thumbnail

MENGENAL PLACER KOLUVIAL

Placer Koluvial terkonsentrasi akibat pergerakan material dari hasil lapukan batuan di lereng yang agak dekat dengan sumber batuan/mineralnya. Mekanisme transportasi endapan ini disebabkan oleh air hujan yang mempengaruhi pergerakan material di permukaan ketika air hujan tersebut mengguyur permukaan bumi; dan aliran-aliran air hujan serta sheet flow mencuci material-material yang lebih ringan ke arah jarak yang sedikit lebih jauh dari sumber material tersebut.


Laju pergerakan material yang akan membentuk placer koluvial bervariasi dan tergantung pada sudut kelerengan, serta kuantitas material sedimen. Proses ini dikontrol oleh gaya berat (gravity) serta oleh kemampuan sedimen untuk menahan tekanan dari material yang ada di atasnya. Sebenarnya proses pembentukan endapan ini bersifat memperkecil ukuran partikel yang letaknya sedikit agak jauh dari singkapan, kemudian bergabung dengan adanya tambahan kandungan lempung, sehingga ketebalan koluvial bertambah ke arah downslope.

penampang placer koluvial
Gambar penampang placer koluvial (Mcdonald,1983).

Gambar diatas memperlihatkan penampang dan tampak atas dari endapan koluvial. Pada penampang terlihat bahwa ketebalan endapan relatif lebih besar pada lereng yang agak datar, sedangkan pada tampak atas terlihat lidah-lidah endapan koluvial yang memanjang mengikuti lereng yang terjal (ini merupakan ciri khas endapan koluvial menurut Mcdonald).

Endapan Placer Koluvial tidak banyak ditemukan sebagai endapan ekonomis yang dapat ditambang, kecuali dalam skala kecil seperti yang dijumpai di Barjor, Madhya Pradesh, India. Sebenarnya endapan koluvial ini merupakan suatu pertengahan mekanisme transfer antara sumber batuan dengan lingkungan fluvial yang didominasi oleh tenaga hidro-dinamik (perhatikan gambar diatas bagian a).


Dalam kasus tertentu, tahap koluvial dapat hilang atau tidak terbentuk ketika sungai sangat dekat dengan tubuh-bijih atau memotong singkapan bijih (dalam kasus inilah, di mana endapan koluvial bisa saja tidak terbentuk, atau tidak selamanya ada, maka sebagian besar ahli tidak memasukkannya ke dalam klasifikasi, di samping sudah dijelaskan di bagian terdahulu bahwa istilah koluvial bisa menimbulkan kerancuan karena sinonim dengan talus). Bagaimanapun, pada keadaan normal placer fluvial tergantung pada lingkungan koluvial, yang mempunyai peran sebagai penyedia (supplier) sedimen.
thumbnail

Pengertian, Jenis, dan Fungsi Tekstur Tanah

Pengertian Tekstur Tanah

Tekstur tanah merupakan salah satu dari beberapa sifat fisik tanah seperti warna tanah, struktur tanah, kadar air, bulk density, dan lain sebagainya. Tekstur Tanah adalah perbandingan relatif antara fraksi-fraksi debu, liat, dan pasir dalam bentuk persen. Tekstur tanah erat hubungannya dengan kekerasan, permeabilitas, plastisitas, kesuburan, dan produktivitas tanah pada daerah tertentu. Tekstur tanah mengindikasikan perbandingan relatif berbagai golongan partikel tanah dalam suatu massa. Ukuran relatif partikel tanah di implementasikan dalam bentuk tekstur yang mengacu pada kehalusan atau kekasaran tanah.

Baca juga: Macam-macam Jenis Tanah dan Urutan Susunannya

Jenis Tanah Berdasarkan Tekstur

Hanafiah (2005) menyebutkan bahwa tanah yang didominasi liat akan memiliki pori-pori kecil (tidak porous). Tanah yang didominasi oleh pasir akan memiliki pori-pori besar (lebih porous). Sedangkan tanah yang didominasi debu akan memiliki pori-pori sedang (agak porous). Berdasarkan kelas teksturnya maka tanah dapat digolongkan menjadi:
1. Tanah bertekstur halus atau kasar berliat; artinya tanah yang memiliki minimal 37,5% liat, baik itu liat berdebu dan atau liat berpasir. 
2. Tanah bertekstur sedang atau tanah berlempung; artinya tanah ini tersusun atas:
a) Tanah bertekstur sedang, mencakup tanah dengan tekstur lempung berdebu (silty loam), lempung berpasir sangat halus, lempung (loam), atau debu (silt).
b) Tanah bertekstur sedang tetapi agak kasar, mencakup tanah yang bertekstur lempung berpasir halus atau lempung berpasir (sandy loam).
c). Tanah bertekstur sedang dan agak halus, meliputi lempung liat berdebu (sandy silt loam), lempung liat berpasir (sandy clay loam), serta lempung liat (clay loam). 
3. Tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir; artinya tanah yang memiliki minimal 70% pasir, dan atau bertekstur pasir, dan atau pasir berlempung.

jenis tanah berdasarkan tekstur
Jenis-jenis tanah berdasarkan kelas teksturnya.

Fungsi Tekstur Tanah

Tekstur tanah dapat berfungsi menentukan tata air di dalam tanah yaitu berupa penetrasi, kecepatan infiltrasi, serta kemampuan mengikat air. Tekstur tanah sangat menentukan reaksi fisik dan kimia di dalam tanah, karena ukuran partikel tanah bisa menjadi faktor penentu luas permukaan tanah. Fraksi debu dan pasir memiliki aktivitas permukaan yang minim (rendah), sehingga secara kimia dan fisika bisa dianggap tidak aktif. Sedangkan Fraksi liat merupakan yang terpenting karena memiliki luas permukaan yang maksimal (tinggi).

Fraksi liat bisa menaikkan kemampuan pertukaran kation. Selain itu sistem dari koloid liat merupakan "cementing agent" (agen pengikat) yang sangat penting dalam sistem agregasi tanah. Tanah dengan tekstur halus memiliki luas permukaan yang minimal, sehingga sulit untuk menahan air dan menyerap unsur-unsur yang ada pada tanah. Tanah dengan tekstur liat mempunyai luas permukaan yang maksimal, sehingga daya tahan dan daya simpan terhadap unsur hara cukup tinggi (Hardjowigeno 2003).

Apabila conto tanah dianalisa maka hasilnya akan selalu menunjukkan bahwa tanah tersebut memiliki partikel-partikel yang ukurannya bermacam-macam, ada yang memiliki ukuran sangat halus, koloid, halus, sangat kasar, dan kasar. Ukuran partikel-partikel yang demikian telah diklasifikasikan ke dalam grup atau kelompok-kelompok tertentu atas dasar diameternya, tanpa melihat komposisi warnanya, kimianya, berat, ataupun sifat-sifat yang lainnya. Analisa partikel dimana partikel-partikel tanah tersebut dipisahkan sering disebut dengan istilah analisa mekanis tanah. Analisa seperti ini menghasilkan model distribusi sesuai dengan ukuran-ukuran partikel tanah (Hakim et al, 1986).

Baca juga: Klasifikasi Tanah Menurut USDA

Tekstur tanah sangat mempengaruhi kemampuan aerasi, infiltrasi, serapan air, ketersediaan air di dalam lapisan tanah, serta laju pergerakan air (perkolasi). Oleh karena itu, tekstur tanah juga secara tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan pertumbuhan tanaman, perakaran, serta penghematan dalam pemupukan. Penentuan tekstur tanah dapat dilakukan berdasarkan 2 metode, yaitu metode hydrometer dan metode pipet. Penentuan pemakaian kedua jenis metode itu berdasarkan perbedaan kecepatan partikel di dalam air.

Referensi:
Hanafiah, K.A. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Hardjowigeno, S. 1992. Ilmu Tanah. Edisi III. PT. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.
thumbnail

Prinsip Konsentrasi Mekanik pada Endapan Placer (Mechanical Concentration)

Pada pembentukan endapan placer, setelah mengalami pelapukan, material-material yang terkominusi, akan tercuci secara perlahan ke arah downslope, dan terbawa menuju ke sungai atau pantai terdekat. Pergerakan (aliran) air sungai akan menyapu dan membawa pergi matriks yang ringan, sedangkan mineral-mineral placer yang berat akan tenggelam ke dasar atau bergerak ke arah downstream dengan jarak yang relatif lebih pendek.


Gelombang dan arus pantai juga akan memisahkan mineral-mineral berat dengan yang ringan dan butiran-butiran yang kasar dengan yang halus. Dari ribuan ton debris, sejumlah kecil mineral berat dalam setiap tonnya akan terkonsentrasi secara gradual di dalam gravel-gravel sungai atau pantai, sampai akumulasinya mencapai kondisi limpahan yang cukup untuk terbentuknya endapan placer. Sebenarnya, jumlah emas dalam ribuan ton matriks, terkonsentrasi hanya dalam volume yang relatif kecil.

situs pengendapan placer
Gambar Penampang Situs-situs Pengendapan Placer (Smirnov,1976).

Proses konsentrasi mekanik berlangsung berdasarkan sejumlah prinsip dasar yang terutama melibatkan faktor-faktor atau perbedaan-perbedaan berat jenis, ukuran, dan bentuk partikel, yang kesemuanya dipengaruhi oleh kecepatan aliran (moving fluid). Prinsip-prinsip dasar tersebut, adalah :

(1) Di dalam tubuh air, mineral yang lebih berat akan tenggelam lebih cepat daripada yang ringan walaupun ukurannya sama. Tambahan lagi, perbedaan berat jenis akan lebih diperkuat di dalam air dibandingkan di udara. Sebagai contoh, rasio antara emas (BJ 19) terhadap kuarsa (BJ 2,6) sebagai berikut :
Emas di udara 19 / Kuarsa di udara 2,6  =  7,3 / 1
Emas di air 19-1 / Kuarsa di air 2,6-1  =  11,2 / 1

(2) Tingkat pengendapan dalam air juga dipengaruhi oleh permukaan spesifik dari setiap partikel. Jika terdapat dua bola dengan berat yang sama tetapi ukuran berbeda, maka yang lebih kecil, dengan permukaan yang lebih kecil, yang tentu saja lebih sedikit mengalami pergesekan (friction) dalam air, akan tenggelam lebih cepat. 

(3) Bentuk partikel juga mempengaruhi tingkat pengendapan. Pellet yang bulat memiliki permukaan spesifik yang lebih kecil dibandingkan dengan disk yang rata dan tipis (pipih); dengan berat yang sama, pellet akan tenggelam lebih cepat. Sehubungan dengan hal ini, maka spekularit dan molibdenit yang bentuknya flaky (berlapis-lapis pipih), sulit untuk terkonsentrasi melalui gravitasi, walaupun BJ-nya tinggi.


(4) Faktor lain yang berpengaruh yaitu efek pergerakan air. Kemampuan suatu tubuh air (atau udara) yang mengalir untuk mentransport suatu material padat bergantung pada kecepatan dan variasi kecepatannya per satuan persegi. Suatu aliran air yang cepat dapat membawa pergi substansi yang tak mampu dibawa oleh aliran yang tenang atau lambat. Jika kecepatannya bertambah/meningkat dua kali lipat, tenaga transportasinya akan bertambah sekitar empat kali lipat, dan material-material yang semula diam akan terbawa bergerak. Sebaliknya, jika kecepatannya menurun dua kali lipat, maka sebagian besar material yang semula terbawa/tertransportasi akan mengendap. Sehubungan dengan hal tersebut, mineral-mineral placer akan terendapkan pada saat kecepatan arus menurun. 

(5) Telah diketahui bahwa aliran air yang cepat akan meningkatkan perbedaan tingkat pengendapan berdasarkan BJ, dan jika partikel-partikel emas dan kuarsa terendapkan dalam kondisi air yang bergerak, maka emas akan mampu terendapkan langsung ke dasar sedangkan kuarsa akan terbawa sedikit ke arah downstream (hilir). 

(6) Faktor permukaan spesifik kemudian juga ikut bekerja; dari dua partikel dengan berat yang sama, maka partikel yang memiliki permukaan spesifik yang lebih besar akan mengalami peningkatan kecepatan tertransport dibandingkan dengan partikel yang lain, sejalan dengan bertambahnya kecepatan aliran. Sehingga, mika yang pipih akan terpisah dari kuarsa, dan material-material yang lebih halus akan terpisahkan dari yang kasar.

(7) Faktor lain yang juga ikut bekerja, adalah bahwa partikel dalam bentuk suspensi lebih siap untuk tertransport oleh aliran bergerak dibandingkan dengan yang dalam bentuk lain. Bayangkan jika kita mengaduk gula yang berada di dasar cangkir, demikian juga yang terjadi di sungai atau pantai di mana arus akan mampu mengaduk dan mengangkat substansi-substansi ringan dari dasar dan men”desir”kannya pergi meninggalkan tempat asalnya. Dengan demikian proses ini membantu terpisahkannya mineral-mineral yang berat dengan yang ringan, menuju ke tahap konsentrasi.


(8) Juga, aksi putaran dan adukan sungai dan gelombang menstimulasi getaran atau “tarian” ke arah atas (upward pulsation) sehingga terjadi proses “pencucian” di dalam mana mineral yang lebih ringan akan terangkat ke tempat yang lebih tinggi daripada mineral yang lebih berat, sehingga mineral-mineral ringan tersebut lebih mudah terbawa pergi oleh air bergerak. 

(9) Aksi “tarian” tersebut mampu menyebabkan partikel-partikel emas tersebar melalui/melewati/menembus (through) gravel-gravel dasar dan terkonsentrasi di bawahnya, walaupun gravel-gravel tersebut tebal – emas yang lebih kasar akan berada di bawah, dan yang lebih halus di atas.

Berbagai faktor tersebut di atas bekerja secara bersama-sama dalam memisahkan mineral-mineral yang ringan dan halus dari mineral-mineral yang berat dan kasar; dan melalui aksi yang kontinyu, mineral-mineral placer akhirnya terkonsentrasi secara memadai dan membentuk endapan yang ekonomis.

Dengan demikian bisa dimengerti bahwa dalam proses konsentrasi mekanik terhadap mineral-mineral placer, faktor kecepatan air sangatlah menentukan (sangat membantu). Jika kecepatannya terlalu rendah, material-material yang ringan tidak akan terbawa dan terpisahkan dari yang berat. Sebaliknya jika kecepatannya terlalu tinggi, mineral-mineral placer juga akan tersapu pergi dan mungkin akan terhambur secara tak karuan.

Penurunan atau pengurangan kecepatan aliran, baik itu di sungai, di arus pantai, maupun arus bawah, akan menyebabkan terjadinya pengendapan dan akumulasi. Di sungai, perubahan gradien, meandering, pelebaran (spreading), atau gangguan-gangguan (halangan-halangan) lain yang mampu menyebabkan terjadinya penurunan kecepatan aliran, akan bisa menyebabkan mineral-mineral yang lebih berat terendapkan dan terakumulasi.

Berbagai gesekan dan tumbukan yang dialami mineral-mineral placer selama mengalami “tarian” ke atas (upward pulsation) dan selama tertransportasi, akhirnya dapat mengakibatkan hancurnya mineral-mineral yang tak berdayatahan lama (non-durable) sehingga menjadi bubuk (powder), mengakibatkan membundarnya sudut-sudut yang runcing dari mineral yang durable, serta terkompakkan dan teratakannya mineral-mineral yang malleable (lentur).

Dengan demikian gambaran-gambaran tersebut merupakan kriteria yang menunjukkan jumlah atau kuantitas konsentrasi atau jarak yang telah ditempuh oleh mineral-mineral placer tersebut. Sebagai contoh, emas placer yang menyudut dan runcing, tentu saja tidak jauh dari sumbernya, dan prinsip ini bisa digunakan oleh prospektor yang cerdik dalam pencariannya menuju ke “mother lode” atau sumber emas tersebut.

Suatu hal yang esensial dalam proses mechanical concentration adalah bahwa kontinyuitas suplai dari mineral placer bisa membentuk konsentrasi yang memadai. Ini berarti bahwa daerah-daerah yang paling favorable adalah daerah yang intensitas pelapukannya tinggi dan relief topografinya kuat; pelapukan penting dalam hal membebaskan atau melepaskan mineral-mineral placer, dan relief penting dalam memungkinkan debris dari pelapukan tersebut untuk terbawa ke arah sungai atau pantai.

Plato atau peneplain tidak dapat mensuplai debris yang banyak. Daerah lain yang favorable adalah daerah-daerah dimana terjadi rejuvinasi (peremajaan) sungai oleh pengangkatan resen, dimana lembah-lembah baru memotong lembah-lembah yang lebih tua, sehingga menyebabkan terjadinya rewashing dan rekonsentrasi dari gravel-gravel yang ada sebelum terjadinya pengangkatan tersebut. Semakin sering rekonsentrasi seperti ini terjadi, semakin besar pula tingkat konsentrasi yang dihasilkannya.


Jika pelapukan menghasilkan debris pada lereng suatu bukit, partikel-partikel yang lebih berat akan bergerak ke arah downslope lebih lambat daripada partikel yang ringan, membentuk konsentrasi yang tinggi dalam bentuk placer eluvial. Kalau terjadi transportasi dengan media air, maka konsentrasinya bisa terjadi di sungai, membentuk endapan placer sungai (placer aluvial), atau di pantai, membentuk placer pantai. Jika konsentrasinya dilakukan oleh angin, maka yang terbentuk adalah placer eolian. 

Prinsip-prinsip dasar yang telah diuraikan satu per satu di atas, berlaku pada setiap tipe placer, tetapi ada faktor-faktor khusus yang berkontribusi pada setiap tipe individu endapan placer, akan diuraikan tersendiri pada postingan berikutnya.
thumbnail

Penjelasan Klasifikasi Tanah Menurut USDA

Dasar Pengertian Klasifikasi Tanah

Sama halnya halnya batuan, tanah juga mempunyai dasar klasifikasi ataupun penamaan tersendiri. Secara umum tanah dapat diklasifikasikan melalui 2 cara, yaitu Klasifikasi Teknis dan Klasifikasi Alami. Klasifikasi Alami artinya hanya berdasarkan atas sifat tanah, tanpa menghubungkan dengan penggunaannya. Sedangkan Klasifikasi teknis artinya berdasarkan atas sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kemampuan tanah untuk penggunaan-penggunaan khusus.

Baca juga: Jenis Tanah dan Urutan Susunan Lapisannya

Macam-macam klasifikasi tanah yang lebih implisit banyak dikembangkan oleh para pakar, contohnya klasifikasi tanah menurut Hardjowigeno (1992), Rayes (2007), Soil survey staff (2003) serta lain sebagainya. Di Indonesia sendiri dikenal 3 jenis pembagian klasifikasi mengenai tanah yang masing-masing dikembangkan oleh USDA (United States Departemen of Agriculture), FAO/UNESCO, serta Pusat Penelitian Tanah (PPT) Bogor. Untuk postingan kali ini, kita akan fokus membahas pembagian klasifikasi tanah menurut USDA yang sebagian besarnya merupakan dasar dari pengembangan klasifikasi-klasifikasi tanah yang ada saat ini.

konversi antar klasifikasi tanah
Konversi antar klasifikasi tanah USDA, FAO/UNESCO, dan PPT.

Klasifikasi Tanah Menurut USDA

USDA (United States Departemen of Agriculture) atau departemen pertaniannya Amerika Serikat, telah mengembangkan klasifikasi tanah yang disebut "Soil Taxonomy" (USDA, 1975). Sistem klasifikasi USDA ini memakai 6 kategori, yaitu:
1. Ordo Tanah (Order)
2.  Sub-ordo Tanah (Sub-order)
3. Kelompok Tanah (Great group)
4. Sub-Kelompok Tanah (Sub Group)
5. Famili Tanah (Family), serta
6. Seri Tanah.

Ordo Tanah

Ordo tanah dibedakan berdasarkan oleh ada tidaknya horison penanda serta jenis (sifat) dari horison penanda tersebut. Sebagai contoh: suatu tanah yang memiliki horison argilik dan berkejenuhan basa > 35% masuk pada Ordo Alfisol. Sedangkan tanah lain yang mempunyai horison argilik tetapi berkejenuhan basa < 35% masuk dalam Ordo "Ultisol". Contoh tata nama (penamaan) tanah yang sesuai Ordo adalah Ultisol.

Baca juga: Potensi Terjadinya Tanah Longsor

Ultisol adalah tanah yang memiliki horison argilik serta berkejenuhan basa < 35% serta telah mengalami perkembangan tingkat akhir tanah (Ultus). Ordo tanah Ultisol pada penamaan berdasarkan Sub-ordo akan digunakan singkatan nama Ordonya, seperti “Ult” merupakan singkatan yang berasal dari Ultisol.

Sub-ordo Tanah

Sub-ordo tanah dibedakan berdasarkan perbedaan genetik tanah, contohnya: ada tidaknya sifat-sifat tanah yang berhubungan dengan pengaruh vegetasi, air, batuan induk, ataupun regim kelembapan. Sedangkan pembeda Sub-ordo untuk tanah Ordo histosol (tanah organik) adalah pada tingkat pelapukan dari bahan organik pembentuknya seperti safris, fibris, dan hemis. Contoh dari penamaan Sub-ordo adalah Udult.

Tanah ber-Ordo Ultisol yang memiliki regim kelembapan yang selalu lembab (tidak pernah kering) disebut Udus, sehingga digunakan singkatan kata penciri kelembapan yaitu "Ud". Kata "Ud" ditambahkan pada Ordo tanah Ultisol yang telah disingkat "Ult", menjadi kata untuk penamaan kategori Sub-ordo menjadi "Udult".

Kelompok Tanah (Great Group)

Kelompok tanah dibedakan berdasarkan atas perbedaan tingkat perkembangan tanah, regim suhu, jenis tanah, susunan horison, kelembapan, kejenuhan basa, serta ada tidaknya lapisan penciri lain seperti duripan, fragipan, dan plinthite. Contoh penamaan Kelompok Tanah adalah "Fragiudult". Fragiudult merupakan tanah yang memiliki lapisan yang rapuh yang disebut Fragipan, sehingga pada penamaan kelompok ditambahkan singkatan kata dari Fragipan yaitu "Fragi". Kata Fragi ditambahkan pada Sub-ordo tanah "Udult", menjadi kata untuk penamaan Kelompok yaitu Fragiudult.

Sub-Kelompok Tanah (Sub Group)

Sub-Kelompok tanah dibedakan berdasarkan sifat inti dari Kelompok Tanah (Great Group), sifat-sifat tanah peralihan ke Kelompok lain, Sub-ordo lain, Ordo lain, serta bukan tanah. Contoh tata nama kategori Sub Group adalah Aquic Fragiudult. Aquic Fragiudult merupakan Tanah yang memiliki sifat peralihan ke Sub-ordo Aquult karena sifatnya yang terkadang dipengaruhi oleh air, sehingga penamaannya masuk dalam subgroup Aquic.

Baca juga: Mengenal Tekstur Tanah

Famili Tanah

Famili tanah dibedakan berdasarkan sifat-sifat tanah yang penting untuk engineering ataupun pertanian, meliputi sifat tanah berupa susunan mineral liatnya, sebaran besar butir, dan regim suhu pada kedalaman 50 cm. Contoh penamaan Famili yaitu Aquic Fragiudult, kaolinitik, isohipertermik, berliat halus. Penciri Famili dari tanah ini adalah susunan mineral liatnya yang didominasi oleh mineral kaolinit, susunan besar butirnya yang halus dan liat, serta regim temperaturnya yang isohipertermik (suhu tanah > 22 derajat celcius dengan rata-rata perbedaan suhu tanah musim panas dan musim dingin < 5 derajat celcius).

Seri Tanah

Seri tanah dibedakan berdasarkan jenis dan susunan tekstur, horison, struktur, warna, rekahan tanah tiap horison, sifat-sifat mineral tiap horison, dan sifat-sifat kimia tanah. Penetapan awal Seri tanah dapat dilakukan dengan menggunakan nama lokasi sebagai penciri seri. Contoh penamaan berdasarkan Seri: Aquic Fragiudilt, isohipertermik, kaolinitik, berliat halus, Sitiung (Sitiung merupakan lokasi pertama kali ditemukan tanah tersebut).
thumbnail

MINERAL ILMENIT ; Genesa, Komposisi Kimia, Sifat Fisik, dan Kegunaannya

Apa itu Mineral Ilmenit ?

Ilmenit adalah mineral aksesoris yang umumnya berada didalam batuan beku, batuan sedimen, dan material sedimen. Ilmenit merupakan bijih utama dari titanium, logam yang dibutuhkan untuk membuat berbagai paduan performa tinggi. Sebagian besar ilmenit yang ditambang di seluruh dunia digunakan untuk menghasilkan titanium dioksida (TiO2), pigmen, kapur putih, dan polishing abrasif. Ilmenit adalah besi hitam-titanium oksida dengan rumus kimia FeTiO3.

Genesa Ilmenit

Sebagian besar ilmenit terbentuk selama pendinginan lambat pada dapur magma dan terkonsentrasi melalui proses segregasi magmatik. Kristal ilmenit mulai terbentuk pada suhu tertentu, dan kristal ilmenit lebih berat daripada cairan disekitarnya sehingga dapat tenggelam ke dasar dapur magma.

Hal ini menyebabkan suhu pembentukan ilmenit mirip dengan suhu pembentukan mineral lainnya, seperti magnetit, yang juga menumpuk di lapisan bawah dapur magma. Gabro, norite, atau anorthosite merupakan batuan yang sering membawa ilmenit (ilmenite bearing). Ilmenit juga terkadang mengkristal dalam vein serta rongga, dan kadang-kadang dalam bentuk kristal besar di pegmatit.


Ilmenit memiliki resistensi yang tinggi terhadap pelapukan. Ketika batuan yang mengandung ilmenit mengalami pelapukan, butiran ilmenit akan terlepas dan bergabung dengan material sedimen lainnya. Berat jenis yang tinggi dari butirannya ini menyebabkan ilemenit dapat memisahkan diri selama proses transportasi, dan pada akhirnya terakumulasi sebagai "pasir mineral berat" (Heavy minerals sand).

Pasir ilemenit berwarna hitam dan sangat mudah dikenali oleh ahli geologi. Prospeksi terhadap pasir hitam (black sand) sering dijadikan metode untuk menemukan deposit placer mineral berat. Ilmenit kebanyakan ditambang (ekstraksi) secara komersial dengan menggali atau menggeruk pasir tersebut, yang kemudian disegregasi (dipisahkan) dari butiran mineral berat lainnya.

genesa, komposisi, dan kegunaan mineral ilmenit
Kenampakan Ilmenit dan Sifat Fisiknya.

Komposisi Kimia dan Sifat Fisik Ilmenit

Komposisi kimia yang ideal untuk ilmenit adalah FeTiO3. Namun, seringkali komposisi kimia ilmenit banyak mengandung sejumlah variabel magnesium atau mangan. Unsur-unsur tersebut dapat menggantikan besi dalam bentuk larutan padat. Serangkaian seri larutan padat yang pertama berada diantara ilmenit (FeTiO3) dan geikielite (MgTiO3). Dalam seri ini, sejumlah variabel pengganti besi berupa magnesium berada dalam struktur kristal mineral ini. Larutan padat yang ke-2 berada diantara ilmenite dan pyrophanite (MnTiO3), dengan variabel pengganti besi berupa mangan. Sedangkan pada suhu yang tinggi, seri larutan padat ke-3 berada diantara ilmenite dan hematit (Fe2O3).


Ilmenit adalah mineral hitam dengan kilap sublogam (sub metallic) hingga kilap logam. Dengan hanya sekilas melihat kilapnya, mineral ini sangat mirip dengan hematit dan magnetit. Akan tetapi hal ini dapat dibedakan dimana hematit memiliki cerat berwarna merah, sedangkan ilmenit memiliki cerat berwarna hitam. Selain itu, kita juga dapat membedakannya dimana mineral magnetit sangat bersifat magnetik, sementara ilmenit non-magnetik. Terkadang ilmenit ditemukan bersifat sub-magnetik (magnetik lemah), ini dimungkinkan karena adanya sejumlah kecil mineral magnetit yang menempel pada ilmenit.

Kegunaan Ilmenit

Ilmenit adalah bijih utama logam titanium. Sejumlah kecil titanium dipadukan dengan logam tertentu akan menghasilkan paduan logam yang tahan lama, berkekuatan tinggi, serta ringan. Paduan ini digunakan untuk memproduksi berbagai bahan baku dan alat-alat yang berkinerja tinggi. Contohnya bagian-bagian pesawat, sambungan sendi buatan (artificial joint) bagi manusia, dan peralatan olahraga seperti rangka sepeda.


Sekitar 5% dari ilmenit yang ditambang digunakan untuk menghasilkan logam titanium. Selain itu, beberapa ilmenit juga digunakan untuk membuat rutil sintetis dan titanium dioksida yang nantinya digunakan untuk membuat kapur putih dan pigmen yang sangat reflektif. Pigmen yang dihasilkan dari titanium dioksida ini berwarna putih dan banyak dipakai untuk membuat sebuah bahan menjadi cerah (mengkilap) seperti cat, kertas, lem, plastik, pasta gigi, dan bahkan makanan. Titanium dioksida juga digunakan untuk membuat bubuk dengan berbagai ukuran partikel. Bubuk ini selanjutnya dipakai untuk membuat bahan abrasive polishing.
thumbnail

Fakta dan Informasi Menarik Tentang Intan (Diamond)

Intan adalah mineral yang sangat menarik karena sangat tahan terhadap berbagai jenis pelapukan. Intan adalah sesuatu yang langka, yang terjadi secara alamiah dan disusun oleh elemen karbon (C). Beberapa jenis intan terbentuk dari zona subduksi, impact asteroid, bahkan ada yang berasal dari meteorit. Di bawah ini disajikan fakta dan informasi menarik tentang intan yang wajib kamu ketahui.


Intan Merupakan Mineral yang Paling Keras
Dengan kekerasan sepuluh pada Skala Mohs, intan adalah mineral yang paling keras. Akibatnya, satu-satunya alat yang bisa digunakan untuk memotong intan harus dibuat dari intan itu sendiri (dari jenis yang berbeda).

Amerika Serikat Konsumen Intan No 1
Amerika Serikat adalah konsumen terkemuka di dunia batu permata. Pada tahun 2014 negara itu mengkonsumsi sekitar $ 22,500,000,000 batu berkualitas permata. Nilai tersebut sama artinya dengan 35% dari produksi permata intan di dunia.

India Produsen Pertama Intan Secara Komersial
Berlian pertama kali ditemukan di India sekitar 2400 tahun yang lalu, dan India adalah produsen komersial pertama intan. Negara ini mendominasi produksi intan komersial saat itu hingga berakhir pada saat penemuan deposit besar-besaran intan di Amerika Selatan pada tahun 1730.

Nilai 4 "C" dalam Intan dan istilah "Fancy Diamonds"
Nilai sebuah berlian adalah berdasarkan 4 "C" yaitu Carat (karat), Clarity (kejelasan), Colorless (warna), dan Cut Quality (kualitas pemotongan-nya). Kebanyakan intan hadir dalam berbagai warna, dari berwarna jernih, kuning, hingga coklat. Semakin berwarna maka nilainya akan semakin tinggi. Beberapa jenis intan alami berada pada rentang warna khas putih-kuning-coklat, atau dengan rona pink, biru, ungu, merah, ataupun oranye. Pencinta intan sangat menyukui rona seperti ini, karena rona tersebut sangat prestisi untuk dimiliki. Intan dengan rona tersebut sering disebut sebagai "Intan Mewah" (Fancy Diamonds).

Penyebab Warna dalam Intan
Seperti pada batu permata lainnya, varian warna dalam intan dapat disebabkan oleh unsur pengotor, panas, ataupun radiasi. Nitrogen di batuan akan menyebabkan warna kuning. Iradiasi dapat menghasilkan warna hijau. Iradiasi apabila digabungkan dengan pemanasan dapat menghasilkan hampir semua jenis warna.

Intan adalah Permata dari Panas dan Tekanan
Intan merupakan mineral yang terbentuk pada suhu dan tekanan tinggi. Mereka tidak terbentuk secara alami di permukaan bumi atau pada kedalaman yang dangkal. Lingkungan pembentukan intan berada pada mantel bumi, sekitar 100 mil (160 km) di bawah permukaan.
fakta menarik tentang intan
Sifat fisik intan dan macam-macam lingkungan pembentukannya.

Intan merupakan Polimorf Karbon (C)
Polimorf berarti "banyak bentuk", intan dan grafit adalah contohnya. Mereka sama-sama tersusun atas unsur karbon, tetapi memiliki sifat yang berbeda. Perbedaan ini dihasilkan dari struktur kristal dan jenis ikatan antara atom karbon mereka.

Intan Sintetis untuk Industri
Orang-orang telah mampu memproduksi intan sejak 1950-an. Pada awalnya, biaya untuk memproduksi intan sangatlah tinggi. Namun sekarang, lebih dari 100 ton intan sintetis diproduksi setiap tahunnya. Sebagian besar jenis intan ini digunakan untuk membuat alat pemotong dan sebagai bahan abrasive.

Deposit Intan Terbesar
Deposit intan terbesar yang diketahui saat ini adalah di Kawah Popigai di Rusia. Diduga, deposit ini terbentuk akibat "impact" asteroid yang menyalurkan panas dan energi untuk mengkonversi karbon di permukaan menjadi intan.

Intan Sintetis untuk Perhiasan
Orang-orang telah berhasil membuat intan sintetis untuk digunakan dalam perhiasan. Hasilnya, sebuah potongan bahan yang mirip dengan intan alami. Kemiripan ini sangat sulit untuk dibedakan, bahkan oleh gemologists berpengalaman sekalipun. Perbedaannya hanya dapat diidentifikasi dengan melakukan tes laboratorium.

Tambang Intan Terpopuler
Intan yang paling terkenal di dunia ditemukan di tambang intan Cullinan di Provinsi Gauteng Afrika Selatan. Tambang ini pernah menghasilkan intan seberat 507 karat yang diberi nama Intan "Cullinan Heritage". Intan tersebut mempunyai kualitas dan clarity yang ekstrim.

Kanada dapat memimpin Produksi Intan di Masa Depan ??
Tambang intan kualitas komersial di Kanada pertama kali diproduksi pada era 1990-an. Sejak saat itu, beberapa tambang intan di Kanada telah menjadi produsen terkemuka di dunia.

Kamu dapat menambang Intan di daerah ini !
Hanya ada satu tambang intan di dunia, dimana setiap orang dapat menjadi penambang. Tambang tersebut berada di "kawah Intan State Park" di Arkansas. Hanya dengan membayar beberapa dolar saja, kamu dapat menambang selama sehari dan berhak membawah pulang hasil yang anda peroleh.

Intan dari Luar Angkasa
Intan yang berasal dari ruang angkasa banyak ditemukan di beberapa meteorit dan akibat impact meteorit dengan bumi. Diperkirakan tumbukan yang kuat menghasilkan panas dan tekanan tinggi sehingga mampu mengubah karbon di permukaan bumi menjadi intan.

Intan Oktahedral
Banyak intan yang dipotong memiliki bentuk geometris. Kristal intan alami ini umumnya berada dalam bentuk segi delapan. Bentuk ini mirip dengan dua piramida empat sisi terhubung pada bagian dasarnya yang menghasilkan padatan geometris dalam delapan bentuk.

Intan untuk Pengeboran (Drilling)
Pengeboran sumur minyak dan gas pada kedalaman ratusan hingga ribuan meter akan melalui batuan-batuan yang keras, sehingga membutuhkan mata bor (bit) yang juga harus keras. Intan kecil yang tertanam di permukaan bit berguna untuk menghadapi kondisi demikian.


Intan merupakan permata dengan 1 Elemen
Intan memiliki komposisi sederhana, karena mereka hanya terdiri dari karbon (C). Intan adalah satu-satunya batu permata yang tersusun hanya satu elemen. Jejak elemen lain yang ada didalam intan hanya sebagai pengotor yang berfungsi memberikan varian warna.

Rekor Harga Intan Kasar (Rough Diamond)
Harga tertinggi yang pernah dibayarkan untuk sebuah berlian kasar adalah $ 35.300.000. Rekor ini dipegang oleh Chow Tai Fook, perusahaan perhiasan terbesar di Hong Kong dengan membeli intan "Cullinan Heritage" seberat 507 karat pada tahun 2010.

Amerika Serikat hanya mempunyai 1 Tambang Intan
Meskipun Amerika Serikat adalah konsumen terbesar dari permata intan, namun sebenarnya amerika dikatan hampir tidak mempunyai tambang intan. Satu-satunya tambang intan di amerika serikat berada di sebuah taman negara, dimana wisatawan dapat membayar biaya per hari untuk mencari intan di lokasi tersebut. Produksi intan dari lokasi ini hanya menghasilkan beberapa ratus karat per tahun.
thumbnail

Pulau Papua pemegang Rekor Batuan Tertua di Indonesia

Penentuan umur radiometri batuan yang ada di Indonesia biasanya dilakukan pada batuan magmatik dan metamorfik. Di indonesia, lembaga yang biasa melakukan program peneraan umur absolut batuan adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (P3G). "Radiometric dating" paling kompleks di Indonesia sebenarnya berada di Pulau Papua, tepatnya di bagian Kepala Burung (Papua Barat). Di daerah tersebut menumpuk jalur-jalur plutonit berbagai umur dari Paleozoik, Mesozoik hingga Tersier. Komplesitas yang demikian membuat penafsiran petro-tektonik (petrotectonic) tidak mudah untuk dilakukan.


Pieters et al.,1983 dalam tulisannya "The Stratigraphy of Western Irian Jaya - GRDC Bull. no.8, p.14-48" melaporkan adanya kerakal granit pada endapan metakonglomerat yang masuk dalam Formasi Kemum (Silur - Devon). Setelah ditera umurnya, kerakal granit tersebut ternyata berumur 1250 juta tahun yang lalu. Umur tersebut dalam skala waktu geologi berada pada Pra-Kambrium; Meso-Proterozoic, tepatnya pada zaman (period) Ectasian.
batuan tertua di indonesia kerakal granit
Metakonglomerat yang tersusun atas fragmen-fragmen dari berbagai jenis batuan.

Formasi Kemum sendiri merupakan batuan dasar yang berumur Paleozoikum. Formasi ini banyak tersingkap di sebelah timur kepala Burung yang dikenal sebagai Tinggian Kemum, serta disekitar "Gunung Bijih Mining Access" (GBMA) yaitu di sebelah baratdaya Pegunungan Tengah. Formasi ini umumnya tersusun atas batusabak, filit, dan kuarsit. Di sekitar Kepala Burung, formasi ini dintrusi oleh Granit biotit yang berumur Karbon yang disebut sebagai Anggi Granit berumur Trias. Pada batas Selatannya, formasi ini dicirikan oleh kehadiran sedimen klastik tidak termetamorfosakan.


Perlu diperhatikan disini bahwa bukan Formasi Kemum-nya yang berumur tertua, melainkan di dalam formasi tersebut mengandung sebuah batuan tertua se-Indonesia, yaitu pada kerakal granit-nya. Keberadaan kerakal granit dijelaskan oleh para ahli kemungkinan besar merupakan endapan lereng benua australia yang hadir dalam formasi kemum dalam bentuk endapan turbidit. Kerakal granit tersebut dapat diperkirakan merupakan granit asal Gondwanaland. Lalu bagaimanakah dengan pemilik rekor MINERAL TERTUA di Indonesia?? pembahasannya setelah iklan berikut ini..!!

Referensi: Disadur dari tulisan Awang H. Satyana (2013) dan dicompile dengan tektonik setting Pulau Papua.
thumbnail

Evaluasi Pertambangan Lithium di Amerika Selatan

Permintaan yang meningkat untuk lithium dalam beberapa tahun ke depan menarik minat investor untuk melakukan investasi di Chile, Argentina, dan Bolivia, yang merupakan daerah-daerah dengan cadangan lithium terbesar di dunia. Bolivia memiliki deposit terbesar dari lithium, tetapi infrastruktur dasar, peraturan lingkungan yang berbelit-belit, dan keraguan akan keamanan investasi akan terus menimbulkan hambatan bagi investor untuk memasuki negara ini.

lithium di bolivia, chile, dan argentina
Tambang lithium di Atacama, Chile.
Industri lithium Chile adalah yang paling matang di Amerika Selatan, dengan cadangan lithium yang berkualitas lebih tinggi dari bolivia dan lebih mudah dieksploitasi. Namun peraturan konstitusional mineral sebagai aset strategis telah mempersulit proses investasi dan dapat memperlambat investasi masa depan di negara tersebut. Sedangkan di Argentina, reformasi regulasi untuk mendorong investasi di sektor pertambangannya kemungkinan akan mempercepat pertumbuhan industri lithium. Negara tersebut diprediksi memiliki tingkat pertumbuhan industri tercepat dari bolivia maupun chile. Tiga  negara ini sering dikenal dengan sebutan "segitiga lithium".

Pertanyaannya sejauh mana pasar lithium akan tumbuh ??. Tren pasar menunjukkan bahwa lithium akan menjadi sektor yang menguntungkan dalam lima tahun ke depan. Permintaan akan lithium tumbuh tiap tahunnya rata-rata 11 persen (data tahun 2010 - 2015), dan terjadi kenaikan harga hampir 99 persen untuk lithium murni yang di ekspor ke China yang merupakan pasar lithium terbesar di dunia. Pertumbuhan permintaan lithium diproyeksikan akan terus berlangsung, hal ini disebabkan terjadinya kekurangan pasokan dan meningkatnya permintaan baterai lithium-ion untuk digunakan dalam kendaraan listrik seta penyimpanan energi berbasis baterai.


Joe Lowry, presiden perusahaan advisor "global Lithium", mengharapkan permintaan global untuk lithium meningkat menjadi 280.000 - 285.000 ton pada tahun 2020 dari sebelumnya sekitar 163.000 ton pada tahun 2015. Bolivia, Chile, dan Argentina cenderung menjadi pemain kunci dalam industri lithium, dengan sebutan "segitiga lithium" (mulai dari Uyuni di Bolivia, Atacama di Chili, dan Hombre Muerto di Argentina). Dari ketiga daerah tersebut, lebih dari 70 persen cadangan lithium berasal. Ketiga negara tersebut telah berkomitmen untuk berinvestasi dan mengembangkan deposit lithium mereka, serta menawarkan berbagai kerjasama dengan investor yang berasal dari luar.
thumbnail

Mengenal Galena dan Kegunaannya

Pengertian dan Deskripsi Galena

Galena adalah mineral timbal sulfida dengan komposisi kimia PbS. Galena merupakan bijih utama timbal (timah hitam) dan ditambang dari sejumlah besar deposit di banyak negara. Galena banyak ditemukan dalam batuan beku dan metamorf. Dalam batuan sedimen, galena dapat terbentuk sebagai urat, semen breksi, butiran-butiran yang terisolasi, dan sebagai mineral replacment pada batu kapur dan dolostone.

Baca juga: Mineral Kuarsa dan Kegunaannya

Galena sangat mudah untuk diidentifikasi. Mineral Galena menunjukkan belahan yang sempurna dalam tiga arah yang bersinggungan 90 derajat. Galena memiliki warna perak, kilap logam cerah, memiliki berat jenis tinggi (7,4-7,6) . Galena cukup lembut dengan kekerasan 2.5+ Skala Mohs. Galena mempunyai cerat abu-abu hingga hitam dan kristal galena pada umumnya berbentuk kubus ataupun oktahedron.

deskripsi mineral galena
Gambar mineral galena dan deskripsinya.


Argentiferous Galena (Bijih Silver)

Ciri khas galena adalah mengandung sekitar 86,6% timbal dan 13,4% sulfur. Namun, ada beberapa jenis dari galena mengandung perak hingga beberapa persen (by weight). Galena yang mengandung perak disebut sebagai "Argentiferous Galena". Dalam struktur atom galena, perak dapat menggantikan timbal, atau juga dapat berasal dari butiran-butiran halus mineral perak yang masuk dalam galena.

Perak sering bersifat "pengganggu" dalam struktur kristal galena, sehingga sering menyebabkan galena memiliki kenampakan belahan yang melengkung. Identifikasi belahan tersebut dapat menjadi pengetahuan penting saat melakukan eksplorasi mineral ini. Selain perak, galena dapat mengandung sejumlah kecil antimon, arsenik, bismuth, kadmium, tembaga dan seng. Kadang-kadang selenium hadir menggantikan belerang (sulfur) yang ada dalam galena.

Baca juga: Logam Titanium dan Kegunaannya

Galena sangat mudah lapuk. Jika lapuk, galena akan berubah warna dari kilau perak metalik ke warna abu-abu kusam atau hitam kusam. Ketika terkubur di dalam tanah, galena akan cepat lapuk membentuk anglesite, cerusite, pyromorphite atau mineral timah lainnya. Mineral-mineral inilah yang sering dijadikan penanda di permukaan untuk mengungkap keberadaan galena dibawahnya.

Kegunaan Galena

Galena adalah mineral yang sangat penting karena berfungsi sebagai bijih untuk sebagian besar produksi timbal di dunia. Galena juga merupakan bijih yang signifikan dari perak. Kegunaan timbal paling penting saat ini adalah dalam baterai timbal. Sebuah baterai khusus mengandung sekitar 20 pon timbal dan harus diganti setiap empat atau lima tahun. Baterai timbal juga digunakan sebagai sumber pasokan listrik darurat untuk jaringan komputer, fasilitas komunikasi, dan sistem penting lainnya. Timbal juga merupakan salah satu logam yang digunakan dalam sistem penyimpanan energi yang terkait dengan pembangkit listrik dan kendaraan hybrid.
thumbnail

Zona Supratidal sebagai Lingkungan Pengendapan Batuan Karbonat

Pengertian Zona Supratidal

Tempat terbentuknya suatu sistem karbonat atau yang lebih dikenal sebagai lingkungan pengendapan karbonat, mencakup beberapa bagian dari suatu laut dangkal. Salah satu zona dari laut dangkal tersebut kita kenal dengan sebutan zona supratidal. Zona (daerah) supratidal adalah zona yang terletak di atas garis pasang tertinggi yang dapat memiliki lebar hingga beberapa kilometer dengan bentuk morfologinya yang bergelombang. Daerah ini sangat dipengaruhi oleh iklim, paling utama adalah hujan.


Gambar zona supratidal (sumber:oz.coast govdotau).

Supratidal dan Lingkungan Pengendapan Karbonat

Suatu wilayah yang mempunyai musim hujan dan musim panas, dengan curah hujan yang tinggi, akan membentuk beberapa sub-sistem lingkungan pengendapan. Endapan evaporit yang sering terbentuk pada musim kemarau biasanya akan segera dikikis air hujan pada saat musim hujan.

Di pinggiran pantai, rawa-rawa dengan bagian-bagian lekukannya yang khas akan terisi oleh air tawar atau air payau yang bersifat sementara (perenial). Di permukaan dasarnya biasanya akan tumbuh ganggang hijau-biru yang menjadi makanan beberapa jenis gastropoda dalam jumlah yang banyak. Selain gastropoda, pada zona ini biasa tumbuh kerak ganggang di atas lumpur karbonat dan lanau dengan lapisan yang tipis. Sedimen yang dibentuk oleh gelombang pasang dan badai di daerah pinggiran sering ditembus oleh akar-akar rumput dan bakau, juga berbagai jenis cacing dan kepiting-darat.

Sering terbentuk rongga-rongga kecil dalam lapisan sedimen yang diakibatkan oleh akumulasi gas hasil pembusukan material organik. Saat sedimen tersebut mengalami kompaksi, rongga-rongga tersebut ikut pula terawetkan sehingga membentuk struktur yang dikenal dengan istilah struktur mata-burung (birdseye: Shinn, 1968). Angin pada zona supratidal sering bertiup cukup kencang, sehingga dapat mengangkut butiran pasir dan cangkang-cangkang dari kerang-laut ke wilayah daratan.


Di wilayah dengan iklim kering, batuan evaporit yang terbentuk di zona supratidal pada umumnya tidak mendukung kehidupan. Lumpur karbonat yang berlapis tipis dan berongga, biasanya hanya mengandung mineral gipsum dan anhidrit. Kolam-kolam kecil yang merupakan akumulasi air laut akandibawa oleh gelombang pasang di atas lapisan evaporit. Setelah mengalami pemanasan akumulasi air laut tersebut akan menghasilkan endapan halit.

Penyebaran dari sebuah endapan evaporit sangat dipengaruhi oleh angin, sedangkan derajat penguapan yang tinggi merupakan pengontrol yang menyebabkan air laut bisa terbawa ke atas lapisan sedimen yang ada di daerah rawa-rawa di wilayah beriklim kering. Hal inilah yang menyebabkan lingkungan tersebut merupakan tempat penggantian mineral aragonit oleh dolomit pada awal diagenesa (Shinn dkk., 1965).
thumbnail

Pengertian dan Faktor Pembentuk Batuan Sedimen Karbonat Paparan

Pengertian Batuan Karbonat Paparan

Batuan karbonat paparan adalah batuan karbonat yang terbentuk di paparan laut dangkal. Jadi perlu digaris bawahi disini bahwa kata "paparan" mengandung arti sebagai lingkungan pembentukannya. Sedangkan pengertian dari batuan karbonat adalah batuan yang mengandung mineral karbonat lebih dari 50%. Mineral karbonat ini terdiri atas gugusan CO2-3 dan satu atau lebih kation. Jenis paling umum dari mineral karbonat adalah kalsit (CaCO3), yang merupakan komponen utama penyusun batugamping.


Kita ketahui bersama bahwa bumi disusun oleh 3 jenis batuan primer, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan malihan. Dari ketiga jenis batuan itu, hanya batuan sedimen yang mempunyai penyebaran paling luas, karena hampir 75% luas permukaan bumi ditutupi oleh batuan jenis ini.

Kurang lebih 1/5 dari batuan sedimen yang ada di bumi merupakan batuan karbonat, berupa batugamping dan dolomit. Keberadaan batuan karbonat mulai dilirik pada tahun 1930-an, yaitu saat ditemukan cadangan minyak bumi didalam batuan tersebut di Timur Tengah . Penemuan itu diikuti oleh penemuan cadangan hidrokarbon lainnya yang ada di batugamping terumbu pada wilayah Kanada dan Texas Barat, sepuluh tahun berikutnya.
batuan karbonat paparan
Gambar distribusi batuan karbonat di dunia.

Sejarah Penelitian Batuan Karbonat Paparan

Meskipun banyak peneliti telah menyebutkan pentingnya aktivitas organisme pada pembentukan batuan karbonat, namun seorang ahli bernama Sorby lah yang pertama kali menyelidiki dilema pembentukan dan diagenesa batuan karbonat (dalam hal ini batugamping) secara terperinci. Penelitiannya selama 53 tahun, yang dimulai di tahun 1851, dituangkan dalam tulisannya tentang "batugamping Akhir Jura yang mengalami perijangan". Dikarenakan pada umumnya batugamping terbentuk dari organisme, sehingga iapun meneliti struktur serta susunan mineral cangkang organisme tersebut.

Sorby juga mengemukakan persoalan diagenesa yang berkaitan dengan organisme bercangkang, yang kehilangan unsur aragonitnya secara selektif. Ketika melakukan kajian, Sorby selalu melengkapinya dengan berbagai percobaan. Akhirnya, dia mampu memecahkan dilema pembentukan ooid serta pertumbuhan bintal, yang mana semuanya dilakukannya pada lapisan batugamping di Inggris. Meskipun demikian, dinegaranya sendiri, hasil kajian yang dikemukakan oleh Sorby (meskipun lebih lengkap), misalnya dalam hal dolomitisasi, kurang menerima tanggapan.

Faktor Pembentuk Batuan Karbonat Paparan

Pembentukan batuan karbonat yang di paparan benua laut dangkal ditentukan secara langsung oleh: sedikitnya pengendapan sedimen klastik, dan melimpahnya jumlah organisme. Di laut, kelimpahan organisme itu ditentukan oleh banyak faktor. Pada umumnya terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah organisme dari garis lintang yang tinggi ke garis lintang rendah, sejalan dengan peningkatan jumlah sinar matahari. Kelimpahan organisme pada wilayah khatulistiwa dan subtropis juga sangat dipengaruhi arus serta gelombang kuat pada sepanjang pinggiran barat benua di belahan utara serta pada pinggiran timur belahan selatan. Keadaan itupun juga menyebabkan proses beredar dan kembalinya nutrisi, yang sebelumnya sudah terendapkan pada dasar laut.

Batuan karbonat paparan kenyataannya tak dibatasi oleh lintang antara 30 U dan 30 S saja (Chave, 1967; Less & Buller, 1972). Contohnya, ribuan km persegi batuan karbonat paparan sekarang ini menghampar jauh di Australia bagian Selatan, pada lintang 32-40 derajad selatan (Van der Borch & Conolly, 1967; Wass dkk., 1970). Beberapa koloni terumbu moderen lainnya, yang ukurannya lebih kecil, banyak tersebar di berbagai tempat. Contohnya di Skotlandia Barat dan Irlandia Barat. Kombinasi antara suhu serta faktor lainnya seperti salinitas, kedalaman laut, kesetimbangan CO2, kekuatan sinar matahari menembus air, sifat alami arus laut, sifat alami batuan dasar, dan  kekeruhan air, semuanya mengendalikan proses pembentukan karbonat paparan.


Lees & Buller (1972) mengupas ulang sebaran jenis-jenis butiran pasir dan bahan lainnya yang ukurannya lebih besar yang terdapat di sedimen karbonat, dan terendapkan pada kedalaman < 100 m. Berdasar pada hasil penelitiannya, merekapun mengelompokkan menjadi beberapa himpunan kelompok butiran-kerangka yaitu :
  1. Himpunan kelompok foramol yang khusus terjadi di batuan karbonat laut panas (temperate-water carbonates), komponen utamanya berupa butiran foraminifera bentos, moluska, remis, briozoa, serta ganggang merah gampingan. Sementara sponge spicules, echinodermata, dan ostrakoda sebagai komponen tambahan.
  2. Himpunan kelompok chlorozoan, merupakan kelompok khas untuk laut hangat, yang mengandung beberapa komponen foramol (termasuk koral hermatipik serta ganggang hijau gampingan), dan  sedikit briozoa, disini remis tidak dijumpai.

Hadirnya lumpur yang berukuran < 60 mikron ternyata juga dijumpai di lingkungan pembentukan karbonat paparan, di mana eksistensi lumpur tersebut sejauh ini hanya ditemukan sebatas pada teori saja. Kehadiran lumpur diduga dari peluruhan ganggang hijau gampingan, meskipun Barthrust (1975) menganggap tidak seluruh lumpur yang terbentuk asalnya dari ganggang tadi.

Referensi: Hanang Samodra, 2003. Nilai Strategis Kawasan Kars di Indonesia dan Usaha Pengelolaannya Secara Berkelanjutan. Bandung.
thumbnail

Kamus Istilah Geologi Online Glossary "B"


KAMUS GEOLOGI ONLINE

Untuk istilah geologi yang diawali dengan huruf lain Klik Disini

Bar

Bar adalah sebuah endapan, biasanya pasir dan/atau kerikil, yang terbentuk dari pengendapan dan aktifitas berulang dari sedimen oleh arus dan/atau gelombang. Bar biasanya terjadi di sungai, muara sungai, dan di perairan lepas pantai.

Ball Mill

Ball Mill adalah sebuah perangkat/alat yang digunakan untuk mengurangi (reduced) ukuran partikel, bahan kimia kering, bijih hasil penambangan, dan bahan padat lainnya.

Back Arc

Back arc adalah wilayah tektonik pada bagian sisi darat dari busur vulkanik.

Batubara

Batubara adalah bahan bersifat karbon yang terjadi secara alamiah. Bisa juga berarti batuan bersifat karbon berbentuk padat, rapuh, berwarna coklat tua sampai hitam, dapat terbakar, yang terjadi akibat perubahan/pelapukan tumbuhan secara kimia dan fisik. Batubara dapat dibeda-bedakan menurut jenis tumbuhan pembentuknya, peringkat metamorfosisnya dan tingkat bahan pengOtornya. Klasifikasi seluruh batubara didasarkan pada faktor-faktor diatas tadi.

Batubara Abu

Batubara abu adalah batubara dalam bentuk abu karena penambangan dan proses penghancuran alamiah, atau hasil gerusan dan disaring berukuran lebih kecil dari 0.5 mm.

Batubara Bitumen

Batubara bitumen adalah batubara relatif lunak yaitu semua jenis batubara dengan peringkat antara lignit dan antrasit, mempunyai kandungan bahan karbon tinggi, zat terbang rendah antara 15% - 50% pada analisa kering bebas abu (DAF). Batubara bitumen yang paling banyak dijumpai berwarna coklat tua sampai hitam, terbakar dengan nyala berasap. Nilai kalorinya diatas 6300Kkal/Kg (lembab bebas bahan mineral/moist MMF).

Bed (Batubara)

Bed batubara adalah perlapisan atau lapisan batubara yang merupakan endapan yang besar yang terdapat pada formasi geologi. Bed juga berarti lapisan batubara yang biasanya berkualitas rendah atau batubara kotor yang sengaja dihamparkan dan dipadatkan dipermukaan (tanah yang diperkeras atau lapisan kerikil padat) sebagai alas batubara bersih. Istilah Bed juga berarti lapisan batubara sebagai bahan bakar pada sistem pembakaran fluidized bed. Breksi ; Batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butiran yang bersudut.

Babit (babbitt metal)

Babit adalah paduan logam berwama putih dengan unsur utama timah putih atau timbal (timah hitam) dan sejumlah kecil antimon, tembaga, dan logam lain; babit dipergunakan untuk bantalan poros.

Badeleit (baddeleyite)

Badeleit adalah mineral dengan komposisi kimia ZrO2 (zirkonium oksida) pertama kali diternukan dalam kumpulan pasir batu permata di Srilanka; mineral ini merupakan sumber zirkonia yang dipakai dalam bahan-bahan tahan api.

Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah bahan yang karena sifat, konsentrasi, jumlah, secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemari dan atau merusak lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain.

Bahan Galian Industri (industrial mineral)

Bahan galian industri adalah bahan galian tambang bukan bijih yang pada umumnya digunakan sebagai bahan baku industri; penggunaan dalam industri banyak ditentukan oleh sifat fisika seperti warna, ukuran partikel, kekerasan, plastisitas, daya serap, dan lain-lain, msl. Batu gamping, bentonit, kaolin, dan zeolit; sin. Mineral industri.

Bahan Galian Logam (metallic mineral)

Bahan galian logam adalah bahan galian atau mineral yang mengandung logam, memiliki kilap logam dan umumnya bersifat sebagai penghantar panas dan listrik yang baik, sin. mineral logam.

Bahan Galian Strategis (strategic mineral)

Bahan galian strategis adalah bahan galian yang mempunyai arti strategis untuk pertahanan, keamanan, dan ketahanan ekonomi negara berdasarkan undang-undang yang berlaku, msl. Minyakbumi, gas ala, batu bara, uranium, nikel, dan timah bahan galian tak vital dan tak strategis - nonvital and nonstrategis.

Bahan Peledak (explosives)

Bahan peledak adalah senyawa kimia yang dapat bereaksi dengan cepat apabila diberikan suatu perlakuan; menghasilkan sejumlah gas bersuhu dan bertekanan tinggi.

Bahan Peledak Bersyarat (permissible explosive)

Bahan peledak bersyarat adalah bahan peledak yang telah diizinkan untuk digunakan di dalam tambang bawah tanah dan tempat-tempat lain yang banyak mengandung gas yang mudah meledak.

Bahan Peledak Kuat (high explosive)

Bahan peledak kuat adalah jenis bahan peledak dengan kecepatan rambat gelombang kejut yang tinggi (1525 - 7620 m/dt); untuk meledakkannya tidak selalu diperlukan detonator, efek peledakannya menghancurkan (shattering).

Bahan Peledak Lemah (tow explosive)

Bahan peledak lemah adalah jenis bahan peledak yang mempunyai kecepatan rambat-gelombang yang relatif rendah, perubahan menjadi fase gas adalah sebagai akibat dari pembakaran dan bukan karena detonasi, efek ledakannya mengangkat dan mendorong (heaving).

Bahan Peledak Polar (polar explosive)

Bahan peledak polar adalah bahan peledak yang mengandung bahan anti beku, bahan peledak yang mengandung nitrogliserin jika disimpan terlalu lama pada temperatur rendah cenderung mudah membeku.

Baja (steel)

Baja adalah logam paduan besi yang mengandung tidak lebih dari 2,5% karbon.

Baja Abnormal (abnormal steel)

Baja abnormal adalah baja diperkeras atau baja paduan yang derajat kekerasannya didasarkan atas komposisinya dan bukan berdasarkan proses karburisasi atau proses perlakuan panas.

Baja Cepat (high speed steel)

Baja cepat adalah paduan baja dengan komposisi 18% W, 8% Cr, 1% V, 0,7% C,serta mempunyai tahan panas dan ketahanan aus; dipergunakan untuk bahan perkakas pemotong, rol pembuat pelat logam, cetakan logam, dan bagian mesin yang harus tahan aus; sin. Baja kecepatan tinggi.

Baja Elektrik (electrical steel)

Baja elektrik adalah jenis baja lembaran untuk generator, motor, dan transformator listrik; mempunyai kadar karbon sangat rendah dan kadar si antara 0,5 - 5%.

Baja Lunak (mild steel)

Baja lunak adalah baja dengan kandungan karbon sampai dengan 0,20% dan tidak mengandung unsur lain selain si dan mn; banyak dipergunakan untuk bahan konstruksi baja karena mempunyai sifat mampu las dan mampu dibentuk yang baik.

Baja Nikel Kromium (nickel chromium steel)

Baja nikel kromium adalah baja yang mengandung nikel dan kromium sebagai unsur paduan; 1,5-4% nikel ditambah 0,5-2% kromium dapat menghasilkan logam paduan dengan kuat tarik, kesadahan dan kekerasan tinggi.

Baja Paduan Rendah (low alloy steel)

Baja paduan rendah adalah baja dengan jumlah kandungan logam lain kurang dari 15; fase keseimbangannya berkaitan dengan diagram Fe-C; sin. Baja aliase rendah.

Baja Rim (rimmed steel)

Baja rim adalah baja yang tidak mengalami deoksidasi sehingga terjadi pelepasan gas dan baja, seperti mendidih pada saat proses pembekuan; gas yang terperangkap akan membentuk pori di dalam ingot baja rim ini; sin. Baja aktif.

Baja Tuntas (killed steel)

Baja tuntas adalah baja yang telah mengalami proses deoksidasi penuh, sehingga tidak terjadi pelepasan gas pada saat pembekuan: silikon dan mangan merupakan unsur yang umum digunakan sebagai bahan deoksidasi; sin. Baja lemas.

Baja-Nikel (nickel steel)

Baja-nikel adalah baja yang mengandung nikel sebagai unsur paduan dengan jumlah yang bervariasi antara 0,5 - 6,0% yang dimaksudkan untuk menaikkan kekuatan sampai kondisi normal, memberikan kesadahan dalam minyak.

Bankfull Stage

Bankfull stage adalah ketinggian aliran air yang mengisi saluran alami. Jika air naik lebih tinggi, maka air tersebut akan melampaui tepi sungai dan banjir akan terjadi.

Bank Storage

Bank storage adalah air yang merembes ke dalam tanah di sepanjang tepi sungai. Hilangnya air ke dalam tanah akan mengurangi ketinggian air di dalam sungai.

Basalt

Basalt adalah batuan beku ekstrusif berwarna gelap, bertekstur halus, komposisi mineralnya terutama terdiri dari plagioklas feldspar dan pyroxene. Basalt dianggap sebagai salah satu komponen utama dari kerak samudera dan jenis batuan yang paling umum dari aliran lava.

Base Flow

Base Flow adalah air yang merembes ke sungai melalui batuan ataupun unit sedimen permeabel yang singkapannya berada di bawah atau tepi sungai.

Base Level

Base level adalah batas bawah erosi oleh aliran air. Permukaan laut adalah batas utama paling bawah, tetapi danau, waduk, dan lokasi lainnya dari sebuah aliran air yang rendah dapat berfungsi sebagai batas paling bawah.

Batimetri (bathymetry)

Batimetri adalah pengukuran dan penyusunan peta kedalaman laut yang menampilkan kedalaman air atau topografi dasar laut.

Bauksit (bauxite)

Bauksit adalah bijih utama pembuatan aluminium yang berkomposisi aluminium oksida dan hidroksida yang terbentuk dari pelapukan kimia yang intens di lingkungan tropis.

Bedrock

Bedrock adalah batuan padat di bawah tanah, lapisan tanah, sedimen, atau penutup permukaan lainnya. Di beberapa lokasi biasanya telah tererosi dan muncul ke permukaan bumi.

B-Horizon

B-Horizon adalah lapisan tanah yang berada di bawah A-horizon, dimana merupakan tempat akumulasi dari material diatasnya yang mengalami leaching (pencucian). Biasanya horizon-B banyak mengandung besi, lempung, aluminium, dan senyawa organik.

Block Vulkanik

Block vulkanik adalah sebuah batu besar dengan diameter > 64 milimeter yang dikeluarkan dari gunung berapi selama letusan eksplosif.

Blowout

Blowout adalah sebuah kondisi tekanan dari bawah permukaan yang tidak terkendali pada suatu sumur minyak atau gas yang dipicu ketika bor menembus unit batuan bertekanan tinggi.

Boulder (bongkah)

Boulder (bongkah) adalah Sebuah istilah yang digunakan untuk partikel sedimen yang berukuran lebih besar dari 256 milimeter. Boulder (bongkah) merupakan partikel terbesar dari sedimen yang biasanya terdapat di sungai, dan dapat mencapai ukuran sebuah rumah.

Untuk istilah geologi yang diawali dengan huruf lain Klik Disini

thumbnail

Kamus Istilah Geologi Online Glossary "A"

Kamus Istilah Geologi Online

KAMUS GEOLOGI ONLINE

Untuk istilah geologi yang diawali dengan huruf lain Klik Disini

Ablasi (Ablation; gletser)

Ablasi gletser adalah hilangnya es atupun salju dari gletser melalui proses apapun, termasuk meleleh, sublimasi, penguapan, erosi karena angin, dan "caving".



Ablasi (Ablation; meteorit)

Ablasi meteoroid adalah hilangnya bahan penyusun permukaan meteoroid saat melewati atmosfer bumi. Hal ini disebabkan karena molekul udara bertabrakan dengan Meteoroid pada kecepatan yang tinggi (minimal 20 kilometer per detik). Jalur dari partikel ablasi ini sering terlihat dari Bumi sebagai garis bercahaya terang yang biasanya disebut "shooting star" atau jejak Meteoroid.

Ablasi (sedimen dan tanah)

Ablasi sedimen dan tanah adalah hilangnya partikel tanah dan sedimen berukuran kecil dari permukaan tanah akibat aksi yang terus-menerus dari angin. Hasil akhirnya, semua partikel akan terbawa oleh angin dan meninggalkan permukaan batauan yang dikenal sebagai "desert pavement".

Accretionary Wedge

Accretionary Wedge adalah Sebuah massa sedimen dasar laut yang terakumulasi pada batas antara lempeng samudera yang konvergen dan lempeng benua. Sedimen dari atas lempeng samudera akan dipaksa masuk ke bawah lempeng benua oleh aktivitas tektonik.


Acidic Rock (Batuan Asam)

Batuan Asam (Acidic Rock) adalah batuan beku yang memiliki kandungan silika relatif tinggi. Contohnya adalah granit dan riolit.





Agate

Agate adalah mineral kuarsa cryptocrystalline yang tembus cahaya dan bergaris-garis (bands), biasa mengandung inklusi yang menghasilkan variasi warna yang menarik. Agate cukup populer digunakan sebagai gamestone.




A-Horizon (Horizon A)

Horizon A adalah lapisan tanah yang berada di bawah material organik permukaan. Horizon A terdiri atas campuran material organik dan mineral. Mayoritas organisme tanah hidup dalam lapisan ini.





Aktinolit (Actinolite)

Aktinolit adalah mineral berwarna hijau keabu-abuan, berasal dari kelompok amphibole, banyak ditemukan dalam batuan metamorf, dan kadang memiliki tekstur berserat.

Alkali

Dalam kimia, alkali adalah zat dasar seperti natrium hidroksida atau natrium karbonat. Zat-zat ini memiliki kemampuan untuk menetralisir asam serta membentuk garam. Dalam geologi, alkali merupakan kata sifat yang digunakan dalam referensi untuk mineral silikat atau batuan yang kaya akan logam alkali seperti natrium atau kalium. Ortoklas, plagioklas, dan mikroklin biasa disebut "Alkali feldspar".

Air Asam Tambang

Air Asam Tambang (Acid Mine Water) adalah air yang sifatnya asam yang terbentuk akibat reaksi mineral sulfida, oksigen, dan air selama proses penambangan. Air asam tambang biasanya membawa logam terlarut yang mengendap pada sebuah saluran (drainase) yang biasa disebut sebagai "Saluran Asam Tambang"(Acid Mine Drainage/AMD). Tambang batubara dan tambang mineral logam adalah sumber penghasil air asam tambang.

Akuifer (aquifer)

Akuifer adalah unit batuan dibawah permukaan ataupun unit sedimen dan tanah yang sifatnya berpori dan permeabel. Untuk menjadi akuifer, batuan harus memiliki sifat-sifat tersebut sehingga batuan akan mudah mengirimkan sejumlah air yang berguna.

Alluvial Fan (Kipas Alluvial)

Kipas alluvial adalah akumulasi sedimen berbentuk kipas yang terbawa oleh sungai dari ngarai/lembah yang curam ke daerah datar. Deposit aluvial biasanya terbentuk pada kondisi iklim kering atau semi kering.


Alluvium

Alluvium adalah akumulasi sedimen yang terkonsolidasi dari hasil aktivitas sungai, termasuk pasir, lanau, lempung ataupun kerikil. Ditampilkan dalam foto adalah singkapan dari alluvium.




Amethyst

Amethyst adalah variasi kuarsa transparan yang warnanya berkisar dari ungu terang sampai ungu tua. Amethyst merupakan salah satu gamestone paling populer dan banyak ditemukan hampir disetiap deposit diseluruh dunia.

Amphibolite

Amphibolite adalah batuan metamorf non-foliasi yang terbentuk melalui rekristalisasi dalam kondisi viskositas dan tekanan tinggi. Amphibolite biasanya tersusun atas mineral utama berupa hornblende dan plagioklas, serta sedikit kuarsa.

Ammonite

Ammonite adalah kelompok hewan laut invertebrata yang menghasilkan "shell Chambered". Fosil mereka sering dipotong dan digunakan sebagai batu hias atau perhiasan. "Ammonites Agatized" adalah batu permata organik yang populer.



Antiklin 

Antiklin adalah lapisan yang membentuk dua sisi kemiringan berlawanan arah (seakan-akan mempunyai kemiringan yang berlawanan) sama seperti atap rumah.

Antrasit

Antrasit adalah batubara keras dengan peringkat tertinggi, berwarna hitam dengan kilap tinggi, mengandung persentasi tinggi karbon tertambat (karbon tetap) biasanya antara 92% - 98% (dalam basis kering , bebas bahan mineral/DMMF). Antrasit sukar terbakar dan bila terbakar menimbulkan nyala pendek berwarna biru tanpa asap. Dari segi tingkat pengkarbonan (carbonization) hanya grafit (yang tidak termasuk batubara) yang berada pada tingkat yang lebih tinggi. Antrasit dapat pula berarti batubara jenis apa saja yang mempunyai nilai kalori lebih besar dari 5700 Kkal/Kg.

Arkose

Arkose adalah batu pasir yang mengandung setidaknya 25% feldspar. Batuan ini mudah dikenali karena butiran feldsparnya yang berwarna merah muda dengan bentuk butir cenderung angular.

Atol (Atoll)

Atol adalah Pulau berbentuk cincin atau kelompok pulau-pulau karang yang dikelilingi oleh air laut dengan laguna dangkal di tengahnya. Biasanya terdapat sebuah celah sempit di sudut pulau yang menghubungkan laguna dengan laut.



Attitude (Batubara)

Attitude Batubara adalah tingkatan perubahan kemiringan lateral dari lapisan batubara yang berhubungan dengan topografi permukaan. Tingkat perubahan ini merupakan faktor yang perlu untuk pertimbangan pilihan lokasi penambangan yang akan dikembangkan karena berkenaan dengan tingkat.pertambahan kedalaman tambang batubara.


Untuk istilah geologi yang diawali dengan huruf lain Klik Disini

loading...
loading...
loading...

Copyright © Geologinesia. Powered by Blogger