Tuesday, March 22, 2016

Mengenal Endapan Placer Timah

Kasiterit (SnO2), karena berat dan resistensinya terhadap desintegrasi kimia dan mekanis, menduduki posisi ke-2 sebagai mineral placer (setelah emas), dan sebagian besar produksi timah sekarang berasal dari endapan placer. Timah sungai (stream tin), yang berasal dari pelapukan stockworks dan lodes dalam granit atau batuan lainnya, terakumulasi dalam bentuk endapan aluvial dan eluvial dengan cara yang sama dengan emas. Endapan timah yang terbentuk seperti ini biasa disebut juga sebagai timah sekunder.

Baca juga : Sejarah Pertambangan Timah di Indonesia

Bentuk butir timah sungai adalah rounded pellets dengan ukuran shot, bean, atau nut. Mineral-mineral asosiasinya adalah pellet-pellet sejenis berupa limonit, hematit, magnetit, garnet, wolframite, tourmalin, dan mineral-mineral placer lainnya. Dahulu endapan placer timah terbesar adalah di Malaya (Malaysia), di mana terdapat endapan aluvial yang luas, yang mengandung setengah pon tinstone per yard kubik, yang ditambang dalam bentuk pengerukan terbesar di dunia. Endapan timah di Indonesia berasal dari pelapukan tropis yang intensif dan kuat terhadap granit yang mengandung stockworks tipis dan veinlets kuarsa yang tersebar jarang, dan cassiterite terkonsentrasi dalam bentuk eluvial concentrations (koelits) serta aluvial concentrations (kaksas) selama periode Kuarter.

Bagian yang eluvial origin diindikasikan oleh “kasiterit terbuka” (unworn cassiterite), dalam konsentrasi yang tinggi, berasosiasi dengan fragmen-fragmen angular dari mineral-mineral resisten lainnya. Endapan ini memegang peranan penting dalam mengkontribusi produksi timah pada masa lalu (zaman Belanda dulu). Endapan eluvial tersebut sebenarnya merupakan tahap sementara atau transisi (transient) dalam pembentukan placer timah aluvial, karena material eluvial tersebut kemudian mencapai channel-channel sungai di mana kemudian ter-rekonsentrasi dengan intensif, membentuk "productive stream placers".


Selama daerah tersebut mengalami slight subsidence pada kala Kuarter, di mana pulau-pulau menjadi terpisahkan satu sama lain, pay streaks dari tinstone ter-cover oleh subsequent gravels dan pasir dimana bagian hilirnya terendam dalam laut, sehingga former steam gravels-nya sekarang digali dari dasar laut.

endapan placer timah
Gambar placer timah.

Jadi di Indonesia placer timah terjadi dalam tiga bentuk pada areal yang sama, yaitu placer eluvial, aluvial, dan marin. Sejumlah kecil timah sungai juga ditemukan di Belgia, Congo, Bolivia, Siam, Burma, Nigeria, China, Victoria, New South Wales, dan Tasmania. Jumlah yang lebih kecil lagi ditemukan sebagai produk dari gravel-gravel emas di Alaska. Sekitar 2/3 dari suplai timah dunia berasal dari endapan placer.

Referensi:
Bates, R.L. and Jackson, J.A., 1980, “Glossary of Geology”, American Geological Institute, Falls Church, Virginia. Irzal Nur, 2005, "Pengantar Endapan Plaser", Bahan Ajar Jurusan Teknik Geologi UNHAS (623 TG2), Makassar.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner