Thursday, May 19, 2016

Struktur Internal Bumi untuk memahami Tektonik

loading...
Struktur Lapisan Bumi - Untuk memahami tektonik lempeng, pengetahuan tentang struktur lapisan bumi sangat penting bagi seorang geologist. Dengan mempelajari susunan lapisan bumi, komposisi, karakteristik, serta sifat tiap lapisan-lapisan bumi maka gambaran mengenai model tektonik akan lebih mudah kita pahami. Sebuah analogi yang baik untuk memudahkan kita membayangkan lapisan bumi adalah dengan memotong/membelah buah persik (peach) menjadi dua bagian.

Baca juga : Bumi Menurut Perspektif Geologi

Apabila kita membelah buah persik, kita akan melihat tiga bagian lapisan pada buah tersebut yaitu kulit yang sangat tipis, bijih yang terletak di bagian tengah, dan sebagian besar massa buah yang terkandung dalam daging. Apabila analogi tersebut kita konversikan ke bumi, maka hasil pemotongan bumi juga akan terlihat sama, yaitu terdiri atas:
  • Kerak yang sangat tipis di bagian luar
  • Inti yang berada di tengah
  • Sebagian besar massa bumi berada di dalam mantel

Jadi disini dapat terlihat ada 3 lapisan utama bumi, dengan susunan dari atas-bawah adalah kerak bumi, mantel bumi, dan inti bumi. Untuk penjelasannya perhatikan gambar dan mainkan tiap animasi di bawah ini.

Pencarian lainnya yang terkait artikel ini adalah lapisan lapisan bumi, lapisan kerak bumi, inti bumi, struktur lapisan kulit bumi, bagian bumi, struktur dalam bumi. Lapisan struktur bumi, interior bumi, lapisan inti bumi, lapisan kerak bumi tersusun dari. Lapisan bumi paling luar, struktur internal bumi, urutan lapisan bumi, batuan penyusun kerak bumi, lapisan mantel bumi.
Lapisan kerak bumi tersusun atas dua jenis kerak yaitu kerak samudera yang tipis mendasari cekungan lautan, dan kerak benua yang tebal yang mendasari benua. Kedua jenis kerak ini tersusun atas berbagai jenis batuan.

Kerak samudera komposisi utamanya adalah basalt sedangkan kerak benua komposisi utamanya adalah granit. Tingkat kepadatan yang rendah dari kerak benua memungkinkannya untuk "mengapung". Semakin tinggi tingkat kepadatan suatu bahan maka akan semakin mengarah ke lapisan bumi yang lebih di bawah (mantel).

kerak samudera dan kerak benua

Mantel Bumi

Mantel bumi diduga berkomposisi batuan yang kaya mineral olivin. Mantel bumi memiliki temperatur yang berbeda disetiap kedalamannya. Suhu terendah tepat berada di bawah kerak bumi dan semakin ke bawah suhu akan semakin meningkat.
 
Suhu tertinggi terjadi dimana bahan penyusun mantel kontak dengan inti panas. Peningkatan suhu yang stabil sesuai kedalamannya dikenal dengan sebutan "gradien panas bumi".
 
Baca juga: Bukti Bentukan Tektonik di Batas Pertemuan Lempeng Bumi

Gradien panas bumi bertanggung jawab terhadap pembentukan sifat fisik yang berbeda-beda pada batuan. Sifat tersebut digunakan untuk membagi mantel menjadi dua zona yang berbeda yaitu mantel atas dan mantel bawah.
 
Batuan di dalam mantel atas lebih dingin dan rapuh, sedangkan batuan di dalam mantel bawah akan lebih panas dan lembut (tapi tidak cair). Batuan di dalam lapisan mantel atas akan cenderung mudah patah apabila terjadi tekanan (stress), sehingga inilah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi.
 
Sedangkan batuan di dalam mantel bawah akan lebih lembut dan bergerak (bukan patah) ketika mengalami tekanan. Batas bawah dari sifat batuan yang rapuh ini merupakan penanda batas antara mantel atas dan mantel bawah bumi.

mantel atas dan mantel bawah

Inti Bumi

Inti bumi diduga berkomposisi paduan besi dan nikel. Komposisi ini diasumsikan berdasarkan perhitungan kepadatan dan fakta bahwa banyak meteorit (yang dianggap bagian dari interior sebuah tubuh planet) adalah paduan besi dan nikel.

Baca juga: Bagaimana Para Ahli dapat mengetahui Lapisan-lapisan Bumi

Inti bumi merupakan sumber panas karena mengandung bahan radioaktif yang dapat melepaskan panas. Inti bumi dibagi menjadi dua zona yang berbeda yaitu Inti Luar dan Inti Dalam.
 
inti luar dan inti dalam

Inti luar berbentuk cairan, karena suhu di dalam lapisan tersebut dapat mencairkan paduan besi dan nikel. Namun, pada inti dalam akan cenderung berbentuk padat, meskipun suhunya lebih tinggi dari inti luar. Hal ini disebabkan karena tekanan yang luar biasa besar yang diperoleh dari pembebanan material di atasnya, akibatnya pembebanan tersebut akan lebih memperkuat ikatan atom bahan penyusunnya, sehingga mencegah pembentukan fase cair.
 
loading...
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner