Sunday, February 23, 2014

Biaya Peralatan Tambang

Setiap peralatan yang digunakan pada operasi penambangan sudah pasti akan mengeluarkan biaya peralatan tambang. Semua biaya yang dikeluarkan oleh suatu alat akan dibebankan kepada alat itu sendiri, yang berguna untuk mendapatkan gambaran berapa besar biaya per satuan waktu yang sudah dikeluarkan oleh alat tersebut. Jika perhitungan biaya peralatan dilakukan dengan benar, beberapa keuntungan akan diperoleh, diantaranya adalah:
1. Bisa ditentukan apakah alat tersebut masih ekonomis dipakai dengan melakukan evaluasi ekonomi.
2. Bisa menentukan komponen biaya terbesar, sehingga dapat dipakai untuk mengevaluasi apakah komponen tersebut dapat diperbaiki lagi untuk mengurangi besarnya biaya lebih lanjut.
3. Bisa dipakai untuk menentukan biaya suatu proyek bila alat tersebut akan dilibatkan pada proyek itu.

Baca juga : Pemodelan Geologi dan Topografi pada Blok Model

Untuk mendapatkan biaya alat yang dikeluarkan, terlebih dahulu kita harus menentukan komponen-komponen biaya sehingga biaya yang dikeluarkan dapat dikelompokkan dan dapat dikenali dengan mudah darimana biaya tersebut berasal. Adapun komponen-komponen biaya alat tersebut antara lain:

Biaya Operasional Alat

Yang dimaksud dengan biaya operasional alat adalah biaya yang dikeluarkan oleh alat tersebut untuk bisa di operasikan. Yang termasuk dalam komponen biaya operasional ini antara lain:
1. Biaya bahan bakar dan oli alat ; Biaya ini sangat bervariasi, besarnya tergantung dari jenis alat, dimensi alat, umur alat dan ketrampilan dari operator sewaktu mengoperasikan alat tersebut. Bila dimensi alat lebih besar, umur alat sudah cukup lama dan ketrampilan operator yang mengoperasikannya mempunyai skill/kemampuan yang kurang maka konsumsi bahan bakar akan meningkat dan akhirnya biaya bahan bakar ini akan lebih besar.

2. Biaya karyawan/operator alat tersebut ; yang dimaksud dengan biaya karyawan/operator alat adalah biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk membayar gaji dan tunjangan lainnya dari operator serta peralatan atau fasilitas yang harus dilengkapi kepada operator (contohnya perlengkapan safety) selama mereka menjalankan alat tersebut. Biaya ini sebaiknya merupakan angka rata-rata dari semua level operator yang ada yang mengoperasikan alat ini termasuk biaya dari level supervisinya.

3. Biaya untuk melakukan training - training kepada operator dalam rangka meningkatkan kemampuan/skill dalam mengoperasikan alat juga dapat dimasukkan kedalam komponen biaya ini. 

4. Biaya depresiasi dari alat tersebut ; Biaya ini merupakan biaya penyusutan nilai dari alat tersebut yang berasal dari harga jual alat diproyeksikan ke biaya per jam dengan terlebih dahulu memperkirakan umur dari alat tersebut.

Biaya Perawatan Alat

Jenis biaya ini merupakan biaya yang dikeluarkan oleh alat-alat tersebut selama perbaikan dari kerusakan yang dialami oleh alat sewaktu dioperasikan. Adapun jenis perawatan alat ini antara lain: 
1. Biaya perawatan harian ; untuk mendapatkan performa alat yang baik sangat diperlukan perawatan harian kepada alat tersebut. Perawatan ini hanya merupakan tindakan pengechekan dan tindakan perawatan minor untuk mencegah memburuknya kondisi alat yang disebabkan oleh bermulanya dari kondisi atau kerusakan – kerusakan kecil, Contoh dari perawatan harian misalnya lubrication, pengisian air battery, pergantian lampu yang rusak, dan lain – lain. 

2. Biaya perawatan berjangka ; perawatan dilakukan secara berjangka dengan waktu yang sudah ditetapkan berdasarkan jam kerja alat beroperasi. Jam operasi yang biasanya sudah ter-rekord pada alat itu secara otomatis yang sebelumnya sudah diprediksi kapan alat itu alat masuk bengkel untuk diperiksa dan diperbaiki bila ada kerusakan. Waktu yang ditentukan biasanya 500 jam, 1000 jam sampai 2000 jam kerja alat. Semakin lama waktu perawatan ini semakin besar perbaikan yang dilakukan pada alat tersebut. 

3. Perawatan yang tidak direncanakan sebelumnya ; perawatan dilakukan karena alat mengalami kerusakan baik yang terjadi karena kondisi alat tersebut, kesalahan operator dalam mengoperasikan atau kecelakaaan/accident yang dialami sewaktu alat beroperasi di lapangan.

Adapun biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama perawatan ini antara lain biaya spare part, biaya material yang dipergunakan, biaya mekanik yang ikut terlibat dalam perbaikan alat, biaya penggunaan ban. Akhirnya semua biaya diatas dalam waktu tertentu (misalnya dalam satu bulan) dijumlahkan dan dibagi dengan jam kerja alat pada waktu yang sama, diperoleh hasil biaya alat tersebut per jam yang biasa dikenal sebagai Unit Cost peralatan tambang. Tabel dibawah ini merupakan tabel contoh untuk mengklasifikasikan biaya-biaya alat dan untuk mendapatkan Unit cost dari alat tersebut.

Baca juga : Syarat dan Kegunaan Menghitung Sumberdaya Mineral

Contoh hitung biaya alat tambang
Contoh perhitungan biaya peralatan tambang.

Dari tabel diatas dapat dijelaskan tiap kolomnya sebagai berikut :
1. Jenis alat (Equipment type) ; Jenis-jenis alat yang digunakan dan akan dihitung biaya per satuan waktu kerjanya. 
2. Jumlah Jam kerja Alat (Hrs) ; Jumlah jam kerja dari semua jumlah alat pada tiap jenis alat yang digunakan. 
3. Biaya Operasional (Operating Cost) ; Biaya yang dikeluarkan untuk semua alat pada tiap jenis alat selama jam kerja alat tersebut. Komponen biaya operasional ini terdiri dari biaya bahan bakar (Fuel), Karyawan (Labour). 
4. Biaya Bahan Bakar (Fuel & Oil) ; Biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan bakar dan oli selama alat itu bekerja. 
5. Biaya Karyawan/sopir dan supervise (Labour) ; Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membiayai operator/sopir dan supervise selama alat itu bekerja. 
6. Biaya Total Operasi (Total Operating Cost) ; Merupakan jumlah dari biaya bahan bakar (Fuel & Oil) dan biaya karyawan (Labour). 
7. Biaya Perawatan (Repair Cost) ; Biaya yang dikeluarkan untuk perawatan alat selama jam kerja alat tersebut. Biaya ini terdiri dari biaya perbaikan perusahaan sendiri (Repair) dan Biaya perawatan yang dikontrakkan pada perusahaan lain misalnya. Biaya perbaikan sendiri (Repair) ; Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perawatan selama jam kerja alat tersebut. Didalam biaya ini sudah termasuk biaya pengunaan ban, biaya spare parts, biaya mekanik dan supervisinya. 
8. Biaya perbaikan yang dikontrakkan kepada perusahaan lain (Maintenance contract) ; Biaya yang dikeluarkan kepada perusahaan lain yang bekerja sama dengan perusahaan sendiri untuk melakukan perawatan selama jam kerja alat tersebut. Pada kesepakatan kerjasama tersebut ditentukan bagian-bagian tertentu dari alat tersebut diserahkan kepada perusahaan lain untuk melakukan perawatan. 
9. Jumlah biaya keseluruhan (Total Cost) ; Biaya ini merupakan jumlah biaya operasi (operating cost) dengan biaya perawatan (repair cost) selama alat tersebut bekerja. 
10. Biaya per Jam (Cost per Hour) ; Terbagi menjadi 3 bagian, yaitu Biaya operasi (operating cost), biaya perawatan alat (repair cost) dan jumlah dari kedua biaya tersebut yang dibagi dengan jumlah jam kerja alat pada tiap jenis alat tersebut. 
11. Biaya operasi per Jam (Opr) ; Merupakan jumlah biaya operasi (operating cost) dibagi dengan jumlah jam kerja alat tersebut. 
12. Biaya perawatan per Jam (Rpr) ; Merupakan jumlah biaya perawatan (repair cost) dibagi dengan jumlah jam kerja alat tersebut. 
13. Biaya Total per jam (Total Cost per hour) ; Merupakan jumlah biaya operasi per jam (opr) dengan biaya perawatan per jam (Rpr) dari alat tersebut.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner