Selasa, 24 November 2015

Nilai Ekonomis Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada Skala Rumah Sederhana

Sel Surya adalah suatu komponen elektronika yang dapat mengubah energi surya menjadi energi listrik dalam bentuk arus searah (DC). Panel surya (fotovoltaic) adalah sejumlah sel surya yang dirangkai secara seri dan paralel untuk meningkatkan tegangan dan arus sehingga cukup untuk pemakaian sistem catudaya beban. Untuk mendapatkan keluaran energi listrik yang maksimum maka permukaan panel surya harus selalu mengarah ke matahari.

Baca juga: Mineral Galena dan Kegunaannya

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memerlukan perawatan teratur agar hasil keluaran dari perangkat tersebut dapat tercapai dengan maksimal. Perawatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) lebih sering dilakukan pada baterainya. Jika penggunaan dan perawatan sesuai dengan aturan, rata-rata umur  baterai bisa awet sampai 5 tahun, sedangkan biaya perawatan lainnya cenderung lebih sedikit dan lebih murah.


Usia pemakaian dari suatu komponen elektronik tergantung dari cara pemakaian. Makin sering dilakukan perawatan makin panjang pula usia komponen tersebut. Berbeda halnya jika terjadi kecelakaan/peristiwa tak terduga diluar prediksi seperti bencana alam. Beberapa piranti dalam komponen Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada Skala Rumah Sederhana yang perlu dilakukan perawatan ditampilkan pada tabel dibawah ini.

biaya penggunaan PLTS pada skala rumah sederhana
Tabel Perhitungan Biaya Penggunaan PLTS pada Skala Rumah Sederhana.
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa biaya teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya terhitung pada skala rumah sederhana murah dan efisien atau dengan kata lain ber nilai ekonomis,  walaupun membutuhkan investasi awal yang tinggi ( investasi awal yang dibutuhkan sebesar Rp. 13.600.000 ). Di wilayah pedesaan dan pulau-pulau terpencil, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan system catudaya listrik yang paling ekonomis dibandingkan pembangkit listrik lainnya.

Baca juga: Manfaat Nikel dan Proses Pembentukannya

Keunggulan Nilai Ekonomis Pembangkit Listrik Tenaga Surya disebabkan  oleh tidak dibutuhkannnya suplai bahan bakar dan jaringan distribusi listrik. Semakin terpencil sebuah wilayah, biaya suplai bahan bakar dan pembangunan jaringan distribusi listrik akan semakin mahal. Namun apabila dihitung untuk pemakaian jangka panjang maka teknologi PLTS merupakan teknologi yang lebih murah dibandingkan dengan pemakaian generator.