Jumat, 11 Agustus 2017

Batu Riolit : Pengertian, Ciri-Ciri, dan Proses Terbentuknya

Apa itu Riolit ? - Riolit adalah batuan beku ekstrusi dengan kandungan silika sangat tinggi. Riolit biasanya berwarna pink atau abu-abu dengan butiran mineral sangat kecil sehingga sulit diamati tanpa lensa tangan (loupe). Riolit terdiri dari kuarsa, plagioklas, serta sanidin, dengan sejumlah kecil hornblende dan biotit.

Gas yang terjebak sering menghasilkan "vugs" di riolit. Vugs di riolit ini sering terisi bahan kristal, opal, ataupun kaca. Banyak riolit terbentuk dari magma granitik yang sebagian telah didinginkan di bawah permukaan.

Baca juga: Macam-macam Jenis Batuan Beku Serta Contohnya

Saat magma tipe granitik ini meletus, batuan dengan dua ukuran butir bisa terbentuk, yaitu butiran kristal besar yang terbentuk di bawah permukaan disebut fenokris, dan kristal kecil yang terbentuk di permukaan disebut groundmass (massa dasar).

Riolit biasanya terbentuk pada erupsi vulkanik kontinental (benua) dimana magma granitik mencapai permukaan. Riolit jarang diproduksi pada erupsi di samudera.

Riolit batuan beku ekstrusif

Letusan Magma Granitik

Letusan magma granitik bisa menghasilkan riolit, batu apung, obsidian, atau tuf. Batuan-batuan ini memiliki komposisi sama namun berbeda kondisi pendinginannya.

Letusan eksplosif menghasilkan tuf dan batu apung, sedangkan letusan efussive menghasilkan riolit ataupun obsidian jika lavanya mendingin dengan cepat. Jenis batuan yang berbeda ini semuanya dapat ditemukan pada sebuah produk erupsi tunggal.

Letusan magma tipe ini jarang terjadi. Sejak tahun 1900 hanya tiga yang diketahui telah terjadi, yaitu di Gunung Berapi St. Andrew di Papua Nugini, Gunung Api Novarupta di Alaska, serta Gunung Chaiten di Cile.

Magma tipe ini kaya akan silika dan seringkali mengandung gas hingga beberapa persen beratnya. Karena magma yang telah keluar sifatnya dingin, maka silika akan mulai membentuk molekul kompleks. Inilah mengapa magma granitik mempunyai viskositas tinggi sehingga menyebabkannya bergerak sangat lamban.

Baca juga: Apa itu Batu Sabak ?

Kandungan gas tinggi dan viskositas tinggi magma granitik sangat cocok untuk menghasilkan letusan eksplosif. Viskositasnya bisa begitu tinggi sehingga gas hanya bisa meloloskan diri dengan meledakkan magma keluar dari ventilasi vulkanik.

Magma granitik telah menghasilkan beberapa letusan gunung berapi paling eksplosif dalam sejarah Bumi. Contohnya Yellowstone-Wyoming, Long Valley-California, serta Valles-New Mexico. Bekas letusan mereka sering ditandai dengan kaldera besar.

Kubah Lava (Lava Dome)

Lava riolitik yang lamban perlahan bisa keluar dari gunung berapi dan menumpuk di sekitar lubang (vent) vulkanik. Ini bisa menghasilkan struktur berbentuk gundukan, dikenal sebagai "kubah lava". Beberapa kubah lava telah tumbuh setinggi beberapa ratus meter.

Kubah Lava bisa sangat berbahaya. Sebagai bentuk dari extrud magma tambahan, kubah dapat rapuh dan menjadi sangat retak serta tidak stabil. Tanah disekitarnya juga bisa berubah kemiringannya saat gunung berapi mengembang dan berkontraksi. Aktivitas ini bisa memicu runtuhnya kubah.

Baca juga: Batuan Sebagai Lapisan Utama Planet Bumi

Runtuhnya kubah lava bisa menurunkan tekanan pada proses ekstrusi magma. Perubahan tekanan secara tiba-tiba ini bisa mengakibatkan ledakan. Hal ini juga bisa mengakibatkan puing-puing longsor material jatuh dari kubah tersebut. Banyak aliran piroklastik dan debu vulkanik dipicu oleh runtuhnya kubah lava.

Riolit menjadi batuan utama penyusun Kubah Lava

Gamestone dalam Riolit

Banyak deposit gamestone atau batu permata berada pada riolit (host-nya). Ini bisa terjadi karena lava granitik tebal yang membentuk riolit sering mendingin dengan cepat sementara kantong gas masih terjebak di dalam lava. Karena lava cepat mendingin, gas yang terperangkap tidak dapat melarikan diri dan membentuk rongga yang dikenal sebagai "vugs".

Baca juga: Apa itu Batuan Beku Dalam ?

Kemudian, ketika aliran lava telah didinginkan dan gas hidrotermal atau aliran air tanah melewatinya, bahan-bahan lain dapat mengendap di dalam vugs. Inilah bagaimana beberapa deposit terbaik dunia dari red beryl, topaz, jasper, dan opal terbentuk. Pemburu batu permata telah mempelajari ini dan selalu mencari-cari riolit vuggy.