Minggu, 13 Agustus 2017

Zeolit Menurut Perspektif Geologi

Apa itu Zeolit ? - Zeolit adalah nama kelompok besar mineral yang mempunyai sifat atau ciri utama porous, tersusun atas mineral aluminosilikat (struktur dasar mereka saling interloking tetrahedral pada SiO4 dan AlO4) yang mengandung cukup banyak air, serta tingginya kemampuan pertukaran kation. Sifat yang demikian membuat zeolit banyak di fungsi kan sebagai bahan penyerap.

Baca juga: Pirit Sebagai Mineral Petunjuk Adanya Emas

Nama zeolit sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, yaitu "zeo" yang berarti "mendidih", dan "litos" yang berarti "batu". Zeolit diberi nama seperti itu karena saat kamu memanaskannya, maka mereka biasanya melepaskan air dalam bentuk uap.

Zeolit adalah group mineral dimana ada puluhan mineral dalam group zeolit, diantaranya adalah natrolite, tschernichite, gmelinite, serta masih banyak lagi lainnya. Kamu bisa melihat daftar mineral zeolit DISINI.

Zeolit adalah mineral, bukan batuan


Pembentukan Zeolit

Mineral Zeolit sering terbentuk melalui interaksi batuan vulkanik, abu serta air tanah alkali. Dengan demikian, Kamu dapat sering menemukan kristal zeolit spektakuler nan sangat indah dalam rongga (vesicle) maupun vugs pada batuan vulkanik seperti basalt ( biasanya dalam bentuk amygdules atau rongga berisi kristal zeolit ). Zeolit juga dapat terbentuk dengan cara mengkristal di cekungan laut dangkal.

Baca juga: Olivin Adalah Kakak Semua Mineral

Kegunaan Zeolit

Kegunaan mineral zeolit sangat luar biasa untuk menyerap, menahan, melepaskan, serta menukar bahan kimia, nutrisi, racun maupun ion yang berbeda sesuai kebutuhan. Berikut ini beberapa manfaat ataupun kegunaan zeolit di beberapa bidang :
  • Pengendalian Pencemaran: Mampu meningkatkan aktivitas biologis, mengurangi volume maupun bau lumpur, mengurangi kadar amonia.
  • Pertambangan: Remediasi tambang melalui penyerapan dan retensi logam berat berbahaya serta limbah metalurgi lainnya.
  • Pemupukan: Mampu mencegah leeching dan menahan nutrisi berharga seperti amonium nitrat, potasium, magnesium dan kalsium,
  • Hortikultura: Mempertahankan nutrisi lebih lama untuk menurunkan biaya pupuk serta mengurangi leeching unsur hara.
  • Stockfeeds: Mengurangi keracunan amonia, menaikkan kadar nitrogen dalam pupuk, serta membatasi tingkat kelembaban dalam limbah organik.
  • Akuakultura: Mengurangi tingkat amonia di dalam kolam dan tangki, sebagai Filtrat air besih di tangki.
  • Gambut: Menghasilkan peningkatan gambut yang signifikan, meningkatkan kadar potassium tanah, meningkatkan secara permanen kapasitas tukar kation di gambut.
  • Vermikultura: Sebagai perangkap nitrogen melalui pertukaran kation, menyerap dan mengikat logam berat, menstabilkan nilai pH; Meningkatkan nilai gizi dari vermicast.