Sunday, October 25, 2015

Apakah Keju Aman Untuk Anda??


Keju banyak dipakai pada makanan populer seperti burger, pizza, salad, dan sandwich, tetapi juga dapat berdiri sendiri sebagai camilan atau hidangan pembuka. Jumlah keju yang dikonsumsi di negara-negara besar seperti Amerika Serikat telah meningkat tiga kali lipat selama 40 tahun terakhir. Apakah keju adalah pilihan yang sehat?? hal ini tergantung pada individu serta jenis dan jumlah keju yang dikonsumsi. Ada beberapa keju yang tinggi protein dan kalsium, dan ada juga yang tinggi natrium dan lemak jenuh. Untuk seseorang dengan alergi susu, keju sangat tidak sarankan. Vegetarian atau orang yang menghindari produk hewani karena alasan pribadi atau kesehatan, sama sekali tidak akan mengkonsumsi keju dan mungkin akan memilih alternatif makanan non-susu.

Jenis-jenis Keju

Ada ribuan jenis keju yang dapat berasal dari beberapa spesies yang berbeda. Keju dari Sapi, domba dan kambing adalah beberapa varietas yang paling populer dikonsumsi. dari banyaknya jenis keju, kita dapat mengklasifikasikan menjadi 5 bagian besar, adalah sebagai berikut :
  1. Keju susu; keju ini dibuat dari susu yang mengandung 6-10 gram lemak per 1 ons dan 4-6 gram lemak jenuh. Keju rendah lemak dibuat dengan 2% susu, sedangkan keju non-lemak dibuat dengan 0% susu. 
  2. Keju segar; keju yang dianggap segar adalah keju yang belum berumur lama. Keju segar biasanya memiliki kelembaban tinggi, tekstur lembut, dan rasa yang lebih ringan. Beberapa contoh keju segar adalah ricotta, krim keju, keju cottage dan mascarpone.
  3. Keju Berumur; tekstur keju ini terlihat lebih kencang dan umumnya berusia 6 bulan atau lebih. Semakin berumur lama suatu keju, maka akan diperoleh cita rasa yang sangat tajam. Contoh keju berumur adalah Cheddar, Swiss, Parmesan, dan Gruyere.
  4. Keju yang Diawetkan;  keju jenis ini ditujukan untuk menciptakan produk yang menggunakan bahan-bahan tambahan seperti peningkat rasa dan emulsifier.
  5. Keju Non-Dairy; dikhususkan bagi orang-orang yang tidak mengkonsumsi susu, contohnya keju kedelai dan keju daiya.

Rincian Gizi Keju

Secara umum, keju merupakan produk yang tinggi kalori, natrium dan lemak jenuh. Dalam 1 ons krim keju mengandung 84 kalori, 8 gram lemak, 1 gram karbohidrat, dan 2 gram protein. Dalam 1 ons keju cheddar memiliki 115 kalori, 10 gram lemak, 0 gram karbohidrat, dan 7 gram protein. Keju juga dapat berisi variasi dari vitamin A, vitamin B12, fosfor, selenium, dan natrium. Keju dari susu domba dan kambing memiliki kandungan vitamin A yang lebih tinggi, sementara keju dari susu sapi lebih banyak mengandung beta-karoten.

Kasus Akibat Keju

Susu adalah salah satu sumber makanan kalsium yang terbaik dalam hal bio-availabilitas. Kalsium memainkan peran utama dalam pengembangan dan pemeliharaan kesehatan tulang dan gigi, dan juga penting untuk pembekuan darah, penyembuhan luka dan menjaga tekanan darah normal. Selalu mencoba untuk menyandingkan makanan yang kaya kalsium dan vitamin D adalah hal yang sangat baik, karena vitamin D membantu usus kecil untuk menyerap kalsium. 2 ons berbagai jenis keju bisa mengandung 40-50% kalsium.

Diet tinggi natrium dan lemak jenuh cenderung meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Pada Laporan Dietary Guidelines Advisory Committee (DGAC) 2010 menyarankan untuk membatasi lemak jenuh hingga kurang dari 7% dari total kalori (sekitar 15 gr lemak jenuh berdasarkan diet 2.000 kkal). Negara besar seperti Amerika mengkonsumsi sekitar 11-12% kalori dari lemak jenuh. Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa lemak jenuh dari susu tidak berbahaya. Akan tetapi sebagian orang memilih untuk tidak mengkonsumsinya hanya karena mengikuti diet vegetarian (menghindari makanan yang berasal dari hewan, termasuk susu, keju, telur dan madu). Orang mungkin akan menghilangkan susu dari dietnya untuk menghindari kelebihan hormon dan antibiotik, sebagai salah satu cara pencegahan terhadap munculnya jerawat.


Intoleransi, Alergi, dan Sensitivitas Keju

Intoleransi laktosa adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak memiliki enzim untuk memecah gula yang ditemukan dalam susu. Orang dengan intoleransi laktosa akan mengalami perut kembung atau diare ketika mengkonsumsi susu ataupun produk susu lainnya. Tingkat intoleransi laktosa bervariasi per individu. Suatu  individu mungkin dapat mentolerir susu dengan tingkat rendah laktosa seperti yogurt dan keju keras, namun yang lainnya mungkin tidak dapat mentolerir, bahkan setetes susu pun di kopi mereka. Kandungan laktosa cukup tinggi pada keju parmesan dan keju cheddar.


Alergi susu berbeda dengan Intoleransi Laktosa. Alergi susu mengacu pada reaksi imunologi yang abnormal di mana sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi alergi, yang disebut immunoglobulin E (IgE) antibodi, yang menghasilkan gejala alergi seperti diare atau muntah. Mereka yang alergi susu sebenarnya harus ketat menghindari susu dalam bentuk apapun, termasuk keju. Gejala alergi susu dapat termasuk asma, eksim, gangguan pencernaan, pendarahan, pneumonia, dan bahkan anafilaksis (shock). Berbeda dari Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa, beberapa orang memiliki sensitivitas (kepekaan) terhadap kasein (sejenis protein) dalam susu. Sensitivitas ini dapat memicu peradangan di seluruh tubuh, yang dapat menghasilkan gejala seperti kongesti sinus, jerawat, ruam kulit dan migrain.

Kebanyakan orang bisa mengkonsumsi susu tanpa masalah ini, tetapi jika Anda menduga bahwa susu dapat menyebabkan beberapa gejala ini, mencari seorang ahli diet untuk melakukan pengujian sensitivitas makanan sangat membantu Anda menentukan apakah akan mengikuti diet bebas susu ataukah tidak.

Kewaspadaan Terhadap Keju

Mengkonsumsi terlalu banyak fosfor (bisa tinggi dalam keju), dapat membahayakan mereka yang berpenyakit ginjal. Jika ginjal Anda tidak dapat menghapus kelebihan fosfor dari darah, itu bisa berakibat fatal. Selain itu, asupan kalsium yang tinggi dalam keju telah dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker prostat melalui beberapa penelitian. Para peneliti menemukan kandungan tyramine asam amino (salah satu penyebab kanker) pada keju yang berusia lama. Selain di keju, tyramine juga dapat ditemukan dalam bir, anggur, dan makanan acar. Makanan yang mengandung tyramine juga telah dikaitkan dengan sakit kepala dan migrain.

Kesimpulan apakah keju aman untuk kesehatan adalah tidak pasti dan sangat bervariasi, tergantung pada individu dan kebutuhan khusus mereka. Intinya, selalu mempertahankan nutrisi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Seorang wanita berusia 85 tahun dengan nafsu makan yang buruk berjuang untuk mendapatkan jumlah kalori dan protein yang dibutuhkan untuk menyembuhkannya dari patah tulang pinggul akan tepat jika menggunakan keju, sedangkan obesitas pria berusia 55 tahun dengan tekanan darah tinggi dan riwayat penyakit kardiovaskular akan tepat jika menghindari keju sama sekali.

Sumber: Megan Ware RDN LD (Medical USA), Dietary Guidelines Advisory Committee (DGAC).
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner