Wednesday, December 21, 2016

Perkembangan Logam Tanah Jarang (REE) di Dunia dan Indonesia

Logam Tanah Jarang (LTJ / REE) sesuai dengan namanya merupakan senyawa mineral dengan unsur tanah jarang yang sangat langka atau kelimpahannya sangat sedikit. Keterdapatan di alam berupa senyawa kompleks umumnya senyawa fosfat dan karbonat. Dengan perkembangan teknologi pengolahan material, logam tanah jarang semakin dibutuhkan dan umumnya pada industri teknologi tinggi.


Logam tanah jarang banyak diburu bersama paduannya karena digunakan untuk banyak peralatan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya berupa: memori komputer, DVD, baterai isi ulang, telepon seluler, konventer katalis kendaraan bermotor, magnet, lampu fluoresen dan lain-lain. Bahkan kegunaan untuk komputer dan DVD telah tumbuh lebih cepat daripada telepon seluler. Berbagai tipe rechargeable batteries yang banyak mengandung cadmium (Cd) atau timbal, sekarang digantikan dengan baterai rechargeable lanthanum-nickel-hydride (La-Ni-H). Demikian halnya pada baterai komputer, baterai mobil dan peralatan komunikasi banyak menggunakan LTJ karena daya pakai yang lebih lama, mudah diisi ulang (recharge) dan mudah didaur ulang.

Di dalam negeri, logam tanah jarang sebagai komoditas pertambangan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 23 tahun 2010 yaitu digolongkan sebagai bagian dari jenis mineral logam yang keseluruhannya 58 jenis, walaupun pada kenyataannya hingga saat ini belum ada Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diterbitkan khusus untuk LTJ, namun dalam bentuk mineral monasit ((Ce, La, Pr, Nd, Th, Y)PO4) dan xenotim (YPO4) banyak diperdagangkan secara tidak resmi. Pengusahaannya sebagai komoditas tambang sudah pula diatur dalam PP nomor 1 tahun 2014 dan dalam Peraturan Menteri nomor 1 tahun 2014 sebagai produk mineral yang harus diolah atau dimurnikan di dalam negeri, akan tetapi produk LTJ ini diperoleh berupa produk sampingan timah (Sn). Hingga sekarang industri LTJ dalam pengertian industri hulu dengan produk unsur, senyawa oksida atau hidroksida belum ada di Indonesia walaupun perencanaan ke arah sana sudah dibahas dalam berbagai seminar berkali-kali.

perkembangan logam tanah jarang dunia
Perkembangan Logam Tanah Jarang secara Global (REE/LTJ).

Bila melihat kondisi pasar REE setidaknya pada dekade terakhir ini, kebutuhan dunia terus meningkat terutama disebabkan kegunaannya dalam industri berteknologi tinggi.  Pada teknologi tinggi berupa industri "magnetic refrigeneration" karena REE mempunyai daya magnet yang sangat kuat. Untuk memenuhi kebutuhan, dunia sudah sejak lama mengandalkan potensi yang ada di Tiangkok. Sekitar 90% kebutuhan dunia dipasok dari Tiongkok. Akan tetapi akhir-akhir ini pemerintah Tiongkok mulai membatasi produksinya hingga 60% yang berdampak semakin mahalnya dan langkanya komoditas ini di pasaran global. Harganya pun sempat meroket walau belakangan harga ini mulai menurun.


Sejalan dengan perhatian terhadap ketidaktergantungan pemanfaatan energi, perubahan iklim, dan isu-isu tentang penjualan kendaraan listrik yang menggunakan baterai, menyebabkan permintaan akan senyawa logam tanah jarang meningkat lebih cepat. Pemicu peningkatan permintaan senyawa-senyawa logam tanah jarang juga sejalan dengan peningkatan kebutuhan bahan pembuat katalis, fosfor, dan pemoles untuk pengendali pencemaran udara, layar iluminasi pada perangkat elektronik dan gelas optik.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner