Kamis, 02 Juni 2016

Mengenal Orogenesa sebagai Gerak Pembentuk Pegunungan

Pengertian Orogenesa

Sifat bumi yang dinamis seringkali disebabkan oleh energi yang berasal dari dalam bumi (gaya endogen), yang merubah struktur kerak bumi melalui suatu proses deformasi. Kita ketahui bahwa deformasi kerak bumi umumnya terjadi di daerah batas interaksi antar lempeng. Salah satu dari produk deformasi kerak bumi adalah bentangalam yang terlihat menjulang tinggi secara signifikan yang berbeda dari dataran rendah disekitarnya. Bentangalam seperti itu biasanya disebut sebagai pegunungan yang terbentuk dari sebuah proses orogenesa.


Istilah orogenesa sendiri berasal dari bahasa latin yaitu "Oros" artinya pegunungan, dan "Gennao" artinya menghasilkan. Jadi secara umum orogenesa berarti pembentukan pegunungan. Jika kita memperhatikan penyebaran dari rangkaian pegunungan yang ada di permukaan bumi, maka akan terlihat sebuah rangkaian pegunungan yang mengitari laut Pasifik yang dikenal dengan sebutan "sirkum Pasifik", yang terdistribusi disepanjang Mediterania.
jalur orogen dunia
Gambar sebaran jalur orogen di dunia.

Gilbert (1890) mendefinisikan orogenesa sebagai gerak pergeseran yang berlangsung dalam kerak bumi yang menghasilkan rangkaian pegunungan. “Cordillera” dan “Rocky Mountain” di Amerika Utara adalah contoh pegunungan hasil interaksi konvergen antara Lempeng Amerika Utara dan lempeng Pasifik. Sedangkan pegunungan “Andes” di Amerika Selatan merupakan hasil interaksi antara lempeng Amerika Selatan dengan lempeng Pasifik (Nazca).

Stille (1920) menyebutkan bahwa orogenesa adalah perubahan yang terjadi secara berkala pada suatu pola batuan. Sangat jelas Stille menyatakan ada dua faktor utama dari orogenesa yaitu faktor waktu kejadian (peristiwa) dan juga faktor proses. Sedangkan Upham (1984) menekankan peran proses pembentukan pegunungan oleh adanya gejala perlipatan dan patahan yang menghasilkan punggungan-punggungan sempit yang kemudian terangkat. 

Dari semua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa setiap pembahasan mengenai orogenesa, harus dijelaskan tentang konsep tegasan pada kerak bumi (proses fisiknya), serta perubahan-perubahan morfologi yang ditimbulkannya.

Sifat-sifat Jalur Orogen

Gejala orogenesa selalu ditandai oleh proses perlipatan atau pengangkatan yang menghasilkan ketidakselarasan bersudut. Jalur orogen biasanya ditandai oleh poros lipatan yang berbeda-beda dan suatu bidang ketidakselarasan. Sifat sifat umum dari suatu jalur orogen adalah sebagai berikut :
  1. Dicirikan oleh proses deformasi yang berlangsung berkali kali
  2. Terdiri atas lapisan sedimen tebal yang terlipat dengan arah sumbu lipatan berbeda-beda 
  3. Merupakan pengaruh dari berbagai proses yang berbeda-beda, termasuk intrusi dan gejala lengseran gaya berat, yang bekerja pada suatu bahan yang berbeda sifat serta kedalamannya.


Orogen yang sudah diketahui lokasi dan waktu pembentukannya, biasanya akan diberi nama. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk menentukan umur atau waktu berlangsungnya suatu orogen, yaitu : 
  1. Menentukan umur gejala ketidakselarasannya
  2. Menentukan Umur Radiometriknya
  3. Menentukan Umur Batuan Metamorfisnya
  4. Mengetahui produk endapannya (sedimen flysh ataupun mollase).

Zona dimana terjadinya gejala orogenesa merupakan suatu wilayah yang sebelumnya adalah suatu cekungan panjang, sempit, dan mempunyai endapan sedimen yang tebal. Geosinklin merupakan suatu contoh struktur lekukan yang sangat panjang, yang di dalamnya terendapkan sedimen yang sangat tebal.