Senin, 21 Maret 2016

Ini Penyebab Mesin Kendaraan Mati Mendadak di Lintasan Rel Kereta Api

Telah banyak kejadian dimana mesin kendaraan tiba-tiba mati saat melintas rel kereta api. Banyak orang yang menghubungkan kejadian ini dengan hal mistis ataupun karena gugup/paniknya pengendara ketika menghadapi situasi ini. Sebenarnya ada penjelasan teknis mengapa mesin kendaraan bermotor sering mati saat melintasi rel kereta api, berikut adalah penjelasannya.

Di bagian lokomotif kereta yang sedang melaju, ada roda kereta (biasa disebut boggie) dimana komponen utamanya tersusun atas dinamo. Didalam dinamo tersebut ada unsur magnet yang cukup besar. Jika tipe lokomotifnya merupakan seri CC berarti ada 3 rangkaian boggie (6 buah dinamo besar). Ketika kereta bergerak, boggie akan selalu bergesekan dengan rel kereta yang terbuat dari jenis baja ferritic yang sifatnya mudah untuk menghantarkan magnet.

Baja adalah paduan ferrous (Fe) yang mempunyai kandungan karbon dibawah 2%, serta ada tambahan unsur-unsur paduan lainnya seperti Mangan, Chrome, Nikel, Wolfram, Silisium, dan lain sebagainya. Baja jenis ferritic memiliki kandungan chrome sebanyak 17% dan carbon antara 0,08-0,2%. Baja jenis ini memiliki sifat ketahanan terhadap korosi dan bersifat magnetis.


Pemilihan baja jenis ini dimaksudkan agar kereta dapat melaju dengan stabil. Inilah penyebab mengapa rel yg terbuat dari baja dapat menghantarkan medan magnet sejauh 1 kilometer dari lokomotifnya (kereta api yang sedang melaju).
Boggie kereta api
Gambar boggie lokomotif kereta.

Saat kendaraan melintasi rel, biasanya menggunakan kecepatan rendah. Apabila pengendara tidak memindahkan gigi (perseneling) ke yang lebih rendah, maka putaran mesin dinamo kendaraan dan koil yang ada dapat seketika mati akibat medan magnet dari roda kereta (boggie) yang dihantarkan oleh rel baja tersebut.

Itulah sebabnya mengapa petugas kereta api selalu menutup pintu perlintasan sebelum kereta mendekati perlintasan (berjarak sekitar 3 Km). Jika ada pengemudi yang tetap menerobos/melintasi rel pada saat kereta berjarak kurang dari 1 kilometer maka akan mengakibatkan mesin dinamo dan koil mobil yang sebelumnya sudah lemah dapat mati mendadak.

Apabila ini terlanjur terjadi, segeralah keluar atau pergi dari kendaraan anda, karena mesin kendaraan akan sulit di nyalakan (stater) ulang. Efek impedansi medan magnet sangat mempengaruhi dynamo stater pada mesin kendaraan yang tersusun dari magnet, yang pada akhirnya kendaraan yang terkena efek tersebut akan sulit dinyalakan.

Sangat disarankan jangan menerobos pintu perlintasan rel kereta bila petugas sudah menutupnya, atau jangan pernah mencoba memaksa melintas apabila kereta telah terlihat walaupun masih berjarak lebih dari 1 kilometer dari perlintasan, demi keselamatan anda. Kereta Api tdk bisa mengerem mendadak karena roda dan rel terbuat dari baja sehingga tidak ada friksi. Rata rata kereta api baru bisa berhenti sejauh 800 meter setelah di rem.