Senin, 07 Maret 2016

Logging Batubara Untuk Interpretasi Lingkungan Pengendapan Berdasarkan Data Log Bor

Data logging geofisika pada lubang bor atau biasa dikenal dengan data log bor merupakan data yang memberikan informasi batuan atau kerak bumi yang diambil secara insitu (ditempat, mendekati kondisi alamiah), oleh karena itu log umumnya digunakan sebagai acuan dalam korelasi geologi dan identifikasi batuan. Ahli geologi biasanya mengenal dan menggunakan kombinasi log SP, log gamma ray, log resistivity, dan log densitas dalam menentukan litologi dan pengkorelasian.


Para ahli geologi menyatakan bahwa penentuan lingkungan pengendapan batubara dapat dilakukan dengan melihat bentuk kurva log terutama gamma ray (GR) dan spontaneous potential (SP). Memang tidak ada bentuk kurva log yang unik dari setiap lingkungan pengendapan, sehingga dapat membuat interpretasi berdasarkan data log tersebut mempunyai resiko yang sangat tinggi. Untuk itulah agar hasil interpretasi bisa mendekati kebenaran alamiah, maka data log tersebut dapat dikalibrasikan dengan data core, outcrop, struktur, dan lain-lain.

Pencarian lainnya yang berhubungan dengan artikel ini adalah : logging geofisika, logging batubara, log densitas. Metode geofisika, logging adalah, pengertian well logging.

Bentuk kurva dapat berlaku sebagai suatu aturan, tetapi tidak dapat memprediksi sampai dengan interpretasi genetik terhadap fasies model. Model fasies didefinisikan sebagai ringkasan umum dari suatu lingkungan pengendapan, hasil dari proses pengendapan dan ditunjukkan dalam bentuk model yang ideal.
log bor batubara
Bentuk dasar dan pola log penciri karakteristik lingkungan pengendapan (Walker dan James, 1992, dan Fisher et al, 1969).

Pada gambar diatas dapat dilihat berbagai macam variasi bentuk kurva log yang merupakan pola umum yang sering digunakan yang dapat menunjukkan fasies pengendapan karena mencerminkan suksesi gradasi ukuran butir. Log Self Potential (SP)-Resistivity atau Gamma Ray ( GR)-Sonic merupakan pasangan log yang umum digunakan dan mempunyai pola yang sama, pada umumnya memiliki bentuk bell-shaped, dan funnel-shaped.


Skala suksesi fasies merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan interpretasi dengan bentuk kurva log, contohnya pola funnel-shaped tebalnya dapat berkisar antara beberapa meter hingga ratusan meter. Hal ini dapat terjadi pada fasies creavasse splay hingga berkembang menjadi fasies interdistributay bay, dan pada suksesi delta yang mengalami progading. (Referensi : Walker, R. G., and James, N. P., 1992, Facies Models Response to Sea Level Change, Geological Association of Canada, 409 hal).