Monday, January 25, 2016

Perkembangan Puskesmas dan Rumah Sakit di Indonesia

Menurut Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, sarana kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan  upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, kuratif, preventif maupun rehabilitasi yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat. Sarana kesehatan dalam publikasi ini mencakup Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) dan Rumah Sakit.


Perkembangan Puskesmas di Indonesia

Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehetan di wilayah kerjanya.  Puskesmas memiliki fungsi sebagai pusat pembangunan berwawasan kesehatan, pusat  pemberdayaan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan masyarakat primer, dan pusat pelayanan kesehatan perorangan primer. Dalam menjalankan fungsinya puskesmas  berkewajiban memberikan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan.

Pada Gambar 1 dibawah memperlihatkan perkembangan puskesmas yang tercatat hingga akhir tahun 2014 adalah sebanyak 9.731 unit. Jumlah puskesmas ini mengalami peningkatan sebanyak 76 unit dibandingkan tahun 2013 yang berjumlah 9.665 unit.
Jumlah Puskesmas di Indonesia 2009-2014
Gambar 1. Jumlah Puskesmas di Indonesia, 2009-2014 (Sumber: Kemenkes, Profil Kesehatan Indonesia 2009-2013 dan Data dan Informasi Tahun 2014).

Salah satu indikator yang menggambarkan terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan fasilitas kesehatan adalah rasio puskesmas per 30.000 penduduk. Semakin besar rasio puskesmas per 30.000 penduduk, semakin baik kondisi fasilitas kesehatan di suatu daerah. Pada tahun 2014, besarnya rasio puskesmas per 30.000 penduduk adalah 1,08  artinya setiap 30.000 penduduk dilayani oleh 1 sampai 2 puskesmas (Gambar 2). Besarnya rasio  puskesmas per 30.000 penduduk selalu meningkat dari tahun 2009 hingga 2010 dan  sedikit menurun tahun 2014. Namun peningkatan maupun penurunannya tidak signifikan.
Rasio Puskesmas per 30.000 Penduduk di Indonesia 2009-2014
Gambar 2. Rasio Puskesmas per 30.000 Penduduk di Indonesia, 2009-2014 (Sumber: Kemenkes, Profil Kesehatan Indonesia 2009-2013 dan Data dan Informasi Tahun 2014).

Dalam pelayanan kesehatan secara medis, puskesmas dibagi menjadi dua kelompok yaitu  puskesmas rawat inap dan puskesmas non rawat inap. Puskesmas rawat inap adalah puskesmas yang melayani rawat jalan dan rawat inap, sedangkan puskesmas non rawat  inap hanya melayani rawat jalan. Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan  masyarakat di puskesmas, beberapa puskesmas non perawatan ditingkatkan statusnya menjadi puskesmas perawatan (Kemenkes, 2014). Pada tahun 2014 jumlah puskesmas rawat  inap adalah 3.378 unit, naik sebesar 61 unit dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan puskesmas non rawat inap sebanyak 6.353 unit, naik sebesar 15 unit dibandingkan 2013.
Jumlah Puskesmas Rawat Inap dan Non Rawat Inap di Indonesia 2009-2014
Gambar 3. Jumlah Puskesmas Rawat Inap dan Non Rawat Inap di Indonesia, 2009-2014 (Sumber: Kemenkes, Profil Kesehatan Indonesia 2009-2013 dan Data dan Informasi Tahun 2014).


Perkembangan Rumah Sakit di Indonesia

Upaya kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif dapat diperoleh melalui rumah sakit yang juga berfungsi sebagai penyedia pelayanan kesehatan rujukan (Kemenkes, 2013). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 147/Menkes/PER/I/2010 tentang Perizinan Rumah Sakit mengelompokkan rumah sakit berdasarkan kepemilikan, yaitu rumah sakit publik dan rumah sakit privat. Rumah  sakit publik adalah rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah, pemerintahdaerah, dan badan  hukum yang bersifat nirlaba. Sedangkan rumah sakit privat adalah rumah sakit yang dikelola oleh badan hukum dengan tujuan profit yang berbentuk perseroan terbatas atau perseroan.
Jumlah Rumah Sakit Menurut Pengelola RS di Indonesia, 2011-2014
Gambar 4. Jumlah Rumah Sakit Menurut Jenis Pengelola/Kepemilikan Rumah Sakit di Indonesia, 2011-2014 (Sumber: Kemenkes, Profil Kesehatan Indonesia 2009-2013 dan Data dan Informasi Tahun 2014).

Jumlah Rumah Sakit Umum dan Khusus di Indonesia, 2009-2014
Gambar 5. Jumlah Rumah Sakit Umum (RSU) dan Khusus di Indonesia, 2009-2014 (Sumber: Kemenkes, Profil Kesehatan Indonesia 2009-2013, Data dan Informasi Tahun 2014).

Pada tahun 2014 Perkembangan Rumah Sakit Umum (RSU) dan Rumah Sakit Khusus (RSK) masing-masing sebanyak 1.855 unit dan 553 unit RSU dan RSK masing-masing mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, sebanyak 130 unit RSU dan 50 unit RSK. Menurut jenisnya rumah sakit ibu dan anak merupakan jenis RSK terbanyak yaitu mencapai 159 unit, kemudian rumah sakit bersalin sebanyak 99 unit, rumah sakit jiwa sebanyak 51 unit, rumah sakit kusta sebanyak 18 unit, rumah sakit mata sebanyak 15 unit, rumah sakit TB Paru sebanyak 11 unit, dan RSK lainnya sebanyak 150 unit (Gambar 4 ).
Jumlah Rumah Sakit Khusus di Indonesia, 2009-2013
Gambar 6. Jumlah Rumah Sakit Khusus Menurut Jenis Rumah Sakit di Indonesia, 2009-2013 (Sumber: Kemenkes, Profil Kesehatan Indonesia 2009-2013 ; Catatan* Menurut Profil Kesehatan Indonesia 2010 jumlah RS khusus 333)

Peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada jumlah rumah sakit ibu dan anak, yaitu 95 unit (tahun 2009) menjadi 159 unit (tahun 2013). Begitu juga dengan rumah sakit bersalin mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari 61 unit tahun 2009 menjadi 99 unit tahun 2013. Sementara untuk jenis rumah sakit yang lainnya relatif tidak mengalami peningkatan. (Referensi: Profil statistik kesehatan, 2015, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia).
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner