thumbnail

Jenis, Asal, dan Kegunaan Batu Apung (Pumice)

Apa itu Batu Apung ?

Batu apung (pumice) adalah batuan dengan ciri ciri utama berwarna terang serta sangat berpori. Batu apung termasuk jenis batuan beku yang terbentuk dari hasil letusan eksplosif gunung berapi. Batuan ini biasanya disebut juga sebagai batuan gelas volkanik silikat karena mengandung buih yang terbuat dari gelembung berdinding gelas. Batu apung paling banyak digunakan sebagai agregat beton ringan dan sebagai bahan abrasif pada berbagai produk industri. Batu apung memiliki porositas tinggi sehingga batuan tersebut bisa mengapung di atas air.

Baca juga: Deskripsi dan Penamaan Batuan Gunungapi

Pencarian lainnya yang berhubungan dengan artikel ini adalah batu apung, batu apung termasuk jenis batuan, jenis batu apung, batu apung digunakan untuk. Pumice, batu pumice, batuan apung, jenis jenis batu apung, ciri ciri batu apung, asal batu apung. Gambar batu apung, manfaat batu apung, kegunaan batu apung.

Ciri-ciri Batu Apung

Batu apung mempunyai sifat vesicular yang tinggi, mengandung jumlah sel yang banyak (berstruktur selular) akibat ekspansi buih gas yang terkandung di dalamnya. Banyaknya ruang pori (Vesikel) pada batu apung yang dibatasi oleh dinding tipis membuat batuan ini mempunyai berat jenis yang sangat rendah. Batu apung biasanya memiliki berat jenis kurang dari 1, sehingga membuat batuan ini mampu mengapung diatas air. Pada umumnya batu apung terdapat sebagai bahan lepasan atau fragmen-fragmen dalam breksi gunungapi. Mineral-mineral yang terdapat dalam batu apung biasanya adalah feldspar, kuarsa, tridimit, dan kristobalit.

Batu apung mempunyai sifat kimia dan fisika antara lain: mengandung oksida SiO2, K2O, MgO, CaO, Al2O3, SO3, Fe2O3, Na2O, TiO2, dan Cl, LOI (Loss of Ignition) 6%, pH 5, berat jenis 0,8 gr/cm3, hantaran suara (sound transmission) rendah, water absorption (peresapan air) 16,67%, ketahanan terhadap api bisa sampai 6 jam, konduktifitas panas (thermal conductivity) rendah, dan rasio kuat tekan terhadap beban cukup tinggi.

jenis, asal, dan kegunaan batu apung
Gambar batu apung (pumice) memperlihatkan banyaknya ruang pori (vesikel).

Macam-macam Jenis Batu Apung

Sebagian besar batu apung berasal dari magma yang mengandung gas yang memiliki komposisi rhyolitik. Sangat jarang batu apung berasal dari magma yang berkomposisi basaltik ataupun andesitik. Letusan yang bersifat eksplosif akan mengeluarkan material gunungapi ke udara, kemudian material tersebut mengalami transportasi secara horizontal dan akan terakumulasi sebagai batuan piroklastik. Jenis batuan lainnya yang memiliki struktur fisika dan asal terbentuknya sama dengan batu apung adalah pumicit, volkanik cinter, dan scoria.

Didasarkan pada material asalnya, cara pembentukan, dan distribusi ukuran partikelnya (fragmen), batu apung dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu: 

1. Batu apung sub-areal 
2. Batu apung sub-aqueous 
3. Batu apung new ardante 
4. Batu apung hasil endapan ulang (redeposit)

Keterdapatan batu apung selalu berkaitan dengan rangkaian gunungapi berumur Kuarter sampai Tersier. Penyebaran batu apung di Indonesia pada umumnya melingkupi daerah Pulau Lombok, Sukabumi, Serang, dan Pulau Ternate. 

Asal Terbentuknya Batu Apung

Ruang pori (dikenal sebagai vesikel) pada batu apung merupakan petunjuk bagaimana batuan tersebut dapat terbentuk. Vesikel sebenarnya merupakan gelembung gas yang terperangkap di batuan selama pendinginan cepat dari magma yang kaya akan gas. Material yang mengalami pendinginan sangat cepat tersebut menyebabkan atom-atom didalamnya tidak mampu mengatur diri untuk membentuk kristal. Inilah yang mendasari para ahli mengkategorikan batu apung sebagai "mineraloid" karena tersusun atas kaca vulkanik amorf.


Di bawah permukaan bumi, magma mengandung beberapa persen berat gas terlarut karena mereka berada di bawah pengaruh tekanan yang tinggi. Kondisi ini mirip dengan karbon dioksida terlarut di dalam botol tertutup minuman berkarbonasi seperti bir ataupun soda. Jika Anda mengguncang botol bir atupun soda tersebut, kemudian segera membuka botol, pelepasan tekanan secara tiba-tiba memungkinkan gas untuk keluar bercampur dengan buih/busa.

Gas yang bercampur dengan magma akan keluar melalui ventilasi vulkanik dalam bentuk buih cair. Selanjutnya, buih tersebut akan cepat mendingin ketika di udara, dan jatuh kembali ke bumi sebagai potongan batu apung. Letusan gunung berapi terbesar dapat mengeluarkan sangat banyak material vulkanik. Material tersebut dapat terdiri atas berbagai ukuran, mulai dari partikel debu yang halus sampai dengan blok besar batuan se-ukuran rumah.

Mafaat Batu Apung

Harga batu apung tidak semahal batu permata, tetapi batu apung sangat banyak kegunaannya. Dalam industri cat batu apung dapat dimanfaatkan sebagai pelapis nonskid, cat sekat akustik, bahan pengisi tekstur cat, dan sebagai flattening agents. Pada industri kimia batu apung dapat digunakan sebagai media fitrasi, chemical carrier, dan pemicu korek api belerang.

Di industri logam dan plastik batu apung dapat digunakan sebagai pembersih dan pemoles, vibratory and barrel finishing, pressure blasting, electro-plating, serta pembersih gelas dan kaca. Dalam industri kosmetik dan odol batu apung digunakan sebagai pemoles dan penambal gigi, serta untuk pemerata kulit. Di industri komponder, karet dan elektronika, batu apung dapat dimanfaatkan sebagai bubuk sabun tangan, bahan penghapus, dan pembersih papan sirkit.

Pencarian lainnya yang berkaitan dengan artikel ini adalah fungsi batu apung, bentuk batu apung, pengertian batu apung. Batu apung adalah, manfaat batu apung dalam kehidupan sehari-hari, proses terbentuknya batu apung.
thumbnail

Pengertian, Syarat, dan Proses Terjadinya Geyser

Pengertian Geyser

Geyser adalah celah/lubang pada permukaan bumi yang menyemburkan kolom air panas bercampur uap secara berkala. Istilah geyser berasal dari kata "geysir" dari Haukadalur, Islandia. Kata itu kemudian berkembang menjadi kata kerja bahasa Islandia yaitu "gjósa" yang artinya "menyembur". Geyser merupakan fenomena menakjubkan karena beberapa geyser memiliki volume semburan air panas hingga ribuan liter, dengan jangkauan semburan hingga puluhan meter di udara.

Geyser "Old Faithful" adalah salah satu geyser yang terkenal di dunia. Geyser ini berada di Yellowstone National Park (USA). "Old Faithful" menyemburkan ribuan liter air panas setiap 60 sampai 90 menit, dengan jangkauan semburan ke udara sekitar 30-70 meter.

Pencarian lainnya yang berhubungan dengan artikel ini : geyser adalah, pengertian geyser, arti geyser, gambar geyser. Proses terjadinya geyser, apa yang dimaksud dengan geyser, apa itu geyser.

Baca juga : Kaldera Gunungapi dan Proses Pembentukannya

terjadinya geyser
Gambar geyser old faithful dan geyser streamboat.

Syarat Terjadinya Geyser

Geyser adalah fitur yang sangat langka, mereka hanya terjadi pada kondisi yang kebetulan. Di seluruh dunia hanya ada sekitar 1000 geyser, dan kebanyakan dari mereka berada di Yellowstone National Park (USA). Syarat terjadinya geyser adalah sebagai berikut :
  1. Ada batuan panas (hot rocks) di bawah permukaan
  2. Sumber air tanah yang cukup
  3. Ada reservoir air di bawah permukaan
  4. Ada celah/lubang untuk mengeluarkan air ke permukaan


Dimanakah Geyser Dapat Dijumpai ?

Sebagian besar geyser di dunia terjadi hanya pada lima negara, yaitu Amerika Serikat, Russia, Chile, Selandia Baru, dan Islandia. Semua lokasi ini berkaitan dengan adanya aktivitas geologi berupa gunung berapi dan sumber batuan panas (hot rocks) di bawahnya.

Selain Geyser "Old Faithful", dikenal juga geyser yang masih aktif dengan semburan tertinggi di dunia yaitu Geyser "Steamboat" yang juga berada di Yellowstone National Park. Beberapa semburan geyser ini dapat mencapai ketinggian 122 meter di udara. Geyser ini telah meletus dan menyemburkan air panas mendidih sekitar 10 kali selama 20 tahun terakhir.

Sebelum geyser "Steamboat", Geyser "Waimangu" di Selandia Baru dinobatkan menjadi geyser tertinggi di dunia karena semburannya yang spektakuler hingga 488 meter di udara. Sayangnya, tanah longsor yang terjadi disekitar celah geyser tersebut telah mengubah hidrologi Waimangu, sehingga geyser tersebut belum pernah meletus lagi sejak tahun 1902.

Proses Terjadinya Geyser

Untuk memahami bagaimana geyser bekerja, kita harus terlebih dahulu memahami hubungan antara air dan uap. Uap dihasilkan ketika air dipanaskan sampai pada titik didihnya. Ketika air terkonversi menjadi uap pada kondisi permukaan maka uap akan menempati sebuah ruang dengan volume sekitar 1600 kali lebih banyak dibandingkan air. Letusan geiser dipengaruhi oleh "ledakan uap" ketika air mendidih dan secara cepat berekspansi ke bentuk uap sehingga menghasilkan tingkat kepadatan volume yang sangat besar.

Air tanah (yang belum panas/masih dingin) yang berada di dekat permukaan bumi akan merembes masuk lebih ke bawah permukaan hingga mendekati sebuah sumber panas (magma chamber). Selanjutnya air tanah tersebut akan terpanaskan hingga mencapai titik didihnya. Namun, karena lokasi pemanasan berada jauh dibawah permukaan bumi (tekanan semakin besar) maka pada saat air mencapai titik didihnya tidak akan terjadi pembentukan uap, kondisi ini dikenal sebagai "superheated". "superheated" adalah kondisi dimana air yang telah mencapai titik didihnya tidak bisa berubah wujud menjadi uap karena tekanan disekitarnya yang tinggi (high confining pressure).

Baca juga : Geologi dalam Sebotol Air Kemasan

Ketika terdapat celah/lubang yang menghubungkan permukaan bumi (udara) dengan bawah permukaan (lokasi terjadinya superheated) maka "high confining pressure" akan berkurang. Kondisi ini menyebabkan air akan berekspansi menjadi uap dalam volume yang besar sehingga menghasilkan ledakan air bercampur uap yang menyembur keluar melewati celah/lubang ke permukaan bumi. Inilah yang menyebabkan terjadinya geyser.
thumbnail

Geologi Dalam Sebotol Air Kemasan

Sejarah Air Kemasan

Nilai ekonomis dari sebuah "air khusus" pertama kali diberdayakan di Eropa pada akhir periode 1700-an. Pada saat itu, orang-orang mulai mengunjungi mata air alami untuk minum ataupun mandi langsung dari sumbernya. Kemudian pada tahun 1767, "Spa Jackson" di Boston mulai melakukan pembotolan air (air kemasan) yang kemudian menjadi populer sampai saat ini. Hal ini memungkinkan orang untuk saling berbagi air dengan orang-orang di wilayah lain dalam cakupan yang luas.


Pada masa lalu (saat awal terciptanya industri air), "air mineral" dan "mata air" adalah jenis yang paling populer dari sebuah air kemasan. Banyak orang percaya bahwa "air mineral" memiliki efek pengobatan dan bahwa "mata air" memiliki kemurnian istimewa karena muncul dari dalam tanah dan sama sekali belum tercemarkan. Industri air kemasan lahir dari kondisi yang demikian, dan mereka menjadi faktor penentu untuk mendapatkan sebuah keuntungan yang besar.
Geologi sebotol air kemasan
Gambar ilustrasi botol air kemasan.

Air dari Sumber Geologi

Beberapa botol air yang khusus diproduksi dan dipasarkan berasal dari sumber air alami. Hal ini telah diatur oleh Depertemen Kesehatan (DEPKES) dan seharusnya ini diberi label sesuai dengan definisinya. Dibawah ini adalah beberapa identitas umum dari air yang harus kita kenali.

Air Mineral (Mineral Water)

"Air Mineral" adalah air alami yang dihasilkan dari sumur atau mata air yang secara alami mengandung setidaknya 250 bagian per juta dari total padatan atau mineral terlarut. Padatan terlarut dapat dianggap sebagai sebuah impuritas (pengotor). Namun, beberapa orang percaya bahwa mineral terlarut dapat memberikan manfaat kesehatan tertentu.

Akan tetapi sebenarnya hanya sedikit penelitian resmi yang mengungkap manfaat kesehatan dari air mineral yang dihasilkan dari sebuah sumber yang alami. Jadi, sebaiknya DEPKES tidak memperbolehkan produsen untuk menambahkan "mineral tambahan" ke dalam air ataupun mengklaim bahwa air mineral terbukti memberikan "manfaat kesehatan khusus".

Mata Air (Spring Water)

"Mata Air" harus dihasilkan dari mata air alami. Musim hujan adalah saat terbaik di mana air mengalir secara alami ke permukaan bumi. Di masa lalu, banyak orang percaya bahwa mata air adalah sebuah hal yang istimewa karena muncul dari tanah dan tidak pernah digunakan sebelumnya. Namun, saat ini proses yang membentuk mata air telah banyak dipahami dengan baik, dan air yang mengalir dari dalam tanah hanyalah air dengan kualitas biasa saja.

Air Artesis (Artesian Water)

"Air Artesian" adalah air yang dihasilkan dari sumur artesis. Untuk bisa sampai ke permukaan, air yang berada dalam akuifer (unit batuan di bawah permukaan yang dapat menampung dan mengirimkan air) harus berada di bawah tekanan alami yang cukup untuk membuat air bisa naik sampai ke permukaan. Meskipun ini merupakan sebuah kondisi geologi yang menarik, tapi air artesis juga tidak memiliki bahan kimia khusus yang bisa dipakai untuk pengobatan khusus.

Air Murni Bersoda (Sparkling Water)

"Air Murni Bersoda" dihasilkan dari mata air atau sumur yang secara alami mengandung karbon dioksida terlarut, sehingga air secara alami berkarbonasi. Banyak produsen air kemasan dapat mengganti karbon dioksida yang hilang selama proses tersebut, tetapi tidak akan se-murni ketika baru muncul dari bawah permukaan tanah. Meskipun ini juga merupakan kondisi geologi yang langka, tetapi tetap saja air tersebut belum bisa menjadi produk yang memberikan manfaat kesehatan khusus.

Air Tanah dan Air Sumur (Groundwater & Well Water)

"Air tanah" dan "air sumur" adalah istilah yang digunakan untuk air yang dihasilkan dari sumur yang menembus permukaan air (water table) di bawah tanah. "Water table" merupakan level air bagian atas pada tanah atau batuan yang semua ruang porinya terisi oleh air. Banyak sistem pengairan di kota menghasilkan air dari sini. Tidak ada yang khusus tentang air ini, karena Jenis air ini tidak memiliki sifat alami yang membuat mereka unggul dipakai di bidang komersial lainnya, selain hanya berguna untuk dikomsumsi masyarakat dengan cara mengambil langsung dari keran setiap harinya.
penampang air sumur dan air tanah
Penampang air sumur yang bersumber dari air tanah.

Kegunaan dan Manfaat Air

Penggunaan paling utama dari air minum kemasan adalah sebagai sumber pasokan darurat. Ketika pasokan air alami terputus atau terkontaminasi, air minum kemasan sering menjadi sumber ketersediaan alternatif. Banyak individu, keluarga, perusahaan, organisasi, lembaga pemerintah, dan militer menggunakan air dalam kemasan botol untuk penggunaan darurat.

Air tidak memiliki kalori, tidak mengandung gula terlarut, tidak mengandung alkohol, dan kafein. Jika Anda secara teratur minum air sebagai pengganti soda, bir, kopi, atau teh, Anda telah membuat pola hidup yang sehat.

Dengan meminum air murni (yang bukan teh atau kopi) maka dapat menurunkan asupan kafein Anda. Memuaskan dahaga Anda dengan air (bukannya bir) maka akan membuat Anda terhindar dari masalah kesehatan serius, bahkan masalah sosial (mabuk dan merusak). Menghindari minuman yang manis dapat menurunkan berat badan dan mencegah kerusakan gigi. 

Dalam sebuah botol air ataupun setetes air dari keran dapat menghasilkan beberapa manfaat yang nyata. Jadi, mulailah berpikir air sebagai minuman alternatif karena air kemasan maupun air dari keran kedua-duanya menyehatkan, dengan syarat belum tercemar. Meminum air murni akan lebih menghemat uang dan melestarikan lingkungan. Bayangkan jika anda hanya mengkomsumsi bir, kopi atau teh? berapa uang yang harus anda habiskan tiap harinya.
thumbnail

Pengertian, Jenis, dan Kegunaan Batu Gamping (Batu Kapur)

Pengertian Batu Gamping (Batu Kapur)

Batu gamping adalah batuan sedimen yang utamanya tersusun oleh kalsium karbonat (CaCO3) dalam bentuk mineral kalsit. Di Indonesia, batu gamping sering disebut juga dengan istilah batu kapur, sedangkan istilah luarnya biasa disebut "limestone". Batu gamping paling sering terbentuk di perairan laut dangkal.


Batu gamping (batu kapur) kebanyakan merupakan batuan sedimen organik yang terbentuk dari akumulasi cangkang, karang, alga, dan pecahan-pecahan sisa organisme. Batu gamping juga dapat menjadi batuan sedimen kimia yang terbentuk oleh pengendapan kalsium karbonat dari air danau ataupun air laut.

Pencarian lainnya yang berhubungan dengan artikel ini : batu kapur, batu gamping, jenis batu gamping, deskripsi batu gamping, jenis batu kapur, asal batu kapur, pemanfaatan batu kapur, kegunaan batu kapur, pembentukan batu kapur.

Pada prinsipnya, definisi batu gamping mengacu pada batuan yang mengandung setidaknya 50% berat kalsium karbonat dalam bentuk mineral kalsit. Sisanya, batu gamping dapat mengandung beberapa mineral seperti kuarsa, feldspar, mineral lempung, pirit, siderit dan mineral-mineral lainnya. Bahkan batu gamping juga dapat mengandung nodul besar rijang, nodul pirit ataupun nodul siderit.


Kandungan kalsium karbonat dari batugamping memberikan sifat fisik yang sering digunakan untuk mengidentifikasi batuan ini. Biasanya identifikasi batugamping dilakukan dengan meneteskan 5% asam klorida (HCl), jika bereaksi maka dapat dipastikan batuan tersebut adalah batugamping.

Pembentukan Batugamping pada Lingkungan Laut

Kebanyakan batugamping terbentuk di laut dangkal, tenang, dan pada perairan yang hangat. Lingkungan ini merupakan lingkungan ideal di mana organisme mampu membentuk cangkang kalsium karbonat dan skeleton sebagai sumber bahan pembentuk batugamping. Ketika organisme tersebut mati, cangkang dan skeleton mereka akan menumpuk membentuk sedimen yang selanjutnya akan terlitifikasi menjadi batugamping.

Produk sisa organisme tersebut juga dapat berkontribusi untuk pembentukan sebuah massa sedimen. Batugamping yang terbentuk dari sedimen sisa organisme dikelompokan sebagai batuan sedimen biologis. Asal biologis mereka sering terlihat oleh kehadiran fosil.

Beberapa batugamping dapat terbentuk oleh pengendapan langsung kalsium karbonat dari air laut. Batugamping yang terbentuk dengan cara ini dikelompokan sebagai batuan sedimen kimia. Batugamping ini dianggap kurang melimpah dibandingkan batugamping biologis.

Pembentukan Batugamping pada Lingkungan Evaporasi

Batugamping juga dapat terbentuk melalui penguapan. Stalaktit, stalakmit dan formasi gua lainnya (sering disebut speleothems) adalah contoh dari batugamping yang terbentuk melalui penguapan. Di sebuah gua, tetesan air akan merembes dari atas memasuki gua melalui rekahan ataupun ruang pori di langit-langit gua, kemudian akan menguap sebelum jatuh ke lantai gua.


Ketika air menguap, setiap kalsium karbonat yang dilarutkan dalam air akan tersimpan di langit-langit gua. Seiring waktu, proses penguapan ini dapat mengakibatkan akumulasi seperti es kalsium karbonat di langit-langit gua, deposit ini dikenal sebagai stalaktit. Jika tetesan jatuh ke lantai dan menguap serta tumbuh/berkembang ke atas (dari lantai gua) depositnya disebut dengan stalakmit. Batu gamping yang membentuk formasi gua ini dikenal sebagai "travertine" dan masuk dalam kelompok batuan sedimen kimia.

Jenis-jenis Batu Gamping (Batu Kapur)

Ada banyak nama berbeda digunakan untuk batugamping. Nama-nama ini didasarkan pada bagaimana batugamping terbentuk, penampilannya (tekstur), komposisi mineral penyusunnya, dan beberapa faktor lainnya. Berikut ini adalah beberapa jenis batugamping yang namanya lebih umum digunakan:
1. Chalk: merupakan sebuah batugamping lembut dengan tekstur yang sangat halus, biasanya berwarna putih atau abu-abu. Batuan ini terbentuk terutama dari cangkang berkapur organisme laut mikroskopis seperti foraminifera atau dari berbagai jenis ganggang laut.
2. Coquina: merupakan sebuah batugamping kasar yang tersemenkan, yang tersusun oleh sisa-sisa cangkang organisme. Batuan ini sering terbentuk pada daerah pantai dimana terjadi pemisahaan fragmen cangkang dengan ukuran yang sama oleh gelombang laut.
3. Fossiliferous Limestone: merupakan sebuah batugamping yang mengandung banyak fosil. Batuan ini dominan tersusun atas cangkang dan skeleton fosil suatu organisme.
4. Lithographic Limestone: merupakan sebuah batugamping padat dengan ukuran butir sangat halus dan sangat seragam, yang terjadi di dalam sebuah lapisan tipis membentuk permukaan sangat halus.
5. Oolitic Limestone: merupakan sebuah batugamping yang terutama tersusun oleh kalsium karbonat "oolites", berbentuk bulatan kecil yang terbentuk oleh hasil presipitasi konsentris kalsium karbonat pada butir pasir atau cangkang fragmen.
6. Travertine: merupakan sebuah batugamping yang terbentuk oleh presipitasi evaporasi, sering terbentuk di dalam gua, yang menghasilkan deposit seperti stalaktit, stalakmit dan flowstone.

jenis dan lingkungan pembentukan batu gamping
Gambar macam-macam jenis batugamping dan lingkungan pembentukannya.

Kegunaan Batu Gamping (Batu Kapur)

Batugamping merupakan batuan dengan keragaman penggunaan yang sangat besar. Batuan ini menjadi salah satu batuan yang banyak digunakan dibandingkan jenis batuan-batuan lainnya. Sebagian besar batugamping dibuat menjadi batu pecah yang dapat digunakan sebagai material konstruksi seperti: landasan jalan dan kereta api serta agregat dalam beton. Nilai paling ekonomis dari sebuah deposit batugamping yaitu sebagai bahan utama pembuatan semen portland.

Beberapa jenis batugamping banyak digunakan karena sifat mereka yang kuat dan padat dengan sejumlah ruang/pori. Sifat fisik ini memungkinkan batugamping dapat berdiri kokoh walaupun mengalami proses abrasi. Meskipun batugamping tidak sekeras batuan berkomposisi silikat, namun batugamping lebih mudah untuk ditambang dan tidak cepat mengakibatkan keausan pada peralatan tambang maupun crusher (alat pemecah batu).
thumbnail

Mineral Kuarsa (Quartz) dan Kegunaannya

Apa itu Kuarsa ?

Kuarsa adalah senyawa kimia yang terdiri dari satu bagian silikon dan dua bagian oksigen atau biasa disebut silikon dioksida (SiO2). Kuarsa merupakan mineral yang paling berlimpah ditemukan di permukaan bumi dan sifatnya yang unik dapat membuatnya menjadi salah satu mineral yang paling berguna.


Dimana Kuarsa Dapat Ditemukan ?

Kuarsa adalah mineral yang terdistribusi secara luas di permukaan bumi. Mineral ini dapat terbentuk pada semua suhu pembentukan mineral. Kuarsa banyak ditemukan di batuan beku, metamorf, dan batuan sedimen.

Kuarsa sangat tahan terhadap pelapukan mekanik dan kimia. Daya tahan inilah yang membuat mineral ini banyak ditemukan di puncak gunung, pantai, sungai, dan gurun pasir. Kuarsa dapat hadir dimana-mana, berlimpah dan resisten. Tambang deposit kuarsa banyak ditemukan di seluruh dunia.
sifat fisik dan kegunaan kuarsa
Gambar mineral kuarsa dan sifat fisiknya.

Apa Kegunaan Kuarsa ?

Kuarsa merupakan salah satu bahan alami yang paling berguna. Kegunaannya selalu dihubungkan dengan sifat fisik dan kimianya. Mineral kuarsa memiliki kekerasan 7 pada Skala Mohs yang membuatnya sangat resisten. Hal ini disebabkan karena ikatan struktur kimianya yang dapat berhubungan dengan berbagai macam unsur.

Kursa memiliki sifat listrik dan tahan panas yang membuatnya berguna dalam produk elektronik. Kuarsa sering memiliki warna yang berkilau dan "diaphaneity", membuatnya berguna sebagai batu permata dan juga bahan pembuatan kaca.


Kristal kuarsa dapat digunakan untuk tujuan khusus. Kristal kuarsa yang berkualitas tinggi adalah silika kristal tunggal dengan sifat optik ataupun elektronik. Para ahli memperkirakan ada sekitar sepuluh miliar kristal kuarsa digunakan setiap tahun.

Kristal kuarsa dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan filter, kontrol frekuensi, timer, sirkuit elektronik yang menjadi komponen penting dalam ponsel, jam tangan, receiver televisi, komputer, alat navigasi, lensa, penutup laser, dan berbagai macam perangkat khusus lainnya.
thumbnail

Gempa Bumi Terkini: Gorontalo di Guncang Gempa 4,4 Skala Richter

Gempa yang berkekuatan 4,4 SR telah mengguncang Provinsi Gorontalo pada hari ini Sabtu 21 mei 2016. Gempa terjadi pada pukul 15.01 WITA pada kedalaman sekitar 40 kilometer.


Indar Adi Waluyo dari Stasiun Meteorologi dan Geofisika Gorontalo mengatakan bahwa Gempa terjadi pada posisi 1,07 LU dan 122,77 BT ke arah 34 kilometer Timur Laut Gorontalo Utara.

Menurutnya, episenter gempa berada di sekitar pesisir Kecamatan Sumalata Timur, dan warga diharapkan melaporkan bila merasakan kekuatan gempa tersebut.

“Kami berharap ada laporan dari warga atau siapapun yang merasakan guncangan tersebut, terutama di wilayah sekitar episentrum,” katanya.


Gorontalo merupakan salah satu daerah yang paling rawan terjadi gempa bumi. Bahkan dalam catatan BMKG, intensitas gempa di daerah itu nyaris terjadi setiap hari.
gempa gorontalo

Sebelumnya, tanggal 7 April 2016 pukul 12.09/Wita terjadi gempa bumi berkekuatan 5,1 Skala Richter yang berpusat di Kabupaten Gorontalo Utara.

Juga pada November 2008 terjadi gempa berkekuatan 7,7 SR di Gorontalo, menyebabkan seorang warga tewas. Meskipun demikian, gempa jarang dirasakan oleh warga Gorontalo karena rata-rata berkekuatan di bawah 5 Skala Richter (SR).

Sumber: Antaranews
thumbnail

Lapisan Stratosfer Tempat Pembentukan dan Penguraian Ozon

Lapisan stratosfer adalah lapisan atomosfer nomor 2 paling dekat dengan permukaan bumi (setelah traposfer). Ketebalan stratosfer kira-kira 40 km yang berada pada ketinggian sekitar 10-50 kilometer dari permukaan air laut. Lapisan ini ditandai dengan naiknya temperatur sebagai dampak dari pertambahan ketinggian (altitude).

Fenomena naiknya temperatur pada lapisan ini disebabkan terjadinya penyerapan tinggi energi spektrum ultra violet (UV) karena makin banyaknya molekul-molekul poliatomik seiring dengan bertambahnya ketinggian. Sedangkan di bagian yang lebih bawah, penyerapan spektrum UV akan lebih rendah, sebanding dengan turunnya jumlah molekul poliatomik dan meningkatnya molekul diatomik ataupun monoatomik. Menurut ilmu termodinamika, molekul-molekul poliatomik akan menyerap spektrum energi tinggi sehingga berpotensi meradiasikan spektrum infrared (IR) yang lebih besar.

Baca juga : Urutan Susunan Lapisan Atmosfer

Lapisan stratosfer bagian atas didominasi oleh proses pembentukan ozon dengan menyerap energi UV lebih tinggi, dan meradiasikan IR juga lebih tinggi. Sedangkan di bagian bawah, didominasi oleh proses penguraian ozon dengan menyerap UV lebih rendah, dan meradiasikan IR lebih rendah.

Kita ketahui bahwa IR memiliki "panjang gelombang" yang lebih pendek dibanding UV. Spektrum "panjang gelombang" yang lebih panjang (energi rendah) akan mengakibatkan efek panas, sedangkan spektrum "panjang gelombang" yang lebih pendek (energi tinggi) akan lebih menimbulkan efek perubahan ikatan molekuler. Penyerapan dan radiasi spektrum di lapisan stratosfer berfungsi untuk melindungi permukaan bumi dari radiasi UV yang berlebihan.

stratosfer tempat pembentukan ozon
Gambar Macam-macam Lapisan Atmosfer Bumi.

Seperti yang kita ketahui bahwa spektrum yang diradiasikan oleh matahari adalah sangat kompleks, dari spektrum energi sangat tinggi sampai spektrum energi sangat rendah. Spektrum energi yang rendah sangat diperlukan untuk sumber energi kehidupan di bumi, akan tetapi spektrum yang energinya tinggi tidak akan mampu diterima oleh sistem kehidupan di bumi.

Dalam hal ini, telah tercipta secara alamiah sebuah desain filter spektrum yang ditunjukkan oleh struktur lapisan atmosfer berlapis-lapis, sesuai dengan peran dan kegunaannya. Pada lapisan stratosfer, peran ini diwakili oleh model siklus pembentukan dan penguraian ozon. Lapisan tempat terjadinya siklus pembentukan dan penguraian ozon di stratosfer biasa disebut dengan lapisan "ozonosfer".

Baca juga : Komposisi Gas Penyusun Lapisan Atmosfer

Siklus pembentukan dan penguraian ozon memanfaatkan spektrum radiasi ultra violet dengan panjang gelombang sekitar 185 – 240 nm dan 280 – 320 nm. Beberapa ahli menyebutkan bahwa pembentukan ozon dan penguraian ozon terjadi secara alamiah dan merupakan sebuah siklus kesetimbangan.

Proses pembentukan ozon akan makin lambat seiring bertambahnya altitude, kebalikannya proses penguraian ozon akan makin cepat terjadi. Pada lingkungan pembentukan dan penguraian ozon, jumlah energi dan gas yang berperan dalam proses reaksi juga setimbang. Sehingga secara relatif jumlah oksigen (O2), ozon (O3), dan oksigen radikal (O) dalam kondisi konstan, diatur dengan banyaknya penyerapan spektrum UV.

Secara alamiah, jumlah elemen yang terlibat dalam reaksi pembentukan dan penguraian ozon sebanding dengan jumlah energi menengah UV (185 nm – 320 nm) yang masuk ke atmosfer. Dengan demikian tidak ada sisa spektrum energi UV yang signifikan untuk bisa terus sampai ke permukaan bumi.

Referensi: Hermana dan Assomadi, 2013, Atmosfer Sains dan Fenomena, Surabaya. Holton, J.R, P.H. Haynes, M.E. McIntyre, A.R. Douglass, R.B. Rood, and L. Pfister. "Strattosphere-troposphere exchange." Rev. Geophysics. vol 33, 1995: 403-439.
thumbnail

Struktur Internal Bumi untuk memahami Tektonik

Bagian Utama Lapisan Bumi

Untuk memahami tektonik lempeng, pengetahuan tentang struktur lapisan bumi sangat penting bagi seorang geologist. Dengan mempelajari susunan lapisan bumi, komposisi, karakteristik, serta sifat tiap lapisan-lapisan bumi maka gambaran mengenai model tektonik akan lebih mudah kita pahami. Sebuah analogi yang baik untuk memudahkan kita membayangkan lapisan bumi adalah dengan memotong/membelah buah persik (peach) menjadi dua bagian.

Baca juga : Bagaimana Para Ahli dapat mengetahui Lapisan-lapisan Bumi ??

Apabila kita membelah buah persik, kita akan melihat tiga bagian lapisan pada buah tersebut yaitu : 1) kulit yang sangat tipis, 2) bijih yang terletak di bagian tengah, dan 3) sebagian besar massa buah terkandung dalam daging. Apabila analogi tersebut kita konversikan ke bumi, maka hasil pemotongan bumi juga akan terlihat sama, yaitu terdiri atas:
1. Kerak yang sangat tipis di bagian luar,
2. Inti yang berada di tengah,
3. Sebagian besar massa bumi berada di dalam mantel.

Jadi disini dapat terlihat ada 3 lapisan utama bumi, dengan susunan dari atas-bawah adalah kerak bumi, mantel bumi, dan inti bumi. Untuk penjelasannya perhatikan gambar dan mainkan tiap animasi di bawah ini.

Pencarian lainnya yang terkait artikel ini adalah lapisan lapisan bumi, lapisan kerak bumi, inti bumi, struktur lapisan kulit bumi, bagian bumi, struktur dalam bumi. Lapisan struktur bumi, interior bumi, lapisan inti bumi, lapisan kerak bumi tersusun dari. Lapisan bumi paling luar, struktur internal bumi, urutan lapisan bumi, batuan penyusun kerak bumi, lapisan mantel bumi.

lapisan lapisan bumi


Kerak Bumi

Lapisan kerak bumi tersusun atas dua jenis kerak yaitu kerak samudera yang tipis mendasari cekungan lautan, dan kerak benua yang tebal yang mendasari benua. Kedua jenis kerak ini tersusun atas berbagai jenis batuan.

Kerak samudera komposisi utamanya adalah basalt sedangkan kerak benua komposisi utamanya adalah granit. Tingkat kepadatan yang rendah dari kerak benua memungkinkannya untuk "mengapung". Semakin tinggi tingkat kepadatan suatu bahan maka akan semakin mengarah ke lapisan bumi yang lebih di bawah (mantel).

kerak samudera dan kerak benua


Mantel Bumi

Mantel bumi diduga berkomposisi batuan yang kaya mineral olivin. Mantel bumi memiliki temperatur yang berbeda disetiap kedalamannya. Suhu terendah tepat berada di bawah kerak bumi dan semakin ke bawah suhu akan semakin meningkat. Suhu tertinggi terjadi dimana bahan penyusun mantel kontak dengan inti panas. Peningkatan suhu yang stabil sesuai kedalamannya dikenal dengan sebutan "gradien panas bumi".

Baca juga : Bukti bentukan tektonik pada batas pertemuan Lempeng Bumi

Gradien panas bumi bertanggung jawab terhadap pembentukan sifat fisik yang berbeda-beda pada batuan. Sifat tersebut digunakan untuk membagi mantel menjadi dua zona yang berbeda yaitu mantel atas dan mantel bawah. Batuan di dalam mantel atas lebih dingin dan rapuh, sedangkan batuan di dalam mantel bawah akan lebih panas dan lembut (tapi tidak cair).

Batuan di dalam lapisan mantel atas akan cenderung mudah patah apabila terjadi tekanan (stress), sehingga inilah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi. Sedangkan batuan di dalam mantel bawah akan lebih lembut dan bergerak (bukan patah) ketika mengalami tekanan. Batas bawah dari sifat batuan yang rapuh ini merupakan penanda batas antara mantel atas dan mantel bawah bumi.

mantel atas dan mantel bawah

Inti Bumi

Inti bumi diduga berkomposisi paduan besi dan nikel. Komposisi ini diasumsikan berdasarkan perhitungan kepadatan dan fakta bahwa banyak meteorit (yang dianggap bagian dari interior sebuah tubuh planet) adalah paduan besi dan nikel. Inti bumi merupakan sumber panas karena mengandung bahan radioaktif yang dapat melepaskan panas. Inti bumi dibagi menjadi dua zona yang berbeda yaitu Inti Luar dan Inti Dalam.
inti luar dan inti dalam

Inti luar berbentuk cairan, karena suhu di dalam lapisan tersebut dapat mencairkan paduan besi dan nikel. Namun, pada inti dalam akan cenderung berbentuk padat, meskipun suhunya lebih tinggi dari inti luar. Hal ini disebabkan karena tekanan yang luar biasa besar yang diperoleh dari pembebanan material di atasnya, akibatnya pembebanan tersebut akan lebih memperkuat ikatan atom bahan penyusunnya, sehingga mencegah pembentukan fase cair.
thumbnail

LOGAM TITANIUM DAN KEGUNAANNYA

Pengertian Logam Titanium

Titanium adalah logam yang kuat, tahan terhadap korosi, dan bersifat inert. Titanium merupakan unsur yang paling melimpah ke-9 dalam kerak bumi. Titanium merupakan unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ti dengan nomor atom 22. Unsur ini merupakan logam transisi sehingga orang sering menyebutnya sebagai logam titanium.

Sejumlah kecil titanium terbentuk hampir di setiap batuan. Titanium merupakan konstituen penting dalam sejumlah kecil mineral. Sekitar 90% titanium yang ada di kerak bumi terdapat didalam mineral ilmenite. Ilmenite merupakan titanium oksida besi dengan komposisi kimia FeTiO3. Sisanya, titanium dapat terbentuk dekat permukaan bumi pada mineral seperti anatase, brookite, Leucoxene, perovskit, rutil, dan sphene.

Baca juga : Logam Tanah Jarang (REE) dan Kegunaannya

Pembentukan Titanium

Sebagian besar titanium yang ada di dunia diperoleh dari pertambangan pasir mineral berat (Heavy Mineral Sand). Pasir ini terbentuk dari hasil pelapukan massa batuan beku seperti gabro, norite, dan anorthosite. Batuan-batuan tersebut mengandung mineral titanium bearing seperti ilmenite, anatase, brookite, leucoxene, perovskit, rutil, dan sphene.

titanium pada pasir mineral berat
Pasir mineral berat yang biasanya mengandung titanium.

Ketika batuan-batuan tersebut mengalami pelapukan, hanya titanium yang mampu bertahan. Mereka akan terkonsentrasi oleh pelapukan dan diangkut ke hilir sebagai butiran pasir dan lumpur. Selanjutnya, mereka terdeposit sebagai pasir di sepanjang garis pantai. Deposit inilah yang biasanya dikeruk atau ditambang.

Deposit titanium juga dapat terjadi di sebuah lingkungan di mana mineral titanium diendapkan selama periode permukaan laut lebih tinggi dari sekarang atau biasa dikenal dengan istilah progradasi endapan pantai. Pasir mineral berat kemungkinan akan mengandung beberapa persen berat ilmenite dan mineral titanium bearing lainnya.

Kegunaan Logam Titanium

Titanium merupakan logam yang sangat akrab dengan kehidupan manusia. Banyak orang tahu bahwa titanium dapat digunakan dalam perhiasan, prosthetics, raket tenis, sarung tangan kiper, gunting, rangka sepeda, alat-alat bedah, ponsel, dan produk lainnya yang membutuhkan kekuatan bahan. Pada kondisi murni, titanium lebih kuat dari beberapa baja, tapi bobotnya hanya sekitar setengah dari baja. Titanium juga 2 kali lebih kuat dari aluminium tetapi bobotnya 60% lebih berat dari aluminium.


Titanium bisa juga dipadukan dengan besi, aluminium, vanadium, nikel, molibdenum dan logam lainnya untuk menghasilkan paduan performa tinggi. Suku cadang mesin jet, pesawat ruang angkasa, peralatan militer, pelindung tubuh, dan produk teknologi tinggi lainnya dibuat dengan paduan titanium.
thumbnail

Logam Tanah Jarang dan Kegunaannya

Pengertian Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements)

Kita sering dibingungkan dengan adanya dua istilah "Logam Tanah Jarang" ataukah "Unsur Tanah Jarang". Sebenarnya kedua istilah tersebut adalah sama, karena unsur-unsur tanah jarang semuanya adalah logam, sehingga kelompok ini sering disebut juga sebagai "logam tanah jarang". Logam-logam ini memiliki sifat yang mirip dan sering ditemukan bersama-sama dalam suatu deposit geologi. Bahkan terkadang mereka juga disebut "oksida tanah jarang" karena kebanyakan dari mereka dijual sebagai senyawa oksida.


Unsur atau logam tanah jarang adalah suatu kelompok yang terdiri dari 17 unsur kimia yang terdapat bersama-sama dalam sebuah sistem tabel periodik (lihat gambar di bawah). Kelompok ini terdiri dari yttrium dan 15 elemen lantanida (lanthanum, cerium, praseodymium, neodymium, promethium, samarium, europium, gadolinium, terbium, dysprosium, holmium, erbium, thulium, ytterbium, dan lutetium). Kadang-kadang skandium juga masih masuk sebagai kelompok logam tanah jarang, karena sering ditemukan bersama-sama dalam sebuah deposit. "International Union of Pure" dan "Applied Chemistry" telah memasukan skandium sebagai logam tanah jarang.
logam tanah jarang dan kegunaannya
Tabel periodik unsur (atas) dan macam-macam logam tanah jarang (bawah).

Logam Tanah Jarang (REE) sering dibagi lagi menjadi 2 klasifikasi yaitu: Logam Tanah Jarang Berat (Heavy Rare Earths) dan Logam Tanah Jarang Ringan (Light Rare Earths). Lanthanum, cerium, praseodymium, neodymium, promethium dan samarium masuk dalam kelompok "Logam Tanah Jarang Ringan". Sedangkan Yttrium, europium, gadolinium, terbium, dysprosium, holmium, erbium, thulium, ytterbium, dan lutetium merupakan "Logam Tanah Jarang Berat". Meskipun sebenarnya yttrium lebih ringan dari "Logam Tanah Jarang Ringan", tetapi ia tetap masuk dalam kelompok "Logam Tanah Jarang Berat" karena kesamaan asosiasi kimia dan sifat fisiknya.

Apakah Logam ini benar-benar Langka?

Logam Tanah Jarang sebenarnya tidak "jarang/langka" sebagaimana tersirat dalam namanya. Misalnya, thulium dan lutetium adalah dua jenis logam tanah jarang yang paling melimpah. Mereka memiliki kelimpahan dipermukaan rata-rata yang hampir 200 kali lebih besar dari kelimpahan emas dipermukaan. Namun, logam ini sangat sulit untuk di tambang, karena mereka jarang ditemukan dalam konsentrasi yang cukup tinggi untuk dapat di ekstraksi secara ekonomis.


Sedangkan cerium, yttrium, lantanum, dan neodymium, mereka memiliki kelimpahan rata-rata yang mirip dengan logam industri seperti kromium, nikel, seng, molibdenum, tungsten dan timah. Tetapi tetap saja mereka jarang ditemukan dalam konsentrasi yang cukup untuk dapat diekstrak.

Kegunaan Logam Tanah Jarang

Logam tanah jarang dan paduannya digunakan di banyak perangkat seperti memori komputer, DVD, baterai isi ulang, ponsel, catalytic converter, magnet, lampu neon, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selama 20 tahun terakhir, telah terjadi ledakan permintaan yang membutuhkan logam tanah jarang. 20 tahun yang lalu, orang sangat sedikit menggunakan ponsel, namun saat ini jumlah tersebut telah meningkat menjadi lebih dari 7 miliar penggunaan ponsel. Begitupula penggunaan komputer, saat ini telah berkembang hampir sama secepat ponsel.

Banyak Baterai isi ulang yang dibuat dengan senyawa tanah jarang. Permintaan untuk baterai didorong oleh permintaan atas perangkat elektronik portabel seperti komputer portabel dan kamera. Sejumlah senyawa tanah jarang juga berada didalam baterai yang digunakan sebagai daya pada setiap kendaraan listrik dan kendaraan listrik hibrida.

Logam tanah jarang juga dapat digunakan sebagai katalis, fosfor, dan senyawa "polishing". Ini digunakan untuk pengendalian polusi udara dan penerang layar pada perangkat elektronik. Semua produk ini diperkirakan akan mengalami peningkatan permintaan. Beberapa unsur lain mungkin dapat menggantikan penggunaan logam tanah jarang, namun unsur pengganti tersebut biasanya kurang efektif dan harganya mahal.
thumbnail

Bulan Jupiter Lo Memiliki Gunung Berapi Teraktif di Tata Surya

Kita ketahui bahwa bukti aktivitas gunung berapi masa lalu telah ditemukan pada kebanyakan planet dan bulan-bulan mereka di tata surya kita. Bulan kita sendiri (bulan bumi) memiliki wilayah luas yang ditutupi dengan aliran lava kuno. Mars memiliki Olympus Mons sebagai fitur vulkanik terbesar di tata surya kita, sedangkan permukaan Venus ditutupi dengan batuan beku dan ratusan fitur vulkanik. Sebagian besar fitur vulkanik ditemukan dalam sistem tata surya kita terbentuk jutaan tahun yang lalu, ketika tata surya kita masih muda serta planet-planet dan bulan mereka memiliki temperatur internal yang jauh lebih tinggi.


Berdasarkan pengamatan dari Bumi dan dari kendaraan ruang angkasa, hanya ada empat lokasi di tata surya kita yang aktivitas gunung berapinya telah terkonfirmasi atau teramati secara langsung. Empat lokasi itu adalah Bumi, Bulan Jupiter Lo, Bulan Neptunus Triton, dan bulan Saturnus Enceladus. Sedangkan, bukti aktivitas gunung berapi di Mars dan Venus telah diamati tapi hingga saat ini tidak terlihat letusan secara langsung.

NASA telah menerbitkan gambar letusan gunung berapi yang terjadi antara tanggal 15 - 29 Agustus 2013 di Bulan Jupiter Lo. Selama periode dua minggu tersebut, diyakini telah terjadi letusan kuat dengan melemparkan bahan vulkanik ratusan mil diatas permukaan bulan tersebut. Lo merupakan satu dari empat bulan terbesar milik planet Jupiter. Tiga buah bulan lainnya diberi nama Ganymede, Europa, dan Calistro.
letusan di bulan jupiter lo
Erupsi Lo (kiri) dan kenampakan permukaannya (kanan). 

Gambar infrared di atas menunjukkan letusan tanggal 29 Agustus 2013 yang diakuisisi oleh Katherine de Kleer, dari University of California di Berkeley menggunakan "Gemini North Telescope" dengan dukungan dari National Science Foundation. Ini merupakan salah satu gambar yang paling spektakuler dari aktivitas gunung berapi yang pernah diambil. Pada gambar tersebut, terlihat celah besar di permukaan Lo yang diyakini telah meletus dan mengeluarkan "tirai api" hingga beberapa mil panjangnya.

Selain Bumi, Lo adalah satu-satunya tubuh di tata surya kita yang mampu meletus dan mengeluarkan lava yang sangat panas. Karena gravitasinya yang rendah serta explosivity magma, letusan besar diyakini telah terjadi selama beberapa hari sehingga meluncurkan puluhan mil kubik lava di atasnya dan kemudian membentuk suatu pedataran yang luas.

Lo adalah sebuah tubuh vulkanik yang paling aktif di tata surya kita. Ini mengejutkan karena kebanyakan orang menganggap Lo jaraknya sangat jauh dari matahari serta permukaan es nya yang membuatnya tampak seperti tempat yang sangat dingin. Lo adalah bulan yang ukurannya sangat kecil tetapi sangat besar dipengaruhi oleh gravitasi dari planet raksasa Jupiter.

Gaya tarik gravitasi Jupiter dan 3 bulan lainnya (anymede, Europa, dan Calistro) seperti mengerahkan kekuatan untuk "menarik" Lo sehingga  menyebabkan terjadinya deformasi secara terus menerus. Kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah besar gesekan internal sehingga dapat memanaskan Lo dan memungkinkan aktivitas gunung berapi yang intens.

Lo memiliki ratusan ventilasi vulkanik, beberapa ledakan di antaranya menghasilkan uap beku dan "salju vulkanik" yang dapat menyebar ratusan mil tingginya ke atmosfer. Gas-gas ini bisa menjadi satu-satunya produk dari letusan ini, atau kemungkinan juga ada beberapa produk yang dihasilkan terkait kehadiran batuan silikat dan belerang cair di permukaan Lo.


Daerah disekitar ventilasi vulkanik menunjukkan bukti bahwa mereka telah "muncul kembali" membentuk sebuah morfologi yang datar dengan komposisi material yang baru. Daerah-daerah inilah yang merupakan fitur permukaan dominan yang ada di Lo. Jumlah kawah yang sangat kecil dibandingkan dengan tubuh-tubuh vulkanik lain di tata surya kita, merupakan bukti dari aktivitas vulkanik yang terjadi terus menerus di Bulan Jupiter Lo.

Referensi: Nasa-Jet Propulsion Laboratory, California Institute of technology (www dot jpl dot nasa dot gov/news/news.php?release=2014-260). Picture Credit; Katherine de Kleer, UC Berkeley, Gemini Observatory.
thumbnail

Gunung Olympus Mons dan Kawah Hellas, Topografi Tertinggi dan Terendah di Planet Mars

Topografi Planet Mars

Planet mars memiliki fitur spektakuler berupa titik elevasi tertinggi dan terendah. Titik terendah dihasilkan oleh impact asteroid besar yang membentuk "Kawah Hellas", sedangkan titik tertinggi dibentuk oleh letusan berulang "Olympus Mons" yang merupakan gunung berapi terbesar di tata surya kita. Meskipun Mars merupakan planet yang lebih kecil dari bumi, namun fitur elevasi titik tertinggi dan terendahnya melebihi titik elevasi yang ada di bumi.
Titik tertinggi dan terendah di Mars
Topografi pada planet mars.

Gambar diatas merupakan peta topografi dari planet Mars. Peta proyeksi Mercator ini menunjukkan ketinggian yang rendah sebagai warna biru dan ketinggian yang tinggi sebagai warna putih. Peta ini disusun oleh NASA berdasarkan data "Mars Orbiter Laser Altimeter" yaitu  sebuah instrumen pada pesawat ruang angkasa "Mars Global Surveyor".

Titik tertinggi di Mars adalah gunung berapi Olympus Mons (ditandai dengan bendera dengan huruf "H") dengan nilai elevasi pada puncaknya 21.229 meter (69.649 kaki) di atas "Areoid Mars". Titik terendahnya adalah Kawah Hellas (ditandai dengan bendera dengan huruf "L") dengan nilai elevasinya 8.200 meter (26.902 kaki) di bawah "Areoid Mars". Detail peta gunung berapi Olympus Mons dan Kawah Hellas ditunjukkan lebih jelas pada gambar dibawah.


Bagaimana memperoleh Datum Referensi di Mars?

Di Bumi, kita menggunakan "permukaan laut" sebagai datum referensi. Ketinggian gunung di bumi diukur dari permukaan laut dan kedalaman laut diukur berapa meter kebawah permukaan laut. Di Mars tidak ada permukaan laut yang dapat dibuat sebagai referensi, sehingga dibuatlah datum pengganti yang disebut sebagai "Areoid Mars".

Areoid Mars merupakan permukaan ekuipotensial dari "Goddard Mars Gravity Model". "Areoid Mars" adalah bola imajiner dengan pusat yang bertepatan dengan pusat Mars dengan radius 3.396.000 meter. Kita dapat menganggapnya sebagai elevasi referensi, mirip dengan elevasi nol di Bumi pada permukaan laut. Radius yang digunakan untuk "Areoid Mars" sangat dekat dengan radius rata-rata Mars sepanjang khatulistiwanya, nilainya adalah 3.396.196 meter.

Untuk membuat peta topografi di Mars, data dari "Mars Orbiter Laser Altimeter" digunakan untuk menghitung jari-jari Mars terhadap jutaan titik-titik pengamatan di seluruh permukaan planet tersebut. Nilai elevasi Mars diperoleh dengan mengurangi radius "Areoid Mars" dari radius Mars pada setiap titik pengamatan. Sehingga ketinggian yang dihasilkan dapat digunakan untuk menghasilkan sebuah peta topografi.
Gunung Olympus Mons dan Kawah Hellas
Gunungapi Olympus Mons (atas) dan Kawah Hellas (bawah).

Gunung Olympus Mons dan Kawah Hellas

Gunungapi Olympus Mons adalah titik elevasi tertinggi di Mars dengan nilai ketinggian 21.229 meter (69.649 kaki). Gunung tersebut merupakan gunung tertinggi di tata surya kita, bahkan sebagai gunung berapi terbesar sejagad raya. Aliran lava dari Olympus Mons dan gunung berapi disebelahnya tidak berada didalam kawah yang terbentuk oleh tumbukan asteroid besar. Hal ini membuktikan bahwa letusan yang membentuknya terjadi setelah tumbukan asteroid besar.


Kawah Hellas, juga dikenal sebagai "Hellas Planitia" adalah kawah besar di belahan bumi selatan Mars. Kawah ini mempunyai diameter sekitar 2.300 kilometer (1.400 mil) dengan kedalaman sekitar 9 kilometer (5 mil). Kawah ini merupakan kawah terbesar yang ada di planet ini.
thumbnail

MINERAL BIOTIT DAN KEGUNAANNYA

Pengertian Mineral Biotit

Mineral biotit adalah nama yang digunakan untuk kelompok besar mineral mika hitam yang biasanya ditemukan dalam batuan beku dan metamorf. Mineral kelompok mika sangat bervariasi komposisi kimianya, tetapi sifat fisiknya sangat mirip yaitu bahwa semua mineral mika membentuk lembaran silikat. Umumnya, komposisi kimia biotit adalah : K (Mg, Fe)2-3 Al1-2 Si2-3 O10 (OH,F)2.


Nama "biotit" biasanya digunakan di lapangan karena kelompok mineral mika hitam (annite, siderophyllite, fluorophlogopite, eastonite, dsb) umumnya tidak dapat dibedakan tanpa pengamatan optik, kimia, ataupun x-ray analisis. Biotit adalah mineral utama yang ditemukan dalam berbagai batuan beku seperti granit, diorit, gabro, peridotit dan pegmatit.

Biotit juga dapat terbentuk pada kondisi metamorfik ketika batulempung terkena panas dan tekanan hingga membentuk sekis dan gneiss. Meskipun biotit sangat tidak tahan terhadap pelapukan dan dapat berubah menjadi mineral lempung, tetapi kadang-kadang biotit masih dapat ditemukan dalam material sedimen dan batupasir.
sifat fisik mineral biotit
Kenampakan mineral biotit dan sifat fisiknya.

Sifat-sifat Fisik Mineral Biotit

Biotit sangat mudah untuk diidentifikasi, dan dengan sedikit pengalaman seseorang akan dapat mengenalinya secara visual. Biotit merupakan mika hitam dengan belahan yang sempurna dan kilap vitreous. Ketika biotit dipisahkan menjadi lembaran tipis, lembaran tersebut sebenarnya bersifat fleksibel, tetapi apabila dilenturkan lebih kuat lagi maka lembaran tersebut akan patah.


Lembaran biotit apabila disinari maka akan tembus cahaya dan menghasilkan pendaran berwarna coklat, abu-abu atau kehijauan. Geologist yang berpengalaman kadang-kadang dapat mengenali phlogopite dengan warna coklatnya. Sifat fisik biotit secara lengkap dapat dilihat pada gambar diatas.

Macam-macam Jenis Mineral Biotit

Seperti disebutkan di atas, biotit adalah nama yang digunakan untuk sejumlah mineral mika hitam yang memiliki komposisi kimia yang berbeda tetapi sifat fisik sangat mirip. Mineral ini umumnya tidak dapat dibedakan dari satu sama lain tanpa analisa laboratorium. Untuk dapat melihat macam-macam jenis mineral biotit beserta komposisi kimianya, perhatikan pada gambar dibawah ini.
macam-macam jenis biotit
Macam-macam jenis biotit beserta komposisi kimianya.

Kegunaan Mineral Biotit

Mineral biotit memiliki kegunaan secara komersial seperti dapat digunakan sebagai pengisi dan "extender" dalam cat, sebagai aditif untuk lumpur pengeboran, sebagai pengisi inert dan media cetakan, dan sebagai lapisan permukaan pada industri aspal. Biotit juga digunakan dalam potassium-argon dan metode-metode argon pada dating batuan beku.

Biotit sering mengelabui para pendulang emas, baik itu yang berpengalaman sekalipun. Serpihan kecil biotit dalam dulang dapat menghasilkan refleksi berwarna perunggu terang apabila terkena sinar matahari. Refleksi ini dapat menipu pendulang dengan berpikir bahwa ia telah menemukan emas.
thumbnail

Daerah Penghasil Petir Terbanyak di Dunia

Petir terbentuk akibat adanya perbedaan muatan listrik. Ketika perbedaan muatan cukup besar maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) ke udara. Petir adalah peristiwa keluarnya tegangan listrik tinggi secara mendadak, yang dapat terjadi di dalam awan, antar awan, ataupun antara awan dan tanah. Secara global, rata-rata terjadi sekitar 40 sampai 50 kilatan petir setiap detiknya, atau hampir 1,4 miliar kilatan per tahun. Ini sudah tentu merupakan suatu muatan listrik yang kuat dan mematikan.


Pada tahun 1997, NASA dan Japan Aerospace Exploration Agency meluncurkan "Tropical Rainfall Measuring Mission" yaitu sebuah satelit untuk mempelajari curah hujan dan fenomena atmosfer. Selain mempelajari curah hujan dan fenomena atmosfer, satelit tersebut juga melakukan sensor untuk memantau frekuensi dan distribusi geografis petir di atmosfer bumi. Data dari sensor mengungkapkan bahwa setiap tahunnya bumi menghasilkan sekitar 44 kilatan petir per detik, dengan maksimum sekitar 55 kilatan per detik selama musim panas boreal dan minimum sekitar 35 kilatan per detik pada musim panas selatan.

Beberapa data awal dari satelit tersebut digunakan untuk membuat peta global aktivitas petir. Peta ini mengungkap bahwa distribusi geografis petir terjadi tidak seragam di Bumi. Umumnya kilatan petir tertinggi berada di daerah tropis atau khatulistiwa dan semakin kearah utara atau selatan semakin menurun. Namun, ada beberapa daerah yang jauh dari khatulistiwa tetapi memiliki jumlah kilatan petir yang luar biasa.

Dengan menggunakan data petir selama 16 tahun, peneliti mampu memantau kegiatan petir yang intens terjadi di bumi pada resolusi 0,1 derajat. Pemantauan ini menghasilkan distribusi global aktivitas petir ke dalam fokus yang sangat jelas. Peneliti mampu mengidentifikasi dan memberi peringkat daerah/hotspot yang menghasilkan jumlah petir terbesar selama periode pengamatan 1998-2013. Laporan rinci hasil penelitian mereka diterbitkan dalam buletin "American Meteorological Society".


Sebuah hotspot kecil di bagian utara Amerika Selatan menempati rekor tertinggi penghasil petir terbanyak di dunia. Hotspot petirnya terletak di ujung selatan Danau Maracaibo, sebuah teluk payau di barat laut Venezuela. Daerah ini memiliki tingkat kepadatan kilatan 232,52. Itu berarti bahwa daerah ini mengalami rata-rata 232,52 kilatan per kilometer persegi per tahun.
penghasil petir terbanyak di dunia
Gambar ilustrasi petir dan 10 daerah penghasil petir terbanyak di dunia.

Peringkat kedua ditempati oleh hotspot Kabare di Republik Demokratik Kongo dengan tingkat kepadatan kilatan 205,31. Dan Peringkat ketiga berada di hotspot Kampene juga masih di Republik Demokratik Kongo dengan tingkat kepadatan kilatan 176,71. Lihat gambar diatas untuk mengetahui 10 daerah/hotspot penghasil petir terbanyak di dunia. Jadi apabila ada yang mengatakan daerah Bogor ataupun Depok yang memegang rekor petir terbanyak di dunia, no comment dech..!!

Referensi: Albrecht, R., S. Goodman, D. Buechler, R. Blakeslee, and H. Christian, 2016: Where are the lightning hotspots on Earth? Bull. Amer. Meteor. Soc. doi :10.1175/BAMS-D-14-00193.1, in press.
thumbnail

Mengenal Diatom, Kelompok Alga Pembentuk Batu Diatomit

Pengertian Diatom

Diatom adalah anggota dari kelompok alga yang melayang bebas di perairan, baik di lautan maupun di danau. Beberapa jenis diatom hidup di bawah air dan di tanah. Kebanyakan diatom sangat kecil (mikroskopis), tetapi beberapa spesies ada yang panjangnya mencapai dua milimeter. Sebagai sebuah kelompok, diatom sangat unik karena mereka adalah organisme bersel tunggal yang menghasilkan dinding sel eksternal dengan komposisi silika yang biasa disebut "frustule". "frustules" sangat tipis dan memiliki struktur yang halus.

Baca juga : Pembentukan Pasir Silika dan Pemanfaatannya

Hampir semua diatom berfotosintesis dan hidup di air pada kedalaman sekitar < 30 kaki, dimana sinar matahari masih dapat menembus ke bawah. Diatom sangat produktif dan berperan besar menghasilkan hampir setengah dari massa organik di lautan. Faktor kelimpahan dan ukurannya yang kecil, menempatkan mereka pada rantai makanan utama di dasar laut.

Diatom Sebagai Pembentuk Batu Diatomit

Ketika diatom mati, mereka akan tenggelam dan membentuk "silika frustule". Di beberapa wilayah, frustules tidak dimasukkan kedalam sedimen bawah permukaan, karena sifat mereka yang larut ketika tenggelam. Jika material sedimen mengandung frustules diatom >30% dari total beratnya maka sedimen itu akan disebut sebagai "Diatom OoZE" atau "Siliceous Ooze". Sedimen inilah yang apabila terlitifikasi akan membentuk batuan yang disebut Diatomit.

Diatomit adalah batuan sedimen berwarna terang yang utamanya tersusun atas sisa-sisa skeletal yang mengandung silika diatom. Batuan ini mempunyai tingkat porositas yang tinggi, ukuran partikelnya halus, dan berat jenisnya rendah. Sifat-sifat tersebut membuatnya menjadi berguna sebagai bahan utama di berbagai bidang industri. Ketika diatomit dihancurkan menjadi bubuk maka materialnya biasa disebut sebagai "Tanah Diatom" atau "Diatomaceous Earth" (D.E).
Diatom pembentuk batu diatomit
Gambar batu diatomit (kiri) dan tanah diatom (kanan)

Kegunaan Diatomit

Ada 4 kegunaan utama diatomit yang berhubungan dengan sifat fisik batuan tersebut, yaitu sebagai media filter, aditif semen, bahan pengisi (fillers), dan bahan penyerap (absorbents). Sifat fisik tersebut adalah karena ukuran partikelnya yang kecil, porositasnya yang tinggi, luas permukaannya yang besar, mengandung silika yang relatif inert, dan berat jenisnya yang rendah.

Baca juga : Kegunaan Batu Serpih (Shale)

Harga diatomit tergantung pada kualitasnya dan bagaimana ia akan digunakan. Diatomit yang diambil langsung dari tambang tanpa pengolahan (biasanya dalam idustri beton) harganya sekitar $7 per ton. Diatomit dari deposit bermutu tinggi yang telah dihancurkan dan di benefisiasi untuk digunakan dalam industri kosmetik dan ekstraksi DNA, harganya bisa mencapai $400 per ton.
thumbnail

BATU SERPIH DAN KEGUNAANNYA

Pengertian Batu Serpih

Serpih adalah batuan sedimen berbutir halus yang terbentuk dari pemadatan lumpur dan lempung. Ukuran partikel mineralnya biasa kita sebut sebagai "lumpur". Komposisi yang demikian meyebabkan banyak orang yang memasukan serpih kedalam kategori batuan sedimen "batulumpur" (mudstones). Tetapi sebenarnya serpih dibedakan dari batulumpur karena karena karakternya yang "fissile" dan "laminated". "Laminasi" berarti bahwa batuan terdiri dari banyak lapisan tipis, sedangkan "Fisil" artinya batuan itu gampang terbelah menjadi potongan-potongan tipis disepanjang laminasi-nya.


Clark (1954) menyebutkan serpih (shale) sebagai batuan detritus yang memiliki ukuran partikel-partikel penyusunnya berdiameter <1/16 mm. Berdasarkan definisi tersebut artinya istilah serpih pun juga akan mencakup batulanau. Namun demikian, kebanyakan para ahli membagi material halus kedalam 2 kategori yaitu lanau yang nantinya akan membentuk batulanau, dan lempung yang akan membentuk batulempung.

Pencarian lainnya yang berhubungan dengan artikel ini: batu serpih, gambar batu serpih, kegunaan batu serpih. Manfaat batu serpih, pengertian batu serpih, ciri ciri batu serpih, gambar batuan serpih, fungsi batu serpih. Pertanyaan yang akan terjawab dalam artikel ini: batu serpih termasuk jenis batuan, batu serpih berasal dari, batu serpih merupakan contoh dari batuan, batu serpih terbentuk dari, bagaimana proses terbentuknya batu serpih, batu serpih adalah, batu serpih bersifat lunak karena tersusun oleh, batu serpih disebut juga batu.

Diantara jenis batuan sedimen lainnya, sebenarnya serpih (shale) merupakan batuan yang memiliki kelimpahan paling tinggi. Sloss (1968) memperkirakan serpih membentuk sekitar 32% batuan sedimen Paleozoikum dan Kenozoikum yang ada di craton Amerika Utara. Sedangkan Blatt (1970) memperkirakan bahwa 69% sedimen benua tersusun atas serpih.

Walaupun memiliki kelimpahan yang tinggi, tetapi serpih tidak tersingkap baik seperti batugamping dan batupasir yang kita tahu lebih resisten daripadanya. Teksturnya yang sangat halus serta komposisi yang kompleks, membuat serpih tidak terlalu dipahami seperti material-material sedimenter yang lainnya.

Ciri-ciri dan Komposisi Batu Serpih

serpih merupakan batuan yang utamanya tersusun atas butiran mineral berukuran lempung seperti illite, kaolinit dan smektit. Selain itu, serpih juga biasanya mengandung partikel mineral kuarsa, feldspar, bahan organik, karbonat, oksida besi, mineral sulfida, dan butiran-butiran mineral berat.

Komposisi yang demikian sering ditentukan oleh lingkungan pengendapan, dan sering menjadi faktor pembentuk warna pada batu serpih. Seperti pada kebanyakan batuan, warna serpih sering ditentukan oleh adanya bahan tertentu dalam jumlah yang kecil. Hanya beberapa persen dari bahan organik atau oksida besi secara signifikan dapat mengubah warna batu serpih, sebagai contoh:

Serpih hitam dan abu-abu; jenis serpih ini akan selalu menunjukkan adanya bahan organik di dalamnya. Bahan organik biasanya hanya berkisar antara 1-2% saja. Selain itu, warna tersebut hampir selalu mengindikasikan bahwa serpih terbentuk pada lingkungan yang kekurangan oksigen.

Serpih merah, coklat, dan kuning;  jenis ini terbentuk dalam lingkungan yang kaya oksigen dan sering mengandung partikel-partikel kecil dari oksida besi atau hidroksida besi seperti hematite, goethite ataupun limonite. Kehadiran hematit dapat menghasilkan serpih merah dan Kehadiran limonite atau goethite dapat menghasilkan serpih kuning ataupun coklat.
batu serpih dan kegunaannya
Macam-macam kenampakan batu serpih

Pembentukan Batu Serpih

Seperti dijelaskan diatas bahwa serpih terbentuk dari akumulasi lumpur dan lempung. Akumulasi ini dimulai dengan pelapukan batuan, dimana pelapukan akan memecah batuan dalam bentuk partikel mineral-mineral berukuran lempung. Selanjutnya air yang mengalir akan mencuci partikel kecil tersebut dan membawanya ke sungai, serta memberikan penampilan fisik berupa lumpur (becek).


Ketika aliran air melambat atau memasuki tubuh cekungan seperti danau, rawa atau laut, partikel lumpur ini akan mengendap. Jika proses ini terjadi terus menerus maka akan terjadi akumulasi yang menyebabkan lumpur tersebut berubah menjadi batuan sedimen yang dikenal dengan istilah "batulumpur" (mudstone). Batulumpur yang mempunyai karakter yang fisil dan berlaminasi inilah yang dikenal dengan istilah serpih (shale). Faktor utama penentu karakter fisil dan laminasi biasanya karena suplai sedimen yang bertahap serta proses pembebanan (kompaksi) material sedimenternya.

Kegunaan Batu Serpih

Beberapa serpih memiliki sifat khusus yang membuat mereka menjadi sumberdaya yang penting. Serpih hitam mengandung bahan organik yang berperan sebagai perangkap gas alam atau minyak bumi. Serpih juga dapat dihancurkan dan dicampur dengan air untuk menghasilkan tanah liat yang dapat dibuat menjadi berbagai benda yang berguna.

serpih juga sering digunakan pada industri semen. Batu kapur dan serpih akan dipanaskan sampai suhu yang cukup tinggi (menghilangkan H2O) serta untuk membentuk batu kapur menjadi kalsium oksida dan karbon dioksida. Karbon dioksida nantinya akan hilang sebagai emisi, sedangkan kalsium oksida yang dikombinasikan dengan shale akan membentuk bubuk semen.

Referensi: Blatt, H. 1970. Determination of mean sediment thickness in the crust: A sedimentologic method. Bull. GSA 81:255-262. Clark, TH. 1954. Shale: A study in nomenclature. Trans. Roy. Soc. Canada Ser. 3, Sect. 4, 48:1-7. Sloss, LL. 1968. Sedimentary volumes on the North American craton. GSA Program with abstracts, 1968 Ann. Mtg., Mexico City. Hlm. 281.
loading...
loading...
loading...

Copyright © Geologinesia. Powered by Blogger