

Sungai yang tercemar bisa dikenali dari warna, bau, dan rasanya. Air sungai yang baik adalah air sungai yang jernih dan bersih. Sebaliknya, air sungai yang tercemar memiliki warna gelap seperti coklat atau bahkan hitam. Selain dari segi tampilan, air sungai yang tercemar juga bisa memiliki bau busuk menyengat. Bau tersebut bisa berasal dari limbah atau dari kontaminasi zat polutan dengan elemen air sungai.

Terkait limbah-limbah yang menyebabkan pencemaran air, ada berbagai sumber limbah yang bisa mengotori air sungai. Jenis yang pertama adalah limbah rumah tangga berupa sisa konsumsi makanan, air bekas mencuci, dan sebagainya. Jenis yang kedua adalah limbah pabrik atau industri seperti limbah pengolahan tahu, limbah pengolahan gula, dan sebagainya. Jenis yang ketiga adalah limbah pertanian yang berasal dari sisa pupuk kimia, pestisida, atau lainnya.

Pencemaran sungai menyebabkan berbagai dampak yang kurang baik bagi banyak pihak. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa memahami dampak dari pencemaran tersebut melalui poin-poin berikut ini.

Dampak Pencemaran Sungai Terhadap Kesehatan

Sungai merupakan salah satu sumber air bagi beberapa kalangan. Masyarakat tertentu yang tidak memiliki sumur atau sumber air lainnya terpaksa harus menggunakan air sungai untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Namun, ketika terjadi pencemaran sungai, air sungai justru menjadi media utama berkembangnya penyakit menular. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Limbah dari industri atau pabrik yang dialirkan ke sungai akan membawa berbagai zat berbahaya. Zat berbahaya tersebut bisa berkembang di sungai sehingga fungsi menjadi media hidup mikroba pathogen yang mampu memunculkan penyakit.

Selain itu, air sungai yang tercemar juga bisa mengundang berbagai jenis insekta untuk berkembang biak di sungai tersebut. Akhirnya, air sungai menjadi sarang hidup insekta penyebar penyakit seperti nyamuk dan sejenisnya. Masyarakat yang tidak mau ambil pusing kemudian memilih untuk membeli air bersih. Namun, masalah lain akan muncul ketika jumlah mereka yang membutuhkan lebih besar dibandingkan volume air yang tersedia. Jika demikian, beberapa kalangan tentu tidak akan mendapatkan cukup pasokan air. Karena hal ini, kebiasaan membersihkan diri seperti mandi atau lainnya tidak dapat dilakukan. Secara otomatis, penyakit akibat tidak membersihkan diri seperti gatal-gatal akan bermunculan.

Dampak Pencemaran Sungai Terhadap Biota Air Sungai

Selain berimbas kurang baik bagi kesehatan manusia, pencemaran sungai juga bisa menyebabkan terganggunya kelangsungan hidup biota laut. Sungai memiliki cara tersendiri untuk menjernihkan air misalnya dengan memanfaatkan bakteri-bakteri baik. Namun, ketika tercemar, proses penjernihan alami akan terganggu. Hal ini karena bakteri-bakteri baik pada air sungai dikalahkan oleh zat-zat limbah yang dialirkan bersama air sungai. Parahnya, air limbah yang langsung dialirkan pada sungai dan sulit diuraikan juga bisa memberikan efek negatif pada organisme sungai.

Dampak Pencemaran Sungai Terhadap Kualitas Air Sungai

Pencemaran pada air sungai juga menimbulkan menurunnya kualitas dari air sungai itu sendiri. Orang-orang di daerah tertentu menggunakan air sungai untuk mandi, mencuci, dan sebagainya. Hal ini tentu bisa dilakukan apabila kualitas dari air sungai itu sendiri bagus. Namun, air sungai yang tercemar oleh tinja, limbah pabrik, dan sebagainya tidak pantas untuk digunakan seperti membersihkan diri apalagi dikonsumsi. Air sungai itu sendiri dikategorikan tercemar apabila memiliki perubahan warna, bau, hingga rasa.

pencemaran sungai

Selain ketiga dampak negatif di atas, masih ada satu efek buruk dari tercemarnya air sungai. Efek negatif yang dimaksud adalah fungsi estetika sungai tersebut. Saat ini banyak sungai yang dijadikan sebagai lokasi untuk wisata air seperti arung jeram, tebing, dan sebagainya. Hal ini tentu akan baik-baik saja apabila sungai tampak jernih dan bersih. Sebaliknya, tidak ada orang yang mau bermain di air sungai yang kotor dan tercemar.

Lalu, langkah-langkah apa yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi masalah pencemaran lingkungan jenis ini? Anda bisa mencoba banyak hal. Pertama, menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sungai agar tidak tercemar. Selain itu, upaya mengatasi pencemaran sungai juga bisa dilakukan dengan melakukan beberapa kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah ke sungai, mengelola limbah dengan baik, dan sebagainya. Agar sungai yang dipenuhi limbah padat tidak meluap dan menyebabkan banjir, ada baiknya untuk melakukan pembersihan sungai secara berkelanjutan. Selain itu, akan lebih baik pula untuk memperbanyak penanaman pohon.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda ketahui mengenai pencemaran sungai, dampak, serta cara untuk mencegah dan mengatasinya. Dengan menyadari berbahayanya pencemaran tersebut, setiap orang bisa sesegera mungkin menerapkan upaya penanggulangannya. Bagaimana menurut Anda?