Thursday, February 25, 2016

Ekspor Bahan Tambang Mentah Akan Dibuka Lagi, Kemenperin Menolak

Penggodokan draft revisi atas Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (UU Minerba) diharapkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tidak akan memperlonggar larangan ekspor mineral mentah atau barang tambang mentah.
Revisi UU Minerba
Gambar ilustrasi lesunya industri pertambangan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, dan Alat Transportasi Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan. Ia menyebutkan ada 5 alasan mengapa Kemenperin menolak keinginan Kementerian ESDM mengizinkan kembali ekspor barang tambang mentah, yaitu :
  1. Dikhawatirkan smelter-smelter yang telah dibangun akan kekurangan pasokan bahan baku jika ekspor bahan tambang mentah dibuka lagi.
  2. Jika ekspor mineral atau bahan tambang mentah direlaksasi, hal itu akan menjadi preseden buruk bagi kepastian hukum di Indonesia.
  3. Diijinkannya kembali ekspor mineral mentah akan membuat harga komoditas pertambangan semakin jatuh tak terkendali.
  4. Sudah seharusnya Indonesia tidak lagi mengandalkan komoditas bahan tambang mentah untuk pendapatan negara.
  5. Pembangun Smelter-smelter merupakan rencana induk pembangunan industri nasional (RIPIN) yang telah disepakati bersama, maka kewajiban pembangunannnya harus konsisten dijalankan.

Seperti yang kita ketahui, saat ini pemerintah sementara membuat Draf Revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) No.4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara (minerba) yang ditargetkan akan selesai pada Juni 2016 mendatang.

Selain akan membahas wacana dibukanya kembali keran (relaksasi) ekspor mineral mentah (raw), Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan pembahasan UU Minerba juga akan menyasar mekanisme perpanjangan izin operasi pertambangan bagi seluruh perusahaan tambang, hingga pada penyelesaian hambatan-hambatan pada program hilirisasi, dan pengelolaan lingkugan.

Sumber: bisnis dotcom dan detik dotcom (February 26, 2016).
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner