Jumat, 20 Oktober 2017

Pemanfaatan Gas Alam di Indonesia Dari Berbagai Aspek

Pemanfaatan Gas Alam Sebagai Sumber Daya

Sumber daya alam ada 2 jenis, yang bisa diperbarui dan tidak. Kedua jenis sumber daya alam tersebut merupakan kekayaan yang harus dijaga. Terutama untuk sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui, maka setiap orang harus melakukan penghematan sebagai langkah yang ditempuh supaya tidak kehabisan sumber daya.

Gas merupakan salah satu hasil tambang, dimana setiap hasil tambang adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Artinya, pemanfaatan gas alam seperti halnya minyak bumi harus dihemat. Jangan menggunakan gas alam secara boros supaya keberlangsungannya tetap terjaga sampai beberapa generasi ke depan.

Baca juga: Mengenal Gas Alam Cair (LNG) dan Proses Pencairannya

Salah satu fungsi gas alam adalah sebagai bahan pembangkit listrik turbin gas (PLTG). Energi listrik merupakan salah satu penggerak penting dalam perekonomian sebuah negara, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, pemanfaatan gas alam sebagai pembangkit listrik sangat mempengaruhi seluruh lini kehidupan ekonomi Indonesia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh General Electric, jumlah simpanan gas alam di Indonesia lebih banyak hingga lima kali lipat dari simpanan sumber daya minyak buminya. Kurang lebih ada 157,14 triliun kaki kubik (trillion cu ft) jumlah gas yang telah terdeteksi. Diperkirakan, masih akan ada lagi simpanan gas alam senilai Estimasi cadangan yang belum proven mencapai 594,43 triliun kaki kubik (trillion cu ft).

Jumlah ini bisa jadi lebih tinggi atau rendah apabila dikombinasikan dengan kapasitas  CBM (Coal Bed Methane yang kurang lebih ada  453,3 TSCF triliun kaki kubik (trillion cu ft). Ada sumber daya alam lain yang juga berkaitan dengan gas alam Indonesia yaitu shale gas. Shale gas merupakan gas dengan letak di dalam batuan induk yang jumlahnya mencapai 574 triliun kaki kubik (trillion cu ft). Dengan jumlah yang amat tinggi tersebut maka pemanfaatan gas alam di Indonesia seharusnya dilakukan dengan sangat efektif dan efisien agar tetap berlangsung selama beratus tahun.

Baca juga: Apa itu CBM (Coal Bed Methane) ?

Jadi, Indonesia akan bisa memajukan berbagai sektornya jika pemanfaatan gas alam lebih diutamakan dibanding minyak bumi. Selain jumlahnya yang lebih banyak, ada juga faktor clean burning. Artinya, kebersihan hasil pembakaran pada gas alam lebih baik dibanding dengan minyak bumi dan batubara. Tidak heran, pemanfaatan gas alam ramah lingkungan menjadi kampanye di beberapa negara.

Pada kenyataannya, hasil pembakaran gas alam akan bebas dari limbah logam berat, belerang serta hasil pembuangan NOx nya amat kecil. Untuk bisa dimanfaatkan, gas alam harus melewati pipa. Soal perpipaan, biaya estimasi yang ditelisik dari ranah finansial adalah gas alam akan mampu menghemat seperempat biaya minyak bumi. Apalagi jika sudah diolah menjadi Liquefied Natural Gas (LNG), maka biayanya bisa memangkas setengah harga minyak bumi.

Pemanfaatan Gas Alam

Pemanfaatan Gas Alam Sebagai Komoditi

Komoditi adalah barang mentah yang kemudian dijual sebagai salah satu bentuk usaha pemenuhan kebutuhan ekonomi. Karena kekayaan cadangannya, gas alam menjadi salah satu komoditi yang diutamakan di Indonesia. Banyak negara-negara yang ingin memaksimalkan pemanfaatan gas alam secara efisien dan efektif karena tidak menimbulkan banyak polusi udara dan limbah logam berat yang berbahaya.

Beberapa negara telah menggunakan gas alam sebagai penunjang seluruh kegiatan dari berbagai bidang mulai pekerjaan untuk mesin, transportasi untuk kendaraan, rumah tangga untuk memasak, sampai merekayasa cuaca. Kemajuan IPTEK membuat negara-negara maju yang tidak mempunyai SDA gas alam cukup ingin mengimpor gas alam untuk diolah. Tentunya, hal ini sangat penting bagi kemajuan negara karena akan menambah pendapatan negara melalui bidang ekspor.

Meskipun PLTG lebih mahal jika dilihat dari segi pembuatan infrastruktur dibanding dengan pembangkit listrik jenis lain, tetapi gas alam memang tidak bisa disepelekan segala manfaatnya. Secara komersil, gas alam lebih bisa dimanfaatkan secara maksimal dengan resiko paling kecil karena hasil pembakarannya berlangsung sempurna dan tidak banyak menghasilkan limbah polusi udara.

Dengan demikian, jika pemanfaatan gas alam dilakukan oleh industri-industri secara masif dan optimal, maka emisinya bisa ditekan sampai kondisi udara, air maupun suara bisa sangat rendah. Apabila penggunaan gas alam sebagai sumber energi sudah dimaksimalkan, maka bumi akan lebih bersih dari polusi dan limbah secara menyeluruh.

Pemanfaatan Gas Alam Sebagai Pencipta Lapangan Kerja

Setiap tahun selalu banyak lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang sibuk mencari pekerjaan. Jika tidak mendapatkan pekerjaan, maka para lulusan tersebut akan menjadi pengangguran. Pengangguran adalah masalah klasik yang bisa menjadi siklus. Sayangnya, masih banyak pihak yang tidak mengupayakan untuk bisa menghapus siklus tersebut.

Pelaku industri sebenarnya adalah subjek kunci yang bisa membantu mengatasi masalah pengangguran. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan gas alam. Hampir seluruh industri memanfaatkan mesin-mesin berteknologi tinggi. Selain itu, pengelolaan limbahnya juga mengikuti standar yang telah ditentukan. Jika pemanfaatan gas alam lebih dikuatkan lagi, maka akan banyak ahli-ahli yang direkrut sebagai analis atau pekerja. Hal inilah yang kemudian dapat membuka lapangan pekerjaan lebih luas.

Selain dalam sektor industri, lapangan pekerjaan juga bisa terbuka dari tambang gas alam. Rata-rata titik pertambangan gas alam di Indonesia bersifat off shore yang artinya lepas pantai. Penambangan ini membutuhkan tenaga ahli di berbagai bidang seperti wiring, welding, dan drilling. Selain itu, masih banyak juga tenaga lepas pantai yang diperlukan sebagai pelengkap pelayanan standar keselamatan kerja seperti dokter lepas pantai, akuntan, manajer, chef dan sebagainya.

Baca juga: Apa itu Gas Helium ?

Jadi, sekedar pemanfaatan gas alam sebagai salah satu sektor pertambangan yang terlihat hanya satu bidang ternyata mampu menyelesaikan beberapa masalah di bidang lainnya. Tidak hanya itu, jika optimalisasi terus diberlakukan, maka pengentasan kemiskinan dan masalah pengangguran dapat dikurangi secara signifikan.

Indonesia yang para tenaga ahlinya masih banyak memanfaatkan SDM dari luar negeri perlu semakin meningkatkan pengembangan lapangan pekerjaan di sektor pertambangan. Mengapa demikian? Karena setiap usaha ekonomi selalu berdampak pada perputaran roda kehidupan negara tersebut.

Pemanfaatan gas alam secara komprehensif dari berbagai aspek akan bisa menyelesaikan banyak masalah. Masalah pertama adalah energi, dimana jumlah energi yang dihasilkan dari gas alam lebih besar dibanding minyak bumi. Selain itu, simpanan tambang gas alam juga lebih banyak dibanding dengan minyak bumi. Masalah kedua yang bisa terselesaikan adalah polusi dan limbah.

Karena hasil pembakaran gas alam lebih bersih dari minyak bumi dan batubara, maka sumber energi ini adalah yang paling ramah lingkungan. Oleh karena itu, sudah banyak negara – negara yang semakin beralih untuk memanfaatkan gas alam secara maksimal. Indonesia pun harus mulai bergerak mengikutinya agar lingkungan menjadi lebih sehat dan biaya yang dikeluarkan dapat ditekan. Selain itu, semakin besar jumlah gas alam yang digunakan secara bijak, semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang diciptakan.