Kamis, 28 April 2016

Macam-macam Jenis Pola Aliran Sungai

Pengertian Pola Aliran Sungai

Air dalam pergerakannya akan selalu mengerosi bumi, sehingga menyebabkan terbentuknya sebuah cekungan dimana air tertampung melalui saluran kecil ataupun besar yang biasa disebut dengan istilah alur sungai/badan sungai (Sandy, 1985). Saluran air tersebut (baik itu kecil maupun besar) akan saling bertemu dan membentuk suatu pola tertentu, yang dipengaruhi oleh faktor jenis batuan dan bentuk morfologinya (Barstra, 1982; Thornbury, 1954).

Pola Aliran Sungai adalah kumpulan dari sungai yang mempunyai bentuk sama, yang dapat menggambarkan keadaan profil dan genetik sungainya (Sandy, 1985 dan Katili, 1950; Lobeck, 1939). Secara umum ada 5 (lima) pola aliran sungai yang dapat terbentuk, yaitu pola aliran dendritik, pola aliran rektangular, pola aliran trellis, pola radial, dan pola radial sentripetal.

Baca juga : Proses Terbentuknya Delta

Pencarian lainnya yang berhubungan dengan artikel ini adalah pola aliran sungai, pola aliran sungai dendritik, pola pola aliran sungai, pola aliran dendritik, jenis pola aliran sungai, pola aliran sungai trellis. Pola aliran trellis, Pola aliran rectangular, pola aliran sungai radial sentripetal, pola radial, pola pengaliran sungai, pola aliran air, pola air sungai, pola trellis, pola radial sentripetal, pola aliran sungai di daerah patahan. Pola aliran sungai sentrifugal, gambar pola aliran sungai, pola sungai trellis, sungai radial sentrifugal, macam macam pola aliran sungai, pola aliran sungai dan gambarnya, faktor yang mempengaruhi pola aliran sungai, macam-macam pola aliran sungai beserta gambarnya.

macam-macam jenis pola aliran sungai
Gambar macam-macam pola aliran sungai.

Pola Aliran Sungai Dendritik

Pola aliran dendritik adalah pola aliran dengan cabang-cabang sungainya mirip garis-garis pada penampang daun. Secara umum, pola aliran ini dikontrol oleh litologi yang homogen. Pola aliran ini memiliki tekstur sungai (kerapatan sungai) yang dikontrol oleh jenis batuannya. Tekstur sungai didefinisikan sebagai panjang sungai per satuan luas.

Contohnya, sungai yang mengalir diatas batuan yang tidak/kurang resisten terhadap erosi akan membentuk tekstur sungai yang rapat. Sedangkan pada batuan yang resisten (seperti granit) akan membentuk tekstur renggang. Resistensi batuan terhadap erosi sangat berpengaruh pada proses pembentukan alur-alur sungai. Batuan yang tidak resisten cenderung mudah ter-erosi membentuk alur-alur sungai.

Pola Aliran Sungai Radial

Pola aliran radial adalah pola aliran sungai yang arah alirannya terdistribusi/menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu, seperti puncak gunungapi atau puncak intrusi. Pola ini terbentuk mengikuti bentukan muka bumi yang cembung, yang merupakan asal mula sungai konsekuen. Pola aliran radial ini juga dapat dijumpai pada bentukan-bentukan bentangalam kubah (domes) dan laccolith. Pada jenis bentangalam ini, pola aliran sungainya kemungkinan merupakan kombinasi dari pola radial dan pola annular.

Pola Aliran Sungai Trellis

Pola aliran trellis adalah pola aliran sungai yang berbentuk seperti pagar (trellis) yang dikontrol oleh struktur geologi berupa lipatan sinklin dan antiklin. Sungai trellis dicirikan oleh kumpulan saluran-saluran air yang membentuk pola sejajar, mengalir mengikuti kemiringan lereng dan tegak lurus terhadap saluran utamanya. Biasanya arah saluran utamanya searah dengan sumbu lipatan.

Pada pola ini terdapat perpaduan antara sungai konsekuen dan subsekuen. Pola ini juga dapat terbentuk disepanjang lembah yang paralel pada sabuk pegunungan lipatan. Pada daerah tersebut, sungai-sungai akan melewati lembah dan akan bergabung dengan saluran utamanya.

Pola Aliran Sungai Radial Sentripetal

Pola radial sentripetal adalah pola yang berlawanan dengan pola radial. Pada pola ini, aliran sungai biasanya mengalir ke sebuah cekungan (depresi) yang besar. Pola aliran ini kebanyakan dijumpai di bagian barat dan barat laut Amerika. Dalam perjalanannya, pola ini dapat berkembang membentuk pola annular. Pola annular merupakan pola yang awalnya merupakan aliran radial sentripetal, selanjutnya muncul sungai obsekuen, sungai subsekuen yang sejajar, dan sungai resekuen.

Baca juga : Pengertian, Jenis, dan Manfaat Air Tanah

Pola Aliran Sungai Rektangular

Pola ini umumnya terjadi di struktur batuan beku, biasanya bentuknya lurus mengikuti struktur patahan, ditandai dengan bentuk sungainya yang saling tegak lurus. Pola rectangular umumnya berkembang pada batuan yang resisten terhadap erosi, tipe erosinya mendekati seragam, namun dikontrol oleh kekar dua arah dengan sudut yang saling tegak lurus.

Kekar pada umumnya kurang resisten terhadap proses erosi, sehingga sangat memungkinkan air mengalir dan berkembang melalui rekahan yang pada akhirnya membentuk suatu pola pengaliran mengikuti sistem kekarnya. Pola aliran rektangular banyak ditemukan di daerah yang ter-sesarkan. Sungai-sungai yang terbentuk akan mengikuti jalur yang kurang resisten serta terkonsentrasi pada tempat-tempat dimana singkapan batuannya bersifat lunak. Cabang-cabang sungainya membentuk sudut tumpul dengan sungai utamanya.

Dapat disimpulkan bahwa pola rektangular adalah pola yang dikontrol oleh struktur geologi, seperti struktur sesar (patahan) dan kekar (rekahan). Sungai rektangular dicirikan oleh kumpulan saluran-saluran air yang mengikuti pola dari struktur geologi tersebut.

2 komentar

trimaksih untukk materinya ini sangat membatu saya dlm menyelesaikan tugas geologi umum.

materinya sangat luarbiasa gan..
Ijin ngutip gan..
from: ilmunyageografi.blogspot.com