Minggu, 24 Januari 2016

Proses Pencairan Gas Alam menjadi LNG (Gas Alam Cair)

Pengertian LNG

Singkatan LNG berasal dari istilah bahasa inggris "Liquefied Natural Gas", dalam bahasa indonesia berarti Gas Alam Cair. LNG adalah gas alam yang telah diubah menjadi cairan. Hal ini dilakukan untuk menghemat ruang, karena 610 kaki kubik gas alam dapat diubah menjadi 1 kaki kubik LNG. Mengkonversi gas alam menjadi LNG membuat kita lebih mudah untuk menyimpan dan lebih mudah untuk mengangkut disaat jaringan pipa tidak tersedia.

Proses pendinginan (refrigeration process) digunakan untuk mengkondensasi gas alam menjadi LNG dengan pendinginan sampai minus 260 derajat Fahrenheit. Proses pendinginan ini biasanya disertai dengan proses menghilangkan air, karbondioksida, hidrogen sulfida dan bahan/unsur pengotor lainnya.

Tangki Penyimpanan Gas Alam Cair (LNG)

Untuk mempertahankan suhu rendah selama penyimpanan dan transportasi, LNG harus ditempatkan ke dalam tangki kriogenik (cryogenic tanks). Tangki Kriogenik ini merupakan tangki penyimpanan gas yang besar yang terisolasi dan dilengkapi dengan unit pendingin.

Ketika pengiriman LNG mencapai tujuan atau bila LNG sedang dikeluarkan dari penyimpanan, maka LNG wajib di regasifikasi. Tujuan proses regasifikasi adalah untuk memanaskan LNG, sehingga memungkinkan LNG akan menguap kembali menjadi gas alam. Regasifikasi biasanya dilakukan di fasilitas di mana gas dapat ditempatkan ke dalam penyimpanan atau langsung ke pipa untuk transportasi.

Proses Pencairan Gas Alam

Ada dua jenis terminal LNG, yaitu terminal yang mengubah gas alam menjadi LNG dan terminal LNG yang mengkonversi kembali menjadi gas alam. Masimg-masing disebut sebagai terminal pencairan dan terminal regasifikasi. Terminal pencairan berada pada sisi transaksi ekspor dan terminal regasifikasi berada pada sisi transaksi impor.

Terminal pencairan umumnya menerima gas alam melalui jaringan pipa dari lapangan. Sebelum itu cair gas harus dibersihkan dari air, karbondioksida, hidrogen sulfida dan kotoran lainnya yang mungkin membeku dan menjadi korosif atau mengganggu proses pencairan. Setelah itu baru cairan LNG dikirim melalui pipa ke kapal pembawa LNG atau ke penyimpanan untuk menunggu transportasi.

Terminal regasifikasi menerima gas alam biasanya dengan kapal dari lokasi lain. Di terminal regasifikasi, LNG mungkin disimpan sementara atau dikirim langsung ke pabrik regasifikasi. Setelah regasifikasi, LNG dikirim oleh pipa untuk didistribusi atau ditempatkan di penyimpanan sementara sampai dibutuhkan.
Pencairan dan regasifikasi LNG
Gambar skema terminal pencairan dan regasifikasi LNG.
  

Sumber Gas Alam dan Konsumen LNG

Pengiriman besar gas alam cair pertama di dunia terjadi pada tahun 1964 ketika sebuah kapal penuh dengan LNG di Aljazair dan berlayar ke Le Havre, Prancis. Sebelum tahun 1964, gas alam di Aljazair adalah produk limbah dari produksi minyak. disebut "produk limbah" karena tidak ada pasar lokal untuk gas alam dan tidak ada pipa untuk mengangkut gas ke lokasi yang jauh. Gas alam hanya dibuang ke atmosfer atau terbakar di lokasi itu juga.

Saat ini LNG diekspor dari lokasi seperti: Aljazair, Mesir, Nigeria, Angola, Oman, Qatar, Yaman, Rusia, Trinidad dan Tobago, Australia, Malaysia, dan Indonesia dimana produksi gas alam jauh melebihi kemampuan konsumsi pasar lokal mereka. Di lokasi tersebut harga gas alam rendah karena jumlahnya yang berlimpah tetapi sedikit permintaan lokal. Harga yang rendah mengimbangi biaya membangun pabrik pencairan LNG, mengkonversi gas alam menjadi LNG dan membawanya ke pasar yang jauh.

Jepang, Korea Selatan dan Taiwan adalah pembeli utama pertama LNG. Daerah ini memiliki populasi yang sangat tinggi dan sangat sedikit akses ke sumber daya domestik bahan bakar fosil. LNG memberi mereka akses ke bahan bakar yang bersih, karena bahan bakar ini mudah untuk didistribusikan sekalipun pipa berada di tempat lain. Banyak negara-negara lain sekarang memiliki terminal regasifikasi, termasuk Belgia, Brazil, Kanada, Chili, China, Perancis, India, Italia, Yunani, Meksiko, Spanyol, Inggris dan Amerika Serikat.

Sistem Penyimpanan LNG

LNG disimpan dalam tangki penyimpanan yang sangat terisolasi dan khusus dirancang untuk menahan cairan-suhu dingin. Kebanyakan memakai dinding tangki ganda dengan dinding luar dari beton yang tebal dan dinding bagian dalam dari baja berkualitas tinggi. Antara dinding ada lapisan isolasi yang tebal. Banyak yang memiliki fasilitas  tangki penyimpanan bawah tanah untuk lebih meningkatkan daya isolasi terhadap LNG.

Akan tetapi, seberapapun baiknya sebuah tangki terisolasi, beberapa LNG akan mudah mendidih dan menguap seperti gas alam. Gas yang munguap ini umumnya dikeluarkan dari tangki. Hal ini baik untuk digunakan secara lokal sebagai bahan bakar atau bisa di regasifikasi kembali sehingga menjadi cair dan dialirkan kembali ke tangki.

Sistem Transportasi dan Dampak Lingkungan Proyek LNG

Kebanyakan LNG diangkut dalam kapal yang dirancang khusus yang dikenal sebagai "operator LNG". Kapal ini memiliki lambung ganda untuk melindungi kargo dari kerusakan dan sebagai perlindungan terhadap kebocoran. Jumlah yang lebih kecil dari LNG diangkut dalam truk dan gerbong yang dirancang khusus.

Gas alam memiliki dampak lingkungan yang jauh lebih rendah ketika dibakar daripada bahan bakar fosil lainnya. LNG sedikit karbon dioksida kurang, sedikit partikel dan sedikit menghasilkan abu. Meskipun LNG dibakar dalam bentuk gas alam,  tetap saja LNG memiliki dampak lingkungan yang lebih besar dibandingkan gas alam yang belum cair. Hal ini dikarenakan LNG membutuhkan pengeluaran energi untuk mencairkan, mentransportasi dan meregasifikasi. jadi kesimpulannya, LNG memiliki dampak lingkungan yang lebih besar dari gas alam tetapi umumnya memiliki dampak lebih rendah dari bahan bakar batubara atau minyak.

Dukungan Publik Terhadap Proyek LNG

Dukungan publik untuk proyek-proyek LNG umumnya beranekaragam, terutama pada sisi impor di mana sejumlah besar orang mungkin terletak dekat fasilitas regasifikasi. Meskipun beberapa orang berharap bahwa LNG akan membawa mereka kepada gas alam ekonomis, tetapi ada juga yang memiliki kekhawatiran bahwa proses regasifikasi atau kendaraan angkut LNG mungkin akan mudah meledak atau terbakar. Beberapa orang juga khawatir bahwa fasilitas LNG adalah target teroris, meskipun LNG memiliki sejarah keselamatan yang sangat baik.

Penemuan gas alam baru, jaringan pipa baru, dan terminal LNG baru akan dapat meningkatkan pasokan lokal. Peningkatan pasokan lokal dapat menurunkan harga yang dapat merangsang permintaan. Meningkatnya permintaan bisa menaikkan harga, merangsang aktivitas pengeboran, meluncurkan proyek pipa dan membawa investasi di fasilitas LNG.

1 komentar:

Kece banget infonya, terutama buat yang awam seperti saya. Mantab.
Terima kasih ya...