Saturday, November 14, 2015

SRM dan Pembuatan In-House Standard Nikel Laterit

SRM Nikel Laterit (Standard Reference Material) atau dalam bahasa indonesia disebut sebagai Bahan Acuan Baku diperlukan untuk mengontrol kebenaran dari suatu metoda dan analisis mengecek presisi, akurasi, pengembangan metode analisis, pelatihan teknisi, verifikasi dan evaluasi hasil analisis yang dikeluarkan oleh laboratorium. Salah satu upaya mewujudkan SRM (Standard Reference Material) yang tersertifikasi atau Certified Reference Material (CRM) dapat dilakukan melalui Pembuatan In-House Standard  Nikel Laterit sehingga diperoleh hasil analisis yang lebih akurat dan selalu siap pakai.

Nikel laterit merupakan hasil pelapukan batuan ultrabasa pada permukaan bumi. Proses pelapukan terjadi karena pergantian musim dalam waktu yang lama. Endapan bijih nikel laterit dihasilkan dari batuan ultrabasa yang mengalami proses pelapukan kimia. Umumnya endapan bijih nikel laterit tebal, dimana lapisan limonit yang kadar nikelnya relatif rendah menutupi lapisan serpentinit dan saprolit dengan kadar nikel yang tinggi.


Tahapan Pembuatan In-House Standard Nikel Laterit

Pembuatan In-House Standard Nikel Laterit meliputi pemercontoan, preparasi conto di laboratorium, pengujian homogenitas, analisis kimia, pengolahan dan anĂ¡lisis data serta pembuatan sertifikat hasil analisis. Tersedianya In-House Standard Nikel Laterit di Laboratorium Pusat Sumber Daya Geologi diharapkan dapat menjadi pembanding dalam pekerjaan rutin analisis nikel laterit. Agar sesuai dengan berbagai macam kadar conto yang dianalisis, dibuatlah beberapa jenis In-House Standard Nikel Laterit dengan kandungan Ni yang berbeda.

Pemercontoan dilakukan di kedua lapisan laterit nikel yaitu limonit dan saprolit masing-masing sebanyak kurang lebih 50 mewakili kandungan Ni sesuai dengan yang diharapkan (Ni < 1%, Ni < 2%, Ni > 2%). Analisis biasa dilakukan di laboratorium Pusat Sumber Daya Geologi dan berbagai laboratorium lainnya. Pengujian homogenitas dilakukan dengan menganalisis conto acuan secara duplo dengan delapan pengulangan. Persentase kandungan Ni yang diperoleh digunakan sebagai parameter uji. Metoda uji homogenitas yang digunakan adalah metoda Anova Single Factor. Jika hasil pengujian yang diperoleh memperlihatkan bahwa conto acuan belum homogen maka proses pengadukan conto harus diulangi lagi.

Conto acuan yang dianggap homogen kemudian dianalisis unsur-unsur Ni, Co, Mg, Fe, Cr, SiO2, Al2O3 dan CaO. Selain di Laboratorium Pusat Sumber Daya Geologi (PMG), conto acuan dianalisis juga di 8 (delapan) laboratorium lainnya yaitu Intertek, Corelab, Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (TEKMIRA), Pusat Survei Geologi, Pusat Lingkungan Geologi (PLG), Balai Besar Keramik (BBK) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).



Metode Analisis Sampel Standard Nikel Laterit

Metoda analisis yang digunakan, di Laboratorium Pusat Sumber Daya Geologi, untuk unsur-unsur Ni, Co, Fe, Cr, Mg adalah dengan AAS dan pelarutan dengan HF/HClO4. Metoda pelarutan HF/HClO4 mengadopsi dari penelitian yang dilakukan oleh R.D. Hartati & Ramdanah (1999). Penentuan SiO2, Al2O3 dan CaO dengan metoda spektrofotometri dan AAS. Conto dilebur dengan Flux (Li2B4O7 + LiBO2 ) didalam cawan grafit.

Analisis data internal dari delapan kali pengulangan dihitung nilai rata-rata, standar deviasi dan presisi, penentuan presisi diadopsi dari Thompson (1973). Data yang dihasilkan digabungkan dengan delapan laboratorium lainnya untuk penentuan outlier dan inlier berdasarkan Pedoman BSN 224 yang diadopsi dari ISO/IEC Guide 43:1984. Kemudian data inlier diolah datanya untuk menentukan nilai/kadar (assigned value) bahan acuan. Tata laksana preparasi nikel laterit selengkapnya dapat dilihat pada bagan alir Pembuatan In-House Standard  Nikel Laterit menurut Hartati & Davis, 1991.

Bagan Alir Pembuatan In-House Stadard Nikel Laterit
Bagan Alir Pembuatan In-House Standard Nikel Laterit (Hartati & Davis, 1991)
References : Sri Erni Budhiastuty, dkk, 2010 (Publikasi Makalah ilmiah oleh Pusat Sumberdaya Geologi)
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner