Jumat, 23 Desember 2016

Sistem Panas Bumi (Geothermal) Vulkanik

Sesuai dengan judul postingan diatas maka pada kesempatan ini Geologinesia.Com akan coba membahas mengenai Sistem Panas Bumi (Geothermal) pada Lingkungan Vulkanik. Sebagai dasar untuk memahami pembahasan ini diharapkan sobat geologinesia telah membaca postingan sebelumnya mengenai apa itu sistem panas bumi (geothermal). Seperti kita ketahui bahwa khususnya di Indonesia, potensi panas bumi terbagi atas dua lingkungan geologi, yaitu lingkungan vulkanik dan non-vulkanik. Pembahasan kita saat ini akan lebih fokus membahas mengenai panas bumi di lingkungan vulkanik.


Secara umum, lingkungan vulkanik memiliki sumber panas bumi yang terdistribusi di sepanjang jalur vulkanik dan biasanya memiliki kandungan panas yang tinggi, sehingga sudah banyak dikembangkan dan menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan. Sebagian besar sumber panas bumi di Indonesia tergolong dalam kelompok vulkanik, seperti yang tersebar di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Bali, Kepulauan Nusa Tenggara, Sulawesi Bagian Utara, hingga Maluku Bagian Utara.

potensi panas bumi
Gambar potensi panas bumi vulkanik dan non-vulkanik di Indonesia.

Kasbani (2009) menyebutkan bahwa pembentukan sistem panas bumi kelompok vulkanik biasanya tersusun oleh batuan vulkanik menengah (andesit-basaltis) hingga asam dan umumnya memiliki karakteristik reservoir pada kedalaman sekitar 1,5 km dengan temperatur tinggi berkisar 250 derajat celcius sampai dengan 370 derajat celcius.

Pada daerah vulkanik aktif biasanya memiliki umur batuan yang relatif muda dengan kondisi temperatur yang sangat tinggi dan kandungan gas magmatik besar. Sedangkan untuk daerah vulkanik yang tidak aktif biasanya berumur relatif lebih tua dan telah mengalami aktivitas tektonik yang cukup kuat untuk membentuk permeabilitas batuan melalui rekahan dan celah yang intensif.


Pada kondisi tersebut diatas, akan terbentuk temperatur menengah hingga tinggi dengan konsentrasi gas magmatik yang lebih sedikit dibandingkan dengan daerah vulkanik aktif. Sistem vulkanik dapat dikelompokkan menjadi beberapa tipe, yaitu sistem tubuh gunungapi strato, sistem komplek gunungapi, sistem kaldera, dan sistem vulkano-tektonik (Anonim, 2010).