Friday, January 22, 2016

Produksi Tembaga Chile Semakin Terpuruk Tahun Ini

loading...
Ketahanan dalam industri tembaga, baik itu produsen dan investor terus diuji tahun ini, karena harga tembaga pekan lalu telah menyentuh posisi baru  terendah, jatuh menjadi $1,95 per pon, dari harga terakhir pada bulan Mei 2009, dan analis tidak melihat akhir yang jelas untuk perlambatan ekonomi China. Pekan lalu, "Cochilco" sebagai komisi tembaga negara Chile, kembali memotong harga tembaga rata-rata $2,15 dan $2,20 per pon pada tahun 2017, sekitar 35 sen kurang dari apa yang diperkirakan pada bulan September. Pada harga tersebut, perusahaan kemungkinan akan mengurangi produksi tembaga.


Untuk tahun ini, "Cochilco" mengharapkan peningkatan produksi 0,1% lebih dari tahun 2015, yang mencapai 5,76 juta ton, namun untuk 2017 diharapkan produksi akan tumbuh 3,1% menjadi 5,95 juta ton. Situasi ini lebih buruk daripada sebelumnya menurut kelompok negara industri pertambangan Consejo Regional Minero de Coquimbo (Barminco), yang mewakili beberapa penambang Chile di sektor tembaga, termasuk Antofagasta (LON: ANTO), Glencore (LON: GLEN) dan Teck Resources (TSE: TCK.A, TCK.B) (NYSE: TCK). Presiden Barminco, Juan Carlos Saez, memperingatkan pada bulan November bahwa "mayoritas" dari anggota kelompok tersebut sudah dapat membuat keuntungan. Saez berharap berharap ini sudah tingkat terendah mengacu harga tembaga sekitar $2 per pon. Karena itu berada di bawah batas eksploitasi bagi mayoritas penambang di negara ini.Jika produksi Chile terus dipotong, negara kemungkinan akan terus kehilangan pasar karena akan diambil oleh banyak negara pesaing termasuk Peru, Cina, Amerika Serikat, Australia dan negara berkembang seperti Zambia dan Republik Demokratik Kongo dan di Copperbelt Afrika.
Harga tembaga 5 tahun terakhir
Grafik posisi harga tembaga 5 tahun terakhir (Sumber : kitco dotcom).

Menurut angka organisasi tersebut, pada tahun 2005 Chili menghasilkan 35% dari pasokan tembaga global. Pada 2015, angka itu turun menjadi 30%. Selama 10 tahun, produksi lokal naik hanya 8%, sementara produksi lokal negara pesaing seperti Peru tumbuh 37%, China 114%, Zambia 72% dan 956% Kongo. Chile belum mampu menjaga momentum yang luar biasa yang diberikan oleh "booming" kegiatan pertambangan semenjak tahun 90-an, ketika sekelompok perusahaan tambang baru mulai beroperasi: Escondida, Los Pelambres, Collahuasi.

Tetapi penurunan harga tembaga bukan satu-satunya faktor perlambatan produksi tembaga di Chile, kadar bijih tembaga yang jatuh juga membuat perusahaan menjadi semakin terpuruk. Selain itu perusahaan mengkuatirkan pasokan energi, karena bangsa Amerika Selatan hampir tidak menghasilkan bahan bakar fosil dan hanya bergantung pada batubara dan gas alam cair yang diimpor  untuk kebutuhan tambang. Kumalatif Biaya energi yang telah dihitung adalah 18% dari biaya produksi.

Pasokan air juga merupakan kunci masalah lain yang sering muncul di Chile. Petani dan masyarakat menuduh perusahaan tambang mengisap air tanah sampai habis untuk menjaga operasi mereka tetap berjalan. Solusi penambang untuk memompa air dari Pasifik ke Gurun Atacama dan Andes (jantung industri tembaga Chile) menghasilkan biaya operasional yang cukup tinggi, sehingga membuat perusahaan semakin kesulitan.

Gerakan pelestarian lingkungan Chile memaksa pemerintah untuk memperketat peraturan. Pada tahun 2001, butuh 236 hari untuk mendapatkan persetujuan penilaian dampak lingkungan. Pada tahun 2013, butuh 506 hari. Dan kemudian, ada regulasi saat ini untuk reformasi tenaga kerja utama yang sedang dibahas di parlemen, yang akan membuat serikat buruh lebih kuat, yang dapat menyebabkan lebih banyak pemogokan dan penghentian operasional. Akan tetapi, Pemerintah Chile tetap optimis dan melihat pemulihan yang datang ke sektor ini akan terjadi pada akhir tahun 2016. Untuk saat ini, mereka mendesak perusahaan untuk menerapkan mekanisme pengendalian biaya yang ketat di tambang, yang akan membantu mereka untuk bertahan hidup selama masa-masa sulit. (Sumber referensi : Mining dotcom dan Kitco Metals).
loading...
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner