Friday, February 12, 2016

Emas Aluvial (Placer) dan Sejarah Perburuannya

loading...
Emas aluvial biasa disebut juga dengan "emas placer". Oleh para ahli geologi bijih (ore geologists), endapan placer merupakan endapan "allochtonous" yang bernilai ekonomis. Endapan placer adalah endapan kelas terigen yang terbentuk oleh proses sedimenter biasa (ordinary sedimentary processes) yang mengendapkan atau mengkonsentrasi mineral-mineral berat. Umumnya proses pemisahan gaya berat alamiah ini dibantu oleh media air bergerak, walaupun ada juga yang terkonsentrasi melalui media padat dan angin. Mineral-mineral berat tersebut harus terlebih dahulu terbebaskan dari batuan sumbernya, harus memiliki berat jenis (densitas) yang tinggi, resisten secara kimia terhadap pelapukan, serta memiliki durabilitas tinggi (tahan terhadap proses-proses mekanik). Emas adalah salah satu mineral yang memenuhi syarat tersebut.

Daya tarik, kekayaan, dan kemudahan dalam penambangan emas alluvial (placer) telah menyebabkan terjadinya berbagai perburuan (gold rush) dalam skala besar di dunia pertambangan. Endapan placer merupakan tipe endapan yang “poor man’s” (modal dengkul). Pekerja keras hanya membutuhkan sebuah sekop atau cangkul dan dulang (panner) untuk mengekstrak emas, dan dalam waktu dua minggu bisa mengumpulkan emas yang sangat banyak dan menjadi kaya-raya.

Baca juga : Potensi Emas Aluvial di Indonesia

Perburuan emas besar-besaran di California tahun 1849, di Australia pada 1850-an, serta penyerbuan yang penuh risiko bahaya di Klondike dan Alaska pada 1897, menunjukkan terjadinya penambangan emas aluvial yang besar-besaran hanya dalam waktu yang relatif singkat. Kondisi tersebut kemudian diikuti dengan penambangan emas primer yang lebih stabil. Berikutnya disusul oleh pembangunan settlement, agrikultur, industri, yang pada akhirnya terbentuk sebuah negara-negara besar. Besarnya pengaruh berburu emas alluvial mampu mendatangkan imigran dalam jumlah yang sangat besar ke daerah-daerah pertambangan tersebut di atas, yang kemudian diikuti oleh berbagai pembangunan dan industri, dan pada akhirnya justru mengubah daerah yang semula terpencil dan sepi, menjadi negara dan negara bagian yang besar (California, Alaska, Australia, dsb).
Ekstraksi emas aluvial
Gambar emas aluvial dan proses ekstraksinya.

Menurut catatan sejarah, perburuan emas aluvial di California di tahun 1849 telah menyebabkan datangnya imigran dengan kapal-kapal besar dari berbagai tempat. Orang-orang indian yang berani, serta orang-orang dari sekitar Cape Horn datang dengan menggunakan perahu-perahu kecil seadanya yang sebenarnya kurang layak untuk ikut melakukan perburuan emas ini.

Ada juga cerita kuno yang menarik tentang perburuan emas aluvial (placer) ini; sebagai perbandingan terhadap cerita perburuan modern tersebut di atas, yaitu kisah klasik tentang legenda Yunani. Menurut cerita yang ditulis Euxine, di daerah Colchis, para penambang pada saat itu mengekstraksi emas aluvial dengan cara mencangkul gravel-gravel dari sungai dan memuatnya ke dalam "sluice boxes" yang dibuat dari kayu-kayu hutan. Lapisan-lapisan kayu akan mengikat/menjerat partikel-partikel emas; emas yang kasar akan terkocok dan terangkat keluar (selanjutnya tinggal diambil), sedang yang halus akan terikat pada "wool" basah yang terbuat bulu-bulu domba, kemudian digantung di pohon untuk dikeringkan sehingga emas halusnya bisa terlepas. Cerita tentang tersebut kemudian sampai ke Yunani, dan Jason dengan Argonautsnya langsung memasang layar di kapalnya, kemudian berlayar menuju ke daerah tersebut.

Baca juga : Potensi Emas Kelian di Indonesia

Pada masa lalu, emas aluvial diekstraksi menggunakan kayu-kayu, yang diambil secara serampangan dari hutan dan dibuat "sluice box" yang lebih modern, dan kulit sapi dipasang di atasnya sebagai bahan "riffles" (penangkap emas halus). Pada saat ini produksi emas aluvial  tinggal sedikit jika dibandingkan dengan cerita indahnya di masa lalu. Endapan-endapan yang "easily discoverable" telah ditemukan sehingga menyebabkan perburuan emas aluvial akan lebih berkurang di masa mendatang. Saat ini, hanya sedikit daerah-daerah eksplorasi yang bisa diharapkan menghasilkan endapan yang baru.
loading...
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner