Sabtu, 10 September 2016

Mineral Magnetit: Pengertian, Sifat Fisik, dan Kegunaannya

Pengertian Magnetit

Magnetit adalah mineral oksida besi dengan rumus kimia Fe3O4 dan banyak ditemukan dalam batuan beku, metamorf, dan batuan sedimen. Magnetit merupakan bijih besi yang paling sering ditambang. Magnetit juga merupakan mineral dengan kandungan besi tertinggi (72,4%).

Baca juga: Genesa, Sifat Fisik, dan Kegunaan Mineral Ilmenit

Pencarian lainnya yang berhubungan dengan artikel ini adalah: deskripsi mineral magnetit, bentuk kristal magnetit, genesa magnetit, pengertian magnetit, definisi magnetit, magnetit mengandung unsur, manfaat magnetit, kegunaan magnetit.

Deskripsi Mineral Magnetit

Magnetit sangat mudah untuk di identifikasi, karena mineral ini merupakan salah satu dari hanya beberapa mineral yang tertarik pada magnet. Sifat fisik mineral ini yaitu berwarna hitam, buram, kilap submetallic-metalik, bentuk kristal oktahedral, dan mempunyai nilai kekerasan Mohs antara 5 - 6,5. Mineral ini juga sering ditemukan dalam bentuk kristal isometrik. Di alam, magnetit merupakan mineral yang paling kuat sifat magnetiknya.

sifat fisik mineral magnetit
Sifat fisik dan bentuk mineral magnetit.

Magnetit sebagai Batu Magnet (Loadstone)

Normalnya, magnetit akan tertarik pada magnet, tetapi beberapa jenis "automagnetized" memiliki kemampuan untuk menarik potongan-potongan kecil besi, potongan-potongan kecil magnetit, dan benda-benda magnetik lainnya. Bentuk umum magnetit sering dikenal sebagai "batu magnet" (loadstone) merupakan penemuan pertama manusia dengan magnet.

Batu magnet mudah diidentifikasi karena biasanya ditutupi dengan partikel kecil magnetit dan mineral magnetik lainnya (lihat gambar). Potongan batu magnet sebagai kompas magnetik pertama kali digunakan di Cina pada awal 300 SM. Dalam kompas tersebut sepotong batu magnet akan menyesuaikan diri dengan medan magnet bumi.

Kegunaan Magnetit sebagai Bijih Utama Besi

Saat ini, sebagian besar bijih besi ditambang dari batuan sedimen banded yang dikenal sebagai taconite, berisi campuran magnetit, hematit, dan rijang. Taconites yang bernilai komersial saat ini mengandung berat 25% - 30% besi. Bijih taconite dalam bentuk tanah hingga bubuk halus, dan magnet yang kuat digunakan untuk memisahkan partikel magnetis yang mengandung mineral magnetit dan hematit dari rijang tersebut.

Baca juga: Mengenal Mineral Galena dan Kegunaannya

Konsentrat yang terambil kemudian dicampur dengan batu kapur dan tanah liat, kemudian di "rolled" menjadi pelet bulat kecil. bentuk berupa pelet ini mudah untuk di angkut dengan kapal, kereta api, ataupun truk. Mereka bisa langsung dimuat ke dalam "blast furnace" di pabrik dan digunakan untuk menghasilkan besi atau baja.

Magnetit dan Medan Magnet Bumi

Kristal kecil dari magnetit sering hadir dalam banyak batuan. Dalam proses kristalisasi pada batuan beku, bentuk magnetit berupa kristal kecil akan mencair, dan karena mereka bersifat magnetik sehingga mereka akan menyesuaikan diri dengan arah dan polaritas medan magnet bumi. Mineral magnetit akan mempertahankan orientasi medan magnet bumi dalam batuan pada saat proses kristalisasi terjadi.

Saat ini, ahli geologi dapat mempelajari sifat magnetik batuan dari berbagai umur dan merekonstruksi sejarah perubahan medan magnet bumi hanya dari orientasi mineral magnetit. Sifat ini juga dapat digunakan untuk mempelajari pergerakan benua dari waktu ke waktu. Orientasi serupa dari butiran kecil magnetit terjadi juga pada pengendapan partikel sedimen, dan dapat digunakan sebagai petunjuk sejarah magnet bumi pada beberapa jenis batuan sedimen.