Friday, January 1, 2016

Penyimpanan Darah Terlalu Lama di Rumah Sakit Akibatkan Efek Negatif

loading...
Selama operasi besar, pasien sering membutuhkan transfusi sel darah merah untuk mengganti kehilangan darah mereka. Namun, pertanyaannya apakah darah yang disimpan aman bagi pasien?. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa sel darah merah tidak boleh disimpan lebih dari 42 hari. Studi ini diterbitkan dalam JAMA yang dilakukan oleh para peneliti dari Karolinska Institutet di Swedia.

Saat ini di Amerika Serikat, sel darah merah diizinkan untuk disimpan sampai 42 hari, meskipun usia rata-rata pada saat transfusi adalah 18 hari. Sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh mengalami beberapa proses perubahan selama penyimpanan, sehingga berpotensi mengurangi kemampuan membawa oksigen.

Penyimpanan Darah di Rumah Sakit
Gambar Penyimpanan Darah di Rumah Sakit.


Para peneliti yang dipimpin oleh Dr. Gustaf Edgren di Departemen Karolinska melakukan penelitian tentang Epidemiologi dan biostatistik Medis. Mereka mencatat bahwa darah yang disimpan selama 14 hari atau lebih tidak aman untuk operasi jantung. Hasil penelitian ini menyebabkan kebingungan di seluruh dunia. Tetapi Dr. Edgren mengatakan "telah ada ratusan studi menyangkut masalah ini, yang dilakukan selama 5 atau 6 tahun terakhir, namun tidak ada yang telah mampu memberikan jawaban pasti".

Menurut Palang Merah Amerika, ada empat jenis produk darah yang dapat digunakan dalam transfusi yaitu sel darah merah, trombosit, plasma, dan kriopresipitat. Dalam satu pint seluruh darah yang disumbangkan, biasanya ada dua atau tiga produk tersebut yang diproduksi, ini berarti setiap donor darah dapat menyimpan hingga tiga kehidupan. Sebagian besar sel darah merah yang disumbangkan harus digunakan dalam waktu 42 hari terhitung dari awal penyimpanan. Trombosit harus digunakan dalam waktu 5 hari. Sedangkan Plasma dan kriopresipitat yang beku dapat digunakan hingga 1 tahun kemudian.

Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, para peneliti melakukan penelitian skala besar, yaitu studi jangka panjang yang melibatkan hampir 50.000 pasien di Swedia, yang mencakup semua pasien operasi jantung selama 16 tahun. Selain itu, dilakukan juga penelitian terhadap pasien yang menerima transfusi darah yang telah tersimpan selama 14-42 hari. Penelitian ini adalah penyelidikan terbesar yang berfokus pada isu sensitif mengenai lama penyimpanan darah dan hasilnya ditemukan ada tanda-tanda efek negatif yang terkait dengan darah yang disimpan terlalu lama. Penelitian ini memberikan jaminan sangat tegas bahwa selama dilakukan penyimpanan kurang dari 42 hari, maka darah akan aman untuk digunakan pasien.
loading...
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner