Selasa, 24 Oktober 2017

Dampak Pencemaran Tanah yang Paling Berbahaya

Tanah merupakan bagian penting yang memiliki pengaruh signifikan terhadap mahluk hidup di bumi. Permukaan tanah menjadi tempat makhluk hidup melakukan berbagai aktivitas kehidupan. Selain itu, lapisan tanah yang menyimpan berbagai unsur hara juga penting bagi tumbuhan dan tanaman. Namun, seperti sumber daya lainnya, tanah juga bisa tercemar oleh berbagai polutan berbahaya. Berikut ulasan selengkapnya mengenai dampak pencemaran tanah.

Aktivitas manusia yang meningkat tanpa memperhatikan bagaimana pengolahan limbahnya menyebabkan tanah tercemar oleh berbagai polutan berbahaya. Karena zat tersebut masuk ke tanah, struktur dan sifat tanah menjadi berubah. Perubahan tersebut akhirnya menyebabkan berbagai dampak pencemaran tanah sebagaimana yang akan disebutkan berikut ini.

1. Rusaknya Nilai Estetika Pada Tanah
Salah satu efek negatif dari pencemaran tanah adalah rusaknya fungsi estetika pada tanah. Tanah merupakan bagian penting dalam keindahan lingkungan. Lingkungan yang indah tidak hanya tampak menarik disaksikan namun juga harus nyaman ditempati. Namun, jika nilai-nilai tersebut tidak ada, tentu tidak ada manusia yang ingin tinggal di lingkungan tersebut. Salah satu contohnya seperti penumpukan sampah di atas tanah pada suatu tempat. Sampah yang busuk dan berbau membuat siapa saja tidak betah untuk berlama-lama di sekitarnya.

2. Meningkatkan Pencemaran Udara
Dampak lainnya dari pencemaran tanah adalah meningkatnya pencemaran udara. Mengapa demikian? Penjelasannya bisa dipahami melalui contoh kasus berikut. Sampah atau limbah tertentu yang berada di permukaan tanah akan mengeluarkan berbagai zat ke udara. Zat-zat tersebut nantinya akan bercampur dengan udara yang bersih. Akibatnya, udara menjadi kurang berkualitas dan tercemar. Proses dekomposisi sampah di permukaan tanah juga bisa menciptakan bau menyengat yang merupakan salah satu bentuk pencemaran udara.

3. Timbulnya Wabah Penyakit
Tanah yang tercemar juga bisa menimbulkan berbagai wabah penyakit. Hal ini karena ketika tanah tercemar, ada berbagai jenis bakteri dan virus yang turut berkembang. Ketika bakteri tersebut menjangkiti manusia, hal tersebut bisa menyebabkan seseorang mengalami penyakit. Dampak pencemaran tanah ini juga bisa dialami oleh hewan serta tumbuhan yang terjangkit bakteri atau virus yang berkembang di tanah.

4. Berkurangnya Tingkat Kesuburan Tanah
Dampak pencemaran tanah berikutnya adalah berkurangnya tingkat kesuburan pada tanah. Tanah memiliki elemen kesuburan di dalamnya yang membuat tanaman dan tumbuhan bisa hidup dengan subur. Namun, ketika tanah tercemar oleh berbagai zat berbahaya, tingkat kesuburan tanah ini akan menjadi berkurang. Zat yang membuat berkurangnya kualitas tanah itu sendiri bisa berasal dari limbah organik maupun anorganik. Pada kasus limbah organik, pengurangan tingkat kesuburan tanah terjadi karena penguraian sampah organik berlangsung lama. Sementara itu, penurunan tingkat kesuburan tanah khususnya pada rusaknya struktur tanah oleh limbah anorganik terjadi karena limbah anorganik kurang diolah dengan baik.

dampak pencemaran tanah

5. Rusaknya Kehidupan Ekosistem Pada Lingkungan Tanah
Salah satu media tempat hidup berbagai anggota ekosistem adalah tanah. Namun, apabila berbagai zat dari limbah tertentu mengganggu dan mencemari tanah tempat mereka hidup, anggota ekosistem yang ada tentu akan terganggu. Mereka hanya memiliki dua pilihan, yaitu bertahan atau pergi. Jika bertahan, mereka bisa lama kelamaan mati di tempat tersebut. Sementara itu, apabila pergi, rantai kehidupan akan terkena pengaruhnya. Secara otomatis, seperti apapun alurnya, ekosistem di lingkungan tanah tersebut akan terganggu dan rusak.

Lalu, apa solusi untuk mengatasi berbagai dampak pencemaran tanah tersebut? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama adalah dengan melakukan pembersihan pada tanah yang tercemar. Pembersihan lahan tercemar atau  yang dikenal dengan istilah remidiasi ini dilakukan dengan memberikan injeksi setelah lahan dibersihkan. Cara lainnya  dengan metode remidiasi adalah dengan menggali tanah tercemar dan memindahkannya ke daerah lain. Tanah yang dipindahkan tersebut diberi zat penetral zat pencemar. Tanah yang bisa dinetralkan kemudian bisa dipindahkan kembali ke asalnya. Metode lainnya yang bisa dilakukan adalah bioremidiasi. Cara kedua ini bisa dilakukan dengan mengobati tanah menggunakan komponen mikroorganisme tertentu. mikroorganisme tersebut nantinya akan menguraikan zat pencemar secara alami. Cara alami ini sendiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Walaupun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi pencemaran tanah, namun bukan berarti aktivitas yang menyebabkan pencemaran tanah tetap bisa dilakukan dengan bebas. Mengingat metode untuk mengatasi pencemaran tanah bisa saja belum berhasil atau berhasil namun membutuhkan waktu lama, upaya pencegahan harus tetap dilakukan. Misalnya dengan mengolah limbah organik dan anorganik dengan baik. Selain itu, penggunaan produk yang memicu pencemaran tanah seperti pupuk kimia berlebihan juga perlu diminimalisir.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa ada banyak kalangan yang akan terpengaruh ketika tanah tercemar. Oleh karena itu, sudah sewajarnya bagi setiap orang untuk menyadari bahaya dari dampak pencemaran tanah bagi mereka sendiri maupun lingkungan di sekitarnya.