Sunday, December 18, 2016

#6 KOMPONEN PENGINDERAAN JAUH

loading...
Penginderaan Jauh (atau disingkat inderaja/remote sensing) merupakan akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak jauh (dari pesawat, satelit, pesawat luar angkasa, ataupun kapal). Alat penginderaan jauh biasanya disebut juga dengan "Sensor" (alat peraba). Penginderaan jauh tersusun atas komponen-komponen yang membentuk suatu kesatuan sistem. Interaksi antar sistem dalam komponen-komponen penginderaan jauh akan menghasilkan data numerik dan manual yang selanjutnya melalui sebuah proses pengolahan dan interpretasi dapat diketahui jenis obyek area ataupun fenomena yang terjadi. Pada artikel kali ini Geologinesia.com akan lebih fokus membahas tentang komponen-komponen penginderaan jauh. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa setidaknya ada 6 Komponen Penginderaan Jauh yang kita kenal yaitu:
  1. Sumber energi atau Iluminasi
  2. Interaksi dengan Target
  3. Perekaman Energi oleh sensor
  4. Transmisi, Penerimaan dan Pengolahan Data
  5. Interpretasi dan Analisis data
  6. Pengguna Data


Pencarian lainnya yang terkait dengan artikel ini adalah: penginderaan jauh, komponen penginderaan jauh, pengindraan jauh, komponen pengindraan jauh, komponen komponen penginderaan jauh. Inderaja, Indraja, komponen inderaja, penginderaan jarak jauh, komponen utama penginderaan jauh, dan komponen-komponen penginderaan jauh.

Sumber Energi atau Iluminasi

Komponen pertama untuk penginderaan jauh adalah sumber energi (tenaga) yang menyinari atau memberikan energi elektromagnetik ke sebuah target (objek) yang diinginkan. Sumber energi dalam proses inderaja terdiri atas energi alamiah yaitu sinar matahari dan energi buatan berupa gelombang mikro. Jumlah energi yang diterima oleh obyek disetiap tempat berbeda-beda, karena dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain: bentuk permukaan bumi, waktu penyinaran, dan kondisi cuaca.

Matahari menyediakan sumber energi yang sangat baik untuk penginderaan jauh. Energi matahari tercermin pada panjang gelombang. Panjang gelombang matahari dapat diserap dan kemudian kembali dipancarkan oleh sebuah objek. Berdasarkan atas sumber energi yang digunakan, sensor sebagai alat penginderaan jauh dapat diklasifikasikan sebagai sensor pasif dan sensor aktif. Sensor yang bersumber dari radiasi alami (dipancarkan atau dipantulkan oleh bumi) disebut sensor pasif. Sebagian besar sensor penginderaan di alam merupakan sensor pasif yang mengukur radiasi matahari yang dipantulkan dari objek/target. Di sisi lain, sensor yang menghasilkan sendiri radiasi elektromagnetik disebut sensor aktif.

Komponen Penginderaan Jauh
Gambar Penginderaan Jauh Aktif dan Pasif.

Interaksi dengan Target

Energi dari sumbernya akan menuju target dalam bentuk kontak dan berinteraksi dengan atmosfer. Interaksi antara energi dan target/obyek dapat dilihat dari rona yang dihasilkan oleh foto udara. Tiap-tiap target memiliki karakterisitik yang berbeda dalam memantulkan atau memancarkan energi ke sensor. Target yang mempunyai daya pantul tinggi akan terilhat cerah pada citra, sedangkan target yang daya pantulnya rendah akan terlihat gelap pada citra.

Perekaman Energi oleh sensor

Setelah energi tersebar atau dipancarkan dari target, diperlukan sensor untuk mengumpulkan dan merekam radiasi elektromagnetik. Sensor seperti ini dikenal dengan istilah EMR. Penginderaan jauh dapat secara luas diklasifikasikan dalam bentuk Optik dan Microwave. Pada Optik penginderaan jauh, sensor mendeteksi radiasi matahari baik yang terlihat dekat, menengah, maupun pada wilayah dengan panjang gelombang inframerah yang tersebar atau dipancarkan dari bumi. Ketika Sensor bekerja di wilayah gelombang elektromagnetik pada frekuensi antara 10^9 dan 10^12 Hz maka akan disebut sebagai "Microwave Remote Sensing".

Transmisi, Penerimaan, dan Pengolahan Data

Energi akan ditransmisikan dan direkam oleh sensor. Perekaman ini dalam bentuk elektronik, untuk selanjutnya diterima disebuah stasiun di bumi. Di Stasiun bumi, data akan diproses dan disimpan dalam bentuk data numerik (digital) dan data manual. Data manual, didapatkan melalui kegiatan interpretasi citra. Guna melakukan interpretasi citra secara manual diperlukan alat bantu bernama stereoskop, stereoskop dapat digunakan untuk melihat obyek dalam bentuk tiga dimensi. Sedangkan data numerik (digital) diperoleh melalui penggunaan software khusus penginderaan jauh yang diterapkan pada komputer.

Interpretasi dan Analisis Data

Data yang dihasilkan selanjutnya akan diolah dan ditafsirkan baik secara visual dan atau digital terhadap informasi pada target/objek yang telah di iluminasi. Perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah dan menafsirkan data umumnya dikenal sebagai Image Processing Tools. Tujuan akhir dari proses ini menghasilkan sebuah informasi yang berguna untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Disini diperlukan seorang spesialis analyst yang bekerja pada masing-masing bidang aplikasi tertentu.


Pengguna Data

Pengguna data merupakan komponen akhir yang penting dalam sistem penginderaan jauh, yaitu orang atau lembaga yang memanfaatkan hasil inderaja. Jika tidak ada pengguna, maka data penginderaan jauh tidak ada manfaatnya. Salah satu lembaga yang menggunakan data penginderaan jauh misalnya adalah di Bidang kependudukan, militer, pemetaan, serta Meteorologi dan Klimatologi.

loading...
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner