Wednesday, December 2, 2015

Geologi Gunung Karangetang di Sulawesi Utara

loading...
Gunung Karangetang atau biasa disebut juga Gunung Siau merupakan salah satu gunungapi yang sangat aktif di Sulawesi Utara. Gunungapi ini berada di kabupaten Sitara dengan ketinggian 1784 m dpl. Sebagai gunungapi yang sangat aktif, masa istirahat Gunung Karangetang sangat singkat, berlangsung beberapa bulan kemudian meningkat kembali. Pada umumnya kegiatan dimulai dengan erupsi asap/abu dan biasanya berlangsung 2 atau 3 bulan. Kegiatan berlanjut berupa erupsi magmatik (eksplosif) diikuti dengan leleran lava (efusif). Dalam beberapa kasus, efusif biasa juga terjadi tanpa didahului oleh eksplosif.


Dalam Peta Geologi Gunung Karangetang (
Budianto A, dkk, 2000), batuan disusun berdasarkan hasil kegiatan gunungapi tersebut, yaitu hasil primer dan sekunder. Penamaan batuan primer diurut dengan nomor, misalnya dimulai dengan Kl. 1 (Aliran Lava 1 Karangetang) hingga KL. 17, kecuali Lava Arengkambing yang jelas kejadiannya dalam tahun 1976.

Peta Geologi Gunung Karangetang, Budianto A, dkk, 2000
Gambar 1. Peta Geologi Gunung Karangetang (Budianto A, dkk, 2000).

Secara garis besar, kawah Gunungapi Karangetang menempati puncak dan lereng bagian utara dan selatan yang membentuk satu garis lurus. Berdasarkan Peta Topografi Puncak yang dibuat oleh S. Harto (1962), terdapat 5 (lima) kawah. Tiga kawah mengambil tempat  di  bagian  utara,  yaitu Kawah II (KII), Kawah III (KIII), dan Kawah V (KV), serta dua lainnya di bagian selatan, yaitu Kawah Utama (KI) dan Kawah IV (KIV) yang berada di dalam komplek Kawah Utama.


Pada Tahun 1979 terbentuk kawah baru di lereng utara dekat Desa Batubulan. Semula lokasi tersebut hanya berupa lubang solfatara, kemudian terjadi longsoran akibat gempabumi tektonik. Lubang tersebut melebar dan bertambah dalam serta berasap putih tebal sehingga menyerupai kawah dan kemudian dikenal dengan Kawah Batubulan. Namun demikian, sampai sekarang belum pernah menjadi titik erupsi.

Peta Topografi Puncak Gunungapi Karangetang
Gambar 2. Peta Topografi Puncak Gunungapi Karangetang (S. Harto, 1962).

Beberapa kawah tersebut di atas hanya menjadi pusat erupsi dalam satu atau beberapa kali periode kemudian tidak aktif lagi atau tertutup oleh lava. Peta topografi puncak dan lereng selatan Gunungapi Karangetang yang dibuat dalam tahun 1979 memperlihatkan hanya 2 (dua) kawah, yaitu Kawah Utama (KI) di sisi selatan dan Kawah II (KII) di sisi utara. Pada tahun 1993 terbentuk kubah lava di dalam Kawah II tetapi tidak menutupi secara keseluruhan permukaan kawah, sehingga keberadaannya sebagai kawah tetap terlihat dan pada kenyataannya masih aktif.


Pada Juli 2001, pasca erupsi 25 Juni 2001 juga terbentuk kubah lava di dinding selatan Kawah Utama atau menutupi Kawah IV yang berada pada sudut selatan dalam kompleks Kawah Utama. Agar mudah diingat, maka kedua kawah yang tersisa dan masih aktif tersebut dinamai Kawah Selatan (Kawah Utama, KI) dan Kawah Utara (KII) sesuai posisinya di puncak.

Perkembangan kondisi puncak Gunung Karangetang
Gambar 3. Perkembangan kondisi puncak Gunung Karangetang.

Gunung Karangetang sangat kaya dengan lava. Hampir setiap peningkatan kegiatan selalu disertai oleh leleran lava. Berikut ini keterangan singkat dari Stratigrafi Batuan Gunung Karangetang dari yang tua hingga yang paling muda :
  • Aliran Lava 1 Karangetang (Kl.1). Lava andesit, dijumpai di kaki selatan dan barat dari pantai hingga ketinggian 300 m.
  • Aliran Lava 2 Karangetang (Kl.2). Lava andesit basaltis, tersingkap di baratlaut puncak.
  • Aliran Lava 3 Karangetang (Kl.3). Lava andesit basaltis ini tersingkap di Nameng, Batubulan (utara).
  • Aliran Lava 4 Karangetang (Kl.4). Satuan lava andesit, dijumpai di tenggara dan sepanjang sisi timur di Kali Beha dan Kali Lanage.
  • Aliran Lava 5 Karangetang (Kl.5). Satuan ini tersingkap di lereng selatan dan umumnya ditutupi oleh lapukan setebal 0,5 m dan berasosiasi dengan endapan guguran lava, berkomposisi andesit.
  • Aliran Lava 7 Karangetang (Kl.7). Lava andesit basaltis, dijumpai di Kali Kanawong dan Batuawang, baratdaya puncak selatan Karangetang.
  • Aliran  Lava  8  Karangetang  (Kl.8).  Lava  yang  menjadi  fondasi  jalan  antara
  • Batuawang  dan  Beong  yang  berasosiasi  dengan  material  guguran  lava,
  • berkomposisi andesit.
  • Aliran Lava 9 Karangetang (Kl.9). Satuan ini membentuk morfologi Bukit Arengkambing (1400 m) adalah andesit.
  • Aliran Lava 10 Karangetang (Kl.10). Lava andesit abu-abu.
  • Aliran Lava 11 Karangetang (Kl.11). Dari jenis andesit basaltik yang di jumpai di Kali Beha Barat, lereng barat puncak.
  • Aliran Lava 12 Karangetang (Kl.12). Satuan ini berkomposisi andesit basaltis dan dijumpai di bagian timur pada ketinggian 1600 m.
  • Aliran  Lava 13 Karangetang (Kl.13). Tersingkap di Kiawang berkomposisi andesit berwarna abu-abu.
  • Aliran Lava 14 Karangetang (Kl.14). Lava ini tersebut di bagian utara di Desa Batubulan berkomposisi andesit basaltis.
  • Aliran  Lava  16  Karangetang  (Kl.16).  Lava  ini  tersingkap  di  bagian  utara  puncak adalah lava andesit basaltis.
  • Aliran  Lava  Arengkambing  (Akl). Leleran  lava  ini  terjadi  dalam  tahun  1976 dan merupakan erupsi  samping  G. Karangetang.  Titik  erupsinya  di  lereng Arengkambing, pada ketinggian 900 m. Lava mengalir hingga mendekati pantai tenggara Pulau Siau.
  • Kubah  Lava  1  Karangetang  (Kk.1).  Dierupsikan  dari  Kawah  Utara  berkomposisi andesit basaltis dan membentuk kubah di puncak.
  • Kubah  Lava  2  Karangetang  (Kk.2).  Terbentuk  di  Kawah  Selatan  berkomposisi andesit basaltis berwarna hitam.
  • Aliran Lava 17 Karangetang (Kl. 17). Lava ini mengalir ke barat dan selatan hingga ketinggian 500-600 m, berkomposisi andesit basaltis. Batuan sekunder terdiri dari endapan lahar dan alluvial.

Referensi :
Budianto A., M.N. Kartadinata, Kusdaryanto. 2000. Peta Geologi Gunungapi Karangetang, Sulawesi Utara. Direktorat Vulkanologi.
Harto S., 1962. Peta Topografi Puncak Gunung Karangetang.
Kusumadinata K., 1979. Data Dasar Gunungapi Indonesia. Direktorat Vulkanologi.
Solihin A.,dkk. 2007. Laporan Pengamatan Terpadu Gunungapi Karangetang, Sulawesi Utara. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Written by : Flyshgeost
loading...
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner