Sabtu, 23 Januari 2016

Mengenal Karl Marx Sebagai Filsuf dan Pemikir Ilmu Sosial

Nama “Karl Marx” dikenal sebagai seorang politikus komunis, ahli propaganda atau bahkan seorang ideolog komunis. Mulai dari sekarang pandangan itu harus segera kita ubah, melalui tulisan ini kita akan memandang Karl Marx sebagai seorang Filsuf dan pemikir Ilmu Sosial yang menghasilkan teori, gagasan, dan konsep tentang analisis sosial masyarakat maupun ekonomi politik. Kita harus membuang jauh-jauh prasangka buruk tentang Marx yang mungkin sengaja dibuat oleh negara, kampus, peneliti sosial, penulis buku, atau bahkan pengajar/dosen kita sendiri. Mari kita mengenal Marx sebagai seorang pemikir kritis pada abad ke-19. Kita akan membahas secara umum teori Karl Marx yang ia cetuskan untuk ilmu sosial modern dewasa ini.
Karl Marx sebagai filsuf dan pemikir sosial
Gambar Karl Marx sebagai filsuf dan pemikir ilmu sosial.

Karl Heinrich Marx lahir di Trier, Provinsi Rhein, Kerajaan Prussia pada 5 Mei 1818 dan meninggal di London pada 14 maret 1883 (Prussia adalah kerajaan di jerman tahun 1701-1918). Marx adalah seorang keturunan keluarga kelas menengah atas, yang beragama Yahudi. Marx lahir di lingkungan religius, tetapi semua itu berubah ketika ayahnya Heinrich Marx dan ibunya Henrietta Marx rela berpindah agama Protestan hanya untuk mengamankan jabatan pengacara di sebuah instansi birokratis Prussia. Alasan lainnnya adalah demi keselamatan keluarga, untuk menghindarkan keluarga Marx dari konflik anti-semitisme yang sedang melanda Prussia.

Semenjak peristiwa itu ia mencetuskan gagasan teori "Alienasi" atau "Keterasingan", yang menyebutkan bahwa agama hanya digunakan sebagai alat untuk mencapai status sosial, dan sebagai simbol kekejaman. Ketika beranjak dewasa Marx melanjutkan studi kuliah di Universitas Bonn mempelajari Ilmu Hukum, akan tetapi lambat laun ia lebih menyukai Filsafat dan mengikuti kegiatan diskusi rutin yang membahas pemikiran George Wilhelm Friedreich Hegel yang sangat berpengaruh di Prussia pada saat itu. Dari Hegel, Marx memakai metode "Dialektika" dalam menganalisis situasi sosial masyarakat pada masa revolusi industri. Marx menikah dengan Jeny Von Westaplen putri bangsawan Prusssia pada umur 25 tahun. Jeny adalah orang yang mendukung setiap pilihan hidup Marx dan menemani Marx sampai ajal menjemputnya.

Marx merampungkan desertasi gelar doktornya pada umur 23 tahun dengan judul "Kritik Terhadap Pemikiran Filsafat Hegel". Setelah lulus menjadi Doktor, Marx sebenarnya bisa mengajar menjadi dosen akan tetapi karena dianggap terlalu kritis dan radikal ia kemudian tak mendapatkan kursi dosen di Universitas. Setelah menganggur, Marx  bekerja sebagai editor surat kabar liberal untuk mengasah bakatnya dalam menulis, setelah 2 tahun ia bekerja sebagai editor pemerintahan Prussia menutup surat kabar tersebut, karena dianggap telah menghasut rakyat untuk melawan pemerintahan. Pemerintah Prussia secara diskriminatif mengusir Marx dari Prussia, ia dan istrinya setelah di deportasi dari Prussia, kemudian memilih berdomisili di Perancis, tak lama disana ia kembali diusir oleh pemerintah Perancis atas saran kerajaan Prussia.

Petualangan Marx berakhir di Inggris dengan proyek intelektualnya yang berjudul Das Kapital. Marx hidup di zaman ketika sistem kapitalisme muncul membanjiri negara-negara Eropa, ia mengalami sendiri bagaimana kepedihan yang dialami oleh kaum buruh dan perbudakan yang begitu subur di daratan Eropa. Ketika di Inggris, Marx bertemu dengan Freiderich Engels seorang pemikir, sahabat karib dan pendukung segala finansial risetnya, untuk merampungkan proyek Das kapital hingga Marx meninggal. Bahkan Engels yang bekerja keras untuk mengedit tulisan-tulisan Marx dan menerbitkannya secara luas.

Karya Das Kapital menjadi bahan bacaan wajib bagi orang-orang yang ingin mendalami Marx secara pemikiran maupun filosofinya. Karl Marx adalah pemikir besar Ilmu Sosial, ia merupakan pemikir yang multitalenta dan sangat jenius ia menguasai ilmu Hukum, Politik, Ekonomi, Aritmatika, Astronomi, Kalkulus, Fisika, Sosiologi, Sejarah dan tentunya Filsafat. Maka nama besarnya sangat susah untuk digantikan dengan tokoh-tokoh ilmu sosial yang lain. Pokok-Pokok Teori dan Pemikiran Karl Marx yang terkenal diantaranya adalah:
  1. Teori Matrialisme Historis ; Bukanlah ide yang akan menentukan realitas, akan tetapi realitas sosial yang akan menentukan cara bagaimana manusia berfikir.
  2. Metode Dialektika ; Dialektika adalah sebuah proses dimana elemen antar individu ataupun kelompok saling bersitegang dan berlawanan dalam memaknai sebuah posisi sosial ataupun sudut pandang argumentasi.
  3. Teori Nilai Lebih ; Sistem kapitalisme bagi Marx tak ubahnya seperti alat penindasan dan perbudakan baru di zaman modern.
  4. Teori Alienasi / Keterasingan ; Alam produksi kapitalisme selalu menciptakan kesengsaran terhadap buruh. Buruh bekerja siang dan malam mereka selalu diberi target produksi yang cukup tinggi yang diberikan oleh pemilik perusahaan.
  5. Teori Perjuangan Kelas ; Marx merumuskan hal-hal yang harus dilakukan oleh buruh untuk melakukan kegiatan perlawanan dan mengorganisir gerakan untuk menjatuhkan sistem kapitalisme.

Karl Marx adalah seorang rendah hati dan berjiwa humanis, ia pernah berkata bahwa “filsuf hanya menggambarkan tentang bagaimana dunia, padahal yang dibutuhkan adalah bagaimana cara mengubah dunia.” Ketika melihat Marx kita harus mengetahui apa yang ingin ia sampaikan dan ide-idenya tentang masyarakat humanis.

Sumber referensi: Franz, M.S. (1999). Pemikran Karl Marx Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Kusumandaru, K. B. (2004). Karl Marx, Revolusi dan Sosialisme : Sanggahan Terhadap Franz Magnis-Suseno. Yogyakarta: Resist. Danang Pamungkas, 2015. Teori dan Pemikiran Karl Marx Secara Umum, Pendidikan Sosiologi UNY.