Kamis, 09 Februari 2017

Pembentukan Gas Metana dalam Proses Pembatubaraan (Coalification)

Dari judul diatas muncul 3 pertanyaan yang perlu kita pahami yaitu: apa itu gas metana?, apa itu proses pembatubaraan (coalification), dan bagaimana hubungannya gas metana dan proses pembatubaraan?. Metana adalah hidrokarbon paling sederhana dalam wujud gas dengan rumus kimia CH4. Sifat gas metana pada suhu ruangan dan tekanan standar adalah tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah terbakar. Sedangkan proses pembatubaraan (coalification) adalah proses pembentukan batubara yang melibatkan proses biologi, kimia, dan fisika. Lalu, bagaimana hubungan antara keduanya?? simak penjelasannya di bawah ini.


Secara sederhana, proses pembentukan batubara diawali oleh adanya pertumbuhan tanaman pembentuk batubara di lingkungan rawa, kemudian tumbuhan tersebut mati, terbenam, dan terawetkan melalui proses biokimia. Dalam proses biokimia, adanya aktifitas bakteri mengubah bahan sisa-sisa tumbuhan menjadi gambut (peat).

Pencarian lainnya yang berhubungan dengan artikel ini adalah: metana, rumus kimia metana, gas metan, gas metana, gas metana batubara, apa itu metana, sifat gas metana, dampak gas metana, apa itu gas metana, metana CH4, sifat metana, pengertian gas metana, pengertian metana. Proses pembentukan batubara, proses coalification, genesa batubara, hidrokarbon dalam batubara, bagaimana proses pembatubaraan, gas dalam batubara.

Gambut yang telah terbentuk lambat laun tertimbun oleh endapan-endapan lainnya seperti batulempung, batulanau, dan batupasir. Proses berubahan gambut menjadi batubara selanjutnya didominasi oleh proses fisika dan geokimia, dimana pengaruh temperatur, tekanan kedalaman burial, gradien geotermal, dan juga lamanya waktu pembebanan sangat signifikan.


hubungan pembentukan gas metana dengan batubara
Skema hubungan proses pembatubaraan dan hidrokarbon (Flores, 2014).
Proses pembatubaraan atau biasa dikenal dengan istilah "coalification" akan mengubah gambut menjadi batubara lignit, batubara bituminous, sampai batubara antrasit. Selama proses pembatubaraan, sejumlah besar air dihasilkan bersama-sama dengan gas. Gas yang terbentuk sebagian besar berupa metana (CH4) lebih besar dari 90%, sedangkan gas lain berupa etan (c2), propan (C3), butan (C4), carbon dioxide (CO2), alkanes, nitrogen (N2), Argon (Ar), hydrogen (H2), helium (He), dan hydrogen sulphide (H2S) (Rice, 1993). Sebagai catatan, C1, C2, C3, dan C4 adalah singkatan yang biasa digunakan dalam dunia industri dan akademik untuk merujuk pada gas metana, etana, propana, dan butana.

Gas yang terbentuk selama proses "coalification" atau pembatubaraan dapat dikelompokan menjadi 2 (dua) jenis yaitu: "inert gas" dan "productif gas". Gas produktif (metan, etan, propan, butan, dll) adalah gas-gas yang memiliki nilai keekonomian karena menghasilkan panas ketika dibakar.


Sedangkan inert gas (CO2, N2, dan H2S) adalah jenis gas yang tidak bereaksi ketika mengalami proses pembakaran, sehingga tidak memiliki nilai keekonomian (Moore, 2012). Metana adalah gas yang paling banyak dihasilkan dari proses pembatubaraan dan menarik perhatian karena karakteristiknya sebagai sumber energi.