Selasa, 10 Oktober 2017

Gunung Berapi di Venus : Aliran Lava Luas dan Gunung Api Perisai Besar

Venus adalah planet terdekat dengan Bumi. Namun, permukaan Venus terhalangi oleh beberapa lapisan penutup awan tebal. Awan ini begitu tebal sehingga pengamatan teleskop optik dari Bumi tidak mampu menghasilkan gambaran yang jelas tentang fitur permukaan planet ini. Informasi terperinci pertama tentang permukaan Venus diperoleh pada awal 1990-an, saat pesawat luar angkasa Magellan (juga dikenal sebagai Venus Radar Mapper) menggunakan citra radar untuk menghasilkan data topografi rinci pada sebagian besar permukaan planet ini.

Para peneliti sangat terbantu dengan data topografi tersebut untuk mengungkapkan fitur vulkanik di Venus, namun mereka terkejut ketika mengetahui bahwa setidaknya 90% permukaan planet ditutupi oleh aliran lava dan gunung berapi perisai yang luas (Shield Volcanoes). Mereka juga terkejut bahwa fitur vulkanik di Venus berukuran sangat besar bila dibandingkan dengan fitur serupa di Bumi.

Baca juga: Pemegang Rekor Gunung Berapi Terbesar di Dunia

Enormous Shield Volcanoes

Kepulauan Hawaii sering digunakan sebagai contoh gunung berapi perisai besar yang ada di Bumi, dimana pada bagian bawahnya mempunyai lebar 120 kilometer dan tingginya sekitar 8 kilometer. Sedangkan gunung berapi Perisai di Venus memiliki lebar yang sangat mengesankan yaitu 700 kilometer di bagian dasar, tetapi tingginya hanya sekitar 5,5 kilometer.

Singkatnya, gunung berapi perisai besar di Venus ini ukurannya beberapa kali lebar yang ada di Bumi dan lerengnya lebih landai.

gunung berapi di venus
perbandingan ukuran relatif gunung berapi di Venus dan Bumi.

Aliran Lava Luas (Extensive Lava Flows)

Aliran lava di Venus diperkirakan terdiri dari batuan yang mirip dengan batu basalt di Bumi. Banyak aliran lava di Venus yang memiliki panjang beberapa ratus kilometer. Mobilitas lava dapat mengalami kenaikan akibat suhu permukaan planet ini yang rata-rata sekitar 470 derajat celcius.

Gambar di bawah memperlihatkan gunung berapi Sapas Mons di Venus, dapat terlihat banyaknya aliran lava panjang. Fitur radial gunung berapi ini dihasilkan oleh aliran lava panjang yang membentang dari dua ventilasi vulkanik.

gunung berapi di venus
Gunungapi Sapas Mons dan Peta Geologi Venus.

Kubah Pancake (Pancake Domes)

Venus memiliki sejumlah besar fitur yang disebut "kubah pancake" (Pancake Domes). Hal ini mirip dengan kubah lava yang ditemukan di Bumi, namun di Venus mereka mencapai 100 kali lebih besar.

"Kubah pancake" sangat luas, dengan bagian atas yang sangat rata, tingginya kurang dari 1000 meter. Kubah ini diperkirakan terbentuk akibat ekstrusi lava kental (viscous lava).

Kapan Gunung Berapi di Venus Terbentuk ?

Sebagian besar permukaan Venus ditutupi oleh aliran lava yang memiliki kepadatan kawah yang sangat rendah. Kerapatan kawah yang rendah ini menunjukkan bahwa permukaan planet ini berusia di bawah 500 juta tahun yang lalu. Aktivitas vulkanisme di Venus tidak dapat dideteksi dari Bumi, namun citra radar yang disempurnakan dari pesawat luar angkasa Magellan telah menunjukkan bahwa aktivitas vulkanisme di Venus masih terjadi sampai dengan saat ini.

Baca juga: Gunung Berapi Paling Aktif di Tata Surya

Proses lain yang membentuk Lanskap Venus

Erosi dan Sedimentasi
Suhu permukaan Venus sekitar 470 derajat celcius - terlalu tinggi untuk kehadiran air di planet ini. Tanpa air, erosi dan sedimentasi tidak dapat membuat perubahan signifikan pada permukaan planet ini. Satu-satunya fitur erosi yang dapat terihat di planet ini berhubungan dengan proses lava yang mengalir.

Erosi Angin dan Pembentukan Dune
Atmosfer Venus diperkirakan sekitar 90 kali lebih padat dari Bumi. Meskipun ini membatasi aktivitas angin, beberapa fitur berbentuk gundukan (dune) telah diidentifikasi di Venus. Namun, gambar yang tersedia tidak menunjukkan lanskap hasil aktivitas angin.

Tektonik Lempeng
Aktivitas tektonik lempeng di Venus belum diidentifikasi secara jelas. Batas lempeng belum dikenali. Gambar radar dan peta geologi untuk planet ini tidak menunjukkan rantai gunung berapi linear, sebaran pegunungan, zona subduksi, dan sesar transform yang merupakan bukti lempeng tektonik di Bumi.