Selasa, 15 Maret 2016

Menguak Evolusi Bumi, Ahli Geologi Indonesia Akan Ke Benua Antartika

Nugroho Setiawan, seorang ahli geologi Indonesia mendapatkan kesempatan langka untuk ikut bergabung meneliti benua antartika dalam "Japan Antartics Research Expedition". Nugroho bersama beberapa peneliti internasional akan berusaha menguak dinamika Antartika pada masa lalu serta pengaruhnya dalam evolusi bumi. Nugroho Setiawan merupakan seorang dosen geologi di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan spesialisasi petrologi dan petrografi pada batuan metamorf dan batuan beku, geokimia anorganik, dan mineralogi.


Seperti yang kita ketahui, Antartika pada masa lalu jauh lebih luas dari sekarang. Daratan benua tersebut terpecah-pecah, dan pecahan itu membentuk beberapa wilayah diantaranya Australia, Madagaskar, dan Sri Lanka. "Kita ingin merekonstruksi bagaimana daratan tersebut bisa terpecah, suhu, tekanannya, dan lainnya," kata Nugroho.

Nugroho menjadi satu-satunya peneliti Indonesia yang terlibat, dan sebagian besar tim ekspedisi ini berasal dari Jepang. Proses seleksi untuk ikut dalam ekspedisi ini telah dimulai sejak tahun tahun 2011 lalu. Selain seorang peneliti dari indonesia, beberapa peneliti juga berasal dari negara berkembang seperti Mongolia dan juga Sri Lanka.

Ekspedisi ke Antartika akan berlangsung pada November 2016 hingga Maret 2017 mendatang. Tim ekspedisi akan bermukim di daratan antartika yang sangat dingin. Agar riset ini berjalan lancar, tim ekspedisi melakukan pelatihan hidup di kutub. Baru-baru ini, Nugroho melakukan "winter-camp training" di Pegunungan Nori Kora Jepang yang bersuhu sekitar 5 derajat celsius. "Kita latihan bagaimana berjalan di salju tebal, melakukan resque, dan menghadapi kondisi darurat," katanya.
penelitian evolusi bumi di antartika
Gambar ilustrasi Antartika.

Nantinya di Antartika, tim ekspedisi akan mengambil sejumlah sampel batuan dan membandingkannya dengan batuan-batuan pada wilayah pecahan Antartika. Akan dilakukan analisis sampel batuan untuk mengungkapkan beberapa teka-teki evolusi bumi yang belum terjawab.


Menurut Nugroho, riset ini belum bermanfaat dalam jangka pendek. Akan tetapi, dalam jangka panjang riset ini sangat berguna sebagai landasan pendukung teori evolusi bumi yang beberapa diantaranya masih menjadi teka-teki. "Target kami saat ini adalah mengungkap tentang Bumi itu sendiri," jelasnya.

Kesempatan langka untuk ikut dalam ekspedisi ini harus diambil nilai positifnya yaitu sebagai ajakan untuk mengejar ketertinggalan pengetahuan di negara berkembang. Nugroho mengakui bahwa saat ini Ahli Geologi Indonesia lebih banyak yang berkonsentrasi pada ekstraksi sumberdaya alam. "Riset ini mengajak Indonesia untuk cepat mengejar ketertinggalan, jangan enak mengekstraksi, kembali fokus pada geologi sebagai ilmu bumi," jelasnya. (Sumber: sains.kompas dotcom 14/03/2016).

Profil Nugroho Setiawan
Nama : Nugroho Imam Setiawan
Tempat tanggal lahir : Jakarta, 18 September 1982
Backround Pendidikan : 2010 – 2013 : Ph.D. in Geology Earth and Environmental Division, Graduate School of Social and Cultural Studies, Kyushu University, Japan. 2008 – 2010 : S2 di Teknik Geologi, ITB Bandung, Indonesia. 2000 – 2005 : S1 di Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Indonesia.
Spesialisasi Lapangan : HP metamorphic petrology, evolution of subducting oceanic crust, geochemistry, igneous and volcanic petrology.
Skill Analisa : Fieldwork, optical microscopy, SEM-EDS, EPMA, thermodynamic modelling.