Monday, March 20, 2017

Geologi Busur Halmahera

loading...
Hai sobat geologinesia, jumpa lagi kita pada postingan yang dapat mengasah keilmuan tentang geologi regional indonesia, yang nantinya sangat berguna pada tahap awal melakukan prospeksi mineral logam dan deposit penting lainnya. Pada kesempatan ini, geologinesia akan membahas mengenai "geologi busur halmahera" yang cukup kompleks. Diharapkan melalu postingan ini dan beberapa postingan lainnya mengenai "busur-busur di Indonesia". dapat dijadikan referensi yang berguna untuk mendukung basic keilmuan kalian.


Busur Halmahera melampar dari Pulau Bacan di bagian selatan menerus ke arah bagian utara dari lengan Pulau Halmahera dan menerus ke bagian barat Pulau Morotai. Batuan dasar tersingkap di bagian selatan dari busur ini,  di Pulau Bacan terdiri dari sekis dengan batuan basaltik dan andesitik berumur Paleogen terdapat di bagian utara (Sufni Hakim dan Hall, 1991). Batuan Paleogen tersebut menumpang pada ofiolit dimana secara stratigrafi menumpang di atas sekis Bacan.

Stratigrafi Pulau Halmahera dan Pulau Waigeo mirip dengan stratigrafi bagian timur Mindanao (Hall dkk, 1991). Kemungkinan daerah ini pada saat Paleogen berada pada satu lempeng, dan ofiolit Halmahera-Waigeo merupakan bagian dari ofiolit New Guinea - bagian timur Pulau Sulawesi dan menerus ke daerah Mindanao (Mitchell dan Leach, 1991).


Lokasi Busur Halmahera
Gambar Lokasi Busur Halmahera.

Sekis Bacan merupakan batuan malihan, sebagai batuan dasar yang termasuk bagian Sula-Buton-Bumbulan bagian dari kontinen New Guinea dan ofiolit Waigeo tersesarkan naik ke arah selatan (Chariton dkk, 1991) dan menumpang pada Sekis Bacan pada Oligosen. Setelah itu, saat New Guinea bergerak ke arah utara, Halmahera terputar dan kemungkinan bergerak ke arah barat pada patahan Sorong selama proses penunjaman di Laut Molucca dengan arah timur.

Busur andesitik di Halmahera terdiri dari batuan terobosan dan batuan gunungapi Neogen yang setempat-setempat dan tertutup endapan gunungapi Kuarter. Batuan eruptif Neogen terbentuk pada Akhir Miosen atau Pliosen (Sufni Hakim dan Hall, 1991).


Terobosan tonalit di Bacan kemungkinan berumur lebih tua. Terobosan tersebut merupakan akibat adanya penunjaman ke arah selatan disertai pembentukan ofiolit di Halmahera dan balik busur. Hal ini ekuivalen dengan pembentukan batuan Gunungapi Moon dan diorit Utawa di Papua. Batuan gunungapi Akhir Neogen berhubungan dengan penunjaman di Laut Maluku, dimana Halmahera bergerak ke arah barat.
loading...
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner