Sabtu, 28 Oktober 2017

Dampak Pencemaran Udara yang Paling Berbahaya

Pencemaran udara merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh banyak negara-negara saat ini. Tercemarnya udara yang menjadi sumber daya penting bagi makhluk hidup ini terjadi ketika pada udara yang biasa kita hirup tersebut ada banyak polutan berbahaya. Polutan berbahaya yang mengakibatkan berbagai dampak pencemaran udara tersebut bisa ditimbulkan dari asap mesin kendaraan bermotor, asap industri, dan sebagainya.

Sebelum menyinggung mengenai dampak pencemaran udara, ada baiknya Anda mengetahui kategori polutan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Ada dua jenis polutan yang membuat udara tercemar. Jenis yang pertama adalah polutan primer. Polutan ini merupakan substansi langsung dari benda atau aktivitas yang mencemarkan udara. Contohnya seperti karbon monoksida hasil pembakaran mesin kendaraan bermotor dan sulfur dioksida hasil pengolahan industri.

Jenis polutan yang kedua adalah polutan sekunder. Polutan ini terbentuk dari hasil interaksi dua atau lebih polutan primer. Terjadinya reaksi kimia antar polutan tersebut terjadi di atmosfer. Contoh reaksinya adalah fotokimia. Sedangkan, contoh hasil reaksinya adalah NO dan O yang berasal dari disosiasi NO2.

Dampak pencemaran udara yang umumnya terjadi di kota-kota besar dan sebagian pedesaan ini bisa berupa hal-hal berikut ini.

1. Fenomena Hujan Asam
Salah satu masalah yang dihadapi ketika terjadi pencemaran udara adalah terjadinya hujan asam. Masalah yang juga dihadapi oleh banyak negara ini terjadi ketika zat limbah industri atau asap kendaraan bermotor bereaksi dengan oksigen yang ada di udara. Contoh zat limbah yang dimaksud misalnya sulfur, nitrogen, atau yang lainnya. Ketika zat-zat tersebut berinteraksi dengan O2, terciptalah hasil reaksi baru bernama nitrogen dioksida dan sebagainya. Zat hasil reaksi baru tersebut kemudian bereaksi dengan uap air. Hasil reaksi keduanya kemudian membentuk zat-zat asam seperti asam sulfat dan asam nitrat.

Hasil reaksi antara uap air dengan dioksida berbahaya kemudian berkondensasi. Dari proses tersebut, terbentuklah awan yang mengandung banyak material asam. Saat itulah efek pencemaran udara yang berupa hujan asam terjadi. Lalu, apa dampak buruk dari fenomena ini? Banyak pihak yang akan dirugikan ketika hujan asam terjadi. Bagi manusia, air hujan yang asam dan terkena mata akan membuat mata terasa perih.

Selain itu, air hujan yang bersifat asam juga dapat merusak sarana atau infrastruktur yang terbuat dari logam melalui proses korosi atau pengkaratan. Bagi ekosistem yang hidup di perairan seperti sungai, danau, rawa, laut, dan sebagainya, hujan asam akan membuat ekosistem di wilayah terkait terganggu atau bahkan mati. Demikian pula dengan tumbuhannya yang menyerap unsur dari air hujan asam yang meresap ke tanah. Tanaman atau tumbuhan dapat layu, kering, atau mati.

2. Gangguan Kesehatan
Asap, kabut, atau sejenisnya yang beterbangan dan bercampur dengan udara akan otomatis terhirup oleh makhluk hidup yang ada di lingkungan tersebut. Apabila sering dan banyak terhirup tubuh, sistem pernapasan akan terkena dampaknya. Zat-zat berbahaya yang masuk bersama udara juga bisa membawa virus dan bakteri. Jika dihirup, mereka akan perlahan merusak fungsi organ pernapasan atau organ lainnya dalam tubuh.

Contoh penyakit pernapasan yang bisa terjadi misalnya ISPA, asma, dan sebagainya. Berdasarkan data WHO, dampak pencemaran udara di bidang kesehatan ini menjadi salah satu sebab meninggalnya masyarakat di dunia yang hidup di kawasan berpolusi. Mengingat polusi udara bisa menyebabkan gangguan kesehatan mulai dari yang sederhana hingga gangguan kesehatan kompleks, siapapun disarankan untuk menjaga imunitas tubuh dan lainnya. Jika sedikit saja sistem imunitas tubuh lemah, berbagai penyakit akan dengan mudah mengambil alih.

dampak pencemaran udara

3. Terjadinya Pemanasan Global
Dampak pencemaran udara yang terakhir kali ini adalah efek yang dirasakan jangka panjang. Fenomena pemanasan global sendiri terjadi akibat naiknya suhu rata-rata atmosfer. Peningkatan suhu itu sendiri disebabkan oleh penyerapan panas dan pantulan sinar matahari yang seharusnya dilakukan dengan baik terganggu oleh keadaan atmosfer yang udaranya tercemar berbagai zat polutan seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, metana, dan gas lainnya. Akibat penyerapan dan pemantulan radiasi matahari yang kurang baik di lapisan atmosfer, lapisan ozon semakin menipis sehingga membuat suhu bumi semakin panas. Hal ini kemudian menyebabkan berbagai efek global seperti iklim ekstrem, pencairan es di kutub, peningkatan level air laut, dan sebagainya. Berbagai fenomena tersebut kemudian akhirnya mempengaruhi aktivitas penduduk secara global di berbagai bidang yang salah satunya terhadap hasil pertanian.

Dengan mengetahui berbagai dampak pencemaran udara sebagaimana yang disampaikan di atas, sebagai penduduk bumi, semua orang berkewajiban untuk memikirkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Agar meminimalisir pemanasan global misalnya, semua orang mengurangi jumlah penggunaan kendaraan bermotor serta menggunakan alat atau produk yang ramah lingkungan. Satu hal yang terpenting, masing-masing individu memiliki kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih khususnya udara.