Sunday, May 15, 2016

Logam Tanah Jarang dan Kegunaannya

loading...

Pengertian Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements)

Kita sering dibingungkan dengan adanya dua istilah "Logam Tanah Jarang" ataukah "Unsur Tanah Jarang". Sebenarnya kedua istilah tersebut adalah sama, karena unsur-unsur tanah jarang semuanya adalah logam, sehingga kelompok ini sering disebut juga sebagai "logam tanah jarang". Logam-logam ini memiliki sifat yang mirip dan sering ditemukan bersama-sama dalam suatu deposit geologi. Bahkan terkadang mereka juga disebut "oksida tanah jarang" karena kebanyakan dari mereka dijual sebagai senyawa oksida.


Unsur atau logam tanah jarang adalah suatu kelompok yang terdiri dari 17 unsur kimia yang terdapat bersama-sama dalam sebuah sistem tabel periodik (lihat gambar di bawah). Kelompok ini terdiri dari yttrium dan 15 elemen lantanida (lanthanum, cerium, praseodymium, neodymium, promethium, samarium, europium, gadolinium, terbium, dysprosium, holmium, erbium, thulium, ytterbium, dan lutetium). Kadang-kadang skandium juga masih masuk sebagai kelompok logam tanah jarang, karena sering ditemukan bersama-sama dalam sebuah deposit. "International Union of Pure" dan "Applied Chemistry" telah memasukan skandium sebagai logam tanah jarang.
logam tanah jarang dan kegunaannya
Tabel periodik unsur (atas) dan macam-macam logam tanah jarang (bawah).

Logam Tanah Jarang (REE) sering dibagi lagi menjadi 2 klasifikasi yaitu: Logam Tanah Jarang Berat (Heavy Rare Earths) dan Logam Tanah Jarang Ringan (Light Rare Earths). Lanthanum, cerium, praseodymium, neodymium, promethium dan samarium masuk dalam kelompok "Logam Tanah Jarang Ringan". Sedangkan Yttrium, europium, gadolinium, terbium, dysprosium, holmium, erbium, thulium, ytterbium, dan lutetium merupakan "Logam Tanah Jarang Berat". Meskipun sebenarnya yttrium lebih ringan dari "Logam Tanah Jarang Ringan", tetapi ia tetap masuk dalam kelompok "Logam Tanah Jarang Berat" karena kesamaan asosiasi kimia dan sifat fisiknya.

Apakah Logam ini benar-benar Langka?

Logam Tanah Jarang sebenarnya tidak "jarang/langka" sebagaimana tersirat dalam namanya. Misalnya, thulium dan lutetium adalah dua jenis logam tanah jarang yang paling melimpah. Mereka memiliki kelimpahan dipermukaan rata-rata yang hampir 200 kali lebih besar dari kelimpahan emas dipermukaan. Namun, logam ini sangat sulit untuk di tambang, karena mereka jarang ditemukan dalam konsentrasi yang cukup tinggi untuk dapat di ekstraksi secara ekonomis.


Sedangkan cerium, yttrium, lantanum, dan neodymium, mereka memiliki kelimpahan rata-rata yang mirip dengan logam industri seperti kromium, nikel, seng, molibdenum, tungsten dan timah. Tetapi tetap saja mereka jarang ditemukan dalam konsentrasi yang cukup untuk dapat diekstrak.

Kegunaan Logam Tanah Jarang

Logam tanah jarang dan paduannya digunakan di banyak perangkat seperti memori komputer, DVD, baterai isi ulang, ponsel, catalytic converter, magnet, lampu neon, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selama 20 tahun terakhir, telah terjadi ledakan permintaan yang membutuhkan logam tanah jarang. 20 tahun yang lalu, orang sangat sedikit menggunakan ponsel, namun saat ini jumlah tersebut telah meningkat menjadi lebih dari 7 miliar penggunaan ponsel. Begitupula penggunaan komputer, saat ini telah berkembang hampir sama secepat ponsel.

Banyak Baterai isi ulang yang dibuat dengan senyawa tanah jarang. Permintaan untuk baterai didorong oleh permintaan atas perangkat elektronik portabel seperti komputer portabel dan kamera. Sejumlah senyawa tanah jarang juga berada didalam baterai yang digunakan sebagai daya pada setiap kendaraan listrik dan kendaraan listrik hibrida.

Logam tanah jarang juga dapat digunakan sebagai katalis, fosfor, dan senyawa "polishing". Ini digunakan untuk pengendalian polusi udara dan penerang layar pada perangkat elektronik. Semua produk ini diperkirakan akan mengalami peningkatan permintaan. Beberapa unsur lain mungkin dapat menggantikan penggunaan logam tanah jarang, namun unsur pengganti tersebut biasanya kurang efektif dan harganya mahal.
loading...
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner