Tuesday, April 11, 2017

Mengenal Mineralisasi Emas-Tembaga (Au-Cu) Sulfidasi Tinggi

Jumpa lagi bersama Geologinesia.com, sebuah portal informasi yang memberikan pengetahuan dasar tentang geologi dan ilmu bumi lainnya. Pada kesempatan ini, geologinesia akan membahas secara ringkas mengenai tipe mineralisasi emas-tembaga sulfida tinggi. Untuk memahami alur materi ini, diharapkan sobat geologinesia sudah membaca artikel-artikel yang diposting sebelumnya mengenai emas atau sobat bisa melihat daftar isi dan label pada laman blog ini agar mempermudah pencarian atas postingan sebelumnya.


Perlu diketahui bahwa model endapan emas-tembaga (Au-Cu) sulfidasi tinggi sama dengan model endapan tipe porfiri yaitu terdapat di jalur gunungapi dan hanya sedikit ditemukan di busur belakang. Jenis deposit ini pada awalnya terbentuk dari larutan asam panas yang didominasi oleh gas reaktif yang berasal dari magma, uap, dan gas (H2O, CO2, SO, HCl, HF).

Selanjutnya, magma, uap, dan gas-gas tersebut akan naik dan berpindah secara vertikal dan lateral melalui patahan/struktur serta melalui permeabilitas batuan untuk selanjutnya akan bereaksi dengan batuan samping dan mengalami proses pencampuran larutan. Tipe endapan emas-tembaga sulfida tinggi ini lebih sering bereaksi dengan batuan volkanik yang bersifat alkali (kalk-alkali).

Jenis cebakan dari tipe yang seperti ini biasanya adalah lode emas kuarsa dan epitermal. Endapan emas epitermal sulfidasi tinggi dapat berupa urat-urat hidrotermal kuarsa, karbonat, barit, dan fluorit yang mengandung emas native atau emas telurida serta sejumlah perak.


emas-tembaga Au-Cu Sulfidasi Tinggi
Gambar model endapan emas epitermal sulfidasi tinggi.

Secara umum, endapan sulfidasi tinggi ini terbentuk sebagai akibat pengisian rongga-rongga oleh larutan hidrotermal dan sering terjadi pada batuan-batuan volkanik Tersier yang mengalami proses alterasi kuat. Kenampakan di lapangan umumnya terbentuk pada batuan andesit dan riodasit yang memperlihatkan daerah ubahan yang luas, umumnya beberapa km persegi.


Daerah yang prospek untuk model cebakan mineralisasi logam ini terdapat di Miwah bagian Kepala Burung dan Bomberai (Papua), serta di Rinca dan Watuasa (NTT). Dengan semakin gencarnya eksplorasi emas di wilayah indonesia, diharapkan akan bermunculan tipe-tipe mineralisasi logam yang lebih bervariatif, sehingga dapat menambah wawasan kita mengenai model depositnya.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner