Jumat, 03 Maret 2017

Mengenal Tipe Mineralisasi Emas-Tembaga Porfiri dan Skarn

Emas-tembaga pada porfiri umumnya terletak di lingkungan busur kepulauan (island arc). Daerah tersebut mengalami penunjaman (subduction) yang kuat sehingga terjadi pengendapan mineralisasi porfiri (kasar), sebagai contoh misalnya busur magmatik PNG-Papua. Asosiasi emas dengan tembaga porfiri secara umum dibentuk oleh batuan kalk-alkalin sampai alkalin pada busur volkanik dan pada umumnya busur tersebut berasosiasi dengan penunjaman.


Sedangkan cebakan skarn terbentuk pada daerah magmatisme yang mengintrusi batugamping. Intrusi pada umumnya berhubungan dengan deposit-deposit porfiri dari batuan diorit, granit, tonalit, monzonit, dan granodiorit. Intrusi ini umumnya menjadi batuan beku dalam (stock) vertikal (1 - 2 km).

Kebanyakan deposit emas-tembaga porfiri dan skarn terjadi pada sekitar 2 juta tahun yang lalu (Tersier - Miosen). Tatanan tektonik skarn banyak berhubungan dengan sistem porfiri pada batas pemekaran lempeng (convergent plate margin), terutama pada batas benua yang aktif bergerak (active continental margin). Pada busur kepulauan, magma berkomposisi menengah - basa yang berasosiasi dengan batugamping terumbu sering menghasilkan cebakan skarn yang kaya magnetit.

Au-Cu dan Skarn
Gambar berbagai model pembentukan endapan tipe porfiri.

Jenis cebakan emas yang terbentuk pada tipe mineralisasi seperti ini adalah biasanya dalam bentuk lode emas kuarsa, tersebar (disseminated), dan mineral ikutannya. Lode emas kuarsa terdiri dari berbagai jenis endapan. Walaupun demikian, semua endapan lode adalah urat-urat kuarsa-emas yang berasal dari pengendapan larutan hidrotermal, baik itu berupa penggantian (replacement) unsur-unsur pada dinding batuan maupun berupa pengisian rongga-rongga terbuka (cavity filling) di sepanjang zona rekahan.

Pada endapan emas tersebar (disseminated) terdiri dari butiran-butiran halus emas yang tersebar di dalam batugamping lempungan dan batugamping dolomitan. Bijih ini terbentuk karena proses penggantian oleh larutan hidrotermal terhadap unsur-unsur pada batuan induk, sedangkan endapan emas ikutan terbentuk sebagai unsur ikutan dalam bijih logam dasar dan hanya bisa diperoleh bila konsentrat logam dasar tersebut dilebur atau dimurnikan.


Contoh cebakan emas yang berasosiasi dengan tembaga pada porfiri dan skarn adalah Ertzberg dan Grasberg (Papua), Batu Hijau (NTB), Tombalilato (Sulawesi Utara), Pulau Bacan, Kailaka, Sayoang, Raroang, Raiau, Pigaraja (Maluku), dan Tapanuli Selatan (Sumatera Utara).