Thursday, February 4, 2016

Peranan Perwakilan Diplomatik Melakukan Diplomasi

loading...
Pewakilan diplomatik dipercayakan untuk bertindak sebagai saluran hubungan antara kedua negara. Dengan adanya fungsi serta peran yang telah diatur dalam aturan hukum internasional maupun kebiasaan-kebiasaan internasional, maka adanya suatu perwakilan diplomatik bisa menganjurkan kepada pemerintah negaranya masing-masing mengenai bentuk-bentuk diplomasi yang efektif untuk bisa mengatasi adanya konflik antarnegara. Peranan Perwakilan Diplomatik dalam melakukan Diplomasi contohnya seperti melakukan mediasi, negosiasi, pencarian fakta (Inquiry), dan konsiliasi.


Diplomasi Perwakilan Diplomatik Berupa Mediasi

Mediasi yang dilakukan perwakilan diplomatik adalah sebagai bentuk penyelesaian sengketa yang memilki kekuatan-kekuatan tertentu. Mediasi menjadi salah satu pilihan yang dapat dimanfaatkan oleh negara yang tengah bersengketa. Dalam hal ini mediasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi konflik yang juga dapat melibatkan pihak ketiga yang dikenal sebagai mediator.

Mediator bisa saja perorangan atau lebih dari seorang, negara atau kelompok negara, serta  bisa dari organisasi internasional, guna mendorong para pihak yang terlibat konflik mencapai penyelesaiannya. Dalam proses akhir mediasi, proses pengambilan keputusan, mediator melokalisir pemecahan masalah dan mengevaluasi pemecahan masalah yang dilakukan sebelumnya.

Peran perwakilan diplomatik melakukan diplomasi
Gambar ilustrasi Perwakilan Diplomatik.

Diplomasi Perwakilan Diplomatik Berupa Negosiasi

Negosiasi adalah suatu proses di mana usulan-usulan yang eksplisit dimajukan dengan  berbagai alasannya demi tujuan untuk mencapai kesepakatan tentang suatu pertukaran  atau  tentang kesadaran atas kepetingan bersama yang mana pada saat itu ada konflik kepentingan.  Negosiasi dapat dianggap sebagai salah satu cara pengambilan keputusan secara bersama-sama.  Dalam negosiasi, pihak-pihak terkait membiarkan diri mereka sendiri menggabungkan sudut  pandang mereka yang bertentangan ke dalam keputusan tunggal.

Segi positif dari negosiasi adalah bahwa para pihak secara langsung yang melakukan negosiasi itu sendiri; Para pihak mengawasi atau memantau secara langsung prosedur penyelesaiaanya. Dalam melakukan negosiasi, seorang perwakilan diplomatik harus menghindari perhatian publik dan tekanan politik di dalam negeri. Negosiasi dimungkinkan dapat digunakan untuk setiap penyelesaian konflik atau sengketa dalam setiap bentuknya, apakah negosiasi secara tertulis, lisan,  bilateral, multi lateral dan lain-lain.

Diplomasi Perwakilan Diplomatik Berupa Pencarian Fakta (Inquiry)

Mekanisme penyelesaian konflik atau sengketa melalui inquiry dilakukan jika tidak ada titik temu diantara pihak yang bersangkutan. Perwakilan diplomatik dapat menyarankan observer independent (bisa berbentuk komisi atau badan) untuk melakukan investigasi  mengenai persoalan yang ada, serta mencari dan mendengarkan semua bukti-bukti yang bersifat internasional, yang relevan dengan masalah.

Dengan dasar bukti-bukti dan permasalahan yang timbul, badan/komisi resmi ini akan dapat mengeluarkan sebuah fakta yang disertai dengan penyelesaiannya. Inquiry pernah dilakukan untuk menyelidiki kasus meledaknya Maine, kapal perang Amerika Serikat secara  misterius di Havana Harbour, insiden Dogger Bank 1904 antara Soviet dan Inggris, keterlibatan tentara bayaran dalam Seychelles Case 1981, penggunaan senjata kimia dalam perang teluk antara Iran-Irak 1987, juga Red  Cross  Crusader  Case  antara  Denmark dengan  Inggris.

Diplomasi Perwakilan Diplomatik Berupa Konsiliasi

Konsiliasi merupakan metode penyelesaian sengketa yang menggabungkan cara-cara inquiry dengan mediasi. Proses konsiliasi melibatkan pengusutan fakta-fakta konflik oleh pihak ketiga dan laporan yang menjelaskan saran-saran untuk penyelesaiannya.

Peranan perwakilan diplomatik dalam proses konsiliasi yaitu mempertemukan pihak-pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama. Pengertian luas konsiliasi mencakup berbagai ragam metode di mana suatu sengketa diselesaikan secara damai dengan bantuan negara-negara lain atau badan-badan penyelidik dan komite-komite penasehat yang tidak berpihak.

(Referensi: Walter Carlsnaes, Thomas Risse & Beth A Simsons, 2004, Handbook of International Relations, SAGE Publications, London. Rahmadi, Takdir, 2011, Mediasi: Penyelesaian Sengketa Melalui Pendekatan Mufakat, Rajawali Pers, Jakarta).
loading...
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner