Tuesday, November 24, 2015

Penerapan Komputasi Awan dalam Bidang Pendidikan

Komputasi Awan atau biasa disebut Cloud Computing adalah model untuk meningkatkan kenyamanan, memberikan ondemand access ke jaringan terminal sumberdaya komputasi bersama, yang dapat dikonfigurasi (misalnya jaringan, server, penyimpanan, aplikasi, dan layanan yang diberikan), yang dapat ditetapkan dengan cepat dan dirilis dengan upaya manajemen atau interaksi penyedia layanan yang minimal. Komputasi awan mengacu pada layanan penyampaian aplikasi melalui internet dan perangkat keras serta sistem perangkat lunak di pusat data sebagai penyedia layanan. Kebanyakan proyek-proyek aplikasi besar berhubungan dengan kombinasi dari komputasi, komunikasi, penyimpanan, dan kebutuhan proyek lainnya yang kompleks.


Ilustrasi Komputasi Awan (sumber : datanetpacific dotcom).

Beberapa institusi yang membutuhkan tempat penyimpanan yang besar dan terus berkembang adalah institusi yang paling mungkin untuk mengadopsi aplikasi awan (cloud application). Sebagaimana telah  dikonfirmasi berdasarkan hasil survei IDC IT Profesional, salah satu institusi tersebut adalah bidang pendidikan. Setidaknya ada 4 jenis aplikasi awan (cloud application) yang dapat di implementasikan dalam bidang pendidikan, yaitu :

1. Web Services
Memindahkan server web, alat analisis dan manajemen ke awan (cloud) juga dapat menjadi prioritas, karena ini akan mengurangi biaya pemeliharaan dan ketergantungan pada model berlangganan serta meningkatkan pengembangan aplikasi secara cepat. Kita dapat memanfaatkan kedua model, sumberdaya awan serta sumberdaya lokal sendiri (Linux virtual dan fisik lokal, Microsoft Windows dan Mac OS server), kita dapat mengijinkan siswa untuk menggunakan sumberdaya komputasi awan dari penyedia layanan besar seperti GoDaddy, Amazon dan beberapa lokal kecil ISP penyedia untuk proyek-proyek siswa.

2. Collaboration Application
IDC mengatakan bahwa 67 persen responden survei setuju bahwa kolaborasi aplikasi seperti email, chatting, konferensi dan file sharing (contohnya SharePoint) adalah layanan yang paling sesuai untuk komputasi awan karena dapat mengurangi biaya jangka pendek. Salah satu contoh dalam dunia pendidikan diantaranya menggunakan kalender Gmail untuk proyek siswa, juga memanfaatkan akun IMAP email pada penyedia layanan gratis dan komersial (gmail.com, dll), skype.com untuk konferensi suara gratis, icq dotcom chattinggratis, GitHub dotcom dan SourceForge dotnet untuk source code gratis dan pengarsipan proyek dokumentasi dan berbagi kode sumber (open source).

3. Aplikasi Produktivitas pribadi
CIchannelinsider dotcom memprediksi bahwa host mobile application melalui operator dan penyedia mobile software serta aplikasi dokumen editing seperti yang dari DataViz dan Quickoffice diprediksi akan mengalami peningkatan.

4. Awan Backup
Beberapa institusi seperti Asigra.com menyediakan layanan backup ke awan (backup cloud) sebagai bentuk antisipasi bencana. IDC mengatakan, 60 persen perusahaan masih mempertimbangkan untuk pindah backup diluar situs resmi mereka ke awan (cloud) untuk melindungi terhadap bencana alam, kecelakaan IT, terputusnya aliran listrik dan peristiwa bencana tak terduga. Hal ini dikarenakan mereka masih ragu dengan tingkat keamanannya.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner