Selasa, 29 Maret 2016

Batu Basal dan Proses Pembentukannya

Pengertian Basal

Batu basal adalah batuan yang berwarna gelap, berbutir halus, dan merupakan batuan beku yang utamanya tersusun atas mineral plagioklas dan piroksen. Batuan ini paling sering terbentuk sebagai batuan ekstrusif (aliran lava). Akan tetapi, batuan ini juga sering terbentuk sebagai intrusi kecil dalam bentuk dike maupun sill. Batu basal memiliki komposisi yang mirip dengan gabro. Perbedaan keduanya ada pada ukuran butir mineralnya. Pada batu basal ukuran butirnya lebih halus dibandingkan dengan batu gabro yang berbutir kasar.


Kebanyakan basal terbentuk sebagai "bedrock" di bumi. Dibandingkan jenis batuan yang lain, basal lebih banyak terbentuk sebagai batuan alas. Sebagian besar area cekungan (laut) di bumi ter-alasi oleh basal. Meskipun basal kurang umum ditemukan di kerak benua, namun aliran lava (lava flows) dan banjir basal (basalt flood) juga cukup sering meng-alasi permukaan daratan.

Pencarian yang berhubungan dengan artikel ini adalah : batu basal, batu basalt, batu basalto, batuan basalt. Gambar batu basal, kegunaan batu basal, kegunaan batu basalt, manfaat batu basalt. Batuan basal, gambar batu basalt, manfaat batu basal, batuan beku basalt, pengertian basalt.

Selain di bumi, basal juga merupakan batuan yang melimpah di Bulan dan Mars. Permukaan Bulan banyak di didasari oleh aliran lava basaltik dan basal flood. Daerah bentukan di Bulan ini dikenal sebagai "lunar maria". Lunar maria dapat dilihat dengan adanya hamparan "lava flows" yang luas, yang mungkin telah dipicu oleh peristiwa impact yang besar. Besarnya peristiwa lunar maria dapat diperkirakan dengan mengamati densitas kawah di permukaannya.

Olympus Mons adalah salah satu gunung berapi perisai yang ada di planet Mars. Seperti kebanyakan fitur vulkanik lainnya di Mars, gunungapi ini dibentuk oleh lava flows basaltik. Olympus Mons merupakan gunung tertinggi di Mars dan gunung berapi terbesar yang ada di tata surya kita.
pembentukan batu basal
Gambar batu basal dan pembentukannya.

Pembentukan Batu Basal

Sebagian besar basal yang ditemukan di Bumi dihasilkan pada tiga lingkungan pembentukan yaitu : 1) Pada batas divergen oceanik, 2) Pada Oceanik hotspot, dan 3) Pada mantel plume dan hotspot di bawah kerak benua.

Pembentukan Basal Pada Batas Divergen Oceanic

Sebagian besar basal di bumi dihasilkan pada batas lempeng divergen pada sistem "mid-ocean ridges" (pematang tengah samudra). Arus konveksi dari dalam mantel menghasilkan peluruhan/melting pada batuan yang ada sebelumnya. Hasil ini akan terbentuk sebagai batas divergen yang tertarik/terpisah dan meletus di dasar laut (letusan submarine fissure), dan Letusan ini sering menghasilkan basal bantal (pillow basalts).


Pegunungan aktif di tengah laut merupakan tubuh (host) dari letusan celah (fissure) yang terjadi berulang-ulang. Sebagian besar pegunungan aktif dasar laut terbentuk pada batas-batas konvergen yang berada dibawah permukaan air pada kedalaman yang maksimum. Di daerah ini setiap uap, abu, ataupun gas yang dihasilkan dari letusan akan diserap oleh kolom air sehingga tidak sempat mencapai permukaan. Aktivitas gempa adalah satu-satunya indikasi yang banyak berasal dari letusan di pematang (ridge) samudra. Islandia adalah contoh pegunungan dasar laut, namun telah terangkat ke permukaan sehingga kita dapat mengamati langsung aktivitas gunung berapinya.

Pembentukan Basal Pada Hotspot Oceanic

Kita ketahui bahwa Hotspots dapat tersebar tidak teratur, tetapi juga nonrandom. Hotspot sering tersebar di dekat batas lempeng divergen (mid-ocean ridges), dan biasanya menghilang dari wilayah-wilayah di dekat batas lempeng konvergen (subduction zones).

Hotspot Oceanik merupakan lokasi lainnya dimana sejumlah besar basal juga dapat ditemukan. Ini merupakan lokasi dimana plume-plume kecil batuan yang mengalami melting naik melalui mantel dari hotspot pada inti bumi. Kepulauan Hawaii adalah contoh di mana gunungapi telah terbentuk di atas sebuah hotspot oceanik.

Basal yang dihasilkan di lingkungan tersebut diawali dengan letusan di dasar laut. Jika hotspot tersebut tertopang (sustained), letusan yang terjadi akan berulang-ulang dan dapat menghasilkan kerucut vulkanik yang lebih besar. Ini akan terus membesar hinggga membentuk sebuah pulau. Itulah mengapa semua gugusan Pulau Hawaii dibangun dari letusan basal di dasar laut.

Pembentukan Basal Pada Mantel Plume dan Hotspot Kerak Benua

Pembentukan basal yang ke-tiga ada pada lingkungan kerak benua, dimana mantel plume atau hotspot menyalurkan sejumlah besar lava basaltik melalui kerak benua sampai pada permukaan bumi. Letusan akibat aktivitas ini dapat terjadi melalui veint ataupun celah batuan. Aktivitas seperti ini menghasilkan lava flows terbesar di kerak benua. Letusan yang ditimbulkan dapat terjadi berulang kali selama jutaan tahun, yang menghasilkan lapisan demi lapisan basal dan tertumpuk secara vertikal.

"Columbia River Flood basalt" di Washington, Oregon dan Idaho merupakan contoh dari basal flood yang luas. Contoh lainnya adalah Emeishan Traps di China, Deccan Traps di India, Etendeka Basalts di Namibia, Karroo Basalts di Afrika Selatan, dan Siberian Traps di Russia.

Kegunaan Batu Basal

Batu basal digunakan untuk berbagai macam keperluan. Batu basal sering dihancurkan untuk digunakan sebagai agregat dalam proyek kontruksi. Selain itu basal juga dapat dimanfaatkan sebagai pondasi jalan (landasan), agregat beton, agregat aspal/trotoar, dan ballast kereta api. Basal juga dapat dipotong dan dipoles menjadi sebuah batu ornamen bangunan seperti ubin lantai dan monumen/tugu.

Pencarian lainnya yang berhubungan dengan artikel ini adalah : pengertian batu basalt, ciri ciri batu basalt, ciri ciri batu basal, fungsi batu basal. Deskripsi batuan basalt, pengertian batu basal, pengertian batuan basalt, batu basalt adalah, ciri ciri batuan basalt, batu basal adalah.