Wednesday, December 2, 2015

Deteksi Dini Menurunkan Risiko Kanker Stadium Lanjut

Kanker adalah sel tubuh yang mengalami mutasi (perubahan) dan tumbuh tidak terkendali serta membelah lebih cepat dibandingkan dengan sel normal. Sel kanker tidak mati setelah usianya cukup, melainkan tumbuh terus dan bersifat invasif sehingga sel normal tubuh dapat terdesak atau malah mati. Di Indonesia, kanker perlahan mulai menggeser posisi serangan jantung sebagai penyebab utama kematian. Data dari Departemen Kesehatan tahun 2007 menunjukkan kanker berada pada posisi keempat penyebab kematian akibat penyakit non-infeksi, setelah serangan jantung, stroke, dan diabetes mellitus. Naiknya posisi kanker sebagai penyebab kematian adalah akibat tingginya jumlah kasus baru kanker yang datang pada stadium lanjut. Dianggap sebagai penyakit yang mengerikan, kanker sebenarnya dapat didiagnosis secara dini. Deteksi dini kanker tidak hanya dapat menurunkan angka kematian akibat kanker, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penderitanya.


Deteksi dini menurunkan risiko kanker
Gambar ilustrasi deteksi dini kanker.

Pemerintah melalui rumah sakit khusus kanker, memiliki komitmen besar terhadap deteksi dini kanker yang diwujudkan dengan dibentuknya Instalasi Deteksi Dini dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) pada tahun 1999 yang mengusung konsep "Penanggulangan kanker terpadu paripurna". Instalasi Deteksi Dini & PKRS memberikan pelayanan komprehensif di dalam gedung maupun di luar gedung untuk satu tujuan utama, yaitu meningkatkan "persentase kasus kanker yang didiagnosis secara dini".

Klinik Deteksi Dini Kanker melayani pemeriksaan deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim (serviks), kanker kolorektal, kanker hati, kanker prostat dan kanker paru, serta program imunisasi Human Papilloma Virus dan Hepatitis B. Paket deteksi dini ini termasuk pemeriksaan fisik dan penunjang yang berkaitan (pencitraan dan penanda tumor). Dengan fasilitas laboratorium dan peralatan radiologis yang lengkap, semua pemeriksaan dapat dilakukan di satu atap. Konsep "one-stop shopping services" ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pasien. Semua hasil pemeriksaan akan dijelaskan oleh dokter yang bertugas setiap hari kerja di klinik deteksi dini kanker dan bila hasil pemeriksaan mencurigakan ke arah kanker, pasien akan dikonsultasikan ke dokter spesialis yang sesuai.


Semua layanan yang ada tidak serta merta menjamin banyak orang datang untuk memeriksakan diri. Dari berbagai survei diketahui bahwa salah satu faktor penyebab tingginya jumlah kasus kanker stadium lanjut adalah keengganan memeriksakan diri ke dokter karena takut didiagnosis kanker. Orang awam seringkali hanya mendengar bahwa kanker penyakit kutukan atau kanker tidak ada obatnya, tanpa pernah memperoleh informasi yang benar tentang kanker.

Untuk menjawab tantangan ini beberapa rumah sakit khusus kanker telah melakukan kegiatan preventif dan juga promotif yaitu seperti pembuatan media berupa leaflet, poster, banner dan lain sebagainya. Selain itu, dilakukan pula penyebaran informasi melalui penyuluhan tentang kanker baik di dalam maupun di luar gedung, seperti instansi pemerintah/swasta, yayasan, organisasi masyarakat/agama, sekolah dan universitas serta melalui media cetak dan elektronik. Dari kegiatan-kegiatan tersebut diatas diharapkan timbul kesadaran masyarakat untuk mau melakukan pemeriksaan kesehatan secara dini agar bisa ditemukan penyakit kanker sedini mungkin. Deteksi dini dapat menurunkan risiko kanker stadium lanjut sehingga angka kesembuhan penyakit kanker menjadi meningkat. Kementerian Kesehatan menargetkan pada tahun 2030 angka kesakitan penyakit kanker stadium lanjut tidak ditemukan lagi.

Written by: dr. Hardina Sabrida, MARS (Kepala Unit Deteksi Dini RS Kanker Dharmais, Jakarta) dalam buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan 2015, Kementerian Kesehatan RI).
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner