Kamis, 17 Maret 2016

Masa Depan Australia Akan Suram Jika Terus Sepelekan Ilmu Matematika

Dalam sistem pendidikan di Australia, murid dari kelas 11 dan 12 sudah menentukan mata pelajaran apa yang diambil sebagai persiapan masuk ke universitas. Masing-masing jurusan di universitas akan menentukan pelajaran apa yang diambil oleh siswa sebagai syarat untuk masuk di jurusan tersebut. Tidak semua jurusan sains misalnya mewajibkan siswa untuk mengambil pelajaran matematika.


Saat ini di Australia hanya 14 persen dari jurusan sains di universitas mensyaratkan pelajaran matematika sebagai mata pelajaran utama yang harus diambil. Disinyalir apabila hal ini terus terjadi maka kedepannya Australia akan memiliki masa depan yang suram dalam bidang sains dan teknologi.

Atas dasar kekuatiran tersebut, saat ini pemerintah Federal berencana mewajibkan matematika sebagai syarat bagi jurusan seperti bisnis, teknik dan sains. Sekarang pemerintah Australia sedang menyiapkan rencana 10 tahunan guna meningkatkan kemampuan matematika dan inovasi.
jangan sepelekan ilmu matematika
gambar ilustrasi ilmu matematika.

Para ahli mengungkapkan juga bahwa masalah lainnya yang dihadapi mahasiswa baru ketika masuk universitas adalah bahwa pelajaran matematika yang mereka terima ternyata jauh lebih sulit, dari perkiraan semula setelah mereka diterima di jurusan sains, teknologi, dan matematika. Profesor Matematika di University of Western Australia, Cheryl Praeger, mengatakan Australia akan menghadapi masa depan yang suram kecuali rekomendasi ini dijalankan.

"Saya pikir kita sangat membutuhkan mahasiswa, lulusan, dan pekerja nantinya yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan logis untuk menyelesaikan berbagai macam masalah. Jika ini tidak segera diantisipasi maka industri inovatif australia nantinya akan hilang. Misalnya saja perawat yang harus bisa mengukur takaran obat. Kalau mereka tidak menguasai matematika, maka mereka tidak akan  bisa bekerja secara efisien. Ini menyangkut seluruh bagian kehidupan kita." kata Prof Praeger.


Sedangkan Professor Geoff Prince yang juga seorang direktur Institut Sains Matematika Australia mengatakan bahwa Australia semakin tertinggal dari negara lain dalam hal matematika. Dia mengatakan mahasiswa Australia sering memperoleh hasil yang lebih rendah dalam setiap lomba yang berkaitan dengan matematika secara internasional.

Institut tersebut membeberkan data statistik yang mencengangkan yaitu bahwa hanya 14 persen jurusan sains di universitas di Australia yang mensyaratkan pelajaran matematika sebagai pintu masuk. Contohnya di New South Wales, tidak ada satupun universitas yang mensyaratkan matematika untuk jurusan sains, teknologi, teknik, dan matematika.

Australia melalui Menteri Pendidikannya Simon Birmingham hari Kamis (17/3/2016) akan mengeluarkan regulasi rencana 10 tahun bagi masa depan matematika. Selain sebagai mata pelajaran wajib di sekolah, laporan dari para ahli juga merekomendasikan agar Australia mengatasi masalah kekurangan guru matematika khusus, dan juga membuat pusat riset matematika nasional. (sumber: jpnn dotcom 17/03/2016).